
Masih terdengar samar-samar dito keluar dari kamar gue membuka pintu dengan perlahan.
Paginya gue bangun gue liat ada lelaki di pinggir gue,mata gue masih samar samar melihat.Dia memegang kening gue
"om dito?"
biasanya dia yang sering megang kepala gue,pas mata gue mulai jelas melihat ternyata bukan dito yang ada dengan gue saat ini
"kenapa lo?ngarep dito yang ada buat lo saat ini?"
"Bukan gitu maksud gue ro,jangan marah dong"
"siapa yang marah,ayo duduk makan dulu.kalau lo belum makan gue gaakan pergi dan nanti gue bakal telat datang ke kantor"
gue pun mengangkat kepala gue dan sakit banget rasanya Sampai gue sedikit merintih kesakitan dan emang kepala gue serasa berat.
"ehh sakit?"
gue mengangguk
"Gue bantu"
vero bantu gue duduk bersandar di kasur
"yaudah makan"
gue melihat tangan gue yang kiri ada infusan yang kanan kayanya buat ngangkat tangan sendiri juga ga kuat,lemes banget.
"kenapa?"
"tangan gue lemes,buat ngangkat ke atas juga gue gaakan bisa apalagi megang sendok sama mangkok"
"Aaa"
dito menyuruh gue membuka mulut,dia sahabat gue terbaik.
Buburpun akhirnya habis gue santap
"ohh iya lo ga sarapan"
"udah tadi gue sarapan bubur ayam di pinggir jalan,terus inget lo lagi sakit jadi gue kesini dulu"
"ohh makasih ya"
vero mengangguk
"nyokap bokap gue kemana?"
"bokap lo udah pergi tadi kalau nyokap lo tadi nitipin ke gue katanya mau beli sayuran dulu"
"ohh yaudah lo berangkat kerja udah siang gue gaapa apa sendiri"
"gue berangkat pas ibu lo pulang"
"oke,kalau perlu lo jangan berangkat kerja temenin aja gue disini"
"gila lo,ohh iya lo udah liat grup kelas?"
"gue ga buka buka handphone,ada apa?"
"jadi buat angkatan kita itu udah fiks gaada un dan nilai nya itu di ambil dari tugas semester 1"
"oyah?serius lo"
"iya, perihal wisuda masih di diskusiin dan kemungkinan gaakan ada"
"buset,serasa ga sekolah SMA gue.Jadi kita tinggal nunggu surat kelulusan sana ijazah?"
"heem,ahh itu ibu lo udah pulang gue berangkat kerja dulu.Lo istirahat ya"
"iya sahabat gue terbawel, hati hati di jalannya"
vero pergi dari hadapan gue melambaikan tangan.
Gue denger dia pamitan ke bunda
"tante,vero berangkat kerja dulu"
"iya nak makasih ya, sering sering main ke sini biar lii ga jenuh sendiri di kamar."
"iya siap tante, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Sepertinya vero pun sudah pergi pasti bakalan gabut banget gue di kamar sendiri.Gue scroll scroll ig sampai akhirnya siang bunda masuk kamar gue bawa makan
"nak bunda masuk"
"iyaa bunda"
"Gimana enakan?"
"Masih gini gini aja bun belum kayanya"
"Yaudah,makan dulu terus makan obat"
"bunda suapain ya "
"makan sendiri"
"aduh tangan lii sakit lemes banget"menjatuhkan hp ke kasur
"akting kamu tuh yaa,yaudah"
akhirnya gue sudah selesai makan tapi aneh nya bunda ga pergi tetep duduk di kasur.kayanya bunda mau nanya sesuatu ke gue
"Pasti bunda mau cerita ya"
"engga nak bunda mau nanya"
"nanya apa bun"
"kamu itu sama nak dito pacaran?"
seketika nyesek banget gatau harus jawab apa.
"engga ko bun kata siapa?"
"engga,bunda liat liat kalau iya ga pacaran kalau lagi akur sweet banget tapi kalau lagi dateng gatau kenapa bunda liat kamu lebih murung.Atau kamu suka ke dito?"
"heem lii suka tapi bunda jangan bilang siapa siapa ya termasuk ayah"
Bunda mengangguk
"Bunda ngerti itu hal wajar bunda juga pernah muda kalau ada apa apa kamu cerita bunda ya"
"iya bunda"
"janji"
"janjiii"
Bunda sosok ibu yang ngerti sama anak nya dia juga ibu sekaligus teman terbaik karena emang dari dulu ga pernah punya temen perempuan apa lagi kaka perempuan.
Bunda ninggalin gue sendiri di kamar sampai sampai gue gatau kapan gue ketiduran.Tidur paling ga enak yang gue rasain biasanya bangun tidur gue fress seger gituu sekarang bangun tidur badan gue makin lemes aja.Rasanya gue pengen makan pedess terus air dingin asem seger kayanya.
Gue akhirnya makan beberapa buah bawaan temen temen dan vero kemarin.
"Ahhh hidup gue monoton banget sihh"menghela nafas
wah wahh gue denger bunda lagi ngobrol sama siapa tuhh,ahh tapi ga terlalu berharap deh takutnya kaya kemarin.
tuktuktuk
"Tebak gue siapa?"
"vero,gue tau suara lu"
"salah,gue iqbal cjr"muncul di balik pintu
"Apaan sih anak tuyul,iqbal cjr sama lo itu kaya kerak bumi sama langit.Jauhhhh"
"ahh lu mah bikin sadar diri aja"
dito menarik kursi di meja tempat bercermin,dan duduk di samping gue
"asik bawa apa tuhh"
"puding dari ibu gue"
"ahhh makasih dari gue"
"Ibu sering nanyain lo yaudah gue jawab sakit ,tadinya bunda mau ikut ke sini cuman ga jadi "
"yahh ko ga jadi"
"Ada tamu tadi"
"ohh iya tumben lo udah pulang"
"udah lah ini udah jam berapa neng nong jam set 5"
"oyahh?gue belum mandi dari pagi"
"pantesan bau"
"Bodo ahh,ehh iya bunda mana ya? infusan gue mau abis"
"Bentar gue panggilin"
akhirnya bunda datang gantiin infusan gue,kita ngobrol bertiga .
"vero gimana ibu kamu sehat?"
"Alhamdulillah Tante,tadi mau ikut ke sini cuman ada tamu jadi ga jadi"
"iya ajak dong sini, Tante juga udah lama ga ketemu"
"iya tante kapan kapan vero ajak"
"Tante itu dulu pas jaman sekolah temenan deket banget sama ibu kamu terus kita pernah suka ke orang yang sama sampai marahan lucu emang jaman sekolah.sekarang turun ke kalian yg ternyata sahabatan juga"
"Kayanya seru ya bun punya sahabat perempuan pas SMA"
"Seru ga seru kalau temenan sama perempuan lagi ya masalah nya kalau suka kecowo pasti ada aja yg sama, tapi kalau sama cowo juga ada kurang nya bisa aja salah satunya jatih cinta"
seketika gue dan dito saling tatap tatapan
"kenapa kalian,atau jangan jangan kalian juga gitu?"
"euh engga ko bun ,ya kan vero"
"apa gue ga ngerti lo ngedip ngedip lu cacingan?"
"nah lohh siapa yg suka duluan"
"lintang tante dia suka ke vero emang sih kan vero itu ganteng tapi gamau ahh lii nya cengeng"
"apaan sih lu kebalik kali"
Bunda ketawa ketawa liat gue dan vero ,kita sedang bercanda bertiga di kamar.Ternyata ada orang yg Sendari tadi melihat kita bergurau.sangkin asik nya kita ketawa sampai ga sadar ada orang di pintu.
"maaf tante saya main masuk tadi saya denger orang ketawa jadi saya masuk mungkin salam saya ga kedenger"
"nak dito?ohh gaapa apa sini masuk"
seketika hening gue,bunda,dan vero melihat ke arah dito.gue kaget banget akhirnya dia ngelongokin gue.