
Setelah pertemuan itu kami diantar pulang ke barak tempat dimana teman sekelas kami tinggal untuk sementara. Muka dari Aldarich dan Alviria terkesan takut terhadap apa yang disampaikan di rapat tadi. Mereka memberikan hadiah-hadiah kami dan dibawa menggunakan kereta kuda kargo milik kerajaan dan di jaga oleh 4 orang penjaga. Perintah sang raja itu harus kami beritahukan kepada teman-teman kami, karena mereka dapat mengurangi jumlah pasukan yang harus dikeluarkan untuk ekspedisi.
Menurut Alviria yang selalu mengamati para Outlander di barak alias kami, dia bilang bahwa satu Outlander setara dengan 20 tentara. Outlander di berkahi oleh 2 hal, yaitu mana yang besar serta skill unik mereka. Jika di dunia ini ada seorang penyihir bisa menguasai 1 elemen dasar, maka seorang Outlander bisa menguasai 2-3 elemen sekaligus dan menciptakan elemen baru seperti Es dan Petir. Ada pula orang spesial di Avaria yang bisa mengunakan elemen-elemen tersebut seperti Charlotte, namun persentase nya sangatlah sedikit dibandingkan seorang Outlander yang memilki persentase menguasai 2-3 elemen sihir sekaligus.
" Eh tapi kok aku beda sendiri ya, aneh sekali.. "
Aku hanya menguasai 1 elemen saja, mungkin ada yang salah dengan alat yang dibawa Charlotte saat itu aku oun tak tahu. Namun kini aku harus fokus dengan masalah yang ada didepan dan mengesampingkan itu nanti.
Kami pun berada di dalam kereta kuda yang berjalan menuju barak kerajaan, Aku berbicara dengan Lita mengenai pandangan ku tentang hal ini.
" Lit.. kamu dengar apa yang dikatakan sang Raja tadi? "
" Iya.. " jawab nya sambil menganggukan kepala.
" Iya.. kamu berfikir hal yang sama dengan ku? "
" Kemungkinan, kristal itu berada disana.. " ujar Lita.
Charlotte pun ikut kedalam pembicaraan kami, yang Charlotte dan Lita tau adalah kristal itu dinamakan kristal penciptaan. Namun nama asli dari kristal itu adalah Primodial Crystal, kristal yang memilki kekuatan tak terbatas.
" Seperti nya aku benar, pada saat kami mengejar mu aku merasakan kekuatan besar di sekitar tempat mu melawan Fenrir saat itu. Kekuatan besar entah dari mana, lebih dari Fenrir itu sendiri. "
" Master.. merasakan nya? pada saat itu. ? " tanya Lita dengan penasaran.
" Iya.. aku tidak menyangka bahwa kristal itu berada disana. sang raja telah memberi perintah untuk melakukan ekspedisi di reruntuhan kuno itu, Tapi menurutku seperti nya itu ide yang buruk. " ujar Charlotte dengan serius.
Pada saat di desa, Fenrir pernah bilang kepada ku. Kristal itu adalah kristal yang dipakai oleh 7 pahlawan terdahulu untuk mengalahkan raja iblis di Avaria. Pasti kristal itu mempunyai efek yang sangat luar biasa, dan logika nya jika ada benda yang memilki kekuatan yang luar biasa biasanya akan ada sesuatu yang menjaga benda itu. Oleh karena itu alasan sang dewi menginginkan ku untuk mengumpulkan semua kristal itu menjadi masuk akal.
Namun masalah terus bermunculan dan kali ini ada organisasi rahasia yang menginginkan kami, lebih tepat nya Lita seorang. Aku tak tau jelasnya seperti apa, namun organisasi ini sangat berbahaya. Dan alasan mereka mengingkan Lita ikut dengan mereka masih menjadi misteri bagiku dan harus kuwaspadai.
Namun untuk saat ini, masalah Organisasi Hexagon itu akan dikesampingkan lebih dahulu dan fokus pada ekspedisi ini. Dibandingkan dengan masalah yang lain yang ada di negara ini, ini termasuk yang paling besar bahaya nya karena kita tidak tahu makhluk apa yang ada di dalam reruntuhan itu. jika tidak di cegah sedini mungkin, akan ada banyak korban jiwa yang akan jatuh di kota ini. Oleh karena itu kami harus mengumpulkan teman-teman kami dan membujuk nya agar bisa mengikuti ekspedisi ini.
"Dunia ini masih penuh dengan misteri yang belum kuketahui.."
" Mengapa kau berfikir seperti itu Master? "
" Entah mengapa, aku memilki firasat buruk tentang tempat itu, aura nya.. begitu gelap. "
Charlotte seperti nya mendeteksi adanya elemen gelap di tempat itu. Namun jika Primodial Crystal itu adalah benda yang pernah di gunakan oleh para pahlawan di masa lalu, seharusnya benda itu mengandung energi yang baik.
" Pertama-tama kita harus meyakinkan teman-teman kalian untuk ikut ekspedisi ini.. "
Aku dan Lita mengangguk, setuju pada rencana ini. Kami tiba di depan barak kerajaan, disana ada terdapat Risa sedang menjaga di depan gerbang dan Toni yang sedang melatih anak-anak lainnya.
" Ah kalian berdua selamat da- ehh.. ke-kenapa kalian membawa sang Saintess kemari?! " ujar Risa dengan terkejut.
" Tidak ada waktu Risa, aku harus memberitahu kalian semua sesuatu. Jadi tolong dengarkan kami. "
Risa pun terdiam untuk sementara, ia melihat wajah Lita yang nampak sangat serius campur cemas. Ia mengangguk menuruti permintaan ku. Toni bergegas menuju kearah kami, ia bingung mengapa kami membawa sang Saintess kemari.
" Ada apa ini Arkan? " tanya Toni dengan kebingungan.
" Aku akan jelaskan ini, ayo cepat masuk. "
Kami semua masuk kedalam barak, disana orang-orang sedang asik berlatih pedang bersama-sama. Perhatian mereka mengarah kepada sang Saintess yang masuk kedalam barak. Mereka nampak bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
" Lit ini yang beritahu mereka aku apa kamu? "
" Haah.. sebagai ketua kelas, aku aja yang beritahu mereka tentang hal ini. "
Aku mengangguk menuruti perkataan Lita. Lalu Lita berdiri di tengah-tengah kerumunan, Toni pun menyuruh semua orang untuk diam sejenak dan mendengarkan.
" Semua harap tenang, ketua kelas.. bukan Lita ingin memberikan pemberitahuan kepada kalian. Harap disimak baik-baik. "
Suasana yang ramai tiba-tiba berubah menjadi senyap, mereka nampak memperhatikan Lita pada saat ia berbicara di hadapan mereka. Lita nampak tenang seperti biasa, memang beanr dia adalah Putri Es dari sekolah.
" Perhatian semua nya, ada pemberitahuan dari sang raja kepada kalian semua. "
Pandangan kami tertuju pada Lita yang sedang berbicara di depan banyak orang, Lita pun mengeluarkan surat resmi yang saat itu diberikan oleh Alviria kepada nya. Itu surat perintah bagi Outlander.
" Sang Raja berkata, bahwa kita harus membantu nya dalam suatu ekspedisi yang akan digelar 2 hari lagi. Dan berharap kepada kita semua untuk menghadirinya dan menjadi salah satu pasukan di sana."
Semua orang pun bergumam terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Lita. Lalu salah satu orang menanyakan mengapa sang raja menyuruh mereka.
" Anu Ketua Kelas.., mengapa sang raja tiba-tiba menyuruh kita untuk ikut serta dalam hal ini? "
" Manpower milik kerajaan sudah di berkurang banyak semenjak ada nya pemberontakan di timur oleh Pangeran pertama kerajaan. Jadi sang Raja berharap kalian bisa menggantikan kekuatan yang hilang itu. Ada kekuatan aneh yang muncul di barat daya Wolfpass dan menyebabkan banyak monster berkumpul di tempat itu, kemungkinan besar akan ada banyak monster disana dan kita harus menyelidiki kekuatan itu."
Lalu beberapa orang nampak cemas dam takut dengan apa yang dikatakan oleh Lita. Lalu ada beberapa orang yang menghampiri Lita. Mereka adalah golongan nya Anggun yang nampak nya ingin mengatakan sesuatu.
Mendengar hal itu Lita terkejut, namun ia membantah hal tersebut.
" Tidak.. bukan begitu.. "
" Terus apa? bukannya kamu bilang sendiri kalau kami harus ikut ekspedisi itu? terus nanti kamu yang dapat penghargaan gitu karena telah menaklukan tempat itu? "
Mereka semua percaya dengan apa yang dikatakan oleh Anggun dan menganggap Lita menyuruh mereka untuk mati demi kerajaan ini.
" Apa-apaan?! jadi kamu beneran pingin membuat kita mati?!! "
" Ti-Tidak dengarkan aku dulu semua nya.. "
Kaki milik Lita nampak gemetar, ini jelas-jelas sebuah bullying dari Anggun dan dia sengaja melakukan nya. Anggun dan kelompok nya hanya tersenyum jahat di belakang anak lainnya. Sungguh orang yang sangat licik dan jahat sekali.
" Arkan.. anggun anak sialan itu.. " ujar Risa dengan marah nya.
Toni menahan Risa untuk pergi, aku tau dia sangat marah dan ingin menghajar Anggun karena telah sengaja membuat keadaan Lita menjadi terdesak.
" Lepasin.. "
Toni menggelengkan kepala, dia menyuruh Risa untuk tenang. Karena Toni tau bahwa Anggun sengaja melakukan itu demi menjatuhkan citra Lita di depan banyak orang.
" Sialan.. "
Suasana menjadi tidak kondusif karena Anggun, aku tdiak tahan melihat hal ini terjadi kepada Lita. Namun sebelum aku bertindak datang kereta kuda lainnya yang telah parkir di depan barak. Setelah di buka pintu nya, keluar nya Alviria dan Aldarich yang lalu jalan menuju ke kerumunan.
" Itu yang mulia Putri Alviria.. "
Mereka semua terdiam setelah melihat sang putri dan pangeran, Aku paham karena mereka lah yang pertama kali membela para Otherworlder pada saat turun di dunia ini.
" Halo semua, para Otherworlder sekalian. Kalian pasti bingung mengapa ada surat perintah dari kerajaan yang bilang bahwa kalian harus membantu kerajaan ini dalam ekspedisi. Kami mendapat informasi bahwa ada nya pergerakan monster yang signifikan di arah barat daya Woflpass seperti kata Lita tadi. Ada sebuah kekuatan berbahaya yang membuat mereka berkumpul di tempat tersebut dan kami harus menyelidiki nya. "
Mereka semua berbincang sendiri setelah mendengar hal itu, Suasana saat ini seperti nya sudah terkontrol dengan baik.
" Kami memperlukan bantuan berupa paskan yang berasal dari orang Otherworlder seperti kalian untuk membantu kami, karena saya tau bahwa kalian itu kuat dan bisa menggunakan sihir. Karena di dunia ini tidak semua orang bisa menggunakan sihir, hanya kalian seorang yang bisa. Jika tidak kota ini, tidak seluruh kerajaan ini akan runtuh. Karena monster ini bisa menghancurkan seluruh kota ini jika tidak di antisipasi dengan benar. "
" Terus kalau begitu, aku harus mengorbankan diri untuk kerajaan ini? " ukar Anggun dengan arogan.
" Kurang ajar anak itu. ! " Risa nampak marah kepada Anggun.
Suasana pun menjadi gaduh kembali mendengar perkataan Anggun, Hal ini harus cepat di atasi agar tidak menjadi sebuah kerusuhan. tiba-tiba toni pun menyerang tanah dengan ganggang pedang nya membaut shockwave yang membaut kegaduhan itu berhenti.
" KALIAN TIDAK SADAR DIRI, BAHWA KALIAN SAAT INI DI PERBOLEHKAN HIDUP OLEH SIAPA?! "
" Toni.. " Lita melihat kearah Toni.
" KALIAN BISA HIDUP KARENA SANG PUTRI DAN PANGERAN YANG MEMOHON PADA SANG RAJA UNTUK MEMBERI KALIAN TEMPAT TINGGAL, BAHKAN MEMBERI KALIAN PEKERJAAN DAN KALIAN DENGAN GAMPANG NYA MENOLAK PERINTAH SANG PUTRI DAN MALAH MERENDAHKAN KETUA KELAS KALIAN SENDIRI?! . "
Kami semua terdiam mendengar perkataan Toni, apa yang dia katakan itu benar. Mereka lah yang pertama kali memohon kepada raja untuk memberikan tempat tinggal untuk para Otherworlder. Dan mereka malah membangkang dan tidak mau membantu. Alviria menyuruh Toni untuk tenang, lalu ia melanjutkan perkataan nya.
" Saya tidak meminta kalian untuk ikut dengan paksa, tapi saya mohon kepada kalian untuk membantu kami. Nyawa penduduk kami ada di tangan kalian para Otherworlder. Saya mohon kepada kalian, bantu kerajaan kami. " ujar Alviria dengan memohon kepada kami.
" Alviria.. " Aldarich tidak percaya bahwa adiknya sendiri sampai memohon seperti itu.
Semua orang terdiam, tidak ada yang berani mengangkat tangan. Alasan dia melakukan itu, adalah dia tiadk ingin di pandang sama seperti Adhulphus yang sangat membenci Otherworlder. Dan dia tidak ingin citra nya di mata publik terutama kami turun. Padahal jika ia tahu, bahwa di dunia ini seberapa pun dirimu mencoba untuk disukai oelh banyak orang pasti akan ada orang yang membenci mu.
Aku teringat dengan perkataan nya tentang ingin memakmurkan kerajaan ini setelah ayah nya, dia ingin menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana sama seperti ayah nya. Dengan mengingat hal itu aku pun mengangkat tangan ku mendukung Alviria.
" Aku ingin bergabung dengan tim ekpedisi, karena aku ingin melindungi orang-orang yang kusayangi, Kerajaan ini,serta orang-orang yang ada didalam nya yang selalu baik kepada ku. Walaupun harus mati, aku tak masalah. Yang penting aku mati dengan berani dari pada hidup sebagai pengecut. "
Mendengar perkataan itu, Anggun menjadi kesal. Lalu Lita pun mengangkat tangan nya.
" Aku ingin bergabung juga, demi melindungi orang-orang yang kusayangi. "
" Aku juga, demi sang putri hehe.. " ujar Risa dengan senyumnya.
" Aku juga, sebagai seorang kesatria yang telah di lantik oleh sang raja aku harus menjaga kerajaan ini. " ujar Toni dengan senyuman.
Lalu satu persatu dari kami mengangkat tangan kami, setuju dengan perkataan Alviria.
Melihat hal itu, Alviria pun terharu mendengar nya. Kelompok nya Anggun pun pergi dari tempat itu, melihat itu aku pun langsung lega karena mereka selalu saja mencari masalah. Lita pun menenangkan Alviria, Aldarich juga sama. Kami tidak saja saling menatap satu sama lain, Lita pun tersenyum kepada ku. Rencana ku benar-benar berhasil, aku sudah tau bahwa Anggun akan menganggu. Jadi aku meminta Aldarich dan Alviria untuk ikut serta dalam hal ini untuk menyakinkan mereka untuk ikut dengan ekspedisi ini dan aku sudah memberitahu rencana ini pada saat rapat sebelum kami pergi dari istana.
" Sesuai rencana..
Dengan ini para Otherworlder yang ada di Bavaria alias teman sekelas ku bersedia membantu Kerajaan Bavaria untuk melakukan ekspedisi dan membasmi sumber kekuatan yang luar biasa itu. Ini adalah sebuah hal yang fenomenal di seluruh Avaria dan berita nya tersebar di seluruh penuju Benua Daemon. Karena ini adalah pertama kalinya terbentuk sebuah asosiasi orang Avaria dengan Otherworlder membuat sebuah organisasi dengan sebuah sistem baru yang berbeda dari sebelum nya, organisasi ini bisa dibilang seperti ' Guild ' yang biasa ada di game-game RPG. Di masa depan Guild ini akan menjadi besar dan berpengaruh di seluruh Avaria. Mereka menamai Organisasi ini dengan nama..
- Adventure Guild of Bavaria -