My Youth Story (Kayla Story)

My Youth Story (Kayla Story)
Episode 29



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ya ampun, kenapa bisa begini?"


"Aku seharian sampai khawatir, mikirin keadaan kamu." Lanjut Ami.


"Ya ampun, aku baik-baik aja kok. Hanya luka kecil saja,"


"Luka kecil apanya, ini sampai di jahit kayak gini."


"Jangan gitu ah, aku malah nggak enak sama kalian." Balas ku.


"Aku secepatnya pasti bakalan sembuh dan kembali sekolah."


"Udah kamu nggak perlu mikirin, gimana sekolah." Ucap Luna.


"Iya Kay, kamu tenang aja. Asal kamu tahu, seharian ini Ezra tampak sibuk banget tahu." Sambung Ami.


"Maksudnya?"


"Iya dia sibuk untuk mencatat pelajaran untuk kamu juga, maksud aku menyalin pelajaran di buku kamu. Sampai-sampai dia istirahat di kelas karena harus menyalin semuanya."


"Padahal aku dan Luna udah menawarkan diri untuk mengerjakannya, namun Ezra menolaknya mentah-mentah." Jelas Ami.


"Masa sih, dia ngelakuin itu semua?"


"Iya beneran, kami lihat sendiri kok." Timpal Luna.


"Um......"


"Apa mungkin," ucapan Ami terputus.


Tampaj dia seperti ragu untuk mengatakannya dan malah balik melihat ke arah Luna.


"Mungkin apa?" Tanya ku.


"Gimana yah, ngomongnya. Aku takut kamu malah tersinggung lagi,"


"Ya udah sih, tinggal ngomong aja."


"Apa mungkin Ezra suka sama kamu?"


Mendengar ucapan Ami barusan, aku terkejut dan reflek menutup mulut ku dengan kedua tangan.


"Ya ampun, kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? Gimana kalau Ezra mendengarnya?"


"Ya ini hanya pandangan ku saja,"


"Aku udah cukup lama kenal dan bareng sama dia."


"Jujur ini kali pertama dia mau ngelakuin hal ini untuk kamu. Asal kamu tahu aku aja yang udah berteman lama sama dia, mana mau dia ngelakuin hal seperti itu."Jelas Ami.


"Aduh, jangan berpikir kejauhan deh......."


"Mana mungkin dia suka sama aku,"


"Secara aku ini banyak kurangnya." Lanjut ku.


"Dari penampilan saja aku kalah cantik sama Caca, aku pun tidak mahir dalam berpenampilan. Aku pun tidak menarik,pintar juga enggak."


"Enggak mungkinlah dia suka sama aku,"


"Anggap saja, dia melakukan itu semua karena kami dekat sebagai teman. Dan kedua orang tua kami juga dekat satu sama lain, mungkin itu hanya perhatian dia sebagai teman saja," lanjut ku.


"Ya anggaplah seperti itu,"


"Iya kita lihat aja, kedepannya bakalan seperti apa." Sambung Luna.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Ezra dan Rama pun datang. Ternyata mereka habis menyiapkan cemilan untuk kami di bawah.


"Mba Atmi sepertinya lagi keluar, makanya kami menyiapkan ini dulu." Ucap Ezra.


Dia pun kemudian naik ke atas ranjang dan duduk tepat di samping ku.


"Gimana keadaan kamu sekarang? Apa kakinya masih terasa sakit saat di gerakkan?" Tanyanya.


"Sedikit,"


"Tidak seperti kemarin, mungkin karena kemarin itu masih kaku juga. Tapi aku merasa ngilu aja untuk menggerakkannya." Jelas ku.


"Syukurlah,"


Dia pun kemudian mengambil tisu basah yang sengaja aku letakkan di meja dekat kasur. Aku tidak menduga ternyata dia berusaha untuk membersihkan luka ku.


Sepertinya bukan hanya aku saja yang terkejut, ketiga teman ku pun mereka sama-sama terkejut sampai-sampai mereka melongo dan melotot keheranan.


"Sepertinya besok kita harus ke klinik lagi," ucapnya.


"Buat apa?"


"Ya periksa luka kamu ini lah,"


"Iya benar, kan bukannya nggak baik juga kalau Kay banyak gerak." Sambung Rama.


"Khawatir sih,khawatir. Tapi nggak lebay kayak gitu juga," lanjutnya.


Ezra hanya diam dan tidak merespon ucapan Rama barusan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


*Di dalam mobil.......


"Kamu lihat kan tadi, gimana perhatiannya Ezra sama Kay." Ucap Ami.


"Iya aku juga lihat," sambung Luna.


"Udahlah, biarkan saja." Timpal Rama.


"Mungkin nggak sih, menurut kamu Ezra itu punya rasa sama Kay. Aku menanyakan ini karena kamu kan cowok, kamu pastinya tahu lah saat cowok tengah naksir atau suka sama cewek seperti apa." Jelas Ami.


"Ya aku pun tidak tahu,"


"Mau hubungan mereka seperti apa kedepannya, kita dukung saja."


"Jujur saat tadi di sekolah, aku pun sempat menanyakan hal ini juga sama Ezra." lanjutnya terputus.


"Apa katanya?" Tanya Ami penasaran.


"Dia bilangnya tengah berusaha,"


"Udah gitu aja? Maksud tengah berusaha itu apa?" Timpal Luna.


"Ya berarti dalam artian, Ezra pun masih belum yakin dengan perasaan dia sama Kay."


"Apa perasaan nya sekarang ini hanya sekedar peduli sebatas teman atau lebih. Dia sepertinya belum sepenuhnya meyakini kalau dia mulai suka sama Kay." Jelas Rama.


"Aku yakin dia emang suka sama Kay,"


"Aku perhatikan, ada banyak momen dimana Ezra selalu memberikan perhatian lebih sama Kay. Padahal sebelum-sebelumnya dia nggak pernah ngelakuin itu sama cewek lain, sama kita pun yang udah dekat lama enggak." Lanjut Ami.


"Ya kita tunggu kabar baiknya saja, biarkan dia menyelesaikan urusannya itu dengan sendirinya. Kamu tahu sendiri, dia orangnya nggak suka kalau kita ikut campur masalah pribadi dia."


"Iya sih," balas Ami.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya karena tadi sore aku hanya makan buah apel yang di kupas kan Ezra, aku pun merasa lapar dan berniat untuk turun ke bawah.


Namun baru aja aku buka pintu kamar ku, Ezra sudah lebih dulu datang dengan membawa makan malam untuk ku.


"Kebetulan sekali, aku baru aja mau ke kamar kamu untuk mengantarkan makan malam."


"Mba Atmi tengah menemani ibu ke super market,untuk belanja bulanan." Jelasnya.


"Oh......"


Aku pun akhirnya balik arah kembali menuju kamar ku, dengan di bantu Ezra. Perlahan aku pun memakan makanan yang di bawakan Ezra barusan, awalnya aku merasa aneh dengan rasa masakannya. Karena setahu aku masakan mba Atmi tidak seperti ini.


"Kenapa?" Tanyanya.


"Enggak,"


"Aku hanya merasa aneh aja, dengan masakannya."


"Ah ini, namanya sup jagung. Ibu yang memakannya khusus untuk kamu." Jelasnya.


"Ah pantas saja,"


Saat aku tengah menikmati makan malamnya, aku di buat malu dan gugup. Karena Ezra terus menatap ku dan tidak sekali pun mengalihkan pandangannya.


"Jangan memandang ku seperti itu," ucap ku.


"Kenapa?" Balasnya.


"Aku merasa tidak nyaman saja, saat di tatap seperti itu."


"Kenapa?" Tanyanya kembali.


"Kamu kok, terus tanya kenapa? Ya aku merasa malu lah, aku kan lagi makan." Balas ku.


Di luar dugaan, Ezra malah mendekatkan wajahnya padaku. Tentu saja itu buat aku merasa lebih gugup lagi, aku merasa seluruh wajah ku panas dan detak jantung ku terasa tidak karuan.


"Apa yang kamu lakukan?" Ucap ku pelan.


Tanpa mengatakan apa-apa, dia malah semakin mendekatkan wajahnya.


*Cup......


Ezra langsung mengecup bibir ku sesaat, sontak saja aku kaget dengan apa yang di lakukannya ini.


"Rasanya manis," ucapnya sambil menatap ku.