
Hari ini adalah H-3 kita di bali.Kita semua akan mengunjungi tempat peribadahan di bali.Kita akan pergi ke pura taman baji dan klenteng caoweng .
"Oke semuany sudah siap?"
"udahh "
Akhirnya kita pun sampai ditujuan.
"Kalian boleh berpencar tapi nanti pulang semua nya harus di sini lagi"
"oke om"
Gue,dito,arya,silvi,sara dan satu temannya kita gabung untuk melihat lihat pura disana.
"Ohh ya dulu disini hanya di gunakan oleh keluarga kerajaan saja lohh dan itu klenteng caoweng biasanya digunain untuk perayaan hari Imlek dan Waisak."
Pas gue berhenti ngomong ternyata mereka semua sudah ngeliatin gue ngangan.
"woahh"Berbarengan sambil bertepuk tangan
Gue jadi malu.
kita pun berpencar yang pada akhirnya nyisain gue,dito dan silvi.
"kita duduk disana dulu yu pegel gue"
mereka pun mengangguk dan akhirnya duduk juga setelah dari tadi berjalan jalan.
"Bentar kayanya gue pengen ke air dulu deh"ucap silvi
Dia pun pergi ke kamar mandi,Gue ga sengaja liat nyokap bokap gue lagi selfie Bahagia gue liatnya.
"kenapa lo senyum senyum?"
"Liat nyokap bokap masih sosweet kaya abg"
"Masih kecil jangan ngehalu nikah dulu"
"siapa yang ngehalu nikah,gue cuman mikir apa gue bakal seperti mereka nanti"
"Pasti,gue percaya itu"
"seyakin itu?"
Dia memerik bunga khas bali di pinggir, memakai kannya ke telinga gue sambil bilang
"Iya seyakin itu gue"
Jantung gue berdegup kencang ga beraturan.
"Dari pagi lo manggil lo gue ke gue tumben"
"kasar ya?emang gitu kalau gue udah ngersa srek kalau udah deket pasti ngomong gue ginih.Dan kebetulan juga mood gue bagus banget dari pagi."
"Ohh gitu gue kira lo mulai ga suka sama gue makannya lo bilang pake lo gue"
"Tapi ttp di kantor kita balik lagi ke luang lingkup kerja gaada lo gue gaada om"
"oke oke,tapi gue kalau sama silvi suka lo goe gaapa apa"
"Terserah lo"
"Iyaa iyaa gaada lo gue dan om,kalau gue ngomong sama kamu.sopan ga sih lii manggil lo gue,lii lupa kalau kamu udah tua"
"Gapapa santai aja,emang kamu tebak muka saya muka umur berapa?"
"emm kalau lagi senyum senyum keliatan beda 1 atau 2 tahun tapi kalau datang marah marah terus dingin muka nya kaya beda 10 tahun"Ketawa gue
"kelas 12 berarti umur kamu baru 18 tahun ya?masih bocah banget teryata"
"yap betul,ya engga lah udah dewasa"
"Ternyata muka gue yang sepadan sama umur saat gue marah ya, berarti gue harus marah marah terus biar keliatan umuran"
"What?serius beda 10 tahun?"Gue melohok ternyata bener gue suka sama om om asli
"kenapa kaget?"
"Bohong ya om?"
Dia mengambil dompet di sakunya dan mengeluarkan ktp nya dan nunjukin ke gue
"percaya?"
Gue mengangguk ternyata benar kita beda 10 tahun.kalau gue itung itung gue gapyear 1 thn terus kuliah kedokteran itukan s1 nya aja 6-8 tahun terus gue ngebangun rumah sakit dan jadi dokter disana selama 2 tahun baru nikah,
jadi nanti gue nikah 18+1+6+2 \= 27 tahun gue nikah pait paitnya 28+1+8+2\=30 tahun yang artinya kalau gue nikah sama dia, dia umur 37 atau 40 tahun kalau nikah sama gue.kepala 4 woyyy.
Silvi kembali dari toilet,kita pun kembali jalan jalan di sekitar sana sambil mikir kalau gue dan dito beda 10 tahun.Gakumaakaan cuy emang tante risa juga cantik sih jadi penasaran orang tuanya gimana?
Akhirnya kita pun memutuskan untuk melanjutkan kembali ke pantai dan sebagian kembali ke hotel.Kita mengobrol bersama
"ayo"ucap mereka
gue dan mereka jalan jalan di tepian pantai sore kita pun duduk di pasir.
"gimana hubungan lo sama dito?" tanya sara
"Baik baik aja,tapi lo udah tau umur dito yang sebenarnya itu berapa sih?
"gatau gue,emang kenapa?"
"percaya ga kalian kalau Dito umur 28 tahun?"
"engga"jawab mereka berbarengan
"Tapi tadi dia nunjukin ktp nya dan bener gue itung 28 jadi beda 10 taun sama gue?"
"what serius lu lii?"tanya silvi kaget
"Heem,lagian kan dia udah pernah mau nikah juga tapi gagal berarti emang udah tua"
"woahh serius lo dito pernah gagal nikah?"jawab silvi
"iya dito pernah gagal nikah di Australia"jawab sara
"Terus gimana lo masih mau sama dito?mending jangan deh kata gue mending sama vero dia baik ko gue kenal dia dari SMP"
"apaan si lo,gatau gue tapi ini soal hati bukan umur gue tuh ngerasa dia satu satunya orang yang bakal jadi masa depan gue"memandang ke arah dito emang dia tuhh astaga bawaannya pengen nikah .
"lebay lu"jawab silvi
udara semakin dingin langit pun mulai gelap gue ngerasa tubuh gue mulai gatal gatal idung gue juga panas
"kayanya gue harus ke mobil dulu deh bentar ya"
"oke"
Gue niat ngambil obat di tas gue yang gue simpen di mobil.ternyata mobilnnya di kunci
"sialan"
gue pun menghampiri dito dan arya
"boleh gue pinjem kunci mobil mau ngambil barang di dalem"
"nih tangkap"
gue pun kembali ke mobil nyari obat yang biasa gue minum.kayanya udara bali ga cocok sama gue hampir tiap hari gue minum obat.
"lahh mana ko gaada sihh"sambil mencari ke celah celah tas gue.
"nyari apa lo"suara dari belakang gue yang ga lain dito
"nyari obat alergi gue,badan gue gatel gatel"
"sini gue bantu"
Niatnya si bantu malah bikin sempit.
"yahh gaada kayanya di hotel"
gue meyerah udah ke ubek semua tetep gaada
"yaudah lo pake jaket gue atau mau balik ke astaga kenapa muka lo merah merah"
Dito yang sendari tadi mencari obat baru sadar pas liat muka gue yang mulai merah bentol kaya peta Indonesia.Dia megangin pipi gue
"panas banget"
"yah iyalah kan bentol jadi merah dan panas"
"Baru tau gue alergi dingin gini"
"kulit gue masuk ke kategori kulit aneh,liat deh"gue duduk di kursi mobil menghadap dito yang berdiri di pintu mobil.
"mau ngapain?"
Gue mengambil ranting pohon kecil di bawah menulis nama DITO di tangan gue.
"terus"
"Bentar"gue tiup tiup kulit gue yang tadi sudah dituliskan nama
"nihh"
"wahhh ko bisa timbul nama nya?"
"makannya kulit gue masuk kategori kulit aneh"