
Drettt.. Drettt..
Handphone gadis itu berbunyi membuat gadis itu kembali ke alam sadarnya
Ia melihat layar handphone nya. Tertera nama "Gorila Playboy👀" di sana. Merlina mengernyitkan dahinya
"Ni bocah tumben nge vidcall gue" gumam Merlina. Merlina menghapus sisa air matanya. Sejenak dia melupakan kesedihan yang ada lalu mengangkat vidcall dari Aldrian
Terlihat Aldrian duduk di pinggir kamarnya dengan gitar di pangkuannya
"Cool and swag" batin Merlina sambil menahan senyum yang akan terbit di wajah cantik Merlina
"Selamat malam nyonya Merlina" sapa Aldrian
"Malam juga Gorila" sahut Merlina sambil terkekeh
"Ck. Panggil Aldrian napa?! Ngerusak suasana amat lo" desis Aldrian tampak tak suka. Tanpa sadar, Merlina mengangkat bibirnya membentuk lengkungan tipis
"Iya iya tuan Aldrian" jawab Merlina masih dengan senyumannya
"Gue tau lo lagi sedih. Keliatan banget di mata lo. Nah kebetulan gue mau nyanyiin sesuatu buat lo hehe" ucap Aldrian. Ia merapikan pakaiannya
"Dengerin baik baik ya Mer" Aldrian mulai memetik senar gitarnya
Dia cintaiku tanpa syarat
Berikanku segalanya
Berikanku yang terbaik
Nafas Merlina seakan tercekat. Siapa yang dimaksud Aldrian dalam lirik itu? Sabrina kah? Pikir Merlina
Menjagaku
Melindungi ku
Merawat ku
Ketika sakit ku
Jantung Merlina berdetak cepat. Apakah Sabrina pernah melakukan apa yang diucapkan Aldrian di lirik itu? Tapi kenapa Merlina merasa yang di ucapkan Aldrian adalah tentang dirinya?
Tapi, ku khianati dia
Tak peduli dia
Tapi, dia tetap disini
Slalu disini
Dia disini
Tapi mengapa
ku tak bisa mencintainya
Mengapa?
Ku tak bisa
Membalas cintanya
Mengapa susah nya
Oooo-ooo
Jadi, Aldrian tau kalo selama ini gue sayang sama dia?" batin Merlina was was. Merlina takut Aldrian akan menjauhinya kalau Aldrian tau bahwa Merlina menyimpan perasaan lebih pada Aldrian
Merlina kembali ke alam sadarnya saat Aldrian mulai melanjutkan lirik lagunya
Tak ada yang bisa mencintaiku
Seperti dia mencintaiku
Hanya dia
Cuma satu
Memperhatikan ku
Melindungiku
Menyayangi ku
Mencintai ku
Tapi, ku khianati dia
Tak peduli dia
Tapi, dia maafkan aku
Maafkan lagi
Maafkan terus
Tapi mengapa
Ku tak bisa
Mencintai nya
Mengapa?
Ku tak bisa
Membalas cintanya
Mengapa susah nya
Hoo ooo
Tapi oh mengapa
Ku tak bisa punya rasa
Dengan dia yang punya rasa
Kubiarkan sedang dia luar biasa
Melimpah cinta dan bunga bagai musim semi
But i keep leaving you again like a dead leaf
Ku mau aku inginkan dia dekati dia
Tapi nyatanya cintaku palsu senyumku palsu
Tapi mengapa
Ku tak bisa mencintainya
Mengapa?
Ku tak bisa membalas cintanya
Mengapa susahnya
Hoo ooo
Oh Tuhan anugerahkanlah rasa cinta ini
Cause i'm dying to love his
Mengapa - Gen Halilintar
Dunia Merlina seolah berhenti. Suara Aldrian yang merdu mampu menyihirnya. Lirik yang dinyanyikan penuh penghayatan mampu membolak balikkan perasaan Merlina
"Oy! Jangan bengong dong Mer!" ucapan Aldrian membuat Merlina tersadar
"Gimana suara gue?" tanya Aldrian
"Bagus" jawab Merlina setengah berbisik. Pikirannya masih melayang layang
"Lo mikirin apa sih Mer? Bengong mulu"
"Eum enggak. Gue mau nanya sama lo. Boleh gak?" Tanya Merlina berusaha setenang mungkin
"Boleh"
"Lo..... Marah sama gue?" tanya Merlina sambil menutup matanya. Ditariknya nafas dalam dalam. Merlina sangat takut akan jawaban Aldrian
"Enggak. Kenapa?" Merlina membuka matanya. Ia terlihat kurang percaya atas jawaban Aldrian
"Beneran?" tanya Merlina sekali lagi
"Iya. Lagian buat apa gue marah sama lo? Kalo gue marah sama lo terus sahabat plus temen curhat gue siapa dong?" jawab Aldrian sambil tersenyum
Hati Merlina menghangat. Setidaknya ia cukup tenang dengan ucapan Aldrian. Meskipun ia masih ragu
"Buat apa sih gue marah sama lo? Lo kan gak salah apa apa" ucap Aldrian
"Maksud gue bukan itu. Lo gak marah tentang ucapan temen temen tempo hari?" tanya Merlina lagi
"Enggak. Gue gak akan marah kalo itu orang lain yang ngucap. Gue bakal marah kalo ucapan yang keluar dari mulut lo itu nyakitin hati gue. Karna ucapan orang lain tentang diri lo belum tentu sesuai kenyataan yang lo alami" jawab Aldrian
Merlina terkesima. Merlina tak percaya bahwa Aldrian lebih mempercayainya daripada orang lain
Merlina tersenyum. Senyum manis yang jarang sekali ia tunjukkan
"Makasih Al"
"Iya. Sekarang lo tidur gih. Udah malem. Good night and sweet dream my girl" Ucap Aldrian. Belum sempat Merlina menjawab, Aldrian lebih dulu mematikan video call mereka
"Good night too and sweet dream my boy" gumam Merlina sebelum akhirnya ia terlelap di atas meja belajar
---
"Kenapa gue ngucapin nya 'my girl' sih? Kan gue bukan siapa siapa nya Merlina" pikir Aldrian
"Gapapa lah. Kali aja beneran jadi cewek gue"
"Eh? Gue ngomong apaan dah. Gak mungkin Merlina jadi cewek gue" sambung Aldrian setelah sadar dengan ucapannya. Aldrian tersenyum lalu memejamkan matanya dan tertidur
---
"Good morning Papa, Mama tersamyang" sapa Aldrian saat ia masuk ke ruang makan
"Pagi juga" balas Davina dan Sturgeon bersamaan
"Ma, Pa, Al berangkat dulu. Sarapannya ntar aja di sekolah. Sekalian modusin Merlina hehe. Assalamualaikum" ucap Aldrian lalu melenggang pergi
Davina dan Sturgeon menggelengkan kepalanya sambil tertawa pelan akibat tingkah anak nya itu
"Jadi kangen masa muda Ma" celetuk Sturgeon. Davina mendengus
"Gara gara ni orang, sifat Aldrian jadi mirip dia. Suka modusin cewek" Batin Davina
---
"Assalamualaikum" ucap Aldrian sambil mengetuk pintu rumah Merlina
"Waalaikum salam" jawab seseorang dari dalam
Pintu terbuka. Menampakkan wanita paruh baya dengan paras cantik. Sepertinya kecantikan Merlina itu menurun dari ibunya
"Oh kamu Al. Nyari Merlina ya?" Tanya Davira senang
"Iya tante. Merlina nya ada?"
"Ada tuh dikamarnya. Dari kemaren gak mau keluar kamar. Kamu samperin ya. Ajak makan sekalian" ucap Davira
Aldrian mengernyitkan dahinya
"Kenapa lagi nih si Bedak? Perasaan kemaren baik baik aja" Batin Aldrian
"Iya tante"
Davira pun mempersilahkan Aldrian masuk. Aldrian berjalan menuju kamar Merlina
Tok tok tok
"Bedak, bukain pintu dong" ucap Aldrian. Di dalam kamar, Merlina terkejut atas kehadiran Aldrian
"Ngapain sih lo kesini?!" Teriak Merlina dari dalam kamar
"Mau jemput tuan putri untuk dibawa ke KUA. Eh ke sekolah maksudnya" ucap Aldrian disertai kekehan
Deg!
Jantung Merlina berdetak dengan cepat. Seandainya tidak ada Aldrian di sana, Merlina pasti sudah jingkrak jingkrak di atas kasur
"Udah jangan jingkrak jingkrak! Cepetan bukain pintunya! Lumutan nih gue" ucap Aldrian kesal. Merlina terkekeh
"Buka aja. Pintunya gak dikunci" ucap Merlina
Dengan sigap, Aldrian membuka pintu dan terlihat lah Merlina tengah terbaring lemah dengan wajah pucat, kamar berantakan, tisu berserakan dimana mana, bahkan buku kedokteran yang biasanya tertata rapi di rak pun kini hilang
"Ini kamar apa gudang?" Gumam Aldrian
"Lo lagi ada masalah ya Mer?" Tanya Aldrian. Merlina menggeleng lemah
"Jangan bohongi gue!" Tegas Aldrian
"Enggak Al. Gue gak kenapa napa" Jawab Merlina mencoba sebiasa mungkin. Ia berharap Aldrian tak menangkap suaranya yang bergetar
"Kalo ada apa apa cerita ya sama gue. Jangan disembunyiin" ucap Aldrian
"Iya. Lo gak berangkat Al? Udah jam setengah delapan loh" ucapan Merlina membuat Aldrian melotot
"APA?!"
**TBC
Aldrian terlambat ke sekolah gara gara ke asyikan ngobrol sama Merlina waks:v
Kira kira Merlina kenapa ya?
Ikutin terus dong ceritanya😉
Jangan lupa vote and comment😚
Salam sayang
-Author🤗**