Now

Now
BAB 28-Menunggu kedatangan Dito



"Nak ada yang jengukin nihh pasti kamu seneng"Suara bunda dengan nada teriak


jadi deg degan gue bunda kan tau gue suka Dito.Kamar gue ada yang buka


"lii"


Gue ngerasa jatuh lagi tidak sesuai ekspektasi banget tapi tetep seneng karena tante risa yang jengukin gue.


"Tante"


"Gimana sekarang udah baikan ?maaf ya Tante baru bisa ngelongokin"mengusap ngusap rambut gue


"Gapapa tante,lii udah aga sehatan ko"


"Syukur kalau gitu"


"Ehh muis ga di ajak Tante?"


"Bawa,Itu di luar sama om nya"


Kaget gue om nya?maksudnya vero? astaga ternyata dia ada.


"om dito tante?"


"Iya dia baru bilang kalau kamu sakit sore tadi,makannya tante baru tau kamu sakit.Emang suka gitu anaknnya"


"Ohh gaapa apa Tante"


"Ka,dede mau ke bunda " Dito datang di balik pintu, astaga baru dateng aja jantung gue udah berdegup.


"Sini nak,liat tuh tante nya sakit gabisa main"


"Gaapa apa sini naik sini, bawa embim ga?"


Dengan sigap dia naik ke kasur main lompat lompatan dan gue pun duduk nangkepin dia takutnya jatoh.


"aduhh nak tante lii nya masih sakit"


Gue liat vero main hp terus ga ngomong-ngomong .


"aduhh asik banget kayanya,minum dulu taro di sini ya"Bunda datang membawa minum dan beberapa cemilan


"jeng aku ada perlu bentar boleh?"


Tante risa mengajak bunda keluar dan sekarang cuman gue dan muis yang sedang main dan dito dengan handphone nya.


"sini duduk de mau apa?"


muis menunjuk sebuah buskuit di toples


"Bentar Tante ambilin"


"Aku bantu ambilin"dito mengambilkan 1 biskuit di toples


"thanks"


"mau bunda"


"yaudah bentar ya nganter muis dulu"


Dito keluar dari kamar dan galama dari itu kembali lagi dan duduk di pinggir kasur gue.Gue pura pura kesel ke dia dan mainin hp yg gatau gue nyekrol sama ngetik apa.


Dito memegang kening gue,Deg jantung gue.


"masih anget,sibuk banget lagi chatan sama siapa?"


gue mematikan handphone gue,dan memegang kening gue sendiri.


"Anget sedikit karena emang hidup tolil"


"chatan sama siapa?lanjut apa gaapa apa"


"engga ko cuman scroll ig"


"ouhh"


Seketika hening banget gue bingung mau ngobrol apa dia juga ga nanya apa apa ke gue.sampai akhirnya dia bilang


"kalau sakit ternyata ga cerewet ya"


"ishh emang lii cerewet ya?"


"iya,Beo juga kalah"


"parah parah,di kantor gimana?"


"lagi sakit masih mikirin kantor,sembuh dulu yang bener baru mikirin kantor"


Sekarang baru bilang gini pas ngambil berkas ke kantor kan gue juga lagi sakit kenapa ga bilang gini sialan.


"masa sih?"


"Iya,ohh iya aku minta maaf gara gara aku,kamu jadi sakit"


Baru sadar ni orang kemana aja


"engga ko,emang pola makan lii aja ga sehat makannya sakit"


"sebagai permintaan maaf,kamu mau minta apa dari aku?"


'gue pengen lo' ingin banget jawab gini


"eumm apa ya? Terakhir makan malam"


"Boleh,nanti kalau udah sembuh kontek aja "


"udah sembuh ko sekarang"


"sembuh dari mana, istirahat"


"iya iya"


Padahal gue tadi gausah di pura pura sakit ya biar bisa langsung diner gitu.


khok khok


"kamu sakit?"


"serius?"


Gue pegang kening dia dan ternyata panas banget,die megang tangan gue di kening nya nurunin tangan gue ke bawah.


Deg deg deg deg


jantung gue astaga


"panas lohh ini"


"engga"


"panas ,lii kompres pake air anget mau?"


"engga,jaga kesehatan kamu dulu.aku ga pandai ngurus orang sakit"


dito mengelus tangan gue astaga ini jantung


"Gaapa apa kamu datang jengukin juga udah seneng"


Dito tersenyum,mata kita bertemu gue bingung harus ngapain gamau pergi dari matanya pengen gini terus.samapai akhirnya


"Dito ayo dede mau pul,maaf lanjut lanjut "


Tatapan gue dan dito buyar,malu astaga ke ciduk.


"ehh engga Tante"malu banget gue


Tante risa ngeliat ke tangan gue dan dito.Kita pun refleks saling melepaskan


"aduhh tante kayanya pengen ke air dulu"


Tante risa kembali keluar


"kamu si pegang pegang "


"suka aja tangannya kecil"


"ishh"


"kenapa ga boleh megang"


"ga,mahal"


"eum"Menyubit pipi gue"gemesh"


"untung ga longokin tiap hari kalau tiap hari pipi lii bisa melar,kayanya Tante risa tadi udah mau ngajak pulang"


"iya bentar tanyain dulu"


Sehabis dito pergi gue guling guling sendiri di kasur astaga seneng banget.


"ngapain kamu guling guling?"


Ternyata dito belum pergi ahh gue keciduk


"ehh perut gue tadi keram, Sekarang udah engga"duduk kembali


Dito cungar cengir sambil pergi ninggalin gue.Udah ahh gaakan guling guling lagi keciduk lagi malu gue.


Mereka pun kembali ke kamar gue dan berpamitan pulang.


"oyah lii tante tadi bawa buah sedikit lupa di mobil"


"padahal gaapa apa tante"


"yaudah tante pulang dulu ya,cepet sembuh"


"cepet sembuh anak kecil"mengelus rambut gue.


Mereka pun pergi dari hadapan gue.Bunda masuk ke kamar gue


"Ciee yang dilongokin,kayanya langsung sembuh"


"apa sih bunda"


sebenernya gue seneng dilongokin Dito dan sedikit kecewa kenapa ga dia sendiri yang kesini.


sampai akhirnya pagi telah tiba badan gue udah jauh enakkan.tapi kenapa tumben vero ga kerumah gue ya biasanya kerumah.Gue coba keluar kamar cuman ada bunda dan ayah sedang sarapan.


"nak mau kemana sini sarapan"


tadinya gue mau liat keluar rumah cuman ayah manggil gue jadi gue nyamperin dulu mereka.


"Gimana udah baikkan nak?"


"udah yah"


"Bun vero tadi ada kerumah?"


"Gaada kenapa emang?"


"Ga bun,kemana tuh anak tumben jangan jangan sakit ya?"


"Yaudah coba kamu chat nak veronya"


Gue coba menelpon dan massage dia


..."Ro tumben lu ga kerumah,lu sakit?"...


"Ga aktif bun wa nya juga ceklis 1"


"lii ke kamar dulu bun,yah"


"ga sarapan dulu nak?"


"nanti lii kalau mau ngambil"


gue pun kembali ke kamar,perasaan gue kenapa ga enak ya.Atau mungkin masih tidur kali ya kan dia lembur pas malam gue tunggu aja kali ya sampai aga siangan.


Sambil nunggu gue menonton tv niatnya si mau nonton Spongebob cuman gue liat ada kantornya om vero di berita tv


"Telah terjadi pembobolan berangkas kantor Sinar jaya pada malam hari tadi yang menyebabkan 1 karyawan yang berindisialkan v tewas di tusuk pelaku.keterangan nya seorang karyawan yang sedang lembur mencoba menghentikan aksi pelaku namun naas badannya di tusuk oleh sang pelaku sampai tewas"


"Vero?"