Over Ons

Over Ons
PROLOG



"Mer, sebangku sama gue please," pinta Chandra saat Merlina datang. Merlina terus berjalan seolah tak mendengar ucapan Chandra.


"Mer!" panggil Chandra.


"Masih banyak cewek yang mau duduk sebangku sama lo," jawab Merlina ketus. Merlina ingin meletakkan tasnya di sebelah bangku Aldrian namun sayang, bangku itu sudah ada penghuninya.


Merlina berpindah pada temannya yang lain namun semua teman yang ingin ia jadikan teman sebangku selalu berkata, "Jangan disini. Udah dibooking. Mending lo sama Chandra aja deh."


Merlina terbelalak. Ia menatap kearah Chandra yang tersenyum licik. Ingin rasanya Merlina mencakar muka mereka satu persatu yang mau saja bekerjasama dengan si brengsek Chandra.


"Mau lo apaan sih?!" ucap Merlina kesal.


"Lo sebangku sama gue," jawab Chandra penuh penekanan.


Merlina yang saat itu kesal pun segera meletakkan tasnya di sebelah bangku Chandra. Daripada Ia harus berdiri terus lebih baik Ia segera menuruti keinginan mantan pacarnya itu.


"Puas lo?!" gertak Merlina kesal.


"Belum." Merlina terbelalak.


"Kurang apa lagi gue?!" geram Merlina.


"Kurang cinta lo," jawab Chandra sambil tersenyum.


*Deg!


"Chandra apa-apaan sih! Plin-plan banget jadi orang. Dia semalem yang pengen kita udahan, sekarang dia malah bahas beginian*," gerutu Merlina dalam hati.


"Gue ...," ucap Chandra tertahan. Ia melirik ke sekeliling kelas memberi isyarat agar yang lain segera keluar.


"Gue minta maaf buat semalem. Gue gak ada maksud nyakiti hati lo. Gue sayang lo Mer," ucap Chandra setelah di kelas itu hanya tinggal berdua.


Merlina terdiam. Mendadak matanya menjadi panas. Sekelibat bayangan tentang kejadian semalam membuatnya sesak. Merlina ingin menatap mata Chandra dan mencari kebohongan disana tapi Merlina tak sanggup.


"Gue udah gak percaya sama setiap kata yang keluar dari bibir lo," balas Merlina sedingin mungkin.


"Lihat mata gue! Cari kebohongan di mata gue! Gak ada Mer! Gue gak bohong! Gue bener-bener sayang lo," jawab Chandra tegas.


"Kalau lo ingin pergi, yaudah pergi! Jangan ganggu hidup gue lagi!" ucap Merlina sambil berusaha menutupi air matanya yang mulai menetes.


"Gue udah pergi dari hati lo. Tapi gue mau terus ada di hidup lo," jawab Chandra tanpa berdosa. Jantung Merlina pun berdegup kencang.


"Merlina! Jangan terpengaruh! Itu cuma omong kosong yang bisa buat lo makin sakit!" gumam Merlina dalam hati.


"Kalo lo keluar dari hati gue, itu artinya lo juga harus keluar dari hidup gue! Udahlah gue capek!" ucap Merlina lalu pergi meninggalkan Chandra sendiri.


Merlina dan Chandra adalah sepasang remaja yang pernah menjalin kasih 7 bulan yang lalu. Namun hubungan mereka kandas karena Chandra yang ingin mengakhirinya.


Merlina tak rela, namun sayang Ia lebih tak rela jika harga dirinya jatuh. Merlina dengan susah payah menjaga agar hatinya tak hancur kala melihat Chandra perlahan pergi.


Namun nyatanya, Chandra tak benar-benar pergi. Chandra berbalik dan kembali mendekatinya lagi! Kata gombalan yang keluar dari mulut Chandra membuat jantung Merlina semakin tak karuan.


Namun lama-kelamaan Merlina merasa resah. Jika Chandra terus mengusiknya bagaimana caranya untuk move on? Merlina lelah. Merlina ingin menghentikan drama Chandra. Namun apa yang harus Merlina lakukan?