Primodial Quest

Primodial Quest
Chapter 20: Wolfpass, Bavaria Bagian 2



***



" Oy kalian semua lama tak berjumpa. "


Risa menyapa kami dengan bahagia, aku tidak menyangka bahwa kami akan bertemu dengan nya di tempat ini. Dia mengenakan pakaian seperti kesatria atau mungkin mage berlogo kerajaan ini. Mungkin dia sudah bekerja di kerajaan ini menjadi seorang penjaga atau seorang mage disini.


" Logo itu, Risa apakah kau bekerja di Kerajaan ini? " tanya Lita.


" Ah.. ini, sebenarnya bukan hanya aku saja. "


Risa menjelaskan bahwa seluruh anak-anak yang ada di bus itu kecuali kami ditaruh di lapangan istana Kerajaan ini, mereka semua bingung dan takut karena melihat banyak penjaga menodongkan pedang nya kepada mereka. namun karena Pangeran dan Raja Bavaria sedang berada di situ dan menyaksikan kejadian itu, mereka menyuruh anak-anak golongan nya Risa membantu mempertahankan Kerajaan ini, mereka direkrut sebagai prajurit dan digaji seperti prajurit pula. Risa berada di pangkat tertinggi yaitu Kapten Kavaleri.


" Tunggu, orang yang seharus nya kami temui itu kamu Risa. "


" Eh mengapa kamu mencari ku?, dan selama ini dimana saja kalian? aku sampai mengeluarkan pasukan unit khusus untuk mencari kalian hampir ke seluruh Bavaria, namun kalian tak kunjung ku temukan. "


Aku pernah mendengar ada sebuah rombongan yang pernah datang ke Desa Riverbond, mungkin pak tua itu salah menilai atau tetap waspada pada pihak kerajaan Bavaria karena kejadian di Pallantinus. Namun seperti nya hal ini bukan menjadi masalah lagi karena pihak kerajaan mendukung Outlander disini. Tapi Risa di bagian kapten kavaleri, aku tidak bisa menduga itu.


" Ini aku ingin menyampaikan sesuatu padamu, walaupun kamu pasti sudah mendapatkan surat nya dari salah satu rombongan karavan ku saat itu. "


Lita menjelaskan tentang penyerangan Desa Riverbond dan hilang nya Fenrir dari tempat teritorial nya, walaupun itu adalah bohong namun kami memberitahukan sedikit kebenaran dibumbui sedikit kebohongan didalam nya.


" Fenrir.. menghilang? "


Risa nampak kaget serta bingung, Hewan penjaga Bavaria hilang dalam sekejap memanglah bukan hal yang bisa dianggap remeh. Risa pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan ini kepada Raja nanti. Namun ia malah mengajak kami untuk jalan-jalan di kota ini.


" Ah masalah itu nanti saja kulaporkan, lagian aku butuh surat resmi jika ingin mengadu kepada Raja. Jadi sebelum itu mari kita jalan-jalan sebentar di kota ini mumpung masih siang. "


" Tunggu, beneran kamu nggak langsung melaporkan ini kepada atasan mu atau Sang Raja? Ini hal yang penting lo.."


" Itu gampang, lagian melihat kalian setelah setengah tahun tinggal di dunia ini adalah hal yang paling menyenangkan bagi ku dan Toni. "


Toni, aku belum mendapatkan kabar dari nya. Jika Rosa bilang seperti itu maka Toni ada di sekitar sini juga bersama Risa.


" Btw.., Toni dimana ya? "


" Oh dia? dia menjadi kapten komander divisi Outlander. Mungkin dia sedang sibuk di barak sekarang melatih siswa lainnya. "


" Lah kamu ngapain kok nyantai disini? "


" Aku dikasih libur sama atasan ku, karena kemarin baru saja melakukan perburuan bersama sang Pangeran. Kau tahu Pangeran Bavaria itu lumayan ganteng lo.. "


Pangeran, Raja, Duke.. itu adalah gelar yang selalu kudengar di dunia maupun dunia ini. Negara ini menganut sistem pemerintah Monarki Absolut yang dipimpin oleh Raja Beowulf III dan memilki 2 Putra Mahkota dan 1 Putri. Ia memimpin Bavaria dengan adil dan makmur sehingga membuat Kerajaan ini salah satu kerajaan besar di Benua Daemon. 2 Pangeran Bavaria, Adhulpus dan Adalrich adalah saudara kembar dan dua orang yang nanti nya akan memimpin Bavaria di masa mendatang.


" Adhulpus dan Aldarich, seperti nama orang Jerman. "


" Aku tau.. meskipun mereka ganteng dan kembar identik, tapi sifat salah satu mereka sangat berkebalikan dari satu sama lain. "


Adhulpus terkenal dengan kehebatan nya dalam berpedang dan memilki karisma yang tinggi\, namun sifat nya benar-benar Ba****t selalu bermain cewek dan merasa sok kuat dan sombong. Di sisi lain\, Adalrich memilki sifat yang baik hati dan lemah lembut\, dia juga pintar dalam sihir. Namun sistem kerajaan ini bergantung pada seberapa kuat mereka menggunakan pedang yang berujung pada kemenangan Adhulpus sebagai garis penerus kerajaan.


" Bagaiman dengan sang Putri? "


" Ah sang Putri.. "


Alviria, anak terakhir di keluarga kerajaan. Dia anak yang sedikit unik di antara yang lain, memilki sifat yang agak tempramental dan manja layak nya anak mama, tapi dia itu adil dan bersahaja jika memimpin sebuah persidangan umum di kerajaan. Dia sifat nya baik namun agak sedikit manja itu saja sama seperti Aldarich.


" Hah jangan membicarakan mereka lagi, aku takut bakal di penjara gara-gara itu. Yuk jalan-jalan saja.. "


Risa pun mengajak kami jalan-jalan menuju tempat-tempat terkenal di seluruh Wolfpass, kota ini lumayan besar namun tidak sebesar Jakarta. Kita pergi mengelilingi kota ini mulai dari Pub, Gereja, Monumen, Barak, dan Pusat Kota. semua nya nampak megah dan indah , hari pun mulai gelap dan kami memutuskan untuk mengakhiri tur ini.


" Ahh.. capek banget keliling kota ini. " ujarku dengan merenggangkan tangan ku ke atas.


" Kota ini padahal nggak semalang tau nggak? "


" Ya.., tau kan di Indonesia orang jarang gerak kayak gini kebanyakn suka naik motor kan? "


" Eh beneran nggak papa ini? "


" Nggak apa.., aku akan izin ke atasan ku. Dia gampang di suap tau nggak? "


" Eh kok kelakuan mu berubah ya Ris selama setengah tahun ini. Heran aku.. "


Kami bercanda hingga ada seorang perempuan datang menuju kami.


" Arkan.. Lita  sini.. "


Aku mendengar suara Charlotte sedang memanggil kami dari kejauhan, Saat kami segera kesana Risa menahan tangan ku.


" Oy.. Oy .. Oy.. Oy, ka-kamu kenal sama dia? "


" Dia Charlotte.. seorang teman yang kami dapat di desa Riverbond. "


" Li-Lit... kamu kenal dia juga?! "


" Ah itu Master ku, nama nya Charlotte seorang tabib di Desa Riverbond. " ujar Lita.


Risa nampak keheranan, ia seperti tidak percaya tentang apa yang barusan kami ucapkan.


" Hey bentar, sini dulu kalian berdua.. "


Kami di bawa menuju tempat yang tidak jauh dari Charlotte.


" Nona Charlotte hahaha, maaf nih saya pinjam mereka sebentar ya. "


" Ah,, oke? " Charlotte nampak kebingungan.


" Oy.. kamu beneran nggak tau siapa dia?! " tanya Risa dengan heran.


" Dia Charlotte, teman kami dari Desa Riverbond. Kenapa kamu heboh sendiri sih? "


" Haduhh.. kalian ini, oke aku akan memberitahu kalian tapi jangan kaget ya. "


Kami mendengarkan apa yang Risa katakan, ternyata selama ini Charlotte merupakan Seorang Holy Maiden Of Bavaria, seorang Saintess yang memimpin gereja Atageina di bagian selatan Benua Daemon. Dan Charlotte merupakan seseorang yang penting dan di segani banyak orang terutama keluarga kerajaan sekalipun.


"A.. APA YANG KAU BILANG ! "


" Shht, a-aku akan pergi dulu ya .. dah hahaha.. "


Risa kabur meninggalkan kami dengan terburu-buru, Charlotte nampak kebingungan dengan apa yang barusan terjadi. Lalu kami berjalan menuju Charlotte untuk menemui nya.


" Dia kenapa? kok kabur kayak gitu? bukankah dia Kapten Kavaleri baru ya..? Siapa namanya itu.. "


" Ri.. sa "


" Ah iya, ngomong-ngomong kenapa cara bicara nya kalian tiba-tiba kaku begitu? " ujar Charlotte.


" A-Anu..  Master, sa- saya mau bertanya.. "


" Iya? "


" Master itu.. seorang Saintess? "


" Hmm.. iya kenapa? pak tua itu tidak memberitahu mu.. "


" Ahahaha.. tak apa ayo kita pergi, Kak Cha- maksudku Nona Charlotte.. " ujar ku dengan gugup.


Dan setelah itu, kami akan menghargai Charlotte sebaga teman.. eh bukan sebagai seorang Saintess dan Master kami..


***