My Youth Story (Kayla Story)

My Youth Story (Kayla Story)
Episode 32



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah mendengar cerita dari Ami dan Luna barusan, aku berniat untuk menghampiri Ezra. Bisa-bisanya udah menceritakan kejadian itu sama yang lain. Itu kan seharusnya aku dan Ezra saja yang tahu dan tidak di ceritakan sama siapa pun.


Kebetulan sekali, dia pas banget keluar dari dalam kantin. Aku langsung menariknya tanpa memperdulikan Rama yang berada tepat di sampingnya.


"Eh ada apa ini?" Tanyanya heran.


"Udah ikut aja."


Sepanjang jalan banyak mata yang tertuju pada kami berdua, bisa saja anggapan mereka tentang aku dan Ezra saat ini tengah pacaran, benar adanya.


Aku pun menariknya sampai ke taman belakang, karena hanya di sini lah tempat yang aman dan tidak ada banyak siswa juga.


"Kenapa?"


"Kenapa kamu sampai menarik ku sampai ke sini?"


"Aku yang harusnya tanya sama kamu,"


"Kenapa kamu menceritakan kejadian waktu di kamar itu sama Rama?"


"Dan bahkan Ami dan Luna pun tahu." Lanjut ku.


"Ah masalah itu,"


"Sebenarnya aku berniat untuk memendamnya sendirian, hanya saja aku merasa dia berhak tahu juga apa yang aku alami saat itu."


"Saat itu aku merasa bingung, setelah mencium kamu perasaan ku tidak tenang. Makanya aku curhat sama dia, karena setahu aku dia yang paling tahu dalam hal semacam itu."


"Apakah saat itu aku melakukannya atas dasar suka atau hanya nafsu semata." Jelas Ezra.


Mendengar penjelasan dia, aku malah di buat terdiam. Ternyata dia pun tidak kalah bingungnya saat itu, aku berpikir hanya aku saja yang kebingungan saat itu.


"Jadi apa katanya?"


"Ya aku enggak mungkin berani ngelakuin hal itu, kalau bukan karena aku suka sama kamu."


"Sekarang satu sekolah ini udah tahu, kalau kita ini tengah menjalin hubungan. Aku tahu apa yang aku lakukan kemarin itu salah dan tidak membicarakannya sama kamu."


"Hanya saja, aku menganggap setelah aku mencium kamu itu. Itu bisa di jadikan alasan bahwa sejak saat itu kita resmi berpacaran." Jelasnya.


"Iya, tapi setidaknya kamu harus ada komunikasi juga kan sama aku."


"Yang jadi masalah sekarang ini, gimana kalau ibu kamu tahu tentang hubungan kita? Pasti ibu kamu bakalan langsung bilang sama bunda."


"Ibu ku sudah tahu kok," ucap Ezra dengan polosnya.


"Apa?"


"Ya kan tidak mungkin juga untuk aku tidak menceritakannya sama beliau. Sebelum sama Rama pun, aku lebih dulu menceritakannya pada beliau."


"Terus apa kata tante Vina?"


"Ya tidak apa-apa, jalani saja."


"Asal jangan sampai mengganggu urusan sekolah, hanya karena kita pacaran."


"Ya ampun, aku merasa malu sekali sama tante Vina. Gimana cara aku untuk menghadapi bunda nanti."


"Yang seharusnya aku serius untuk belajar di sini, tapi ini aku malah pacaran. Sama anak temannya lagi,"


"Jadi maksud kamu,"


"Kamu merasa ada dalam masalah, karena pacaran sama aku."


"Bukan seperti itu, aku hanya belum siap saja. Aku bingung harus mengatakan apa sama bunda nanti,"


"Tenang saja, aku bakalan bantu kamu. Jangan merasa kamu hanya sendirian saat ini, sekarang kamu itu punya aku."


"Bisa aja kamu,"


"Terima kasih ya," ucapnya.


"Untuk apa?"


"Karena kamu sudah mau menerima aku."


"Kenapa bicara seperti itu, seolah aku menerima kamu itu terpaksa."


Ezra pun langsung memeluk ku sambil mengelus rambut ku.


"Aku harap, hubungan kita ini langgeng. Bukan hanya saat kamu di sini saja, tapi sampai nanti kita dewasa."


"Iya......."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


... T A M A T...


Terima kasih ya, buat semuanya yang sudah mendukung. Maaf kalau masih ada ketidak puasan dalam novel ini.


Karena ada beberapa hal yang buat saya memutuskan untuk menyelesaikan novelnya dengan cepat.


Kedepannya saya akan lebih memperhatikan dan lebih rajin lagi untuk buat karya yang lebih baik lagi.


Terima kasih......