
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Enggak mba,"
"Aku hanya teringat saja sama bunda ku,"
"Biasanya beliau suka sekali masakin aku yam bacem kayak gini." Lanjut ku.
"Mba ngerti non,"
"Yang sabar yah, non kan tengah menggapai cita-cita di sini."
" Iya........
Tidak lama saat aku makan, Ezra pun datang dan langsung duduk di samping ku.
"Kamu mau makan juga?" Tanyaku.
"Ntar dulu,"
"Kenapa kamu, kok sepertinya lemes banget."
"Ya gak lemes gimana, dari tempat cuci mobil aku jalan kaki sampai ke sini."
"Ih lagian, kenapa kamu nggak bilang atau minta buat di jemput gitu tadi." Timpal ku.
"Lupa aku,"
Mba Atmi pun langsung menyediakan minuman untuk Ezra.
"Makasih mba," ucapnya langsung meminumnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sorenya aku jalan-jalan bersama mba Atmi ke danau, sekalian aku ada keperluan untuk beli barang di mini market.
"Non, bukannya itu non Caca yah?" Tunjuk mba Atmi.
"Mana mba?"
"Itu yang lagi duduk dekat pohon palem,"
Aku pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh mba Atmi barusan. Dan ternyata benar saja, Caca tengah duduk sendirian di dekat danau.
"Udah ah mba, nggak usah di hiraukan."
"Iya mba,"
Kami pun memutuskan untuk duduk di sisi yang lainnya. Jaraknya pun jauh dari tempat duduk Caca tadi, aku hanya malas saja melihat dia.
"Wah ternyata suasana sore di sini enak juga yah,"
"Iya non,"
"Terkadang mba pun suka ngabisin waktu di sini,setelah menyelesaikan pekerjaan rumah."
"Nanti kapan-kapan kita bisa kan, sepedaan ke sini kalau pas aku libur sekolah."
"Hayu aja non, mba ikut aja. Kebetulan di rumah ibu, ada sepeda juga. Kita bisa bilang ibu buat di pakai nanti."
Saat aku tengah menikmati suasana danau dengan mba Atmi, ternyata Caca tidak sengaja melihat kami berdua.
"Ih ya ampun,"
"Kamu suka nongkrong di sini juga?" Tanyanya.
"Ya emang kenapa? Enggak boleh emang?" Tanya ku balik.
"Ya enggak, aku baru kali ini aja lihat kamu di sini."
"Udah deh, mending kamu balik aja sana. Nggak usah hiraukan aku."
"Ih biasa aja kali,"
Tepat saat kami berdebat, Ezra pun datang dengan mengendarai sepeda listrik dan langsung berhenti. Mungkin dia mengira aku dan Caca tengah bertengkar.
"Heh, kalian lagi ngapain?"
"Masa iya, kalian mau ribut di sini. Malu tau," lanjutnya.
"Heh, lagian emang siapa yang mau ribut?"
"Iya nih Ezra,"
"Kami nggak sedang bertengkar kok."
"Tadi aku hanya menyapa dia saja," lanjutnya Caca.
"Aku hanya takut saja, nanti kan yang malu ibu aku."
Setelah itu dia pun balik menaiki sepedanya,namun Caca langsung menarik sepedanya itu dan hampir buat Ezra terjatuh.
"Ca, kamu lagi ngapain sih? Gimana kalau aku jatuh, emangnya kamu mau tanggung jawab?" Bentaknya.
"Ya maaf, aku tidak bermaksud seperti itu."
"Emangnya kamu mau ngapain sih?" Tanya Ezra.
"Ya aku mau ikutlah sama kamu,"
"Enggak ah,"
"Ngapain juga kamu mau ikut sama aku. Lagian ini aku udah mau balik lagi ke rumah,"
"Ish kamu ini, aku kira kamu mau jalan-jalan." Lanjut Caca.
Aku hanya bisa tertawa dalam hati, melihat Caca yang di campa kan Ezra untuk kesekian kalinya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sekitar jam 5 sore, aku dan mba Atmi pun balik ke rumah. Sepanjang perjalanan tadi, kami tidak berhentinya menertawakan kejadian yang menimpa Caca tadi.
"Malang banget nasibnya non Caca, mba tidak habis pikir kenapa dia masih aja berusaha untuk mendekati mas Ezra."
"Padahal kan mas Ezra udah sering banget menolaknya, tapi mba salut sama hati dia."
"Salut gimana mba?"
"Ya salut aja, kuat aja gitu."
"Kalau mba sih, kayaknya udah mending cari yang lain aja. Kayak cowok hanya ada satu aja di dunia ini," lanjut mba Atmi.