Now

Now
BAB 13 - Gue menyukainya



"ehh maaf pa di ruangan cctv masih ada penyelidikan khasus saya harus mengonfirmasikan dulu kedalam,apa boleh?"


"Oh iya silahkan"


Asekk akhirnya gue bisa masuk ke ruangan cctv


"pa ini pakai bakal ada pemeriksaan dadakan hari ini,diluar sudah ada petugas.Di ruang cctv cuman bertiga gaada lagi pa?"


"Baik bu,iya bertiga"


"Baik kalau begitu"


gue pun keluar dan mempersilahkan petugas kesehatan masuk.


Selesai juga pemeriksaan di kantor dan gue pun kembali ke tempat gue.


"Kamu tolong buatkan saya ppt untuk meeting besok,ini materi nya"


"Baik"


Seperti nya gue udah mulai bekerja seperti karyawan lain.


jam istirahat pun tiba gue udah janji istirahat bareng dan benar saja dia sudah mengetuk kaca ruangan gue.


"Pa mau titip makanan? saya mau ke kantin"


"boleh rice bowl katsu 1,minumananya apa aja"


"oke"


Sekarang gue dan silvi berada di kantin.


"lii kobisa kemarin lu ditinggal di kantor"


"stt jangan kenceng kenceng"


"oke"


gue pun menceritakan secara rinci dari awal sampai akhir dia bisa pulang.


"Terus lu beli ini buat siapa?"menunjuk rice bowl milik dito


"Astaga gue lupa pasti dia belum makan,gue tinggal dulu ya"


"ohh oke"


Gue pun berusaha untuk mempercepat langkah sampai akhirnya gue sampai di depan ruangan gue dan dito.Gue pun masuk dan ternyata disana ada sara sedang duduk di shofa kantor sambil menikmati makan berdua.mereka pun menatap ke arah gue


"sini lii gabung bareng makan"


"pengen sih cuman kayanya dompet lii ketinggalan di kantin"


Gue pun kembali menutup pintu gamau gue liat keuwuan mereka terlalu lama.Nyesek banget dada gue astaga.


"kayanya gue harus ke air"


gue pun menuju ke air dan tidak sengaja bertemu dengan arya lelaki pertama yang gue kenal di kantor ini


"hay lii mau kemana?"


"ehh arya,Gue mau ke toilet.Ohh iya tadinya gue mau makan di ruangan cuman kayanya perut gue gaenak jadi ini buat lo" gue kasih aja ke arya dari pada mubajir


"ohh oke makasih nanti gue makan"


"yaudah gue duluan ya"


Gue pun saat ini sedang melihat muka sendiri di kaca toilet dan benar saja pipi gue merah panas gakuat gue mutusin untuk cuci muka padahal gabawa make up buat touch up.


Udah jam masuk kerja mungkin sara juga udah balik keruangannya pikir gue.


Gua bukain pintu nya ternyata sudah gaada dua duanya.


Gue pun kadang mikir salah kali ya gue mutusin buat terjun ke perusahaan serasa sakit hati mulu gue.Kali ini gue kembali menatap monitor leptop.


Dito masuk terus nyamperin gue.


"Mana pesenan saya"


"Lupa saya ga beliin,mau saya beliin sekarang?lagian kan sudah makan"


"gausah"membalikan badan kembali kemejanya


akhirnya pptnya selesai gue bisa renggangin badan.pas gue liat dito masih sibuk dengan pekerjaan nya.gue pun beranjak dari kursi untuk pulang.


"om mau pulang kapan?"


"kayanya saya lembur"


"mau nganterin lii dulu ga?tapi kalau cape gaapa apa gausah"


"kamu liat gimana?"


"ohh oke lii pulang bareng temen"


Kenapa sih dia sensi banget kayanya.Gue coba telpon vero aja kali ya.


Gue pun berjalan menuju pintu keluar.


...-vero anak 😈-...


"Halo ro lu dimana"


"dikantor kenapa gitu lii?"


"pulang jam berapa?gue mau nebeng pulang"


"kalau nunggu 15 menit gaapa apa ?gue bentar lagi selesai"


"oke siap gapapa gue tunggu"


Ga sampai 15 menit gue nunggu vero sudah datang aja dengan mobil silver.


"Lii ayo"


Gue pun nyamperin vero,Baru aja gue nyampe mobilnya.Vero keluar membukakan pintu buat gue.


"apaan si tumben lu"


Baru aja gue mau masuk dito keluar dari kantor


"ehh om dito katanya mau lembur"


Dia cuman senyum ke gue ga jawab apa yang gue tanyain,Terus melajukan mobilnya begitu saja.Gue pun masuk kedalam mobil vero dan mulai berjalan menuju rumah gue.


"Ro yang tadi itu dito yang gue sering ceritain"


"ohh itu orang nya,gue pernah liat sekali waktu kita di UNIK itu pun ga jelas.Ternyata ganteng juga ya pantesan lu suka"


"Ga gitu ro"


Gue Sendari tadi mikir kenapa dito tadi ya,bukannya dia bilang mau lembur.


"kenapa lo?"


"gue bingung tadi dito itu bilang ke gue mau lembur tapi kenapa pergi ya"


"ada urusan dadakan kali"


"iya juga ya"


Gue pun sampai di rumah .


"makasih ya ro,mau masuk dulu?"


"yoyo,lain waktu"


vero pun sudah menghilang dari pandangan gue.Gue kaget liat mobil dito sudah terparkir di rumah gue.Tapi pas masuk gue ga liat orang nya dimana .


Malam ini gue pergi nongkrong bareng silvi sembari ada yang mau dia ceritain ke gue.


Kita ketemu di tempat biasa gue nongkrong UNIK .Dan sekarang kita sudah berada di meja yang sama.


"jadi gimana vi"


"yang mana dulu nih,tentang sara atau dito"


"Dito aja deh"


"Jadi gue sama dito tuh cepetan gue masuk ke kantor.Terus ada penyambutan buat pa dito ya sama kaya penyambutan lo pas dateng.Dari dia masuk sudah ada kabar bahwa dia adalah calon nya sara.Awalnya si gue bodo amat ya sama kehidupan mereka cuman gue sering liat dito berlaku dingin dengan sara.malahan gue ga pernah liat dito nganterin sara pulang.kekantin pun selalu sara yang ngajak duluan"


"serius lu vi ?pas gue di kantor kelihatan nya mereka akrab banget nyampe kemarin gue liat mereka makan bareng"


"Oyah tapi sebelum lo berada dikantor mereka seperti itu"


"gue mau nanya,apa di kantor dito emang sedingin itu kesemua orang?"


"Iya dia selalu dingin pada siapa pun makannya anak anak kantor Sempet bertanya tanya yang calonnya dito itu lo atau sara karena sikap dito ke lo itu udah termasuk paling hangat paling beda"


"masa sih?"


"serius gue"


"Terus kalau tentang sara?"


"Sara itu wanita yang paling di kagumi di kantor bukan hanya cantik tapi dia pinter.Tapi semenjak lo datang gue rasa perhatian mereka semua pindah ke lo.Terus dia punya mantan di kantor namanya arya"


"arya,bagian keuangan?"


"yapp betul,dan katanya dia juga suka ke lo"


"waiyah ko gue ga ngerasa gitu,dia emang baik sih ke gue"


"Giliran gue yang nanya lo jawab yang jujur ya"


"oke"


"lo suka ya ke pa dito?"


Gue bingung harus jawab apa


"Iya gue suka"


"kan apa gue duga,terus terus"menjerit sejadinya


"suttt astaga,gue gatau suka atau kagum ke dia.Gue ngerasa perlakuan dia ke gue beda dengan perlakuan ke orang lain.Tapi kadang gue juga bingung sama dia,kadang bikin gue ngerasa gue itu milik dia tapi dalam waktu yang galama kadang kadang dia buat gue ngerasa gue itu bukan siapa siapa dia.Dan Gue juga bingung harus bawa perasaan ini kemana gue juga deket dengan sara gamungkin gue rebut dito dengan paksa ,Gue gamau jadi PHO.Ditambah umurnya yang udah mapan untuk menikah ga cocok dengan gue yang masih bocah"