Now

Now
BAB 31 - Dilema



gue ngikutin langkah vero dan sampai lah kita di sebuah rumah duduk jendela.Gue liat bapa Sumarto sedang duduk membereskan sebuah kardus.


"assalamualaikum bapa"


"Ehh nak vero,ini siapa nak?"


lohh ko kenal mereka


"aku yang tadi pagi hampir nabrak bapa"


"ohh iya pantesan bapa serasa pernah liat,ayo masuk"


kita pun masuk ke rumah dan langsung terlihat sosok 2 anak yang gue liat tadi pagi.mereka berlarian ke arah vero


"ka vero"


"sandi,kamu udah sembuh ?"mengelus kepala adik sendi kisaran umur 4 tahun dan sendi kisaran 8 tahun"


"udah aga mendingan nak vero,ini berkat nak siapa nama nya?"


"lintang pa"


"Nak lii ngasih uang bapa bersyukur bisa bawa adik sandi kerumah sakit, makasih nak lintang"


"sama sama bapa,sini ade ade mau ga ?"


"mauuu"


merekapun meminum boba yang gue dan dito bawa dan mereka membeli bermain di rumah mereka.Gue dan dito mengobrol dengan pa Sumarto.


"Nak vero itu sering kesini dari dia kelas 11 SMA"


"ko aku gatau ver, padahal dari dulu kita sahabatan loh pa"


"pacar"


"Nak dito pernah mau menabrak sandi waktu itu,dia mengendarai motor sangat cepat.Bapa masih inget pertama kali dia kesini katanya dia sedang pusing dengan pertengkaran orang tua nya,makannya dia setiap hari minggu rutin bermain kesini tapi udah hampir sebulan dia ga kesini"


"iya pa vero kerja jadi belum sempet ke sini lagi"


"gaapa apa nak"


"ohh iya lintang tadi belanja katanya buat bapa belum di ambil di mobil"


"engga itu vero ko yang belanja pa"


"engga vero cuman nemenin pa"


"anak muda sekarang kalau pacaran saling salah salahan yah"pa Sumarto tertawa melihata tingkah gue dan dito


"yaudah vero ambil dulu ya pa, bapa tunggu aja di sini.Lii mau di sini mau ikut"


pa Sumarto mengangguk


"ikutt"


gue dan vero pun berjalan menuju mobil


"ro ko kamu ga pernah cerita kamu suka ke sini"


"nanti aku ceritain dari awall banget mungkin ada beberapa juga yang bikin kamu kaget"


Gue mengguk dan mengambil semua barang yang ternyata banyak juga ya sampai ga kebawa sekali kita bulak balik sampai akhirnya kita pun pamit untuk pulang karena emang gue liat dito yang kayanya sudah gakuat mengantuk.


"Ro mau gue aja yang nyetir?"


"Gausah aku aja,aku antar kamu pulang Tapi kayanya gabisa mampir dulu ngantuk"


"yaudah tidur aja dulu di rumah"


"engga,di rumah aja"


"oke dehh"


Gue pun di antar vero ke rumah tepat di depan gerbang gue.


"makasih ya"


"yaudah masuk aku liatin"


"babay,kamu hati hati ya kabarin kalau udah nyampe rumah"


"oke babay"


gue masuk ke rumah ternyata ada bunda yang Sendari tadi ngeliatin gue dan vero di balik jendela.saat gue buka pintu kaget gue


"ehh bunda kaget lii"


"Bunda mencium bau bau ada yang beda"


"sini sini bun lii cerita,ehh ada ayah deng di kamar lii aja yu"menarik tangan bunda


Kini gue dan bunda sudah berada di kamar


"kenapa?"


"Bun lii bingung,Lii pacaran sama vero. lii pikir, lii suka ke vero tapi kayanya lii lebih suka sebagai sahabat ke vero.Tadi aja lii liat om dito lii lebih seneng liat kedatangan om dito.Tapi lii juga gamau menyesal suatu saat lii bakal kehilangan vero karena lii gamau vero jadi milik orang lain lii sayang vero.Tapi lii juga suma om dito"


"Emm gitu,Tapi kamu sekarang terlanjur sudah jadi pacar nak vero.Kamu ga boleh sakitin dia padahal bunda liat nak dito juga suka ke kamu tinggal kamu bertahan sedikit kamu bisa milikin na Dito."


"vero baik ke lii dia lebih merhatiin lii dari pada dito mah makannya lii mau balas cinta vero sebagai ucapan makasih lii"


"iya inget"


"ayah ga nyuruh dito sebenernya, Dito izin pulang duluan katanya mau longokin kamu nah ayah sekalian nitip berkas yang ketinggalan di ruang kerjanya kalau nak dito mau balik lagi ke kantor"


"Terus kenapa dia cuman ngambil berkas aja?"


"Kayanya dia cemburu liat vero sudah ada menemani kamu"


"yahh bunda lii harus gimana dong? pasti besok canggung deh di kantor"


"gaapa apa sayang jalanin aja dulu,syukur syukur nak dito gatau kamu pacaran sama vero"


"iyaa bun makasih ya"


"yaudah bunda ke bawah dulu ya"


"iya bun"


Bener juga kata bunda kalau gue ga gegabah nerima vero mungkin dito juga bisa gue dapetin.


tingnung suara notif di handphone gue


..."aku udah nyampe, aku langsung tidur ya ngantuk"...


"iya ver"


Bangun lintang lo udah punya vero yang super baik buat lo.


waktu rasanya cepat sekali berputar,gue tidur serasa ga tidur.gue masih deg degan bakal ketemu dito di kantor hari ini.


Gue berangkat bareng ayah,dan berjalan berpisah menuju ruangan masing masing.


gue masuk ke ruangan gue, nampaknya dito belum dateng.Gue nunggu gue liat jam udah menunjukkan jam 8.30 dito telat setengah jam kemana dia? gue pun berniat mengambil teh ke dapur kantor pas gue mau buka pintu ternyata dito baru dateng.


"maaf saya telat"


"ohh i iya kirain pergi meeting tanpa saya"


"saya bangun kesiangan"


"pantesan rambutnya masih basah,mau lii buatin kopi? sekalian lii ambil teh"


"kamu ini,boleh"


akhirnya gue bisa lewatin dito gaada kecanggungan walau gue awalnya degdegan si takut dia jadi es batu.gue pun kembali ke ruangan mengambil satu buah kopi dan satu buah teh.


"Ini pak,saya taro disini"


"makasih"


"ko pucet banget si om?sakit?"


"engga saya mungkin masuk angin"


"dari hari sabtu masuk angin ga beli obat?"


"engga,ga sempet"


"lii beliin ya?"


"engga ga usah,pulang dari sini saya beli.Kamu boleh tolong saya ambilkan berkas dari ruangan ayah kamu,kamu ambil ke sara"


"boleh"


gue pun berjalan menuju ruangan ayah gue, ternyata ada ayah sedang duduk disana.


"ayah ini lii"


"masuk nak"


gue menghampiri ayah


"ayah aku mau ngambil berkas yang mau di kerjain dito"


"ohh itu berkasnya ada di sara nak"


"saranya mana yah?"


"Diruangannya,di sebelah"


"ohh kirain lii se ruangan"


"ya engga dong nak"


"yaudah ayah makasih"


Gue baru tau, gue kira mereka seruangan kan gue juga sama dito seruangan.Gue pun berada di depan ruangan sara.ternyata gue liat di kaca dia sedang nelpon jadi gue diem dulu di balik pintu.Sedikit kedengar dia menelpon


"serius kamu?terus kenapa masuk?yaudah sekarang aku keruangan kamu?disana ga ada lii?yaudah aku anterin sekarang kesana"


ku dia bawa bawa nama gue,belum gue masuk sara udah keluar duluan


"ehh lii kamu di sini"


"iya ka sara,mau ngambil berkas"


"ohh kamu ambil di meja aku boleh?aku buru buru aku mau nganter dulu dito pulang katanya gaenak badan"