Now

Now
BAB 36 - THE POWER OF OOTD



"siapa yang nelpon lii itu handphone nya di meja"


teriak dito dari kamar


"Lii ada ga handphone nya liat aja siapa namanya"


padahal gue udah liat,ternyata dia masih berhubungan sama mantannya


"ada om, Aurora"


jawab gue pura pura gatau siapa dia.


"ohh biarin aja jangan di angkat kalau risih matiin aja"


what,kirain gue dia bakal lari terus ngangkat telponnya.Soalnya ini dari Aurora lohh


Gue pun ga matiin handphone nya gue simpan balik handphone Dito di meja.Niatnya gue mau liat tentang sara malah tentang Aurora yang gue dapet.


Gue liat dari tadi handphone dito terus berbunyi dan gue liat beberapa kali masih telpon dari orang yang sama yaitu aurora.


Dito pun keluar dengan rambutnya yang masih basah.Dia duduk di pinggir gue terus liat handphone nya terus di simpen lagi.Gue kira mau di telpon balik,kenapa sih dito.


"ngapain ngeliatin?"


"engga siapa yang ngeliatin?"


"ohh salah liat kali ya"


"mungkin,kenapa ga di telpon balik?"


"ga kenapa kenapa"


"telpon dulu siapa tau penting"


"ga penting lii"


"tapi kayanya penting deh,soalnya kalau di itung ada 4 kali dia nelpon"


"udah tau dia mau ngomong apa"


"emang mau ngomong apa?"


"kepo banget si,anak kecil gaakan ngerti ini urusan orang dewasa"


"iya tau anak kecil"


sebenernya ga suka sihh kalau dia bilang gue anak kecill rasanya gue jadi adenya gitu.


"ohh iya seharian ini mau kemana aku teraktir kan udah janji kalau sembuh aku neraktir makan"


"nanti aja kalau om udah sembuh"


"udah sembuh,mau kerumah kamu dulu buat ganti baju"


gue pun mengangguk


dia yang awalnya menggunakan kaos dan celana jeans pendek kini dia kembali dari kamar menggunakan celana panjang robek robek kaos dengan balutan kemeja hitam maroon kotak totak yang sama sekali ga di kancingin.ditambah dia menggunakan topi hitam di kepalanya.


Buat gue terpanah, dia kaya bukan om om malahan kalau gue dangdan juga kayanya gue yang lebih kaya tante tante.Ganteng banget astaga


"ayo"


"i iya"


setelah di depan rumah nya tiba tiba dito melihat gue dari bawah kaki sampai ke atas kepala.kenapa dia gue buluk kali ya jadi dia malu bawa gue.


"kenapa?"


"oke ,yoo naik mobil"


Hah kenapa sih dito kelakuannya aneh banget kan gue jadinya ga PD.


gue pun masuk ke dalam mobil sengaja gue duduk di belakang gue takut dito malu bawa gue pas di jalan.


"heh kenapa di belakang,pindah"


kan cuek lagi nada nya aja beda kaya balik lagi ke awal.


"cepet pindah"


"disini aja deh,euhh lii malu ini kan bajunya kependekan kebawahnya"


"cepet pindah lii"


"ehh iya iya"


Gue pun pindah kedepan,yang sebenarnya bukan masalah gue pake baju pendek tapi gue ga PD hwee


pas gue masuk dan duduk gue coba ngaca dikit dikit di kaca spion yang gue arahin ke gue, tapi ga budig budig banget perasaan gue.Tapi kalau di bandingin sama aurora sih gue sadar cantikan dia jauh banget.


gue pun kembali duduk


"om ko ga maju maju"


"udah ngacanya?kalau aku nyetir dengan keadaan spionnya ke kamu terus gimna aku liat mobil belakang buat mundur.mau aku nabrak kamu?"


"lii ben"


"u udah?"


dito melihat kearah gue yang masih mengutak ngatik kaca spion,jujur gue kaya mau meledak kalau dito ada sedekat ini dengan gue.Apa lagi sekarang mukanya dekat banget sama gue.


"belum" sembari menarik sabuk pengaman dan memasangkan ke gue


klik,suara sabuk pengaman yang sudah terpasang menyadarkan gue dari kekagetan ini semua.


"udah"ucap dito sembari duduk kembali di tempat nya.


"makasih"


lagi lagi dito menghela nafas melihat gue entah apa lagi yang sekarang dia pikir kan.gue coba introspeksi diri liat samping atas bawah.apa gue bikin lagi kesalahan?.


"apa?"


dito melepaskan kemeja dari tubuhnya dan melemparkannya ke gue


"tutup kaki kamu"


"hah?"


" bukannya tadi kamu bilang malu bajunya kependekan"


"emm iya makasih"


dito pun memundurkan mobilnya untuk keluar dari gerbang.dito turun terlebih dahulu untuk menutup gerbang rumahnya dan kembali masuk menjalankan mobilnya menuju rumah gue.


gaada obrolan apapun selama di perjalanan gue jadi canggung harus ngapain.sampai akhirnya sampai lah di rumah gue,gue dan dito pun turun.


"Ini om kemejanya, makasih"


dito menaikkan alisnya dan tersenyum,rasanya liat dito senyum hati gue tenang berarti gaada masalah soal tadi.


Gue pun masuk kerumah,gue liat bunda lagi nonton tv sendiri.


"ehhh anak bunda udah pulang,ehh sama siapa ini ganteng banget"


"mana yang ganteng bun?"


"itu"menunjuk dito


"ihh gaada ganteng ganteng nya"


"bisa aja ibu,anaknya beda sama ibunya"


"maksud kamu heuh?"


"iya ibunya baik hati,jujur,cantik kalau anaknya kebalikannya"Dito tertawa kemenangan


"ihh bunda liat kan nyebelin"


"lagian kamu sihh udah tau nak dito ganteng masih ngelak aja"


"bodo ahh tetep jelek,lii ganti baju dulu "


gue meninggal kan mereka berdua


"eh iya nak dito ayo duduk dulu ibu buatin dulu air"


"iya bu"


"panggil aja bunda biar lebih akrab"


"iya bunda"


saat gue masih berjalan lebih jauh gue denger percakan mereka,bunda ada ada aja dasar kan jadinya gue salting serasa udah direstuin hehe.


astaga sadar lii kamu udah punya vero.


Gue pun berganti pakaian gue pake rok hitam pendek selutut yang setidaknya lebih panjang dari kaos tadi,ditambah kaos hitam pendek dan cardigan rajut warna army.


Tumben banget gue ngaca ternyata gue se cute ini.jangan lupa rambutnya dipakein jeday di sempol di atas dan sebagian rambutnya dibiarkan terurai jadi kaya kesannya sexy gitu.


makeup dikit dikit biar mukanya keliatan lebih fresh,gila gue mati matian terlihat cantik depan dito padahal dia bukan siapa siapa gue.ada masalah apa si otak guee kenapa sebego ini.


Gue pun keluar dari kamar mulai turun dari beberapa anak tangga.gue liat dito sedang duduk di shofa sendiri.


"kemana bunda?"


"tadi sih bilang mandi dulu"


"yaudah gaapa apa yu berangkat"


"bentar tungguin bunda katanya mau ikut"


"hah ikut?serius?"


dito mengangguk,yahhh bunda kan nanti gabisa uwu uwuan .ishh astaga nurul apa sih yang kamu pikirin.


Bunda pun benar datang dengan bagu yang udah siap pergi.


"maaf bunda lama,yu berangkat"