
"Naa cepetan bangun sudah jam setengah 6 lebih,sekarang hari pertama kamu UTS lohh"
"Ahh iya bunda udah bangun ko cuman kaki lintang gamau turun dari kasur katanya"
Gue lintang putri azahra,Gue anak kedua dari pemilik perusahaan besar di bandung.Gue emang sedikit susah kalau bangun pagi rasanya kasur nempel deh sama badan gue.Ditambah semalaman gue belajar untuk UTS ya biasa belajar ngebut semalam.Makannya hari ini gue ngantuk banget dan tolol nya lagi bangun tidur gue gainget sama sekali yang gue baca semaleman.
Gue pun bergegas ke kamar mandi,dan baru aja gue beres mandi alarm gue bunyi
"Astaga lintang masih belum turun udah jam setengah 7,mau bunda dobrak pintunya?"
kan kata gue juga bunyi.Dia bunda,alarm yang ga pernah mati kalau gue belum bangun.Dia bunda terbaik sejagat raya selalu sabar ngehadapin anak nya yang gabisa diem dan gabisa bangun kalau tidur.
"Iya iya bunda ini bentar lagi ke bawah "
Biasa lah cewe kalau berangkat kesekolah harus makeupan tipis tipis.harus kalian garis bawahi nihh setidaknya kalau lu ga pinter pinter amat ya lu harus cantik tips biar lu di hargain di zaman sekarang.
Gue pun ke bawah untuk berangkat sekolah
"sarapan dulu nanti berangkat bareng ayah kamu,berangkat ke kantor"
"iyaa bunda sayang"
"ohh iya na sebentar lagi kamu lulus SMA,udah kepikiran mau masuk kuliah dimana?"
Dia ayah gue salah satu pemilik perusahaan di Bandung bangga banget gue sama dia.Gue harap gue juga bisa seperti ayah gue maksud gue suksesnya karena emang gue lebih suka tentang Kesehatan dan membaca pikiran orang dari pada harus terjun ke kantor.
"pengen si ke UNPAD yah ngambil jurusan psikologi"
"Bagus bagus ayah setuju,yaudah ayo berangkat nanti kamu kesiangan"
Gue pun berangkat sekolah di antar bokap gue.
Gue sekarang duduk di bangku kelas 12 di SMA Bakti Mulya sekolah yang terkenal dengan prestasinya,tapi ga berlaku di kelas gue.kelas yg 3 thn berturut-turut memiliki julukan kelas barbar.Dimana kalau guru ga masuk/jamkos kelas gua gakalah seru sama pesta ulang tahun anak umur 5 tahun.
***
"Oke anak anak sebelum mulai pastikan handphone kalian sudah di simpan di dalam tas dan tidak ada apapun di atas meja selain alat tulis dan lembar kertas ulangan"
Nah ini bu desi salah satu guru kiler di sekolah,tapi dia masih muda makannya anak anak sering kali mengajak nya bercanda.
"Bu izin bertanya"
"iya anwar,kenapa?"
"kalau liat handphone nya di dalam tas berarti gaapa apa ya bu"
sontak anak kelas semua tertawa dengan pertanyaan anwar
"sttt heyy sttt semuanya,tidak boleh ada satu pun yang browsing lewat hp bahkan memegang handphone pun dilarang saat masih ulangan berlangsung.Mengerti?"
"Iyaa buu"
Mulai lahh gue ngerjain ulangan pertama dan
baru aja setengah jam otak gue udah ngeheng. paling angkat tangan gua sama pelajaran fisika fiks no debat, padahal gue jago matematika tapi kenapa beloon fisika bingung gue sama diri sendiri.
"Sttt sttt lii woy lii no 2,5,6,9 apa"
"bentar,liat tangan gue di bawah bangku ver D,B,B,A"
"15 sama 18"
"lima belas C , Delapan belas belum"
"essay essay no 1"
"Gue tulis ya,gue minta no 2 sama 4 essay"
Kebiasaan kalau ulangan 98% gaada yg jujur ada yang nyontek ke hp dan ada yang kaya gue tukeran jawaban
"Tolong dong kasih ke vero "
dia sahabat gue dari kelas 10 dia salah satu anak pejabat di bandung,Tapi dia ga pernah sombong dengan dirinya padahal bokapnya penyalur dana terbesar di sekolah ini.Dia juga salah satu cowo good looking yang banyak di incar anak anak sekolahan.yang paling gue suka dia gapernah celit soal apa pun dan dia care banget tapi satu dia tuh aga beloon.
"Lii lii tangkap"
"Ehh ehh jangan di lempp,kan vero gue bilang jangan di lempar begoo"
kan apa gue bilang dia tuh beloon
"sorry sorry gue ambilin ya"
"jangan bego"
Astaga jantung gue mau copot kertas nya kejauhan 2 bangku dari bangku gue
"Hey hey itu ambilin dong ke yang bangku depan"
"Stt stt itu ambilin kertas lii di bawah lu"
"Anak anak kenapa ribut ada apa?"Sembari berdiri di bangkunya dan mulai berjalan.
Woah woahh bu guru nyamperin dong ke deket bangku yang ada kertas nya,dasar vero tolil jantung sama keringet gue ga karuan gini mana bu desi makin deket terus ngedeket
"awas ya sampai ada yg ketauan nyontek ibu sobek kertasnya dan gaakan ibu kasih nilai"sambil terus berjalan
Dua langkah lagi bu desi maju habis gue
'Menurut Wikipedia Hukum Hukum Kirchhoff adalah dua persamaan yang me'
semua anak kelas tertawa ini kesempatan besar buat gue ambil kertas
akhirnya kertas nya aman di gue
"diam anak anak, Handphone siapa tadi yang bunyi?atau mau ibu periksa satu satu?"
semua muka di kelas terlihat tegang kecuali ya gue karena emang ga suka bawa hp saat ulangan.
Tiba tiba di sudut belakang seorang anak berdiri.semuanya beralih fokus padanya
"permisi bu izin mengumpulkan saya sudah beres"
"boleh simpan di meja ibu terus boleh pulang,awas yang lain sampai ketauan lagi ibu sita hp kalian"
akhirnya selesai juga serasa mau pecah otak gue mana belum nyari tebengan pulang, kebetulan banget tu anak keluar.
"wett wett ver gue nebeng ya ya boleh ya"
"heem ayo"
"asikk"
sesampainya di rumah gua langsung masuk soal nya tumben banget pintu udah kebuka lebar,nyambut gue pulang kali ya
"Assalamualaikum bunda,makan sama apa lintang lapar"
"waalaikumsalam anak bunda,stt jangan kenceng kenceng ada tamu"
Bunda menghampiri gue,gue kira gaada tamu.
"oh maaf bunda,siapa?"
jingjit kecil kepo soal nya gue tumben ada tamu kerumah
"Dia yang mau bekerja sama dengan perusahaan ayah kamu"
"ehh ada tante risa juga ternyata,ahh tante kangen aku"
"ehh lii udah besar ya lama ga jumpa"berjalan mendekat ke arah gue
cipika cipiki layak ibu sosialita
"apa kabar tante?"
"baik lii,ayo ikut duduk di sana"
"oke tante nanti udah ganti baju lii kebawah lagi"
tante risa dia wanita yang gue dambain selain cantik dia tuh baik ga ketulungan.curiga gue dia jelmaan bidadari turun dari langit.
Baru aja gue mau pergi ke atas ayah manggil
"ehh bentar nak sini"
"iya yah,kenapa"
"sekalian ke atas antar na dito ke kamar bekas abang mu"
"asik ka risa juga nginep?"
"engga,na dito saja sementara dia tinggal di sini.ayo cepet antar kesihan na dito cape dari Australia langsung kesini"
"yahhh,iya ayah.ayo om sini lii tunjukin"
gaada jawaban apa pun dia cuman ngikutin langkah gua doang,sudah sampai di kamar pun dia ga bilang terimakasih atau senyum ke.aneh banget,atau dia emang gabisa ngomong ya.sampai keesokan hari nya pas gue keluar kamar dia udah rapi pake jas hitam kemeja putih gue baik dong nanya.
"pagi om"
tuh kan ga jawab berarti emang bisu dia kayanya.
"pagi bunda,ayah mana? ko udah gaada"
"pagi na,ayah tadi buru buru ke kantor ada yg mau ayah kamu temuin.ayo sarapan dulu bareng nak dito"
padahal gue semeja makan sama dia tapi gaada percakapan sedikit pun dong aneh emang ini orang.
"nak dito,ibu titip lintang ya kesekolah"
"iya bu "
lahh dia ga bisu dong mana jawab nya sambil senyum,punya masalah hidup apa si ini orang.jangan jangan dia baik ke ibu ibu doang atau jangan jangan dia naksir bunda gue astaga gue harus ngapain.
"nak,bareng nak dito ya"
"iya bunda"
"ibu berangkat dulu, assalamualaikum" ucap dito
"waalaikumsalam,hati hati na"
lah lahh dia bisa bicara panjang juga ya aneh gue liatnya.
"ehh bentar ko naik motor,ga naik mobil?"
"gamau?yaudah kamu naik taksi udah siang ini saya harus ke kantor"
"ishh galak bener sih, kan lii nanya doang om"
"buruan naik atau mau saya tinggal?"