
***
Charlotte nampak tegang setelah mendengar perkataan wanita itu, lalu ia membuat kuda-kuda bertahan untuk bisa waspada terhadap serangan mereka. Charlotte nampak terkejut ketika mereka menjuluki nya.
' Agent Yellow '
" Dari mana kamu tau tentang nama itu?! "
" Mau tau?, ngapain? lagian kau akan mati di tanganku ' Yellow ' "
Charlotte mengeluarkan elemen cahaya dari pedang nya, cahaya itu terlihat hingga keluar gereja itu. Charlotte nampak marah ketika ia menyebut nama itu sehingga membuat Charlotte mengeluarkan kekuatan yang sangat dahsyat dari pedang nya.
" Aku tidak mau dijuluki nama itu lagi ! "
Wanita itu tersenyum kearah nya, lalu mengeluarkan sebuah keris yang mempunyai aura kegelapan dari saku senjatanya yang ada di pinggulnya.
" Senjata Itu.. kau, member dari Hexagon?! "
Hexagon merupakan organisasi atau bisa dibilang kultus rahasia yang berasal dari Benua Basilia, orang-orang Basilia biasanya menggunakan keris sebagai senjata untuk mempertahankan diri.
Hexagon mungkin berasal dari Benua Basilia, namun tempat persis markas utama organisasi tersebut masih menjadi misteri. Tujuan mereka dibentuk masih menjadi misteri, namun ketika seseorang mendengar nama tersebut maka mereka akan langsung ketakutan dan tidak ingin membahasnya.
" Oh jadi kau memang mantan anggota Hexagon?, wah-wah Saintess dari Bavaria adalah mantan anggota sebuah organisasi yang dipersembahkan untuk Noir sang dewa kegelapan yang agung. Ironis sekali karena sekarang mungkin aku harus membunuh senior ku sendiri. "
" Apa tujuan mu mengincar murid-murid ku? "
" Bukankah sudah jelas? Kami akan merekrut Lita sebagai anggota baru kami. "
" Merekrut Lita, jadi itu mengapa kau mengikuti kami dari Riverbond?! "
" Kau sangat menggangu sekali, pada saat di penginapan aku ingin sekali membunuh anak itu. Aku ingin melihat muka dari Murid perempuan mu itu jatuh dalam kesengsaraan karena kematian teman terbaik nya.. " Ujar nya dengan senyuman yang mengerikan itu.
" Apakah ' dia ' yang menyuruh mu melakukan ini, jadi kamu ingin membunuh Arkan karena kau ingin menjerumuskan Lita ke sisi gelap nya dan bergabung ke Hexagon?! "
" Ini untuk master dan mengabdi kepada sang dewa kegelapan adalah hal yang wajib kami patuhi. kami member Hexagon dengan sukarela melakukan nya, bukankah itu hal yang kamu lakukan sebelum kau berkhianat ? ' Agent Yellow ' ? "
" Berhenti memanggil ku dengan sebutan itu lagi ! , aku sudah membuang nama itu bertahun-tahun lalu. "
" Kau tidak bisa lari dari masa lalu mu, Aku disini akan membalaskan dendam master ku ' Yellow si pengkhianat ' ! "
Mereka berlari kearah Charlotte dengan sangat cepat dan lincah, namun Charlotte seperti nya sudah siap dengan situasi yang ia hadapi itu. Mereka menyerang Charlotte dari segala arah, namun Charlotte berhasil menangkis seluruh serangan nya dengan sangat mudah.
Trang.. Tring.. Tang..
Bunyi tangkis pedang yang saling beradu terdengar di seluruh ruangan gereja, saking dahsyatnya percikan yang dihasilkan membuat salah satu kain yang terbakar karena api kecil yang mengenai kain itu.
" Hahaha.. benar-benar hebat, aku beri apresiasi kepada mu ' Yellow ' , kau memang benar-benar mirip dengan adik mu itu. "
Charlotte nampak kewalahan menangkis seluruh serangan itu, ia melihat kepada wanita itu yang memainkan keris di tangan nya.
" Hanya begitu saja? sudah kutebak kau lebih cocok memakai suit ini, Seperti adikmu itu.. "
" Sialan kau ! "
Charlotte pun menyerang mereka dengan cepat dan gesit, tebasan demi tebasan dilayangkan oleh nya membuat beberapa member dari Hexagon kewalahan.
" Semua nya harap mundur dan laporkan kembali ke markas utama, seperti nya aku akan menikmati ini.. "
Wanita itu membuka kerudung hitam nya yang menutupi wajah nya, terlihat sosok wanita cantik berambut ungu yang panjang dan mata merah berkilau di kegelapan malam. Ia mengeluarkan serangan berupa partikel ungu yang diarahkan ke Charlotte , itu adalah sihir kegelapan.
" Senior, mau ku tunjukkan kekuatan dari sang kegelapan abadi? "
" Kau.. mengapa elemen itu, bagaimana mungkin? "
Wanita itu hanya tersenyum melihat Charlotte, dengan mengarahkan sihir nya kearah nya ia berkata.
" Ini adalah pemberian dari sang kegelapan itu sendiri, hihi aku tau kau juga masih memakai sihir itu bukan? "
" Sihir kegelapan adalah sihir Unknown yang hanya dipakai oleh orang-orang yang ahli atau diberikan berkah dari sang dewa itu sendiri.., jangan-jangan kau adalah orang Fat- "
Wanita itu menyerang Charlotte dengan serangan nya, membuat Charlotte terpental hingga cukup jauh dan mengenai salah satu pilar gereja tersebut.
" Kgh.. "
" Seperti nya kau berbicara cukup banyak, aku tidak bisa membiarkan mu hidup. "
Charlotte berusaha berdiri menggunakan pedang nya sebagai pegangan, ia melihat kearah wanita itu. Ia benar-benar serius ingin membunuh nya.
" Sudah kubilang itu bukan urusan mu nona Charlotte. "
Ia menembak kan sihir itu sekali lagi, Charlotte berusaha menangkisnya namun yang terjadi malah Charlotte yang terpental sangat jauh hingga menghancurkan beberapa pilar gereja tersebut, Gereja St Alicia mulai berguncang akibat hancur nya beberapa pilar pelindung gereja itu.
Drak.. ! Druk ! Brak !
" Akhh.. ke-kekuatan itu.. "
" Ah apakah senior tidak ingin memakai sihir yang diberikan yang mulia kegelapan? sungguh naif sekali. "
Charlotte sudah babak belur, baju nya yang tadi nya bagus kini menjadi rusak akibat serangan sihir yang kuat itu.
" Oh.. pintar juga kau memakai Barrier saat aku menyerang mu tadi, tapi seperti nya kau sudah kewalahan. "
" A-Aku tak akan menyerah.. "
Charlotte bangun dari jatuh nya, menggunakan pedang nya sebagai penyangga. Ia melihat wanita itu dan langsung melakukan pose pedang yang di sejajarkan ke dada nya.
" Tunggu pose itu.. , kghh jangan-jangan ! "
Seketika Charlotte mengeluarkan partikel emas di sekitar tubuh nya, partikel itu sangat terang hingga memadamkan sihir wanita itu.
" Sihir ku, kgh.. kau kuat juga ya?, semua nya sedang dia ! "
Wanita itu menyuruh seluruh anak-anak buah nya menyerang Charlotte, namun tiba-tiba kekuatan itu memantalkan kembali para Assassin itu sangat jauh hingga ada beberapa dari mereka yang terluka.
" Bos.. dia, sangat kuat ! "
Wanita itu takut melihat kekuatan Charlotte yang begitu besar, nampak nya ia bisa melihat sekilas betapa kuat nya orang itu dari aura yang ia hasilkan.
" Jadi ini kekuatan sang Saintess agung dari Bavaria? heh menarik sekali.. "
" Kita harus bagaimana bos? apakah kita mundur terlebih dahulu? "
Wanita itu tersenyum karena melihat kekuatan nya, ia nampak menikmati apa yang dia lihat. Namun karena situasi sudah diluar kendali maka mereka memutuskan untuk mundur.
" Kalian.. mundur semua nya, aku akan menyusul nanti. "
" Tapi bos.. "
" Ikuti perintah ku ! " ujar wanita itu.
Para anak buah dari wanita itu takut dan langsung mengikuti apa yang di perintahkan oleh wanita tersebut.
" Wahai Dewi, berikanlah kekuatan mu pada diriku. Karena dengan pedang suciku ini aku akan menumpas kegelapan yang ada di hati seluruh umat mu. Aku Charlotte Sang Kesatria Suci akan menjadi tangan kanan mu untuk menghapus kejahatan yang merajalela ini ! "
Charlotte langsung mengeluarkan kekuatan cahaya nya yang keluar dari pedang suci itu. Dan ia merapalkan sebuah mantra suci yang membuat seluruh ruangan gereja menjadi terang benderang hingga bisa terlihat di luar komplek gereja itu.
" Sungguh.. Indah sekali ! " ujar nya dengan tersenyum lebar.
Charlotte pun menghunuskan pedang nya kearah para Assassin itu dan membuat satu gereja hancur berkeping-keping, langit di sekitar tempat itu menjadi cerah dan orang-orang disekitarnya tempat itu melihat kejadian tersebut.
"Holy art: Zweihänder ! "
Ledakan terdengar di area tersebut membuat dentuman yang sangat besar hingga terdengar ke Kastil tempat para keluarga kerajaan tinggal.
***
Wulfen Castle, Wolfpass
Duarr !
" A-Apa itu barusan !? "
Keluarga kerajaan terkejut ketika mendengar dentuman itu, mereka melihat ke arah jendela kastil tersebut dan melihat pilar cahaya yang berasal dari gereja yang ada didekat pusat kota tersebut.
" Kirim para penjaga kesana, cepat ! "
" Siap yang mulia ! "
Raja menyerahkan seluruh pasukan elite kerajaan menyelidiki kejadian tersebut. Seluruh orang panik, dari kalangan orang biasa maupun bangsawan.
" Apa yang.. sebenarnya terjadi? " ujar Sang Raja dengan cemas.
Hal ini merupakan sebuah peringatan dan sebuah permulaan dari konflik yang akan datang di masa depan.