Primodial Quest

Primodial Quest
Chapter 30: Pertemuan Rahasia Kerajaan, Part I



" Hoaam "


Aku terbangun di ruangan yang tidak aku kenali, disana terdapat banyak sekali lukisan mewah dan pot bunga yang cantik. Di depan ku aku melihat sebuah jendela besar yang di tutupi tirai.


" Oh iya.. kemarin.. "


Aku baru ingat bahwa kemarin aku membawa Lita menuju lorong istana agar di tenangkan sementara karena ia tidak sengaja meminum sebuah anggur atau wine. Ada 2 orang yang membantu kami mencari kan tempat tidur untuk Lita dan untukku, sebenarnya aku keberatan namun mereka memaksa kami untuk tetap tinggal bermalam di sini.


" Tuan Arkan apakah anda sudah bangun? "


Seorang pelayan menanyakan keadaan ku, aku segera mengambil baju ku dan langsung bersiap-siap untuk keluar dari kamar ini karena aku tak ingin lama-lama disini karena akan merepotkan mereka.


" Iya, tunggu sebentar saya lagi pakai baju ini. "


" Oke saya akan tunggu.. "


Aku mengambil semua peralatan ku, pada saat aku membuka pintu kamar aku terkejut dengan orang yang ada di hadapanku saat ini.



" P-Putri dan Pangeran? Apa yang anda lakukan disini? " ujarku tak percaya.


" Ahaha kau tak perlu se formal itu dengan kami, jika kau adalah murid sang Saintess maka kau adalah teman kami juga. "


Mereka berdua adalah anak-anak sang raja, Pangeran kedua,  Aldarich II dan Putri mahkota Alviria. 2 orang ini telah membantu kami mencarikan tempat tidur sementara untuk Lita dan tempat ku untuk menginap. Jujur saja aku mau saja ikut dengan Charlotte menuju kediaman nya, namun sebagai anak laki-laki aku sungkan untuk menerima tawaran seperti itu dan juga akan menimbulkan rumor aneh bagi Charlotte nanti.


" Yang mulia terima kasih telah memberi kami tempat tinggal untuk semalam. "


" Oh tak masalah, kami lihat kamu dan Lita sedang dalam masalah jadi kami siap membantu kalian. lagipula kalian lah pahlawan di Desa Riverbond jadi kami senang bisa melayani kalian. " ujar Alviria.


" Kalau dibilang pahlawan itu sedikit berlebihan hahaha. " ujar ku dengan gugup.


" Tidak, fakta nya anda menyelematkan orang-orang kami disana jadi kami berterima kasih kepada anda. " ujar Aldarich.


Aku melihat kearah mereka berdua, aku tidak melihat Lita dibelakang mereka. Karena penasaran aku bertanya pada mereka mengenai keadaan Lita.


" Anu.. permisi Lita bagaimana keadaan nya? "


Mereka berdua saling memandang satu sama lain, lalu Aldarich tersenyum sambil menepuk pundak ku.


" Oh dia sedang berada di kamar nya belum sadar kan diri, dia sebentar lagi akan sadar kok jika perhitungan ku benar. "


Kami berjalan menuju kamar nya Lita melalui lorong-loring istana, aku bertanya kepada sang pangeran mengenai sang Charlotte.


" Apakah dia tahu jika kami berdua disini? "


" Oh aku sudah meminta izin kepada ayah dan Master juga jadi tak masalah mereka sudah tau. Oh nanti ada pertemuan bukan? kamu, temanmu dan master bersama ayah kami? " tanya Alviria.


Aku teringat dengan apa yang di katakan sang raja malam itu, hari ini adalah pertemuan secara rahasia dengan sang raja membahas tentang kemungkinan konflik yang ada di Desa Riverbond dan hubungan mereka dengan serangan gereja beberapa hari yang lalu.


" Oh iya.. apakah kalian akan mengikuti nya? "


" Oh tentu saja kami akan mengikuti pertemuan itu, suatu kami akan memwarisi kerajaan ini jadi kami harus mengetahui tata cara melakukan hal-hal mengenai pemerintahan. " ujar Alviria.


" Se ribet itu kah? "


" Iya, kami harus berusaha agar masyarakat bisa tetap sejahtera di bawah kepemimpinan kami kelak."


Alviria terdiam sementara, nada bicara nya berubah menjadi kesal setelah mengingat sesuatu.


" Namun sekarang keadaan ekonomi Bavaria sedang kacau karena ulah kakak pertama ku itu, ada-ada saja kelakuan nya. " ujar Aldarich.


Aldarich dikabarkan telah melakukan pemberontakan di bagian timur kerajaan ini, aku tidak pernah mendengar berita ini karena mungkin pak tua itu tidak ingin membuat ku merasa tak aman di negara ini. Sejujurnya sang pangeran pertama sangat benci dengan seorang Outlander dan mungkin ia akan membantai habis para Outlander yang dia lihat. Seperti nya kerajaan ini sedang dalam keadaan yang tak aman.


" Kalian sangat memikirkan rakyat kalian segitu nya? "


" Iya pasti, karena tugas seorang anak raja adalah membantu rakyat nya untuk bisa sejahtera. Karena jika rakyat suatu negara itu sejahtera maka pemimpin dari negara tersebut akan ikut dipuji dengan cara kepemimpinan nya. Dan aku ingin membantu ayah sebaik mungkin. " ujar Alviria.


Sejujurnya di Anime atau Drama aku selalu melihat bangsawan sebagai masyarakat kelas atas yang susah di dekati dan hidup mewah di atas rakyat nya yang selalu membayar pajak. Namun kini aku sadar bahwa tidak semua bangsawan seperti itu, dan mereka berdua adalah salah satu nya. Aku terkejut mendengar hal ini, namun aku hanya bisa tersenyum.


" Oh tidak kami hanya ingin melihat negara kami sejahtera itu saja. " ujar Alviria dengan tersipu malu.


Lalu kami berhenti disebuah kamar, disana sang pangeran mengetuk pintu kamar itu menunggu respon dari ruangan didalam nya.


" Halo.. Nona Lita, apakah anda sudah bangun? "


Tidak ada suara dari dalam kamar, kami memanggilnya lagi.


" Lita.. bangun oy.. "


Lalu ada suara langkah kaki yang berjalan mendekati pintu, itu adalah Lita yang sedang memakai baju biasa nya namun dia masih dalam keadaan lesu karena habis bangun tidur.


" Lita? kamu inget kejadian semalam? "


Lita hanya bergumam sambil mengusap mata nya, ia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan nya tadi malam.


" Malam? ada apa emang kemarin?, siapa orang-orang berpakaian aneh ini? badut?  "


" Anak ini bener-bener nggak sadar didepan nya itu pangeran sama putri, omongan nya nggak difilter sumpah.. "


" Seperti nya anggur itu memiliki efek yang kuat ya? hahaha" ujar Aldarich dengan tertawa dengan gugup.


Lita langsung terkejut mendengar perkataan Aldarich, ia berusaha mengingat apa yang barusan ia lakukan tadi malam.


" Tu-Tunggu.. ja-jangan bilang aku kemarin.. ahhhhhh ! "


Lita baru tersadar dari tidur nya dan mengingat segala nya tadi malam, ia langsung memegang kerah baju ku dan meminta ku untuk merahasiakan apapun yang ia katakan pada saat ia mabuk.


" Kghh.. Li-Litaa.. akh, am-pun a-ku salah apa? "


" Bo-bodoh nya aku tidak melihat dulu tentang apa yang kuminum, pokoknya jangan bilang apapun mengenai hal-hal yang terjadi pada saat aku mabuk malam tadi !, kau paham !? "


" I-ya bakal ku sembunyikan.. "


Lita melepaskan tangan nya dari kerah baju ku, ia langsung menoleh kearah Aldarich dan Alviria lalu ia membungkukan badan nya untuk meminta maaf pada mereka.


" Maafkan saya ! saya tidak sadar dan lancang berbicara seperti itu kepada anda semua ! "


" Ia nampak menyesal setengah mati, Lita bisa gini juga ya aku tau nya dia hanya dingin tapi sebenarnya dia cuman malu haha.. "


Mereka berdua nampak bingung dengan apa yang Lita lakukan, lalu mereka menyuruh Lita untuk berdiri karena hal ini sungguh memalukan bagi mereka pula. Setelah selesai kami di ajak jalan-jalan menuju tempat-tempat yang ada di istana ini, sungguh istana yang sangat megah dan indah. Kami melihat ada nya taman dengan halaman yang besar di kelilingi bunga-bunga yang indah, di sana ada sebuah gazebo kecil dengan memakai batuan kapur yang indah. Di gazebo itu terdapat sang raja dengan 2 orang lainnya.


" Ini tempat nya.. " ujar Alviria.


Disana sudah disediakan kursi untuk kami berempat, kursi lainnya di isi oleh orang-orang yang kukenali.


" Kak Charlotte? dan Austin?, apa yang kalian lakukan disini? "


Charlotte melambaikan tangan nya kepada ku dan Lita, sementara Austin nampak duduk terdiam dan tidak berbicara apapun. Kami dipersilahkan duduk di tempat yang disediakan, lalu sang raja menyabut kedatangan kami dengan gembira.


" Oh.. kalian ssudah datang kesini kah? apakah hadiah kemarin sudah kalian dapatkan di kamar kalian? "


sang raja memberi hadiah kami ke kamar yang kami tempati, jadi kami sudah mengambil hadiah nya. Elixir yang di beri sang raja belum sempat kuminum karena saat bangun aku terburu-buru untuk keluar dari kamar itu dan masih ada di tas ku.


" I-iya yang mulai, terima kasih atas kebaikan nya. "


" Hahaha tak masalah yang penting kalian suka. ":


Lalu suasana tiba-tiba menjadi tegang, dan raja pun mulai pertemuan ini dengan salam dari nya.


" Halo semua nya, saya berterima kasih atas keikutsertaan anda semua di rapat pagi hari ini. "


Raja terdiam sebentar melihat kami, lalu melanjutkan perkataan nya. Dari cara melihat kam, aku pun percaya bahwa rapat ini akan sangat menjadi rapat terpanjang yang akan ku ikuti.


" Apakah diantara kalian mencurigai hubungan Organisasi ini dengan penyerangan di Desa Riverbond? "