My Youth Story (Kayla Story)

My Youth Story (Kayla Story)
Episode 22



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Iya sih,"


"Aku minta maaf, harusnya aku tidak bicara seperti itu sama kamu."


"Ya udahlah, tidak usah bahas masalah ini. Aku udah merasa bosan dan itu hanya buat mood ku tidak baik saja."


"Jadi enaknya kita makan malam dimana sekarang? Sudah tidak ada lagi tempat yang bagus untuk kita kunjungi." Lanjutnya.


"Ya udah, kita lihat nanti saja. Barangkali di jalan ada yang menarik," balas ku.


Ezra pun tancap gas,langsung keluar dari area parkirannya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan paginya, aku turun lebih dulu untuk menghindari Caca yang sudah tiba lebih dulu di sekolah.


"Ya ampun, bisa-bisanya dia rajin banget buat menunggu Ezra tiap hari seperti itu." Gumam ku.


Untungnya aku bertemu dengan Rama yang tengah berdiri sendirian di dekat lapang basket.


"Rama........" Panggil ku.


"Eh Kay,"


"Kamu udah datang ternyata,"


"Mana Ezra, kalian nggak bareng."


"Masih aja nanya, seperti biasalah. Dia udah ada yang menunggu sang kekasih hati." Balas ku.


"Kekasih hati apanya kali,kalau Ezra dengar kamu bakal kena amuk dia lagi."


"Haha, aku hanya bergurau saja."


"Ya nggak bakalan, kalau kamu tidak menceritakannya." Timpal ku.


"Nah, terus kamu ngapain di sini sendirian?"


"Enggak lagi ngapa-ngapain. Aku hanya tengah nongkrong aja di sini, kalau langsung ke kelas pun percuma karena ini masih pagi dan belum ada siapa pun juga." Jelasnya.


"Udah mending kita nunggu yang lainnya di sini aja, ngapain buru-buru ke kelas sih?"


"Toh Ami juga belum datang, paling sebentar lagi dia baru datang." Lanjutnya.


Aku pun memutuskan untuk menunggu yang lainnya bersama Rama sambil menonton siswa laki-laki dari kelas X,tengah main sepak bola.


"Oh iya, aku mau cerita sama kamu." Ucap ku di tengah keheningan.


"Cerita apa?"


"Semalam kan aku nemenin Ezra buat beli barang ke mall,"


"Terus?" Tanya nya kembali.


"Niatnya habis belanja kami mau langsung makan malam, eh tahunya malah nggak sengaja ketemu sama Caca."


"Untung aja, aku dan Ezra udah lebih dulu lihat dia. Jadi kita punya kesempatan untuk sembunyi dari dia." Lanjut ku.


"Capek juga yah, kalau kayak gitu terus. Hidup pun nggak bakalan tenang," balasnya.


"Ya iya, makanya.''


"Ezra punya pacar pun salah, pasti ceweknya bakalan jadi bahan bullyan si Caca."


"Tau bingung aku juga, cari solusi yang baik buat Ezra. Aku merasa kasihan aja sama dia, pasti dia pun ingin menjalani hidup seperti kamu atau yang lain. Tapi ini malah kayak terkekang gitu," timpal ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Saat aku tengah ngobrol dengan Rama, tanpa kami sadari Ami pun sudah datang dan langsung menghampiri kami berdua.


"Wah, lagi pada ngapain kalian? Kok malah pada nongkrong di sini?" Tanyanya.


"Ah itu, nggak lagi ngapa-ngapain sih."


"Kita hanya ngobrol aja, sambil nonton yang lagi main sepak bola." Balas ku.


"Oh........"


"Aku mau langsung ke kelas nih, kamu mau sekalian nggak?" Ajaknya.


"Boleh,"


Aku kun langsung ikut bersama Ami dan meninggalkan Rama sendirian. Dia memang berniat untuk menunggu Ezra terlebih dulu.


"Tadi aku lihat Ezra tengah bersama Caca, mukanya Ezra nggak bisa bohong banget. Dia tampak tertekan banget,"


"Lagian itu cewek nggak ada capeknya banget,heran aku sama si Caca itu. Keras kepala banget dia itu, susah buat dia jauh dari Ezra kayaknya."


"Gimana yah, supaya dia mau meninggalkan Ezra. Kasihan aku sama Ezra," lanjutnya.


"Tidak tahu lah, biarkan saja mereka yang menyelesaikan urusannya itu."


"Ya meskipun kita temannya, tapi kalau kita sampai ikut campur terlalu jauh pun tidak ada baiknya juga." Jelas ku.


"Iya juga sih, aku setuju dengan pendapat kamu ini."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Hari ini kami di sibukkan dengan pelajaran seni dan praktik olahraga. Apalagi aku banyak sekali tertinggal dalam pelajaran ini, jadinya ada beberapa poin yang harus aku kejar supaya bisa mengimbangi teman ku yang lainnya.


Akhirnya setelah mengikuti kedua pelajaran itu,sekarang waktunya untuk kami istirahat. Setibanya di kantin, aku makan cukup banyak. Mungkin karena capek dan tadi pagi aku jga tidak begitu sarapan banyak. Karena masih merasa kenyang,malamnya aku makan nasi goreng yang di belikan oleh Ezra saat perjalanan pulang dari mall.


"Ya ampun, capeknya....." keluh Luna.


"Banget," timpal Ami.


"Kayaknya enak, kalau kita makan es kelapa muda atau apa gitu yang segar." Lanjutnya.


"Bener banget, setuju."


"Tapi di sini mana ada, di sekolah ini nggak mengijinkan ada minuman kayak gitu. Paling kayak jus, itu pun kita harus pesan tadi pagi baru ada." Jelas Ami.


"Hem......."


"Ya udahlah, kalau gitu mending kita ke taman belakang aja. Kayaknya enak buat santai dulu di sana,tidak ada banyak orang."


"Setuju," sambung Ami dan Luna bersamaan.


"Hayo......."


"Kalian lagi merencanakan apa?" Tanya Rama yang tiba-tiba saja datang.


"Aduh kepo banget, sama urusan cewek juga." Timpal Ami.


"Ye......."


"Kok malah jawabnya kayak gitu sih? Aku hanya merasa badmood aja, dari tadi cuma berkeliaran sendirian soalnya." Balasnya.


"Lah emang Ezra kemana? Biasanya juga kamu berdua terus sama dia." Ucap ku.


"Ezra, dia lagi tidur di ruangannya di lantai 3. Katanya nggak mau di ganggu,"


"Ups aku pun lupa malah kasih tahu kalian. Awas yah, jagan sampai ada yang membocorkan ini. Soalnya dia berpesan padaku untuk tidak memberitahu siapa pun." Jelasnya.


"Ah......."


"Mungkin dia lagi menenangkan diri sendiri," ucap Ami.


"Ya udahlah biarkan saja," timpal ku.


Kami berempat pun akhirnya memutuskan untuk memanfaatkan waktu istirahat yang tersisa,di taman yang ada di belakang sekolah.


Di sana Rama malah langsung tertidur beralaskan karton yang di dapatnya dari anak kelas X. Sedangkan kami asik bercerita,tentang kehidupan masing-masing.


"Besok kan libur, kamu udah punya rencana nggak?" Tanya Ami.


"Belum," balas Luna.


"Iya belum." Sambung ku.


"Gimana kalau besok kita main ke kebun,miliknya Rama. Maksud aku kebun milik keluarga dia yang ada di pinggiran kota."


"Jauh nggak?" Tanya Luna.


"Enggak begitu jauh, paling hanya butuh waktu satu jam aja dari sini."


"Terus kesana nya kita naik apa?" Tanya ku.


"Tenang aja, aku bisa bawa mobil sendiri kok. Atau enggak nanti kita minta Ezra sama Rama aja, buat bawa mobil mereka masing-masing." Jelasnya.


"Ya sekarang kita mau ngapain juga di rumah? Emangnya kalian nggak bosen apa?"


"Seminggu ini kita habis sekolah, otak kita itu capek butuh liburan." Lanjutnya.


"Ya kalau aku sih ikut aja,"


"Lagi pula aku belum punya rencana apa-apa besok." Balas Luna.


"Kalau kamu?" Tanya Ami pada ku.