
Besok adalah hari dimana kita akan pergi berliburan kantor ke bali.Dan gue sedang berkemas untuk berlibur disana selama 5 hari.
"Bun lii mending bawa mana ya baju ini atau ini?"
"dua duanya aja sayang"
"oke"
Gue penasaran dito berkemas gue pun melihat kamarnya terbuka Yaudah gue masuk
"omm mau lii bantu"
"tuhh,udah beres"
"hidih ko cepet,mau nganter lii belanja ga buat dijalan"
"ayo"
Akhirnya mood dito membaik.
"asik ngeluarin motor"
"udah lama saya ga pake motor"
"sama lii juga udah lama ga di bonceng pake motor"
"ayo"
Gue pun berangkat ke griya gajauh dari rumah gue. sesampainya di griya gue ngambil beberapa ciki cikian,good mood,permen, beberapa susu kotak dan roti titipan bunda.
"udah"
"udah ayo,makan dulu ke atas ya"
"iya ayo"
Gue dan dito pun bayar di kasir dan menitipkan belanjaan di tempat titip barang.
"mau makan apa kamu?"
"Lii mau apa ya,ga deh mau minum aja pengen chatime rasa apa aja terserah om lii nunggu disini aja ya cape"
"oke"
Galama dari situ akhirnya dia balik membawa dua buah chatime dan satu buah potato stik.
"makasih om"
"Gimana kesan kerja sama saya"tersenyum miring
"Lebih suka om yang di rumah ahh lii aja kemarin hampir seminggu di cuekin di kantor"
"Kan saya udah bilang siap siap kalau mau jadi sekertaris saya "ketawa jahat "tapi bukannya kamu yang nyuekin saya di rumah"
"kapan?"
"Hampir seminggu"
"ihh bukan gitu kan kamu nyuekin lii tuh di kantor lii kalau mau nanya di rumah tuh rasanya mau takut masih bad mood"
"kamu ini,saya ga pernah bawa urusan kantor ke rumah"
"bener juga ya pas lii belum masuk kerja ga gitu, tapi tetep aja deng pas awal awal di rumah om dingin banget"
"emang sekarang ga dingin?"
"sedikit"
"saya kalau belum deket ya gitu apa lagi ngobrolin yang ga penting menurut saya,jarang saya bisa deket sama perempuan secepat ini"
Tegg jantung gue mudah banget si baperan.
"ohh ya kamu jadi di mobil ka risa?"
"gatau pengennya semobil sama bunda?"
"kenapa?pengen sama saya?"
"ishh apaan si,hubungan saya sama ka sara sedang ga baik baik aja"
"loh kenapa"
"karena lo"
"ko saya?"mukanya keliatan bingung gatau emang bego.
"Pikir aja sendiri,yu ahh pulang"
Gue dan dito pun pulang menuju rumah.
Diperjalanan dia tiba tiba bilang
"kalau kamu mau pindah mobil gapaapa nanti saya bilang ke ka risa"
Seneng gue peka ternyata dia
"Boleh boleh"
Dia tersenyum melihat jawaban antusias gue.Kaca spion yang ga pernah ia ubah,buat pipi gue selalu merah merona dibuatnya.
Setelah sampai gue pun menyimpam belanjaan gue dan nyamperin bokap gue yang lagi duduk di kursi.
"yah lii semobil sama ayah sama bunda ya"
"kemarin bukanya mau sama sara?"
"Ga deh yah kan di mobil nya ada sara, Tante risa dan suaminya terus muis dan ayah tau kan muis itu super aktif kalau lii ikut kemobilnya nanti pasti bakal sempit jadi lii ikut ayah aja ya"
"iyaa nanti ayah bilang ke Tante risa "
"Asik"
"Tapi kamu ga sekamar sama ayah ya"
"gaapa apa deh iya,hotel atau vila yah"
"Hotel tapi tetep aja kaya vila ada lima kamar sejajar kamar ayah dan bunda,tante risa dan keluarga nya,dito da arya,temen kamu biar deket papah juga tempatin di sini silvi sama sekertaris arya,dan kamu sama sara."
"lii sama silvi aja gimana"
"loh kenapa kalian ada masalah"
"engga ko yah,cuman pasti bakal nyamanan sama silvi"
"yaudah nanti papa bilang ke silvi dan sara"
"oke makasih ayah sayang"
"iya nak, gih bantuin bunda masak"
Akhirnya satu persatu masalah kelar bukan gue mau ngehindar dari sara cuman gue masih malu bertemu langsung dengan sara.
Bunda lagi nyiapin makanan sore ini untuk makan malam nanti.
"Bunda lii bantuin ya"
"Boleh na kamu bersihin brokoli terus potong potong ya"
Gue pun mencuci brokolinya dan mulai memotong nya.Dito muncul dihadapan gue.
"wihh tumben lii bantuin ibu"
"Apaan si om emang lii suka masak"
"masa perasaan pas ibu gaada dito terus yang masak"
"diem jangan ngomong doang bantuin"
"oke"
Bunda cekikikan liat tingkah gue dan dito.Dito itu emang gitu ngeselin kalau ada bunda.
"ibu dito bantu apa"
"bantuin gue motong motong"
"ohj lii sekarang jadi ibu lii"
"iya kan bunda dia bantuin lii motong"
"iya iya jangan beratem terus kalian ini ya"
"dia yang mulai"
Dito ketawa kecil terus mencuci wortel dan buncis.
"Ini kesukaan gue"mengangkat satu buah bucis
"ga nanya"
"sialan"sambil memotong buncis di tangannya
"mana wortel biar gue aja lu potong buncis aja lama"
"belum juga mulai"
"Bun ini wortel nya di serong atau bulet bulet?"muka ga peduli sama sekali dito ngomog
"serong aja nak"
gue pun mulai memotong wortel dengan fokus fokus tralala
"aww"
"lebay"
"berdarah dito"
"astaga"Dito narik tangan gue dan menyedot jadi gue kaget padahal gue yang kepotong nya aja ga sepanik itu.
"lu haus darah ?"
"Bukan gitu,nanti tangan lo infeksi"
"bunda ambilin plester ya"
"tapi itu jari bekas gue ngupil "ketawa gue
"jorok" melempar tangan gue ke bawah
"tapi boong"gue ketawa terbahak bahak liat ekspresi muka dia
"sini bunda pakein"membawa satu buah plester
"gaapa apa ko bunda dikit doang biar lii aja"
"kalau sakit udah biar bunda aja yang motong"
"gaapa apa bunda"
Gue pun lanjutin motong cuman bukan motong wotel tapi sosis,dito ngambil alih motong wortel.Badan gue serasa cepel setelah masak selesai gue pun mandi ke atas kamar gue.
Hari tadi membuat gue sampai lupa sama handphone yang dari tadi tergeletak di kasur.
Ternyata ada notif WhatsApp dari vero dan silvi
...-massage vero anak 😈-...
"Gue denger lu mau kebali?"
..."Iya,gue gabisa ajak lo maaf ya dari kantor"...
"Gapapa gue bukan mau itu,gue tuggu oleh olehnya ya.Jangan lupa patuhi protokol kesehatan banyak orang luar negri di Bali"
^^^"oke bos"^^^
...-massage silvi-...
"Lii gue gasalah liat kan di grup kantor lo sekamar sama gue?"
^^^"engga dong gue yang minta ke bokap"^^^
"oke sampai berjumpa besok"
Setelah mandi gue turun ke bawah untuk makan malam
"wihh pada nungguin ya?"
"cepetna makan"
sudah ada nasi di piring semua orang"
"sini yah bunda bawa in temen nasinya"
mengambil piring milik ayah
"na dito sini ibu ambilin"
"kasih buncisnya aka bun dia suka buncis"
bunda tertawa liat gue tau tentang dito
"Kataya bodo amat ko masih inget"
Bisik dito dari pinggir gue.