
Disisi lain..
***
Duarr !
Aku mendengar suara dentuman keras yang bersumber dari luar, dengan cepat aku bangun dan membangunkan Lita yang berada di samping ku.
" Lit bangun Lit.. ada sesuatu yang terjadi di luar. Ada ledakan besar ! "
Lita pun terbangun dari tidur nya, dia masih setengah sadar jadi dia tidak mengerti situasi yang kita hadapi saat ini.
" Ambil barang-barang mu, kita akan cek keluar.. "
" Bukankah sebaiknya kita tidur saja?.. " Ujar Lita dengan keadaan mengantuk.
" Tidak ada waktu untuk tiduran, ayo kita hampiri sumber suara tadi. "
Aku mempersiapkan seluruh peralatan ku, Lita pun melakukan hal yang sama. Kami bergegas berlari menuju pintu keluar penginapan tersebut. Kami medengar kepanikan warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, sebuah pilar cahaya terlihat di langit malam Wolfpass seakan membuat nya terang bagaikan malam hari.
" Ada cahaya.. di arah situ ! "
Warga penasaran dengan apa yang barusan terjadi, namun para pasukan kerajaan tiba di dekat kami dengan menggunakan kuda mereka. Disana aku melihat Risa sedang menenangkan warga-warga yang panik akan kejadian tersebut.
" Semua nya harap tenang, jangan menuju tempat terjadi nya ledakan tadi. "
" Risa apa yang terjadi disini?! " ujar Lita dengan cemas.
" Lita.., ada sebuah ledakan dari arah Gereja St Alicia. Sebaik nya kalian mundur dari sini. "
Aku tidak percaya dengan apa yang Risa katakan pada kami, Gereja St Alicia adalah tempat Charlotte terakhir berada. Dengan sigap aku langsung berlari melewati para penjaga menuju gereja itu, namun dengan kuda nya Risa mencegah ku untuk menuju tempat kejadian perkara.
" Arkan.. apa yang kau lakukan?! "
" Kak Charlotte.. dia ada disana ! "
Risa terkejut setelah mendengar perkataan ku, ia melihat kearah cahaya itu dan akhirnya sadar bahwa itu adalah Gereja St Alicia tempat Charlotte terakhir kunjungi.
" Oke Arkan dan aku akan pergi mencari nya, Lita kau tunggu di sini dan menjaga agar orang-orang. "
" Biarkan aku mencari nya juga, dia adalah Master ku jadi sebagai murid nya aku berhak membantu nya . "
Risa awalnya ragu untuk membawa Lita pergi dengan nya, namun aku menganggukkan kepala ku kepada Risa memberitahukan nya bahwa Lita itu juga cukup kuat untuk melindungi dirinya. Risa membalas ku dengan anggukan, dan Risa memberitahukan Lita bahwa ia bisa ikut dengan kami. Lalu Risa turun dari kuda nya lalu ia menitipkan nya kepada salah satu penjaga di bagian kiri nya. Kami langsung bergegas menuju sumber cahaya itu.
" Hah.. hah.. hah.. "
Kita berlari dan berlari, hingga pada akhirnya menemukan bahwa gereja itu sudah hancur berkeping-keping, disana Charlotte sedang melawan seseorang berambut ungu yang sedang menggunakan sihir kegelapan kepada mereka. Pertarungan itu sangat sengit hingga kami tidak bisa melihat mereka sedang bertarung karena saking cepatnya mereka.
" Hyaah ! "
Charlotte menghunuskan pedang nya menuju wanita tersebut, ia menghindar dengan mudah nya. Lalu ia meluncurkan sihir bayangan nya ke arah Charlotte, namun Charlotte menangkis nya dengan pedang sihir nya itu.
" Master.. dia menggunakan sihir cahaya? "
" Tidak mungkin.. aku baru saja melihat Saintess bertarung dengan pedang suci nya. "
Charlotte yang kukenal sebagai seorang tabib desa saat itu berubah menjadi seseorang yang di segani karena kekuatan nya yang luar biasa, aku sungguh kagum dengan gaya bertarung nya yang sangat elegan.
" Kgh.. keras kepala juga kau senior? rasakan ini Dark Art: Voilet Mist ! "
Orang ini menggunakan sihir gelap dan tiba-tiba menghilang setelah mengeluarkan asap ungu yang tebal mengitari Charlotte.
" I-Itu.. sihir gelap !? "
Aku dan Lita tidak percaya dengan apa yang kita lihat, orang itu adalah seseorang yang memakai sihir berelemen gelap. Salah satu elemen yang dianggap Unknown sama seperti elemen cahaya. Orang itu menyerang Charlotte di balik asap tebal itu dengan cepat, serangan keris yang di lancarkan nya membuat Charlotte sedikit terluka dan lengah.
" Kghh.. akhh.. "
Wanita itu menyerang Charlotte dengan serangan bertubi-tubi dan saking cepat nya aku tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana.
" Saintess.. dia dalam bahaya ! " ujar Risa dengan cemas.
" Mari kita bantu Master ! "
Tapi sebelum kami berlari kearah nya, Charlotte mengeluarkan sihir cahaya nya dengan menebaskan pedang nya membuat asap itu menghilang secara tiba-tiba membuat wanita itu terpental dan menabrak sebuah tembok bangunan di belakang nya.
DUAK !
" Akhh.. ! "
Charlotte nampak tenang dan masih berdiri tegak walaupun baju nya telah tercabik-cabik oleh serangan wanita tersebut, sungguh orang yang sangat kuat dan menakutkan bagi ku.
" Menyerahlah.. " ujar Charlotte dengan tenang nya.
" Kghh.. aku tidak menyangka bahwa aku sampai bisa kewalahan seperti ini, sungguh hebat sekali Saintess agung dari Bavaria. Aku akui kehebatan mu dan gelar mu. "
Charlotte hanya menatap nya dengan kuda-kuda persiapan nya. Pedang nya sudah tepat berada di dada nya dan siap untuk menebas wanita itu.
" Hahaha.. seperti nya sudah banyak orang yang mengganggu disini, kalau begitu aku pamit dulu.. "
" Hei.. tunggu ! " ujar Lita.
" Dark Art: Clairvoyance ! "
Wanita itu kembali bangun, dan ia langsung kabur dengan menggunakan sihir nya dan lenyap di kegelapan malam. Charlotte seperti nya sudah menduga jika hal itu akan terjadi. Lalu seperti menghilangkan pedang nya di depan mata kami dengan sihir nya membuat Charlotte kini tidak bersenjata sama sekali. Ia melihat kami dan terkejut dengan keberadaan kami yang melihat nya bertarung dengan wanita tersebut.
" Saintess agung apakah kau baik-baik saja ! " ujar Risa dengan cemas.
Kami bertiga langsung berlari kearahnya dan menanyakan jika ia baik-baik saja atau tidak.
" Master apakah kau baik-baik saja? bagaimana lukanya ? " ujar Lita sambil memperhatikan tubuh Charlotte yang dipenuhi luka itu.
Charlotte hanya diam, menatap kami dengan tatapan dingin nya seakan menunjukkan bahwa dia seperti waspada terhadap kami.
" Kalian bertiga.. , apakah kalian melihat semuanya? "
Kami bertiga bingung dengan pertanyaan Charlotte, namun aku menjawab.
" Mengapa muka kakak seperti itu? "
Aku berfikir bahwa pertarungan tadi seharusnya tidak boleh dilihat oleh orang biasa, aku berfikir bahwa Charlotte sedang menyembunyikan sesuatu.
" A-Aku.. "
Sebelum Charlotte menyelesaikan omongan nya tiba-tiba pasukan elite kerajaan datang dengan membawa kuda bersama mereka. Mereka nampak kuat dan gagah, sebenarnya sedikit mengerikan juga. Memakai baju merah bercorak hitam di pinggiran nya para prajurit itu berhenti di depan kami. Lalu salah satu dari mereka memberikan pertanyaan kepada kami.
" Apa yang terjadi disini? " ujar seseorang dengan rambut hitam dan bermata merah itu.
Risa tiba-tiba gemetar setelah melihat orang itu, ia menurunkan satu kaki nya dan memberikan salam pada nya.
" General Austin, ini adalah sebuah kesalahpahaman ! "
General Austin namanya, ia sepertinya adalah orang terpandang di Kerajaan ini dan memiliki karisma yang cukup besar dan itu mengerikan buat ku. Lalu ia menatap ku dan Lita seakan penasaran dengan apa yang kami lakukan disini.
" Mengapa ada dua orang warga yang berada di tempat ini? bukankah kau seharusnya mengevakuasi mereka secepatnya? . " ujar nya dengan dingin dan tenang.
" Ma-maafkan saya.. "
Risa nampak ketakutan setelah mendengar orang itu bicara, lalu ia bergerak menuju Charlotte dan ia bertanya.
" Saintess Agung, bisa ceritakan apa yang sebenarnya terjadi disini? "