
Seisi ruangan pun terdiam, Charlotte dan Austin nampak sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu. Austin pun meminta izin untuk berbicara kepada sang raja.
" Yang mulia saya izin mengutarakan pendapat saya. "
" Silahkan.. " ujar sang raja.
Austin mengeluarkan sebuah peta dari saku nya dan ia meletakkan nya diatas meja itu, untung saja Raja sudah menyiapkan hal ini sejak awal karena peta yang dibawa oleh Austin cukup besar. Setelah ia letakkan ia pun menandai berbagai tempat yang ada disana.
" Yang mulia, di peta ini berisi hal yang saya simpulkan dalam beberapa hari ini, seperti nya mereka merupakan mata-mata yang membantu Adhulphus di timur untuk bisa melepaskan diri dari Bavaria. Dan juga mata-mata itu pula yang menyebabkan kekacauan di Riverbond mengingat Sang Saintess sedang berada di sana, karena serangan itu tidak efektif dan berhasil di netralisir maka mereka diam-diam menyerang sang Saintess di Gereja St Alicia beberapa hari lalu agar bisa menghancurkan kekuatan utama Bavaria. Seperti nya ini semua adalah rencana Adhulphus agar bisa memegang kekuasan yang anda pegang saat ini. "
Raja pun memegang dagu nya sedang mencerna informasi dari Austin, setelah itu sang raja pun bertanya tentang pendapat dari Charlotte.
" Saintess Charlotte, apa kau punya pendapat lain dari beberapa runtutan kejadian ini? "
" Yang mulia, ini mungkin akan mengejutkan yang mulia. Menurut saya hal ini tidak ada hubungan nya dengan Adhulph- maskud saya Pangeran Pertama yang melakukan pemberontakan di bagian timur. "
" Lalu apa yang sebenarnya terjadi wahai Saintess, bukankah bukti dari Austin sudah cukup untuk hal ini? " tanya sang raja.
" Saya tidak bermaksud menjelekan pendapat sang kapten, namun menurut saya organisasi ini merupakan entitas terpisah dari hal yang terjadi di bagian timur. "
Mendengar hal itu aku pun terkejut, orang yang menyerang desa itu adalah orang yang sama dan bertanggung jawab atas hancur nya gereja beberapa hari lalu. Organisasi ini bertanggung jawab pada hancur nya Desa Riverbond karena serangan Blood Wolf itu, terutama orang-orang yang menyerang Fenrir dan membuat nya menjadi agresif kepada kami.
" Mereka adalah entitas yang berbeda, tujuan nya masih belum diketahui. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas hancur nya Desa Riverbond dan Rusaknya Gereja St Alicia. "
" Menurut anda siapa organisasi yang anda sebut? " tanya sang raja.
Charlotte pun menghela nafas nya, ia menengok kearah Austin selama beberapa detik dan ia pun berkata.
" Haah.. itu adalah Hexagon. "
Mendengar hal itu Raja pun terkejut bukan main, seperti nya nama Hexagon sendiri itu sudah sangat menakutkan di mata orang Daemon. Adhulphus dan Alviria nampak gemetar setelah mendengar nama itu. Setelah itu Raja pun bertanya kepada Charlotte.
" Apa bukti yang bisa kau tunjukkan untuk memperkuat asumsi tersebut wahai Saintess Agung? " raja nampak marah dan terkejut.
" Mereka menyerang ku dengan keris yang mulia, itu adalah senjata buatan orang Basilia yang kuat dan dianggap senjata yang berada di 1 zaman di depan kita yang mulia. "
" Keris? tidak mungkin jika begitu apa yang kau katakan itu benar Saintess agung, itu adalah mereka. "
- Keris -
Mendengar nama dari senjata itu sudah tidak asing lagi di kepala ku, itu adalah senjata khas suku jawa yang berada di negeri kami. Senjata itu biasa digunakan untuk berduel, berperang, atau untuk benda pelengkap sesajian pada zaman dahulu kala. Namun entah mengapa senjata ini bisa ada di tempat ini dan mereka menganggap senjata itu merupakan senjata yang sangat berbahaya.
" Keris.. ada keris di dunia ini? " ujar Lita dengan terkejut.
" Apakah kau tau tentang senjata ini nona muda? "
" Yang mulia, senjata itu adalah senjata khas suku yang ada di negara kami. "
" Tunggu itu merupakan senjata Outlander? " tanya Austin.
" Aku tak tau keris apa yang master sebutkan, namun keris adalah sebuah pisau yang biasa nya di pakai untuk bertarung atau berperang di dunia kami. Di negara kami keris merupakan waarisan budaya yang tidak bisa dilupakan oleh sejarah. "
Setelah mendengar hal itu seisi ruangan menjadi senyap, informasi baru ini tidak bisa mereka cerna dengan mudah karena memang betul Keris merupakan senjata asal dunia kami bukan Avaria. Charlotte pun menjelaskan tentang karakteristik Keris di dunia ini.
-- Keris --
Memiliki ketajaman setajam 1000 pedang dan bisa menebas tulang sekalipun, mereka mempunyai karakteristik yang khas yaitu bisa mengeluarkan sihir layak nya senjata suci yang sebenarnya jumlah nya terbatas. Senjata yang di berikan kepada kami pada saat itu merupakan pedang biasa namun memilki kualitas yang tinggi. Tetapi tetap saja mereka akan kalah dengan keris yang memliki ketajaman yang luar biasa dan sihir yang kuat. Hanya Seseorang dengan kekuatan magis yang kuat yang bisa memegang keris karena keris akan selalu menyerap seluruh mana dari tubuh sang pengguna. Kita bisa memasukkan berbagai sihir didalam nya yang membuat senjata ini efektif di berbagai situasi.
" Itu berbahaya sekali.. " ujar Lita
Charlotte pun menengok kearah Lita, ia nampak cemas terhadap nya. Lalu ia meminta izin untuk berbicara pada sang raja.
" Yang mulia, bolehkah saya menyela pembicaraan anda? "
" Baiklah, katakan saja Saintess Agung. "
Charlotte terdiam, melihat hal itu aku merasakan ada nya hal buruk yang ingin dikatakan oleh Charlotte mengenai sesuatu yang berkaitan dengan tragedi di desa itu serta penyerangan di gereja.
" Sebelum mereka pergi mereka mengatakan sesuatu padaku. "
" Oh apa itu? " ujar sang raja dengan penasaran.
" Mereka.. saya tidak tahu apa ini tujuan mereka sebenarnya atau tidak, namun mereka bilang bahwa sang Master menginginkan Lita. "
Mendengar hal itu membuat seluruh orang terkejut termasuk Lita itu sendiri. Aku pun berdiri dari kursi ku, aku bertanya kepada mereka mengenai hal tersebut.
" Mengapa? mengapa mereka mengincar Lita? " ujarku dengan cemas.
" Mengenai itu masih belum diketahui, bisa saja mereka hanya menggertak saja. Namun jika mereka tau tentang kalian berdua apalagi Lita maka kalian harus lebih waspada lagi kedepan nya. "
" Sialan berarti akan ada banyak masalah yang menanti kita di masa depankah? "
Seluruh ruangan menjadi tegang setelah mendengar perihal itu, aku paham karena kerajaan ini seperti nya sedang mengalami banyak masalah akhir-akhir ini.
" Bisa jadi, namun mereka seperti nya memanfaatkan sebuah tempat yang berada di barat daya ibukota. mereka memanfaatkan energi misterius yang muncul disini. "
Lalu sang raja menunjuk kearah peta itu, ia melihat ada nya lingkaran merah yang dibuat oleh Austin dan bertanya tentang hal itu.
" Kapten Austin, bisa kau jelaskan tentang lingkaran yang kau buat di bagian ini? "
" Ah yang mulia, mengenai hal itu sang Saintess lah yang akan membuat penjelasan nya. "
Raja pun mengangguk memberikan ruang dan tempat pada Charlotte untuk berbicara.
" Yang mulia kami mendeteksi energi aneh yang muncul disini, mungkin di tempat itu terdapat sebuah benda dengan energi hebat yang membuat para monster itu keluar dan mulai mengamuk kedunia atas. "
Sang raja pun nampak cemas mengenai hal ini, lalu ia bertanya pada Charlotte mengenai monster apa yang ditemukan mereka di tempat itu.
" Kapten Austin, apakah kau tau monster apa saja yang keluar dari tempat itu? "
Austin terdiam, ia nampak tidak ingin menyampaikan hal ini. Namun kini sebagai seorang kapten ia harus memberitahukan kebenaran tersebut.
" Blood Wolf dan Undead yang mulia. "
Mendengar hal itu Lita terkejut dan menyela pembicaraan mereka.
" Tunggu Blood Wolf? bukankah itu monster yang menyerang desa kami pada saat festival dimulai? " tanya Lita dengan risau.
" Apa itu benar anak muda? " sang raja bertanya kepadaku.
" Iya yang mulia, disana juga ada makhluk legendaris penjaga Bavaria bernama Fenrir. "
Mendengar hal itu Aldarich terkejut dan langsung menyela perkataan ku.
" Fenrir? Fenrir penjaga dari timur itu? mengapa.. mengapa dia bisa ada di sana?! Apa itu benar? " ujar Adhulphus.
Charlotte pun mengangguk kepada Aldarich, itu membuat Aldarich terkejut bukan main. Lalu sang raja bertanya pada ku tentang mengapa Fenrir ada disana dan bagaimana keadaan nya saat ini.
" Anak muda, bagaimana dengan keadaan nya? dan mengapa dia berada disana pasti ada sesuatu yang bisa dikaitkan dengan organisasi itu. "
Sebelum aku menjawab, Charlotte menggantikan ku dengan menjawab pertanyaan sang raja.
" Seperti nya ada 2 kemungkinan bisa Fenrir pergi kearah barat, pertama; karena tidak ingin berurusan kepada manusia. Kedua; energi berasal dari tempat itu lah yang membuat nya pergi menuju tempat itu. "
- Old Teutonic Ruins -
Itu merupakan tempat kami bertemu dengan Fenrir, tempat dimana sang dewi bisa memanggilku dengan jelas, dan tempat ku melakukan Limit Break.
~Itu bukanlah sebuah kebetulan~
Ada sesuatu didalam sana, aku yakin itu. Sang dewi pernah memberi pesan pada ku sebelum aku siuman kembali.
" Pergilah dengan Lita ke ibukota Bavaria, Wolfpass.. kau akan menemukan jawabannya disana wahai pahlawan pilihanku. "
Mungkin ini lah jawaban nya, mungkin juga tidak. Akan tetapi kami harus tetap waspada tentang hal ini. Mengenai barang yang aku cari.
- Primodial Crystal -
Barang yang bisa membawa kami pulang dari dunia ini serta bisa menyelamatkan orang-orang Avaria dari bencana yang akan menimpa mereka.
~ Kami harus ketempat itu segera.. ~
~ Karena 2 dunia sedang dipertaruhkan sekarang ~
" Kemungkinan pertama boleh juga, namun mana mungkin Fenrir akan pergi begitu saja. Tentara Adhulpus hanyalah tentara biasa mereka tidak mempunyai Palladin sama sekali yang bisa membuat Fenrir kewalahan. " ujar Aldadrich.
" Kalau begitu kemungkinan lainnya paling tepat. " Jawab Alviria.
" Benda magis berkekuatan besar dan bisa menarik para monster termasuk Fenrir kah? ini benar-benar buruk sekali. " ujar sang Raja dengan cemas.
" Benar yang mulai, bisa jadi beberapa hari kedepan jika kita tidak mencegah nya akan ada Monster Stampede yang bisa membahayakan ibkuota dan bisa jadi akan memperlemah kekuatan kita untuk melawan Pangeran Pertama dari timur. " ujar Austin dengan cemas yang terkentrol.
- Monster Stampede -
Sebuah istilah dimana ada nya serbuan monster berskala besar secara bertubi-tubi. Kekacauan ini dianggap tingkat S oleh banyak negara dan oleh karena itu sebisa mungkin dicegah sebelum itu terjadi. Itu yang aku pelajari dari pada saat belajar dengan Charlotte.
" Lalu apa yang harus dilakukan, yang mulia? " tanya Alviria.
Sang raja pun terdiam, ketegangan ini mulai kurasakan ketitik puncak nya. Aku seperti ingin muntah karena merasakan suasana ini. Ini lebih tegang daripada sidang besar-besaran oleh BK.
Sang raja pun berdiri dari bangku nya dan ia memegang permukaan meja dengan kedua tangan nya. Dengan tegas ia berkata.
" Kalau begitu, kerahkan kekuatan terbaik kita untuk masuk kedalam tempat itu. Perintahkan seluruh pasukan untuk melaksanakan Subjugasi Dungeon secepat nya ! "
Kami semua setuju dengan keputusan nya, kini dua pihak bisa diuntungkan. Pihak ku dan Lita serta pihak Kerajaan Bavaria. Dan kita berharap masalah ini bisa selesai secepat nya. Aku harap intuisi ku benar, jika benar maka kristal itu akan ku ambil. Karena dunia sedang dipertaruhkan disini.
Dengan begitu Raja Beowulf III memerintahkan ada nya ekspedisi atau perintah subjugasi dungeon tersebut.