NICE TO MEET YOU IN JANNAH

NICE TO MEET YOU IN JANNAH
EPISODE 8 FLASHBACK (Mostwanted SMP)



Kelas 7 A, ruang kelas yang cukup luas untuk diisi 30 murid disana. Tataan meja dikelas itu sengaja dibentuk kelompok dengan 5 peserta. Cat hijau tosca ditembok kelas, hiasan kertas berbentuk burung dan kupu-kupu menggantung dilangit-langit memberikan kesan yang asri.


Pukul 11.30 seusai jam istirahat, ketua kelas memberitahukan bahwa mulai saat itu hingga pulang diperkirakan tidak akan ada guru yang masuk. Sontak seluruh kelas bersorak gembira penuh kesenangan.


"Bahagia itu sederhana. "


Ucap salah seorang murid laki-laki pada teman sebelahnya.


Ruang kelas tenang? Oh tentu tidak. Ruang kelas mana yang tetap tenang dan damai ketika Jam kosong?


Jam kosong saat itu diisi dengan aktivitas masing-masing murid kelas 7 A. Ada yang sibuk mengobrol enjoy dengan temannya, meng-gosip, menggambar, menyanyi, menulis cerita, hingga ada yang tidur dengan nyenyak dikelas yang ribut, sampai-sampai teman sebangku disampingnya geleng-geleng kepala.


"Mau heran, tapi Aera. "


Ucapnya terheran dengan teman yang tidur disampingnya penuh rasa nyenyak.


Tak lama, terdengar sebentuk pecahan tawa murid-murid perempuan dari kelompok sebelahnya. Tawa mereka terbilang cukup keras.


Diantara mereka, seorang gadis berkulit sawo matang angkat bicara.


"Si Aera itu, mau gunung tambora meletus gak bakal bisa bangunin dia, hahaha. "


Ucapnya disambung tawa.


"Aneh-aneh kamu ini, Afi. Pake gunung tambora segala, deh. " Tegur temannya berkulit putih.


"Loh, kenapa memangnya, Caira? Canda akutuh. "


Jawab santai gadis bernama Afi pada teman yang duduk dihadapannya. Afi dan teman-temannya tergolong anak yang memiliki humor receh, hal sepele pun mereka bisa tertawa.


"Eh, ngomong-ngomon, Fi. Kamu tau si Venni? "


Tanya temannya bernama Caira pada Afi.


Afi mengangguk.


"Iya."


"Tau gak dia suka sama siapa? "


Afi menggeleng.


"Nggak, Caira. Kenapa?"


"Dia suka dengan Rey! Kamu tau gak? Venni suka dengannya karena dia laki-laki yang sangat tampan dan pandai sekali matematika! Dia anak kelas 7 B! "


"Oh, begitu. "


Respon Afi tampak biasa saja membuat Caira kurang bersemangat cerita.


"Lemas sekali kamu, Afi. Responnya itu loh. "


"Abisnya kamu bahas tentang cowok, sih. Aku kurang minat. Walau kamu bilang dia paling tampan, sekalipun dia pandai. "


Caira memasang wajah datar pada Afi. Afi membalas dengan meringis.


Ruang kelas 7 A masih saja ribut. Hingga, tak berselang lama, datang seorang guru BK laki-laki yang terkenal killer masuk ke dalam ruang kelas 7 A. Sekejap semua murid diam dan berusaha tampil rapi duduk dibangku masing-masing.


Teman Aera berusaha membangunkan Aera yang masih tertidur nyenyak.


"Heh, Aera! Bangun! Ada Pak Yudhi! "


Tapi Aera masih saja tidur.


"Ribut bener kelas 7 A ini. Diantara kelas lainnya, kelas kalian yang paling ribut. Udah jangan ribut-ribut, mengganggu kelas lain saja. Dan juga, suara kalian bisa sampai terdengar dikantor. Kalau ribut lagi, bapak akan memberikan hukuman. "


Sontak wajah seluruh murid pucat, merasa tegang.


Pandangan Bapak BK yang bernama Yudhi itu terfokus pada Aera.


"Siapa itu yang masih tidur?"


Teman Aera gelagapan dan langsung membangunkan Aera.


"Aera! Bangun heh! "


Masih saja belum bangun.


"Maaf, Pak. Aera memang susah dibangunkan jika sudah tertidur. "Ucap teman Aera. Murid lainnya mencoba menahan tawa.


" Aera! " Temannya masih berusaha membangunkan.


" Hadeh, sudahlah. Gak usah dibangunkan! Nanti kalau waktunya sudah tepat saya beri dia hukuman! " Sahut Pak Yudhi mengerutkan dahinya.


"Dikit-dikit ngasih hukuman. " Bisik salah seorang murid pada teman disampingnya.


"Siapa tadi yang berani bisik-bisik? Guru lagi bicara dia malah ikut bicara. "


Murid yang berbisik tadi langsung menghadapkan kepalanya kebawah.


"Sial! kenapa dia masih mendengarnya, sih! "


Batinnya kacau.


Pak Yudhi memegangi kepalanya, merasa pusing dengan kelakuan murid kelas 7 A.


"Mau heran, tapi 7 A"


Ucapan Pak Yudhi barusan membuat seluruh murid menahan tawa. Terlebih lagi Afi dan teman-temannya, mereka kerepotan menahan tawa.


Guru BK itu langsung mengalihkan topik. Sebelum bicara, beliau menghela nafas sejenak.


"Sebenarnya kedatangan bapak kemari bukan hanya menenangkan kalian yang ribut. Tapi memberi informasi. "


Semua murid tak sabar dengan informasi tersebut.


"Kalian boleh pulang. "


Lanjut Pak Yudhi.


"HOREEEEE!!!! "


Teriak semua murid bersamaan.


Pak Yudhi memasang wajah datar dan menyayukan matanya.


Murid disana langsung sadar kalau mereka telah membuat keributan didepan guru BK yang killer itu.


"Sudah cepat pulang. Jangan langsung main, kalau mau main jangan pakai seragam sekolah. Bapak gak mau dengar dari masyarakat kalau ada murid SMP Bandar Lampung disini ada yang bermasalah. Pulang juga dengan tertib, jangan tergesa-gesa. "


Kritik Pak Yudhi panjang lebar. Tak lama, Pak Yudhi meninggalkan kelas itu.


Semua murid memasang wajah sumringah.


"Sudah kubilang! Bahagia itu sederhana! "


Ucap salah seorang murid yang tadinya juga mengucapkan kata-kata itu.


Seorang murid laki-laki berkulit putih, bertubuh tinggi tengah berjalan menghampiri gadis bernama Caira.


Setelah sudah dekat dengan Caira, dia berbicara sembari membenarkan dasi birunya.


"Hai, Caira~ Pulang sama siapa? "


Caira nampak tidak nyaman.


"Sendirian."


"Kamu naik motor sendirian? "


"Gak, jalan kaki. Belum bisa naik motor"


Laki-laki itu tersenyum.


"Yaudah, bareng aku aja yuk! "


Serunya penuh harap.


"Males."


Jawab Caira sambil memakai ranselnya dan melangkah ingin keluar kelas.


"Dih, buaya. "


Ejek Afi pada laki-laki itu yang nampak memasang wajah muram pada Afi.


Afi langsung keluar dengan temannya bernama Crysta dan menyusul Caira.


Diperjalanan, Afi, Crysta dan Caira bercakap-cakap.


Namun tak lama, tiba-tiba Caira bicara pada Afi.


"Afi! Coba lihat! Itu laki-laki yang disukai oleh Venni! "


Caira melirik-lirik kearah laki-laki yang dia maksud. Afi langsung melihatnya. Laki laki itu tampak bertubuh tinggi ideal, berkulit putih bersih, berwajah sangat teduh, rambut yang hitam dan terbelah dua.


Crysta tak henti memandanginya.


"Bisa-bisanya ada Ulzaang di SMP ini! Dia pasti jadi Mostwanted sekolah!!!"


Lirihnya masih dengan pandangan terpaku pada laki-laki yang dia sebut ulzaang tersebut.


"Ah, kalian ini."


Afi mengalihkan pandangannya.


"Ayo, buruan pulang! "


Seru Afi sambil menarik tangan Crysta pelan. Crysta langsung tersadar dan melanjutkan langkah kakinya, begitu juga dengan Caira.


Tak lama diperjalanan, Crysta angkat bicara.


"Lusa akan pembagian raport, dan orangtua yang mengambilnya bersama dengan kita. Aku harap ibuku tidak marah jika nilaiku tetap standar begitu-begitu saja. "


Crysta menundukkan kepalanya penuh harap.


Afi dan Caira masih diam.


"Aku tahu, pasti kalian berdua nanti akan mendapatkan rank. Rank 1 akan di raih diantara kalian berdua. Sementara aku, kemungkinan tidak akan mendapatkannya, walau 5 besar sekalipun"


"Crys... "


Lirih Afi menepuk pundak Crysta. Mereka langsung berhenti.


"Gak boleh bicara begitu, kamu bisa kok asal kamu usaha. Kamu sudah berusaha pula, Crys. Siapa tahu, ditahun-tahun kedepan, kamu yang menggantikan kami, heheheh. "


"Loh, kok kamu bilang gitu sih, Afi? "


Sahut Crysta.


"Kenapa? Namanya juga roda kan. "


"Tapi gak gitu juga, Afi, Memang kamu mau menyerah juga? "


Caira menambahkan.


Afi mengangguk.


"Siapa tahu, disuatu masa aku mulai bosan untuk berlomba-lomba meraih juara supaya yang tidak pernah juara bisa merasakannya. "


Jawab Afi tersenyum lebar hingga matanya terpejam.


Caira terkekeh.


"Kamu tak kalah bodoh dengan Aera si putri tidur itu! "


"Humm, sudahlah lupakan. Ayo kita lanjutkan perjalanan untuk pulang! "


Pecah Crysta pada kedua temannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai di rumah masing-masing.


Keesokan harinya, saat pembagian raport sekaligus pengumuman juara umum angkatan kelas 7, Afi meraih juara 1, Caira juara 2, dan seorang gadis dengan nama Evelyn yang juga teman kelompok mereka meraih juara 3.


Afi, Caira, dan Evelyn berjabat tangan saling mengapresiasi satu sama lainnya. Pandangan Afi teralih pada Crysta yang berada diluar kelas. Crsyta tampak tersenyum manis pada Afi, dan Afi membalas senyumannya.


Waktu dipercepat, hari-hari ketika Afi kelas 7 sangat dia nikmati dan berjalan dengan mulusnya. Hingga sampai ia naik ke kelas 8 A. Lagi-lagi Afi sekelas dengan Caira dan Crysta. Walau begitu mereka malah senang karena dioertemukan lagi dalam satu kelas.


Masa-masa kelas 8 Afi kala itu juga berjalan dengan mulusnya dan tenang. Selain fokus dengan sekolah, Afi juga mulai fokus ikut kursus komputer dan Bahasa Inggris. Bukan Afi namanya kalau tidak meraih prestasi di tempat kursusnya. Secara udia dia paling junior, tapi secara kejeniusan dan skill dia paling senior. Sampai-sampai owner kursus memberikan label padanya sebagai The Best of Student sejak kursus miliknya berdiri hingga sekarang.


Hingga ketika ujian Semester Akhir pun datang. Pembagian tempat duduk disesuaikan dengan urutan absen kelas. Dan di kala itu pula 'Perasaan yang tadinya biasa saja bahkan sama sekali tak ada peduli, menjadi perasaan yang sangat merepotkan hati' hadir dalam diri Afi.


Merepotkan. Bahkan sangat merepotkan.