
***
Beberapa jam telah berlalu..
Kami bertiga membantu para pasukan lainnya untuk membersihkan puing-puing gereja tersebut , Aku masih ingat pesan dari Austin sebelum dia pergi dari tempat ini. Dia menyuruh kami untuk berbincang dengan nya besok, tapi aku tak tau dimana kita akan bertemu nanti. Orang-orang yang berada di sekitar gereja itu masih agak shock dengan kejadian yang barusan mereka alami, jadi kami berempat dengan penjaga lainnya membantu mengkondisikan seluruh orang yanga ada disana.
" Berikan obat kepada orang yang terluka ! "
Charlotte menyuruh pasukan lainnya untuk membawakan logistik seperti makanan dan ramuan kepada para korban, sebenarnya ini juga salah nya Charlotte karena menggunakan kekuatan nya di tempat tertutup yang mengakibatkan runtuh nya Gereja St Alicia. Jadi hari ini kami benar-benar membantu mereka tanpa pamrih, namun pemilik tempat penginapan yang tadi melihat ku dan Lita bekerja membantu para korban dan alhasil kami diizinkan untuk tinggal di tempat nya secara gratis selama yang kita mau. Awalnya kita menolak nya namun kakek tua itu tetap memaksa kami untuk menerimanya dan kami akhir nya menerima penawaran tersebut.
" Haah.. enak nya akhirnya bisa sendiri. "
Lita dan Charlotte tidur di kamar sebelah ku, karena kejadian tadi membuat para tamu kabur dari penginapan dan mencari penginapan lain.
Alhasil ada banyak kamar kosong saat ini di sini dan akhirnya aku bisa pisah kamar dengan Lita. Bukannya aku tidak suka atau gimana tapi aku adalah cowok dan dia adalah cewek, aku takut dengan apa yang akan terjadi jika kami tetap tidur satu kamar seperti tadi.
" Yah.. walaupun begitu tadi itu kesempatan yang bagus sih,
***
Keesokan hari nya...
Kami berempat menunggu kedatangan Austin di sebuah tempat makan tak jauh dari gereja itu, orang-orang di sekitar sana berbisik tentang kami lebih tepat nya kepada Charlotte. Mengapa mungkin bertanya-tanya mengapa sang Saintess ada disini. Seseorang masuk melewati pintu depan, memakai seragam biasa dan berdandan layak nya orang biasa ia mulai mencari seseorang.
" Tunggu bukannya itu dia? " ujar Lita menunjuk orang itu.
Itu adalah Austin yang sedang memakai pakaian kasual nya sedang mencari dimana tempat duduk kami. Ia nampak berbeda jika memakai baju biasa, hawa nya menjadi lebih santai dibandingkan dengan kemarin. Charlotte mengangkat tangan nya memberi isyarat kepada Austin untuk datang ke tempat yang kami tempati. Ia mengambil kursi kosong yang berada di dekat meja kami dan duduk diantara kami berempat di tengah.
" Oh.. kamu menyiapkan ini semua hanya karena diriku? " ujar Austin dengan bercanda.
Charlotte kesal mendengar perkataan Austin yang dianggap kurang bermanfaat saat ini, namun dengan tenang ia memberi tahu nya agar cepat-cepat menyelesaikan masalah ini disini.
" Kau sudah selesai bercanda nya? "ujar Charlotte dengan mata yang serius.
Austin hanya melihat Charlotte sambil tersenyum dia langsung me
" Hoh.. serius amat, oke kembali ke topik kita yang kemarin.., tapi sebelum itu.. "
Ia melambaikan tangan ke arah pelayan tempat makan tersebut, pelayan itu datang dan menanyakan menu yang akan dipesan oleh kami.
" Permisi makanan apa yang akan anda pesan? "
" Aku ingin daging sapi bakar biasa dengan roti, dan minum nya mead. " ujar Austin kepada pelayan itu.
Pelayan itu satu-persatu menulis apa yang kami pesan, lalu pergi meninggalkan kami untuk memberikan pesanan tersebut kepada sang koki.
" Nah jika semua nya sudah pesan mari kita lanjut ke topik nya, tenang saja aku saja yang bayar. "
Austin, lebih tepat nya Austin von Helen adalah seorang ketua kesatria pasukan elite Kerajaan Bavaria yang bertanggungjawab atas keselamatan keluarga kerajaan secara langsung.
Dia merupakan seseorang yang memegang jabatan non-bangsawan di kerajaan ini dan disegani oleh orang-orang sini. Mirip seperti di dunia nyata jika kita bekerja dan mengabdi kepada pemerintah maka bukan hanya diberikan gaji semata, tapi akan diberikan harta non-tunai seperti rumah dinas dan lainnya. dengan Di dunia ini ranking atau jabatan para bangsawan bisa diurutkan seperti ini;
Urutan:
Kaisar-Raja-Duke- Marquis-Earl-Viscount-Baron
Sementara jika ranking jabatan kerajaan non-bangsawan bisa di urutkan menjadi ini;
Urutan:
Saintess-Pemuka agama-Paladin-Pasukan Elit-Kesatria
" Oke.. kalian berdua dengarkan aku, ini bukan perintah dari kerajaan atau hal resmi apapun itu aku hanya ingin tau dan dengar dengan kedua kupingku sendiri. "
" Apa tujuan untuk mengetahui semua ini? " ujar Lita dengan serius
Austin hanya menghela nafas nya, namun kembali serius dengan apa yang ingin ia sampaikan.
" Jadi gini... ada rumor mengenai Pangeran pertama, Adhulpus. Ia dikatakan sedang memimpin sebuah gerakan pemberontak untuk menggulingkan kekuasaan ayah nya Raja Beowulf III. Nah kami mendapat info bahwa ada sebuah organisasi tersembunyi yang bekerja sama dengan nya. Kami mendapat info ini dari keresidenan di bagian timur wilayah Bavaria. " ujar Austin dengan serius.
Charlotte nampak marah kepada Austin, entah kenapa situasi ini menjadi sedikit lebih tegang.
" Austin itu adalah rahasia kerajaan ini, mengapa kau memberitahukan ini kepada orang biasa? "
" Tenang saja aku tau konsekuensi nya, lagian ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan bangsawan kerajaan ini. "
" Tetap saja, berbahaya jika ada orang yang melaporkan mu membocorkan informasi ini. Kita tidak ingin rakyat panik tentang kejadian ini. "
" Oh kenapa kamu mau menutup-nutupi hal ini? , apakah kau sekarang mengikuti Fraksi Adhulphus ketimbang Sang Putri wahai Saintess Agung? "
" I-Itu.. kau tau bahwa aku mengkhianati sang putri.. ia ku anggap seperti keluarga ku sendiri. "
" Oh katakan itu kepada nya, tapi aku masih bertanya mengapa kau tak mau memberitahu tentang sosok yang menyerang mu tadi malam? bukankah kau bilang kau tidak akan mengkhianati Sang Putri? tapi mengapa kau menyembunyikan sesuatu dari nya? "
Mendengar hal itu Charlotte langsung terkejut, keluar keringat dingin dari dahi nya menandakan ia sedang menyembunyikan sesuatu dari kami. Namun ia nampak tetap fokus dengan Austin dan tidak berbicara apapun lagi. Aku tapi berusaha untuk menghiraukan nya dan tetap fokus kepada Austin yang sedang berbicara.
" Oh diam saja? aku akan mengikuti permainan mu Charlotte.. aku masih mencurigai mu dari dulu mulai dari bagaimana cara mu bisa datang kemari, siapa keluargamu, dan dari mana asal-usul kerajaan mu. Dari awal kamu sudah sangat mencurigakan, jadi jangan salah kan aku jika aku tetap waspada padamu.
Suasana tiba-tiba menjadi tegang bukan main, kami ikut terbawa suasana nya dan merasa sedang di interogasi oleh orang ini. Namun Charlotte berbicara kepada nya dengan waspada.
" Aku yang akan berbicara langsung kepada raja, aku janji aku akan mengungkap semua nya. "
Mendengar itu Austin langsung menatap nya, namun ia hanya menghela nafas nya sambil berkata tentang janji nya itu.
" Oke.. aku tagih janji mu itu, karena juga akan berada di sisi Raja 2 hari lagi jadi akan kutunggu. "
Charlotte menganggukkan kepala kepada Austin, kami pun kembali ke topik pembicaraan tadi.
" Jadi di kerajaan ini sekarang ada 2 fraksi yang saling berseteru, fraksi Pangeran I dan Fraksi Pangeran II dan Putri. kejadian di wilayah timur sudah memberikan pertanda bahwa jika konflik ini tidak diredamkan maka akan terjadi perang saudara di Bavaria. "
" Jadi serangan tiba-tiba yang ada di timur, bukan dari kerajaan tetangga Shimburnia melainkan sebuah fraksi pemberontak dari Pangeran I ?! " ujar ku.
Kami di tempatkan di Desa Riverbond karena insiden itu, dan dari kejadian sebelum Festival saat itu tentu saja aku tau karena aku dan Roland lah yang menyelidiki hal ini terlebih dahulu.
" Ya kamu dari Desa Riverbond, kami mengetahui ini karena ada serangan serupa disana. "
Austin terkejut mendengar ucapanku, lalu ia mendengarkan ku dan berkata tentang kejadian ini.
" Aku mendapatkan laporan dari suatu caravan, jadi itu kau Charlotte? "
" Iya.. itu kami, alasan kami kesini adalah untuk memberitahukan hal ini kepada sang raja dan menyembuhkan penyakit yang anak ini derita. "
Austin terkejut dan penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Charlotte, ia bertanya.
" Dia sakit apa? "
" Jaringan mana nya.., telah rusak karena Limit Break. "
" LIMIT BREAK ! anak ini? " Austin Terkejut.
Charlotte menganggukan kepala nya, dan melanjutkan perkataan nya.
" Sebenarnya aku ingin mengambil Elixir itu dari gereja karena aku sudah izin dengan pemuka agama disana, namun kamu tau apa yang terjadi selanjut nya. "
" Hah.. kamu ternyata ngeri juga.. apakah kamu seorang Outlander atau semacamnya ? "
Aku ingin memberitahu nya bahwa aku merupakan seorang Outlander tapi aku tidak yakin apa aku bisa mempercayai pria ini atau tidak. Namun Risa menyela pembicaraan kami dan berkata mengenai diriku tentang dari mana dia berasal.
" Dia sama seperti ku, berasal dari dunia lain dan datang kesini karena suatu insiden. "
" Oh.. jadi kalian bertiga adalah seorang Outlander? " ujar Austin terkejut.
" Iya kami orang dunia lain.. "
Dia tidak terkejut dengan apa yang kita berdua ucapkan, justru dia malah tersenyum seakan menganggap pembicaraan ini menarik baginya.
" Oh.. pantesan aku melihat mana yang luar biasa dari teman mu itu, rupanya kalian bertiga orang luar kah? "
Kami bertiga terkejut, karena ia nampak biasa saja mendengar hal itu.
" Kau nampak biasa aja, bukankah jarang ada orang yang datang ke dunia ini? "
" Hahaha justru kau salah, di dalam cerita kuno zaman dahulu. Ada 7 pahlawan yang datang dari luar dunia ini dan bersama-sama mengalahkan Raja Iblis Daemon di benua ini. Jadi jika aku melihat seorang Outlander bukannya aku biasa saja. Kalian bertiga menarik karena kalian bisa menyesuaikan hidup kalian dengan dunia ini, aku dengar zaman dahulu kala orang-orang Outlander lah yang membangun peradaban kuno yaitu Atesford di Benua Basilia Mereka memliki teknologi yang sangat canggih dan menyebut dunia tempat mereka tinggali dulu bernama Gaia menurut aksara kuno itu. "
Gaia merupakan bahasa yunani dari bumi/tanah, dan berarti memang pernah ada orang dari zaman dahulu yang pergi ke dunia ini dan menetap disini. Dengan mendengarkan nama negara ini dan nama-nama orang disini tidak salah lagi bahwa beberapa dari negara ini telah dibangun oleh seorang Outlander termasuk garis keturunan nya Raja Beowulf III.
" Tapi apakah kau tau cara mereka bisa kembali ke dunia itu kembali? " tanya Lita.
Austin nampak terkejut dengan pertanyaan kami dan menanyakan mengapa kami menanyakan hal seperti itu.
" Kalian mengapa bertanya hal seperti itu? bukannya kalian sudah puas tinggal di dunia ini? "
Aku melihat kearah Lita dan Risa, aku yakin mereka juga rindu dengan keluarga dan kehidupan mereka di bumi.
" Tidak.., kami mempunyai keluarga disana jadi kami akan mencari cara untuk kembali apapun caranya. "
Austin nampak terpesona dengan tekad ku untuk kembali kedunia asal nya, ia langsung menawarkan sebuah kesepakatan kepada kami.
" Aku bisa membantu kalian untuk mencari cara kembali ke dunia asal kalian dan aku tau seseorang yang menyembuhkan Jaringan Mana mu, tapi apakah kau bisa membantuku untuk menyelesaikan masalah di kerajaan ini terlebih dahulu? "
Charlotte menggebrak meja makan itu, membuat orang-orang di sekitar sana terkejut sekaligus keheranan.
" APA KAU BILANG? KAMU INGIN MEMBUAT ORANG LUAR IKUT CAMPUR DENGAN POLITIK KERAJAAN INI?!, APA KAU TAU KONSEKUENSI JIKA KAU MENGIKUTSERTAKAN ORANG LUAR DALAM URUSAN INI ! "
Austin terdiam dengan tegas ia bilang bahwa dia akan menanggung konsekuensi nya.
" Aku tau.. aku akan menanggung konsekuensi nya, tapi kumohon kepada kalian apakah kalian bisa membantu kami para Pasukan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negeri ini. Karena aku akan melindungi negeri yang kucintai ini dari segala bentuk ancaman walaupun aku harus mengorbankan nyawa ku. " ujar nya dengan gigih.
Ia memohon kepada kami untuk membantu nya menjaga negeri ini, setelah kupikir lagi ia hanya seorang kesatria yang sangat cinta dengan Kerajaan ini. Sifat nya agak ngeselin tapi orang asli nya baik dan perhatian, lalu aku pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Austin.
" Aku akan ikut, jika kau memenuhi janji mu itu nanti.., apa kau benar-benar membantu kami? "
" Arkan ! apa yang kau lakukan?! " Charlotte nampak marah kepadaku.
" Aku tau konsekuensi nya Kak, jadi aku sudah siap dengan hukuman yang akan aku dapatkan nanti. "
Charlotte nampak cemas kepadaku, dan ingin membuatku berfikir dua kali sebelum menerima tawaran ini. Namun tekad ku sudah bulat, aku akan melakukan apapun demi bisa mendapatkan informasi tentang Primodial Crystal dan cara menyembuhkan ku dari penyakit ini. Kesepakatan ini tidak buruk juga menurutku, jadi aku akan menerima tawaran ini dari Austin.
" Tapi.. "
" Tenang saja, aku punya cara.., General apa kau berjanji akan membantu kami ketika sudah selesai dengan konflik ini? "
" Iya.. aku akan membantu kalian, dengan pedang ku aku bersumpah akan membantu kalian hingga kalian bisa pergi ke dunia asal kalian. "
Agak ekstrim sih, tapi aku akan menerimanya dengan senang hati.
" Kalau begitu.. , mohon bantuannya General... "
Kami berdua berjabat tangan, setelah itu makanan kami datang dan kami makan-makanan itu dan menikmati hari ini bersama-sama. Dan setelah itu Austin harus pamit karena ada suatu urusan.
" Habis ini aku ada urusan ke barrack kerajaan, karena kau sepakat dengan tawaran ku aku harus melaporkan ini kepada atasan ku. Jika kalian berkenan kalian bisa ikut dengan ku nanti. "
" Oh.. aku juga mau kembali, ikut aja.. " ujar Risa kepadaku.
Aku tertarik untuk ikut kesana, Charlotte bilang bahwa ia harus membantu orang-orang disana untuk membangun gereja itu kembali jadi ia tidak bias ikut dengan kami. Ia berpesan bahwa kami berdua harus jaga sikap kepada siapapun. Dan akhirnya kami memutuskan untuk ikut dengan Risa.
Namun didalam hati ku ada suatu firasat bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk saat kami tiba disana.
***