
***
Kami berjalan bertiga berjalan di jalanan kota ini, orang-orang memandangi kami penasaran tentang mengapa kami bisa berjalan bersama Austin von Helen Kapten dari Pasukan Elite Kerajaan. Dia memang kuakui ganteng dari orang-orang yang pernah kutemui sebelum nya bahkan Roland pun kalah dengan ketampanan orang ini. Dia cukup berwibawa dan kuat, aku bisa meminta nya belajar taktik pedang dengan orang ini karena mungkin aku bisa mengambil ilmu pedang nya.
" Mereka nampak penasaran dengan kita? apakah kita melakukan sesuatu? " ujar Lita.
" Yah..jangan hiraukan mereka, kalian sedang di berjalan bersama orang nomor satu di Pasukan Elite kerajaan jadi jangan heran orang-orang memperhatikan kalian mengira kalian bangsawan atau apalah itu. "
Aku bingung mengapa orang-orang bisa mengenali orang ini tanpa menggunakan seragam resmi nya, lalu Risa bertanya tentang hal itu.
" Terus, bagaimana caranya kamu dikenali walaupun kamu tidak memakai baju seragam mu? "
" Oh itu.. karena aku tampan tentu apalagi. " ujar nya dengan sombong.
" Cih.. narsis bet ini anak.. " ujar kami bertiga.
" Apa? semua orang disini setuju loh.. " ujar nya dengan memandang para pejalan kaki lainnya.
Aku tarik kata-kataku tadi, orang ini benar-benar narsis dan berbahaya jika berada di dekat wanita. Dengan postur tubuh dan muka yang ganteng seperti itu memang bisa dibanggakan. Namun karena dia bertingkah laku seperti itu aku harus memwaspadai Austin jika ia mengajak Lita pergi kesuatu tempat karena kemungkinan orang itu sedang menggoda Lita. Lalu aku bertanya kepada Austin mengapa ia tidak menggunakan seragam formal nya.
" Omong-omong mengapa kau tidak memakai seragam mu? memang nya boleh jika kita ikut masuk kedalam barak kerajaan? "
" Oh itu.. kami tinggal di barak jadi kami boleh memakai baju formal jika pergi, hanya saja kami harus punya surat izin khusus jika kita keluar di jam-jam kerja. " ujar Risa menjelaskan kepada ku.
Risa menjelaskan kepada ku bahwa barak kerajaan Bavaria tersebar di kota-kota besar di seluruh wilayah nya. Desa Riverbond merupakan sebuah desa, bukan kota dan alhasil hanya ada beberapa pasukan yang menjaga wilayah tersebut. Sistem kerja nya mirip sekolah asrama yang ada di bumi, jika ingin keluar dari barak harus memberikan izin terlebih dahulu kepada atasan nya.
" Omong-Omong jika kau bilang bahwa ada seseorang yang lebih tinggi dari pangkat mu, siapa dia? " tanyaku pada Austin.
" Ah dia adalah seorang Paladin yang kukenal, Oswald namanya. ia hanya seorang rakyat jelata namun ia lebih kuat dari ku. Aku dan dia teman dekat jadi mungkin ia akan membolehkan kalian berkunjung ke barak nanti. " ujar nya.
" Licik main nya pake teman.., bener kata Saintess Charlotte tadi. "
" Ayolah.., koneksi juga penting tau kau berfikir begitu juga kan? "
Palladin adalah salah satu pangkat non-militer di kerajaan ini, ia adalah kaki tangan nya Saintess yang berarti Charlotte memilki banyak otoritas dalam memerintah mereka. Jika dipikir-pikir lagi, ucapan Charlotte tentang bisa berperang dengan 1 negara ini tidak mustahil kalau ada pasukan Palladin dibelakang nya. Orang ini memiliki banyak koneksi seperti nya, sungguh seseorang yang sangat mengerikan.
"Omong-omong dimana Toni? bukankah dia sama dengan mu Risa berada di barak kerajaan? "
" Ah tentang itu, saat ini dia sedang- "
Sebelum Risa menyelesaikan omongan nya, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak minta tolong dari arah depan kami, ada seorang wanita yang dompet nya di curi oleh beberapa maling. Maling itu berlari kearah yang berlawanan dengan kami.
" Tolong.. ! dompet ku dicuri ! " ujar wanita tersebut .
Aku dan Lita terkejut melihat hal itu, namun Austin dan Risa nampak waspada dan segera menyuruhku untuk tidak mengejar orang itu.
" Tunggu Arkan.., jangan kejar orang itu.. tidak ada gunanya. "
Aku bingung dengan omongan Risa, mengapa dia ingin melepaskan seseorang yang baru saja melakukan tindak kriminal di depan mata kita sendiri.
" Maaf semua, tapi aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. "
Dengan sigap aku pun berlari mengejar para maling tersebut, ia melihat ku dan mereka mulai mempercepat langkah mereka. Risa dan Lita pun melihat hal ini dan mencoba menghentikan ku.
" Tunggu Arkan kau mau pergi kemana?! " ujar Lita dengan kencang.
" Arkan jangan kejar dia ! mereka itu.. " ujar Risa..
Mereka nampak menyuruhku untuk berhenti menyerang mereka, namun aku terus mengejarnya dan tidak terlalu menghiraukan nya karena wanita itu perlu bantuan.
" Oy ! berhenti kalian ! "
Namun mereka tidak menghiraukan seruan ku, mereka malah melempariku dengan sebuah dagger yang tiba-tiba melesat kearah ku.
Sret..
Aku terkena serangan dagger itu dan membuat wajah ku sedikit tergores di bagian pipi, dengan menahan rasa sakitnya aku terus mengejar mereka. Mereka berlari dengan sangat cepat, hingga masuk kedalam distrik komersial dan tidak terlihat lagi.
" Haahh.. haah.. apa-apaan? "
Aku mengecek keseluruh arah, namun karena distrik ini adalah distrik komersial maka akan ada banyak orang yang berlalu lalang yang membuat jarak pandang dan gerak ku mengecil. Namun aku melihat orang-orang tersebut berlari kearah belakang sebuah gang di belakang distrik ini. Dengan cepat aku melewati banyak orang yang berada di distrik itu dan langsung menuju kearah mereka.
" Oy.. ! tunggu kalian bertiga.. ! "
Mereka masih tetap lari dengan kencang, namun mereka terjebak di sebuah gang buntu dan tidak bisa keluar dari sana. Aku pun menghadang satu-satu nya jalan keluar yang bisa mereka lalui.
" Mau kemana kalian?, ayo cepat serahkan dompet itu dan aku akan membawa mu kepihak kerajaan. "
Mereka hanya tersenyum, lalu salah satu bersiul seakan memberikan kode kepada seseorang. Tiba-tiba ada beberapa orang yang keluar dari belakang ku, mereka memakai pakaian armor lumayan besar dan memakai sebuah dagger dan pedang biasa.
" Ini.. jebakan !, sial... "
Aku baru sadar bahwa ini adalah sebuah jebakan, apakah itu yang ingin Risa katakan tadi sebelum aku mulai mengejar orang-orang ini.
" Oy anak muda, sekarang kau mau kemana? " tanya salah satu dari orang itu. "
Aku melihat ke sekeliling ku, disana aku melihat banyak bandit dengan membawa dagger, ini adalah sebuah jebakan.
" Tidak kusangka kau akan tertipu dengan hal itu, nyonya pasti akan sangat suka dengan hal ini kikiki.. "
" Sialan kau.. berani nya menjebakku seperti ini ! "
" Hahaha kau yang naif dasar anak bodoh ! "
Salah satu dari mereka menyerang ku dengan dagger nya, aku berusaha menghindari serangan orang itu. Mereka mempunyai serangan yang lumayan cepat, namun tidak secepat Roland pada saat kami beradu pedang di desa saat itu. Aku menangkis serang orang itu, dengan cepat membalikkan keadaan dengan membanting orang itu ketanah.
" Kghh akhh ! "
Orang itu langsung pingsan setelah itu, seluruh orang yang melihat itu langsung terkejut.
" Untung saja aku belajar silat di sekolah.. "
" Oy kau anak kecil yang lumayan merepotkan juga ya\, semua nya serang bocah te***k ini ! "
Semua berlari kearah ku, aku tak mau menggunakan pedang ku kepada seorang manusia. Yang bisa kulakukan hanya menangkis dan menyerak balik serang mereka yang mereka arahkan pada ku.
Dak Duk Duak !
" Kgh.. jang-an tidak mungkin.. "
Ini rasa yang sama seperti waktu itu, karena jaringan mana ku rusak membuat ku menjadi lemah jika bertarung secara berlebihan.
" Oh.. kau sudah lelah bocah? kau lihat masih berapa banyak jumlah kami saat ini? "
Aku tidak percaya, aku telah mengalahkan 5 orang namun jumlah mereka masih banyak yaitu sekitar 10 orang lagi.
" Hoho.. sekarang kau tau akibat nya jika bermain-main dengan kami hah ! "
Orang itu mengarahkan dagger nya kearah ku, dia melayangkan tendangan kearah kepala ku membuat ku terjatuh dengan lumayan keras.
" Akh.. "
Aku tersungkur di tanah, mereka mulai mendekat kearah ku sambil memegang pisau yang ada ditangan nya.
" Ini kenapa kau tidak boleh macam-macam dengan kami, hihihi boss pasti bangga dengan ini. "
" Kalian.. siapa pemimpin kalian ?! "
" Hahaha.. , pemimpin kami lebih kuat dari mu. dia adalah seseorang yang bukan berasal dari dunia ini dan memilki sihir yang sangat kuat, mungkin kami akan membawamu kepada nya hahaha.. "
Outlander?.. pemimpin mereka adalah seorang Outlander?!, gawat aku bisa benar-benar mati jika bertemu dengan nya.
" Tapi karena aku kesal aku akan menyiksa mu dulu dasar bocah sialan, rasakan ini ! "
Ctang !
Dia melayangkan serangan nya kepada ku, ia ingin menikam ku di bagian tenggorokan. Aku hanya bisa pasrah dan tidak bisa melakukan apa-apa. Namun tiba-tiba ada seseorang yang berada di depan ku, dia seperti seseoang yang sangat familiar.
" Huh? "
" A-Apa yang?! "
Aku terkejut mendengar suara tangkisan pedang yang terdengar di depan ku, orang-orang itu nampak terkejut pula. Lalu aku mendengar suara orang itu, dan aku sangat mengenali suara ini.
" Arkan, Kau nggak apa? "
Dengan tersenyum aku menjawab pertanyaan orang itu.
" Ton.. dari mana saja kau?, aku mencari mu di kota ini tapi yang kutemui cuman Risa saja. "
" Haha maap.. aku sibuk di barak, cukup basa-basi nya aku akan mengalahkan bandit-bandit sialan ini. "
Dia adalah Toni, menggunakan pedang nya menangkis serangan orang itu. Orang-orang itu nampak takut ketika melihat armor yang dipakai oleh Toni. Dan mereka memutuskan untuk kabur dari sana secepat mungkin.
" Kgh itu penjaga.. semuanya kabur ! tinggalkan 5 orang yang terkapar itu ! "
Orang-orang itu kabur melompati gang itu bagaikan kelinci super, mereka lompat dengan ketinggian yang lumayan tinggi dan berhasil kabur dari gang buntu itu.
" Wuhh. akhir nya beres juga, tadi niatnya mau kubawa semua. tapi 5 orang sudah cukup. Terima kasih atas tangkapan nya.. lumayan juga dapet duit nya nanti kalau kulaporin" ujar Toni.
" Ehem.. yang dipikir itu dulu apa? duit mulu temen kaya nggak ada harga sama sekali.. " ujarku dengan sarkas.
" Ah.. maaf-maaf lupa kalau ada kamu Kan.. " ujar Toni dengan sarkas.
" Cih.. kebiasaan dah.. "
Kami berdua tertawa karena candaan itu, lalu Toni memberikan tangan nya untuk membantu ku berdiri.
" Bro selamat datang di Wolfpass, semua orang menunggu kedatangan mu.. "
" Haah.. maaf membuat kalian menunggu.. "
Dengan ini seluruh orang dari kelompok karya wisata kami lengkap, dengan ini aku bisa lebih tenang karena mereka berdua tidak apa-apa.
Akhir nya, kelompok karyawisata kami lengkap.. , namun dari peristiwa ini akan memperparah konflik yang akan kami hadapi selanjutnya.
***
Disisi lain..
" Kghh.. "
Ada seseorang dengan jubah hitam menyerang para bandit-bandit dengan menggunakan ilmu hitam.
" Kalian.. benar-benar bodoh ! "
" Ma-maafkan kami, nyo..nya "
" Siapa..? siapa yang berani mengganggu bisnis ku?! cepat katakan! " ujar sosok tersebut.
" Na-nama nya.. A-A-Arkan .. kgh.. "
Splatt !
Orang itu membunuh 3 orang bandit dengan menggunakan sihir nya dengan cara memecahkan kepala mereka. Lalu sosok itu terkejut ketika mendengar nama orang tersebut.
" Hohh.. Arkan kah..?, hihi menarik.. "
" N-Nyonya.. ka-kali ini apa yang harus kita lakukan? "
Sosok itu tertawa, dan ia berkata.
" Awasi dia, jika aku bilang bawa dia kemari maka lakukan lah.. "
" Si-siap Nyonya ! "
Lalu wanita itu berjalan menuju bayangan dan menghilang didalam kegelapan, dan ia berkata.
" Akhir nya dia datang juga setelah lama menghilang, selamat datang ke Wolfpass Arkan. Atau bisa kubilang wakil ketua kelas kami hihihi.. "
***