
Matahari perlahan memunculkan dirinya dari ufuk timur. Kuning keemasan bersinar cerah menyoroti segala tempat sampai sudut-sudutnya. Sinar matahari itu lumayan menyilaukan pandangan Afi. Rumah Afi memang menghadap ke timur, jadi setiap pagi ketika cuaca cerah, rumahnya selalu tersorot sinar hangatnya matahari di pagi hari.
Namun gadis berkulit putih bersih itu menikmati sinar hangat yang menerpa tubuhnya. Dengan jilbab cream yang menutup sampai dibawah dada, dan pakaian gamis berwarna dasar mocca yang menutup lekuk demi lekuk tubuhnya menambah kesan manis dan anggun dirinya dipagi hari.
Afi yang kini menunggu ojek online di depan rumahnya yang terletak di sebuah gang kecil, tengah menampakkan selembar senyumannya seraya berkata.
"Aku tahu. Aku bisa. Aku bisa mewujudkan cita-citaku dimulai dari menjadi Mahasiswa yang sukses terlebih dahulu. Tenang ayah, ibu. Anakmu ini akan memenuhi janji untuk menjadi anak yang menjunjung tinggi nama baik keluarga. "
Pandangan Afi tertuju pada seekor kucing kesayangannya yang ternyata kini duduk disamping Afi yang sedari tadi berdiri disana.
Afi kembali tersenyum. Dia lalu berjongkok dan menghadapkan tubuhnya kearah kucing tersebut. Mengelusnya, dan berkata-kata lagi,
"Aku akan membuktikan bahwa aku bisa. Aku bisa mengangkat derajat orang tua dengan daya dan upayaku. Aku bisa mematahkan kata-kata pria yang dulu pernah membuat semangatku turun habis-habisan. "
Afi lagi-lagi teringat kejadian ketika dia menginjak umur 13 tahun dulu. Ketika dia masih duduk di bangku kelas 8 SMP. Pria yang dia maksud tadi adalah pamannya.
"Ayahmu itu pemabuk berat! Mana mungkin nanti kamu akan menjadi orang sukses kalau ayahmu saja begitu! Saya tau, hidupmu akan sengsara dikemudian hari, kamu tidak akan merasakan yang namanya kesuksesan! "
Kata-kata penghancur mental paman Afi itu terputar dalam benaknya. Namun Afi langsung membuyarkan pikirannya. Dia tidak mau hal-hal yang menyakitkan itu terus menghantuinya dan malah menjadi penghambat dirinya untuk meraih impian dirinya.
"Kita lihat, apakah kata-katamu itu akan benar terjadi, atau malah sebaliknya. "
Ucap Afi tersenyum sambil mengelus-elus kepala kucing kesayangannya.
Pukul 09.00 tepat Afi berangkat bersama Crysta ke tempat yang ingin mereka tuju. Pertama, mereka pergi ke UNILA.
Setelah selesai mengurus pendaftaran, pukul 12.35 atau lebih tepatnya setelah mereka berdua usai melaksanakan solat Dzuhur, dengan penuh rasa semangat mereka bergegas pergi ke tempat selanjutnya.
Benar sekali. Mereka pergi ke toko buku yang terkenal seprovinsi Lampung, dengan nama toko buku 'Gramedia'.
Pukul 13.10 akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Afi dan Crysta mulai turun dari motor ojek online yang sudah mereka tumpangi. Pandangan mereka tertuju pada toko buku tersebut. Alih-alih ternyata, diteras depan toko tersebut sedang mengadakan bazzar.
Begitu ramai sekali orang-orang yang berkunjung disana. Berbagai tenda-tenda mini tengah terjejer rapi diteras. Menjual berbagai macam buku-buku dengan harga murah yang sangat fantastis.
Seketika mata Afi dan Crysta membulat besar dan bercahaya. Mereka baru tahu bahwa hari ini Gramedia tengah mengadakan bazzar buku.
"Whoaaa! "
Takjub Crysta ketika melihat bazzar tersebut. Afi langsung menengokkan kepalanya pada Crysta.
"Ini bazzar yang diadakan setiap setahun sekali itu kan, Crys? "
Crysta mengangguk
"Iya, Afi! Toko ini juga kadang menggelar bazzar buku yang harganya cukup miring alias murah! Harga saat bazar dimulai dari harga Rp.10.000 perbuku. Dan bazzar seperti ini adanya setiap setaun sekali! "
Celetuk Crysta sembari mengepalkan kedua tangannya didepan masih merasa takjub.
"Berarti kita datang diwaktu yang tepat dong! Hahaha~"
"Benar, Afi! Ayo tak perlu lama-lama! Aku ingin cepat menguras dompet ku ini dengan membeli buku-buku disana!! "
Seru Crysta sambil menarik lengan Afi dan kemudian melangkahkan kakinya berjalan mendekati bazzar disana.
Mereka dengan asik melihat-lihat buku-buku yang tertata rapi disetiap tenda mini bazzar. Buku pengetahuan, novel, komik, bahkan perlengkapan alat tulis pun telah dijual disana.
Mereka berdua semangat sekali dalam memilah-milah buku. Crysta sampai kebingungan ingin membeli buku novel dan komik yang mana, sebab dia memang menyukai kedua buku tersebut. Terlebih semua buku dibandrol dengan harga yang begitu murahnya. Menambah rasa bingung Crysta dalam menyeleksi buku-buku yang ingin dia beli.
Afi telah memilih 3 buku yang ingin dia beli. Satu buku strategi dalam menguasai grammar, satu buku lagi adalah buku novel romansa islami yang dia sukai, sementara satu buku lainnya yang sangat Afi cari dan langka, buku Pengetahuan Sastra Inggris yang tersisa hanya 1 buku saja. Beruntung Afi masih bisa mendapatkannya.
Crysta masih sibuk memilih buku yang ingin dia beli. Afi yang sedari tadi mengikutinya mulai merasa bahwa Crysta telah membuang lumayan banyak waktu.
Afi menarik lengan kiri bajunya sedikit. Menampakkan sebuah arloji cream terpasang dilengannya yang telah terbalut kain handshock hitam.
"Ayolah, Crys. Aku sudah berjanji pada ibuku bahwa aku akan sampai dirumah sebelum pukul 17.00."
Crysta langsung tersadar, dan menengok kearaha Afi.
"Sekarang pukul berapa, Afi? "
"15.18, Crys. "
Crysta sedikit terkejut. Tidak menyangka dia memilih buku memakan waktu sekitar 2 jam. Dengan sigap, Crysta meraih 5 buku yang ingin dia beli dan hasil seleksi buku terakhirnya.
"Baiklah, baiklah, Afi. Maafkan aku, aku terlalu asik sampai lupa waktu. "
Ucap Crysta sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya, Crys. Yasudah, ayo kita pergi ke kasir dulu untuk melakukan pembayaran! Soalnya ramai sekali orang-orang yang antri di kasir. "
"Kuylah~"
Timpal Crysta dengan seru.
Mereka berdua pergi masuk kedalam toko tersebut. Melangkahkan kaki menuju sebuah kasir yang dekat dengan pintu masuk dan keluar toko.
Setelah usai melakukan pembayaran, Afi menyadari bahwa buku Pengetahuan Sastra Inggris yang ingin dia beli masih tertinggal di tenda bazzar.
"Kenapa, Afi? Ada yang tertinggal? "
Tanya Crysta bingung.
"Iya, Crys. Buku Pengetahuan Sastra Inggris ku tertinggal dimeja bazzar. "
Jawab Afi cemas.
"Aku harus cepat mengambil buku itu, Crys. Takut buku itu malah diambil costumer yang lain! "
"Eh, baiklah, Afi. Dan bergegas lah ke kasir sebab yang mengantri pun banyak. "
Afi hanya menganggukkan kepalanya.
Dia kemudian melangkah keluar pintu toko. Matanya terfokus pada salah satu tenda bazzar disana, dia langsung berlari menghampirinya. Berusaha supaya buku tersebut belum ada yang mengambilnya.
Sebentar lagi dia sampai ke tenda itu, namun tiba-tiba saja,
Bruk!!
Afi seolah menabrak tubuh seseorang. Matanya terpejam dan tidak melihat siapa yang tengah dia tabrak. Tubuh Afi gontai dan terjatuh. Dia jatuh bersimpuh dengan kedua tangan yang menyangga tubuhnya supaya tidak jatuh terbaring. Laki-laki itu jatuh terduduk dengan kedua tangan yang menyangga tubuhnya pula.
Afi kemudian membuka matanya, melihat sosok laki-laki berjas hitam berpakaian formal yang dia tau siapa wajahnya. Wajah berkulit putih bersih, beralis tebal, berambut dengan poni yang sedikit menjuntai ke dahinya, serta berwajah teduh.
Laki-laki itu menatap tajam kearah Afi. Seolah ingin meluapkan amarahnya pada Afi. Membuat Afi kalang kabut terkejut atas peristiwa memalukan sore itu.
Afi mengedipkan matanya berkali-kali. Memastikan bahwa laki-laki yang dia tabrak apakah laki-laki yang dia temui kemarin diruang kantor Kepala Sekolah atau bukan.
Dia lamat-lamat menatap name tag persegi keemasan yang tertera pada jas laki-laki itu. Tertulis nama 'Prof. Galang' disana.
Afi membelalakan matanya. Benar-benar sedang merasakan perasaan yang begitu campur aduk antara malu, merasa sangat bersalah, dan ceroboh.
Pandangan orang-orang disekitar bazzar tertuju pada Afi dan laki-laki tersebut. Malu, sangatlah malu Afi rasakan.
"Gadis ini memang tidak punya rasa sopan! "
Ucap laki-laki tersebut geram dan mengerutkan dahinya. Laki-laki itu mencoba berdiri. Seraya berdiri dia pun mengatakan sebuah perkataan,
"Kau... "