Now

Now
BAB 32 - Dito sakit?



"ohh kamu ambil di meja aku boleh?aku buru buru aku mau nganter dulu dito pulang katanya gaenak badan"


"ohh iya"


gue liat Handphone gue di tangan gaada chat atau Miss call dari dito padahal gue tadi nawarin diri buat nyuruh dia pulang.gue pun buru buru ngambil berkas di meja dan kembali ke ruangan gue bener saja gue liat dito dan sara keluar dari ruangan.kesel banget gue


"maksud dito sama sara apa sih"membanting berkas ke meja kerja dito


gue gamau ngechat dito walau gue hawatir sebenernya.Ternyata bunda salah buktinya kalau dito suka ke gue mungkin dia bakal nelpon gue bukan sara.Padahal baru semingguan gue gaada di kantor mereka udah kembali akrab aja malah jauh lebih akrab


"Bodo ahh males gue mending ke kantin makan sepi kayanya ehh engga deh kayanya gue ngajak silvi aja deh sambil nanya kelanjutan kasus sebelum gue sakit"


...-silvi-...


^^^"vi istirahat gue tunggu di kantin ya?"^^^


"lu udah masuk kerja?bentar bentar beres sebentar lagi juga gue langsung ke kantin"


^^^"nahh boleh boleh"^^^


Gue pun pergi ke kantin menunggu silvi datang.Lumayan lama sih gue nunggu sampai akhirnya tu anak muncul


"ahh lii gue kangen"


"samaa"


"gue mau nanya kasus dito"


"ohh masih mau nyelidikin ?"


"emang yang lain udah ga nyelidikin?"


"Bukan berhenti si tapi kayanya gue tau siapa orangnya"


"siapa?"


"gue dan arya si nyangka nya sara dalang di balik ini semua"


"ko bisa ga mungkin deh"


"lo gini deh mikirnya dia antusias banget setiap mau bahas kasus ini dan dia bisa nyeritain secara rinci kasus ini dan lo tau ga?semenjak lo sakit sara gantiin posisi lo sebagai sekertaris nya dito .Bahkan gue liat semenjak lo sakit sara lebih deket dengan dito"


"jadi motiv dia buat ulah ini tuh biar gue jauh sama dito"


"yapp kayanya si gitu,gue denger denger mereka juga akhir akhir ini sering terlihat berdua bahkan pulang pun bareng"


"serius?pantesan dito gaada jenguk gue,ada sih cuman sekali dan tadi gue liat sara nganter dito pulang katanya sakit padahal gue lebih deket sama dito"


"kann kann "


"Dito tau dalang di balik ini semua sara?"


"engga lahh"


"gue ga nyangka gue kira sara bener bener berubah ke gue ternyata lebih parah"


"sabar ya lii,pulang nya lo mau longok dito?"


"kayanya engga"


"kenapa?lo harus buktiin ke dito lo baik baik aja ayo dong semangat lo belum kalah sara belum sepenuhnya ngambil dito dari lo"


"Tapi gue gatau rumah dito yang sekarang"


"bego banget si lu,kan lu deket sama kaka nya lo bisa tanya dia"


"iya juga gue chat aja kali ya"


"woyy parah ga ngajak gue "


arya menggebrak meja gue dan silvi


"astaga gue kaget"


"bicarain apa nih"


"soal sara sama dito"


"ahh si brengsek itu"


"Niatnya gue sama lii hari ini mau longok dito dia sakit lu tau rumah nya"


"tau sih gue pernah liat dia pulang"


"nahh good"


"luu ikut ya kita pulang nya ke rumah dito"


"siapa aja?"


"gue sama lii berdua"


"si sara ga ikut?"


"udah duluan dia nganter dito pulang tadi"


"sialan,gue ikut"


kita pun mengobrol sampai sampai gue lupa chat vero yang belum gue buka.keburu tertarik gue sama obrolan silvi


...-vero anak 😈-...


"udah makan?"


"Belum istirahat ya kamu?"


^^^"udah,maaf tadi aku di kantin bareng silvi jadi ngobrol ga liat handphone"^^^


"ohh gitu yaudah lanjut aja ngobrol nya"


^^^"kamu udah makan?"^^^


"Belum"


^^^"lahh kenapa belum ?makan dulu gih"^^^


"iya bentar lagi makan "


Ngerasa aneh pasti ada ya biasanya bilang lo gue sekarang aku kamu.


"chatan sama siapa sih asik banget"


"engga tadi temen nanyain itu ijazah"


"ouh"


"oke,nanti ketemuan di parkiran"


"gue ga bawa mobil"


"sama"


"gue bawa"


"oke bay"


Gue pun kembali ke kantor gue juga bingung mau ngapain kayanya gue ga guna banget ya di kantor,kalau ga di suruh ya gue ga minta tugas.


...-vero anak 😈-...


"nanti pulang kerja aku jemput ya"


^^^"emm maaf aku mau jenguk dulu temen kantor sakit"^^^


"ohh yaudah gaapa apa besok besok aja"


"kenapa biasa pegang handphone di jam kerja?"


^^^"kapan aja bisa aku kayanya jarang banget aku kerja di kantor pegang leptop seharian."^^^


"lagian anak bos mau kerja jadi bawahan"


^^^"kamu juga gitu, ko kamu bisa pegang handphone"^^^


"paling bisa ngebalikin pertanyaan"


"baru beres ngerjain ini lagi makan"


^^^"yaudah lanjut makannya aku mau tidur dulu"^^^


"bisa ya gitu 🤣"


^^^"bisalah anak bos🤣"^^^


Hari ini kayanya gue sia sia datang ke kantor cuman numpang tidur,makan,terus liat ke uwuan sara sama dito.


akhirnya gue keluar dari kantor gue nunggu silvi dan arya di parkiran.super lama banget gatau gue yang terburu buru keluar kantor.


"lii,arya belum kelua?"


"belum"


Gue dan silvi pun tinggal menunggu kedatangan arya dan ga lama arya pun datang.


"sorry,lama nunggu"


"lama banget"


"yaudah ayo naik"


kita pun naik ke mobil arya


"ya nanti berhenti dulu deket yang jual buah ya"


"oke"


kita pun mampir ke yang jualan buah membeli beberapa buah untuk di bawa ke rumah dito.


sampai akhirnya gue sampai gue liat mobil dito yeng terparkir di depan gerbang rumah nya


"kalau gasalah gue liat ini rumah nya dito"


"iya ini,itu mobilnya dito"


kita pun keluar dan mengetuk pintunya


tuk tuk tuk


pintu pun terbuka dan ternyata sara yang buka pintu,jadi dia ga pulang pulang dari pagi di rumah dito?


"ehh kalian ayo masuk"


sara mengarahkan kita ke kamar dito gue liat dito yang tertidur.


"dito kayanya kelelahan gue ajak ke rumah sakit pun gamau"


"ohh gitu,yaudah gue titip ini buat dito takutnya ngeganggu dia tidur.kalian mau disini?gue duluan ya"


rasanya gakuat gue liat dito terbaring di kasur tapi gue ga bisa bantu apa apa.udah ada sara yang selalu siap siaga ada di sisinya.


"ehh lii serius mau pulang?"


"baru juga nyampe lii"


"emm gue ada perlu dulu gue baru inget"


"penting banget urusannya?"


"ga juga si tapi dari pada ganggu tidur kan gaenak lagian udah ada sara disini"


"apaan si anak kecil berisik banget suaranya"


Dito ternyata kebangun


"tuhh kan gue ganggu dia jadi kebangun gue pulang dahh bay"


"Tunggu,diem di tempat balik kanan.kesini"


gue berbalik


"boleh kalian keluar dulu sebentar"


"ohh boleh"


"tapi"


silvi dan arya menarik sara keluar


"sini anak kecil malu malu mereka udah keluar"


gue mendekat ke dito


"sini duduk"


dito nyuruh gue duduk di pinggir kasur,gue pun duduk gue bingung harus ngomong apa


"kenapa sakit maksain masuk kerja?"


"kamu khawatir?"