
Gue dan dito pun sampai di angkringan bali
"Mau beli apa kamu?"
"lii gatau makanan bali,yang enak apa ya om"
"Panggil saya dito "
"kenapa?"
"Nanti mereka kira kamu anak kecil sewaan om om"
"what oke lii panggil dito" Apa emang ya di Bali semudah itu menilai orang.Gue gamau dong disangka murahan penjual diri ke om om.
"Baik,kita makan disana"Menunjuk sebuah angkringan
Dia pun memesan kan banyak makanan di meja yang baru gue liat.
"ayo makan"
"Ini semua halal kan om?"
"Halal"
Gue pun melahap satu persatu yang rasanya gaada yang gagal satu pun.
"Ahh lii kenyang"
"dito sering ke bali?"
"Ga sering,saya pas kuliah sering keliling Indonesia dan mencicipi makanan makanannya bareng temen sekampus saya"
"Pantesan,Lii gapernah di izinin kalau jauh jauh.Temen lii juga si SMA cuman 1 vero doang"
"Kirain saya kalian pacaran"
"Engga,Tapi dia sempet Nembak lii cuman lii tolak tapi dia tetep bertahan dengan lii sebagai sahabat"
"Terus ngapain kamu pelukan di mobil?"
"Masih inget ternyata,Dito pas liat lii itu lii lagi nangis lii meluk dia bukan karena maksud apa apa emang kalau ada masalah lii suka meluk dia"
"pantesan dia baper"
"hah apa om"
"engga,Terus kenapa kalau di motor kamu ga pernah meluk saya?"
"karena om gapernah izinin lii,Vero pernah bilang 'kalau lu ada masalah lu boleh nangis di pundak gue kalau lo mau peluk juga gaapa apa'makannya lii gapernah canggung buat meluk"
"ohh gitu,yaudah kita balik ke hotel udah jam berapa ini"
Gue ngangguk aja tapi jujur gue males banget balik karena emang jauh dari hotel,udara pun makin dingin karena emang deket pantai kali ya mana ga pake sweeter tapi gue liat tadi di angkringan banyak yang lebih kebuka bajunya dari gue tapi ga kedinginan.Sesekali gue gosok tangan gue dan gue tiup lumayan aga hangat.
Hacihhh hacihh
"kenapa kamu?"
"Alergi dingin,padahal tadi udah minum obat masa ngefeknya sebentar sih biasanya juga gaakan kambuh lagi"
hacihhh
"kenapa ga bilang?mana saya ga pake jaket"
"lii kira gaakan kambuh"
dito menjongkokan badannya
"ayo naik"
"lii kan dingin bukan cape Dito"
"udah naik aja dulu"
Gue pun naik dan mulai berdiri
"Serius om mau gendong lii?gaakan patah tulang belakang nya?"
"gaakan"
Dito pun mulai berjalan sembari membopong gue.Serius ternyata hangat rasanya pinter juga dia kirain gue dia mau modus.
"Lii"
"Hemm"
"Besok mau temenin gue ke pasar malam?disini tiap malam ada pasar malam cuman harus pake mobil aga jauh dari sini"
"Oyahh boleh"
"lii"
"hemm"
"cita cita kamu apa?"
"Dokter"
"Dulu juga saya pengen jadi dokter,tugas meraka mulia makannya saya pengen jadi dokter cuman saya ga masuk dulu ke universitas kedokteran dan untuk masuk swasta saya ga tega ke orang tua saya,dulu saat saya mau kuliah ka risa sedang kuliah semester akhir dan itu ngeluarin banyak uang saya gamau bebanin orang tua.makannya saya memutuskan harapan saya sebagai dokter.Lii lii?malah tidur"
Gue gatau ngerasa hilang ingetan malem tiba tiba pagi gue bangun emang ***** ya gue.Malu maluin banget sih lu lii.Dan benar saja pagi ini gue di interogasi silvi.
"lu mabok ya malem?jujur sama gue"
"engga gue ga mabok"
"bohong,kenapa lu di antar dito gasadarkan diri?"
"malem alergi dingin gue kambuh, Dito gabawa jaket akhirnya dia ngebopong gue terus gue ketiduran"
"uuu sosweet"
"malam ini dia ngajak gue ke pasar malam"
"serius lo,gue juga mau ikut.gue janji gaakan ganggu kalian beneran"
"apaan si,ayo aja ikut gaapa apa sekalian arya sama sara ajak biar seru"
Pas gue keluar ternyata semuanya udah tercemplung di kolam bokap nyokap gue, Tante risa suaminya ,dito,arya,sara,temen sara.
"nah mangsa 2 lagi udah keluar"
gue dan silvi berusaha buat balik lagi dan menutup pintu namun gagal dito dan arya sudah narik kita berdua.
"Bentar bentar ini masih pagi dingin banget lii gamau seriu plis"gue liatin muka ke sucian gue
"jeburin jeburin jeburin "semua bersorak sembari cekikikan
dito dan arya terus narik gue dan silfi yang akhirnya gue kejebur.
Semuanya ketawa
"sialan awas ya kalian berdua"
"yang ngerasa sayang sama lii siram mereka berdua" teriak gue
"Semuanya menyiram dito dan arya"
"ampun gue ampun"
kita pun berhenti terlanjur basah gue pun berenang sekalian udah lama ga berenang.
"ayo makanan nya udah nyampe,pada makan dulu"
gue pun beranjak dari kolam untuk makan.selesai makan gue duduk di kursi.muis menghampiri gue
"tante sini"dia membisikan gue buat nyemplungin om dia dito yang lagi duduk di pinggir kolam.
"oke setuju"
Gue dan muis menghampiri dito di pinggir kolam secara pelan pelan
"1 2 "
woaaahhh
"Aaa Tante"
"Aa bunda"
Kita kaget ternyata dito tau kita di belakang nya jadi malah gue sama muis yang kaget.
"Mau ngapain kalian hayoo"
"Aaa tante"dia ajrek ajrekan minta di gendong
"kamu mau om glitikin"
muis berlari ke belakang gue.Badan gue terombang ambing dengan tingkah mereka berdua.
"ahh kena"dito menangkap muis
"Tante tolong"
gatega gue liat dia
"im coming"
gue bertekad menyelamatkan muis dari dito
"emm mau ngapain kamu"dito memegang kepala gue dengan sebelah tangan buat jadi gue gabisa nyentuh badannya.gue kaya lagi jalan ditempat ga maju maju
"ishh dito lepasin"
semua orang tertawa liat tingkah gue dan dito
"kalau saya lepasin kamu mau apa?"
"Mau gelitikin ?"
"yaudah gaakan saya lepasin"
"aaa iya dehh lii gaakan gelitikin"
dito melepaskan kepala gue.
"sebel gue,maaf muis tante gabisa bantuin kamu"
Sudah terlalu lama kita bermain air di kolam renang bakal mubajir kalau ga ke pantai.Kita pun mandi dan pergi bersama ke pantai.
Kali ini kita bermain snorkeling kecuali tante risa dan suaminya karena dia bawa muis.
Hari pun berlalu gue sedang bersiap siap untuk pergi ke pasar malam dengan dito.
"Gue nunggu di mobil depan ya vi"
"oke "
Gue pun keluar dan ternyata dito udah nunggu gue di luar.
"yu"
"ayo"
Dito pun membukakan pintu untuk gue manis sekali.
"Bentar to ?"
"kenapa?"
"silvi belum nyampe"
"kamu ngajak silvi?"
mereka pun datang
"arya dan sara juga?"
"iya aku yang ajak"
Dito menghela nafas dan memukul keningnya sendiri