
Akhirnya kita naik ke permukaan
"lo ga apa apa?"Dito memegang pipi gue
"Gaapa apa om"
Kita pun di jemput kapal untuk naik .
"sara kenapa lo lepasin tangan lii?"
"Gue ga lepasin tangan nya,tangan dia yang justru lepasin gue"
"Jelas banget gue liat lo lepasin tangan lii,lu ga denger kata bapa bapa tadi saat jatoh lo gaboleh lepasin tangan lo"
Semua kaget dengan marah nya dito,gue juga baru liat dia marah.Sara tertunduk,saat kapal layar sampai di tepi sara langsung turun begitu aja meninggalkan kita.Gue pun mencoba mengejar
"mau kemana?"tanya dito
"lii susul dulu sara,lii ga enak bentar ya"
Gue pun nyari sara dan dia ada di kursi lagi nangis.Gue samperin,duduk di sebelah nya.
"ka sara maafin lii,lii gamaksud gitu dan lii gatau kalau om dito bakal marah"
"Harusnya gue lii yang minta maaf ke lo,gue hampir saja nyelakain lo tadi"
"Lii gaapa apa ka sara"
"Ternyata bukan lo yang ngejar dito,tapi dito yang ngejar lo.gue egois li cuman mikirin hati gue padahal kalian saling suka.Gue sempet marah sama lo,kesel karena kenapa lo ngehianatin gue, pertama kali gue dihianatin temen sendiri.Dito kemarin kemarin mutusin perjodohan nya sama gue jadi lo bisa perjuangin dia"
Ternyata bener meraka batal di jodohkan
"maafin lii ka sara,ka sara masih mau kan temenan sama lii?"
"Tentu aja,sini"dia meluk gue "maafin gue lii ya"
gue mengangguk.
Kita pun kembali ke tempat mereka berada.
"Dito maafin gue ,habisnya gue kesel kenapa lo batalin perjodohan kita"
Dito menengok ke gue terus gue mengangguk
"Oke gue maafin,maaf juga gue udah ngebatalin perjodohan nya tiba tiba"
"oke gaapa apa"
"asikk sehubungan semuanya udah damai,arya terkatir kita makan"
"gowww"seru semua orang
"ko gue"
"udah ayo" dito merangkul arya ke tempat makan
Kita pun selesai makan
"jadi siapa nih yang bayar?"tanya silvi
"gue punya ide,mba mba"Gue manggil pelayannya "Apa di sini bisa pembayarannya menggunakan kartu?"
"Bisa mba"
"kumpulin atm kalian sini sini"Gue kumpin atm nya gue kocok terus menjajarkannya di meja "kartu yang di ambil mba nya berarti dia yang bayar,silahkan mba pilih"
semuanya tegang termasuk mbanya yang mau ngambil.
"ini"menunjuk satu buah kartu
"yeayyy"semuanya kegirangan
"udah lah arya lu ikhlasin udah emang harusnya lu yang bayar"ucap sara
semua orang tertawa, Akhirnya dito pun membayar semuanya. Kita lanjut berjalan jalan di tepian pantai,Dan duduk ditepinya.
"Bentar ya gue ngangkat dulu telpon" ternyata vero yang nelpon gue
"Hallo ro kenapa"
"udah nyampe ternyata,gue kira masih di jalan"
"Udah lah,pinggang gue nyampe sakit ternyata jauh juga ya"
"Iya lah lo pikir dari bandung ke jakarta deket"
"Gaakan nyusul lo kesini?"
"Gaakan,ehh iya gue cuman mau nanya itu aja.Dah babay nikmati liburan nya"
"Oke babay"
"siapa lii?"tanya arya
"Vero temen sekolah"
"Temen demen"
"apaan sih om sirik aja"
semuanya Tertawa,Kita pun memutuskan untuk kembali ke vila.Semuanya masuk ke kamarnya masing masing untuk membersihkan dirinya masing masing.Gue dan silvi bergantian untuk mandi kita pun menonton berdua.
"Lii gue penasaran kenapa tadi sara eling lu ngomong apa ke dia,diceramahin?"
"ya engga lah mana bisa gue ceramah,dia minta maaf ke gue dan gue juga minta maaf ke dia.Ohh iya ternyata dia nambah kesel ke gue karena dito kemarin kemarin mutusin perjodohannya dia kira gue yang ngegoda dia jadi dia marah sama gue tapi dia katanya liat tadi ternyata dito yang ngejar gue"
"kan gue bilang juga dito suka ke lo dari gerik geriknya juga keliatan"
"masa sih?"
"Serius"
Gue mulai ngerasa bosan di kamar yang Sendari tadi silvi hanya tertidur pulas di kamar padahal baru jam 8.Gue pun memutuskan untuk nyamperin bunda ke kamarnya
"Bun bunn"
Pintu nya pun dibuka oleh ayah
"Ayah sama bunda masih ngedem aja di kamar kapan liburannya"
"Bunda masih cape ,nanti besok kayanya baru bisa jalan jalan"
"hemm tadinya lii mau ngajak jalan jalan di depan"
"Temen kamu mana?cape katanya mau tidur dia,yaudah gaapa apa babay bun"
Gue pun keluar duduk di balkon.
"ngapain kamu anak kecil malam malam sendirian di luar?"
"sini om,temenin lii"
Dia pun duduk pinggir gue.
"Kenapa kamu tadi tiba tiba ngehindar dari saya"
"Engga juga"
"Bohong banget"
"Iya tadi lii ngehargain sara yang suka sama om"
"kayanya kamu ga kaget tau saya di jodohkan"
"Udah tau dari bunda,udah lama.Itulah kenapa sara marah ke lii dia kira lii deketin om"
"Udah saya duga sebelumnya,kamu mau tau kenapa saya membatalkan perjodohan?"
"kenapa om?"
"Sebelum saya kembali ke Indonesia,saya di Australia mau menikah.Harusnya besok saya resepsi tapi semuanya sudah gagal sebelum itu terjadi"
"om kabur ga tanggung jawab?"
"Dengerin dulu anak kecil"
"iya lanjut om"
"Saya pertama kali serius dengan orang,Saya kira dia bakal jadi perempuan terakhir bagi saya.Ternyata takdir berkata lain padahal semuanya sudah di rencanakan,tanggal sudah di tentukan,gaun pun sudah di booking namun Entah kenapa tiba tiba orang tuanya tidak merestui hubungan kita padahal sebelumnya mereka merestuinya.Undangan pun kita udah sebar, gabisa saya tetap disana padahal ka risa dan orang tua saya udah nyusul saya kesana makannya saya malu saat orang tua dia datang ke apartemen saya dan membatalkan tanpa sebab.Makannya orang tua saya nyuruh saya kembali ke Indonesia dan karisa mengajak saya bekerja di kantor papa kamu.Dan saya belum siap untuk dekat dengan sara"
"Pantesan ,Tapi lii salut om bisa setegar ini"
"satu yang harus kamu tau,saya hanya bisa bercerita dengan orang yang bisa bikin saya nyaman dan saya percaya"
"lii?"
Dito menatap wajah gue dan menyerongkan senyumnya.
"Pikir aja sendiri,mau jalan jalan ke depan? nyari makanan apa gitu"
"Boleh ayo"
Sebenernya gue masih bingung dengan perkataan dia tentang orang yang bikin nyaman,itu maksudnya gue?
Gue pun jalan jalan di depan deket hotel bareng dito.Lumayan aga jauh dari hotel kalau jalan menuju tempat kuliner.
"masih jauh om?"
"Bentar lagi juga nyampe"
"Ayo"menarik lengan gue dan mempersatukan jari jemari nya dengan tangan gue,Gue rasain tangan nya dingin banget.