
"udah lii gaada yang ditunggu lagi atau ka risa pun ikut" Dia tersenyum geram melihat gue
"udah"ucap gue semangat tanpa dosa
Kita semua pun berangkat menuju pasar malam yang jaraknya kurang lebih 1km.
Sesampainya di pasar malam woahh indah banget.
"Yaudah lii to makasih tumpangannya kita pergi dulu happiness ya"ucap sara sembari menarik mereka turun dari mobil terlebih dulu.
"lahh ko"
"Dadah lii"ucap lii
Dito menghela nafas dan menatap gue tajem banget.
"serem om"
"ayo"
Dito keluar dari mobil gue pun nyusul menyetarakan jalannya
"kenapa?kamu ngambek sama lii?"
"engga saya ga ngambek, cuman sedikit kesel"
sembari meraih tangan gue menyatukan jari jemari
"kenapa?"
"saya ga pernah nyuruh kamu ajak mereka"
"ohh iya maaf"
"udah gaapa apa ayo, kamu mau apa?"
"itu"Menunjuk pedagang aromanis
kita pun membeli aromanis,melempar kaleng yang akhirnya dapat boneka.Kita pun ga kalah seru manaiki berbagai wahana permainan dan berlari kesana kemari lainnya.Sampai sampai kita kelelahan dan duduk di sebuah kursi.Gue seneng banget malam ini.
"Bentar tunggu disini,saya mau beli minum"ucap dito
"oke"
Gue pun menunggu di kursi,sudah hampir setengah jam dito belum juga kembali.Gue pun nyoba nyari teryata gue liat dia sedang dengan seorang perempuan,gatau perempuan itu siapa dia kelihatan menangis.
Gue kembali ketempat gue tadi duduk,gue gamau dito tau gue melihatnya tadi.Beberapa menit kemudian dia datang membawa 2 botol minuman.mukanya seakan terlihat pura pura tersenyum didepan gue.
"Ini maaf lama,tadi gue aga susah nyari minuman yang ga beralkohol"
"its oke santai aja"Gue kesel sebenarnya kenapa dia harus bohong,kenapa ga ngomong apa adanya .
"mau kemana lagi?"
"emm terserah aja deh"
"ga seru kayanya kalau belum liat bali di atas,kita naik kincir angin"dito menarik lengan gue.
Kita pun mengantri untuk naik dan akhirnya kita sudah masuk kedalam.
"Woahh bali indah banget kalam dilihat dari atas"gue tersanjung dengan keindahan malam bali
"Ini belum seberapa,nanti kita akan berhenti di paling atas"
Dan benar saja kita berada tepat di paling atas
"woahh,Kita foto yu" ajak gue.
Tiba tiba dia mengambil handphone gue dan ini hasilnya.lucu si tapi gaada pemandangan yang terlihat disini hanya ada muka gue dan dito.
"Lii boleh saya melu kamu?"
Gue mengguk dan dia entah kenapa memeluk gue erat banget.terdengar suara dia pelang sekali 'maafin saya' gue ngangguk aja entah kenapa dia minta maaf.Dia pun melepas pelukannya dan mencubit hidung gue.Gatau gue kenapa serasa berprilaku aneh dan gue ngerasa dia menjadi dito yang manis.
kitapun sampai di tepian dan kembali turun ke tanah.
"mau pulanng?"tanya nya
"ayo,oiya arya,sara,sama silvi dimana ya?"
"Coba kamu chat"
"ahh ini silvi ada nge chat katanya mereka pulang duluan"
"ohh yaudah ayo"
"Bentar lii kayanya pengen ke toilet,kamu tunggu di bangku tadi kita duduk ya"
"gaakan di anter"
"gausah"
Gue pun mencari toilet dan ternyata ada, tapi tiba tiba ada seseorang yang menarik gue.Dia perempuan berparas cantik.
"Maaf saya ngagetin kamu"
"ohh gaapa apa,kenapa ya ka"
"kenalin saya amora"
"lintang" Gue berjabatan dengan dia
"Boleh"
"Apa hubungan kamu dengan dito,calon suami saya"
Hah dito calon soaminya?sebleng kali ya ini orang cantik cantik baru kenal udah ngaku ngaku calonnya dito.atau emang perempuan yang gue liat tadi itu dia?
"Dia teman kerja saya"
"Sekedar itu?Saya liat kalian berpelukan di kincir angin.jangan coba coba kamu menggodanya Sebentar lagi kita akan menikah"
"Dia yang memeluk saya bukan saya yang memeluk dia,saya ga pernah menggoda orang lain"
"Gamungkin dia orang yang sangat dingin ke perempuan dan dia hanya bisa memeluk saya"
"maksud kamu saya menggodanya?"
"Seperti nya begitu,jangan pernah kamu deket deket lagi sama dito"
Dia pergi ninggalin gue,sialan bikin emosi aja itu orang.Gue pun ke air dan kembali menuju dito.
"udah? yu"
gue ngangguk dan memutuskan untuk pulang,dimobil gue berpikir apa alasan dia untuk membatalkan perjodohan dengan sara ternyata wanita itu?bukan gue?
"kenapa kamu dari tadi saya lihat lihat jadi murung setelah di toilet,terjadi sesuatu sama kamu?"
"engga ko lii cuman cape"
"serius?"
"serius,omm lii boleh nanya?"
"boleh"
"nama mantan om yg gagal nikah itu siapa?"
"Amora, kenapa emang?"
muka dito kelihatan aga gugup
"engga,lii mikir pasti dia sekarang lagi inget sama kamu karena sekarang harusnya kalian sudah sah"
Dito tidak menjawab apapun dia hanya fokus menyetir.Sampai akhirnya kita sampai di hotel
"Lii sini dulu"
Gue pun yang tadinya sudah di depan pintu kamar gue tinggal masuk,guepun kembali ke dito.Dito memegang pipi gue, mendekat kan ?mukanya ke muka gue.
"kamu mau ngapain?,lii kekamar dulu takut ada yang liat"
Gue pun melepaskan tangan nya dan kembali masuk ke kamar.Gue gamau jadi perusak hubungan orang lain apa lagi ini mau menikah.
ternyata silvi belum tidur.
"Asik yang,lah lo kenapa nangis lii?"
Gue meluk silvi seerat eratnya.
"Dito ngapain lo?dia ninggalin lo kaya di kantor?"
Gue gabisa ngomong gue cuman menggeleng kan kepala gue.
"terus lo kenapa?"
Gue melepas kan pelukan dari silvi
"Gue gue tadi ketemu amora"
"Siapa amora?"
"Dia bilang dia calon nya dito"
"Terus lo percaya,siapa tau dia cuman ngaku ngaku aja "
"Gue nanya ke dito nama orang yg sempet mau menikah sama dia namanya siapa dia jawab amora,gue juga liat mereka bercengkrama tersenyum saat dito beliin gue minum.dan dia nyuruh gue jauhin dito"
"Tapi lo juga harus positif tingking mungkin cewe nya masih berharap tapi gatau kan dito nya buktinya dia deketin lo makannya dia suruh lu jauhin dito biar dia bisa masuk lagi ke kehidupan Dito"
Bener juga ya kata silvi kenapa gue lebih percaya ke orang baru ya?ketimbang sama dito yang hidup bareng.
"makasih ya otak gue jadi kebuka luas buat mikir"
Silvi tersenyum melihat gue
"Udah tidur besok kita keliling lagi"
Gue mengangguk dan mencuci muka lalu tidur.Gue mau minta maaf pagi ini ke dito.
Pagi ini gue bangun dan udah niat buat nyamperin dito untuk meminta maaf.
Gue keluar dari kamar dan ternyata dito ada di balkon depan hotel gue.
"lii" dia nyamperin gue
"Lii gue mau minta maaf,waktu malem gue ga maksud buat nyium bibir lo,gue cuman mau nyium kening lo dan biasanya lo ga marah"
ehh dia kira gue marah gara gara semalam tolil banget si dia dan ternyata kalau dia ngomong pake gue lo kesannya lebih muda ya
"ehh gaapa apa ko,gue yang harus nya minta maaf,malem mood gue tiba tiba ga baik makannya marah marah ga jelas maaf ya"
dia mengangguk memegang kepala gue