My Youth Story (Kayla Story)

My Youth Story (Kayla Story)
Episode 24



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Yakin lah,"


"Aku malas sekali kalau harus bertemu dengan dia." Balasnya.


"Gimana yah, aku juga bingung harus gimana. Caca itu sulit untuk di hadapi, sikap keras kepalanya itu loh."


"Sama, aku pun bingung. Masa aku harus menunggu sampai nanti aku menyelesaikan sekolah dulu, baru bisa lepas dari jeratan dia."


"Kan masih lama Kay......" Lanjutnya.


"Tau, aku juga bingung." Timpal ku.


Aku dan Ezra pun malah berdiam diri di dalam mobilnya,sambil melihat ke arah Caca yang masih teguh menunggu Ezra di depan rumah.


"Masa iya, aku harus keluar dari sekolah ini. Jauh sebelum waktunya aku lulus nanti,"


"Hush kalau ngomong tuh,jangan sembarangan. Siswa lain berlomba-lomba supaya bisa masuk sekolah kamu ini,"


"Kita cari cara lagi nanti,supaya Caca mau melepaskan kamu."


Aku hanya bisa berusaha untuk menenangkan dia, di tengah keputusasaan Ezra menghadapi Caca.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah menunggu beberapa saat, sekitar 1 jam lebih 30 menitan. Akhirnya kami pun, melihat tante Vina pulang. Terlihat di tengah berbicara dengan Caca dan tidak lama setelah itu Caca pun pulang dengan mengendarai motor yang dia bawa.


"Lihat, dia akhirnya pulang juga......." Seru ku.


"Ya ampun, aku sudah merasa kesal dan lapar banget ini."


"Ya sama aku juga lapar," timpal ku.


Tanpa menunggu lama, kami pun langsung menuju rumahnya. Sesampainya di sana, tante Vina ternyata tengah ngobrol bersama mba Atmi di depan rumah.


"Ini dia mereka," ucap tante Vina menyadari kedatangan kami berdua.


"Kalian dari mana saja? Pantas kata mba, kalian berdua belum pulang."


"Tadi kita nunggu di depan rumahnya pak Satrio. Soalnya itu ada si Caca," balas Ezra.


"Ah, maksud kamu anak cewek yang tadi di depan itu."


"Iya bu,"


"Pantas, ibu kira itu siapa. Makanya ibu memintanya untuk pulang,karena ibu sendiri tidak lihat ada mobil kamu di dalam."


"Untung saja barusan mba Atmi cerita sama ibu,"


"Makanya itu, aku terpaksa menunggu dia pergi."


"Agresif banget lagian jadi cewek itu,"


"Jadi cowok pun jadinya takut, bukannya mau." Lanjut tante Vina.


"Iya makanya......." Sambung ku.


"Ya udahlah, sekarangkan anaknya juga udah pergi. Kalian berdua langsung masuk aja, pasti kalian lapar kan?"


"Tentu saja," balas Ezra.


Ternyata mba Atmi sudah menyiapkan beberapa makanan untuk aku dan Ezra sejak tadi sepertinya. Soalnya makanannya udah pada dingin.


"Non jadinya harus ikut-ikutan sembunyi dari non Caca," ucap mba Atmi.


"Ya mau gimana lagi mba,"


"Aku juga tidak mungkin meninggalkan Ezra sendirian di sana. Kasihan juga kan, dia nggak ada teman ngobrolnya." Jelas ku.


"Mana tadi di mobil nggak ada makanan apa-apa lagi," lanjut ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya karena tadi siang aku tidak sempat untuk tidur, jadinya malamnya aku tidur lebih awal dari biasanya.


Namun, baru aja aku hendak mematikan lampu di kamar ku. Ezra tiba-tiba saja masuk sambil membawa cemilan.


"Ya ampun, kamu mau ngapain sih? Main masuk aja lagi," ucap ku kesal.


"Kirain kamu belum tidur, biasanya kan jam 10 an kamu baru tidur."


"Iya, cuma karena tadi siang aku nggak sempat tidur. Makanya aku udah merasa ngantuk banget ini." Jelas ku.


"Ada apa, kamu mau ngapain ke sini. Nggak mungkin kalau nggak ada sesuatu," lanjut ku.


"Loh, emang kita jadinya ikut gitu?"


"Iya lah, emangnya kita mau ngapain di rumah? Lumayan juga kan,kita bisa cari angin setelah seminggu ini otak kita itu di peras karena harus belajar."


"Ya udah, aku ikut aja gimana kalian."


"Nah......."


"Karena besok kita berangkat pagi-pagi, ada baiknya jika kamu keluar dari kamar ku. Soalnya aku ngantuk,mau istirahat. Supaya besok aku bisa bangun pagi dan kondisi ku fit banget,karena sudah istirahat dengan cukup." Jelas ku.


"Ya ampun,Kay........"


''Ngomongnya kayak gitu banget," balasnya.


"Udah nggak usah protes,"


Meskipun dia sempat tertegun, namun pada akhirnya dia pun keluar dari kamar ku. Setelah itu, aku langsung matikan lampu kamar agar bisa langsung tidur.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


*Tok.....Tok......Tok......


"Kay......."


"Kay....."


Pagi-pagi sekali, aku sudah di ributkan dengan seruan Ezra dari balik pintu kamar ku. Sepertinya dia memang udah niat banget, untuk pergi berwisata hari ini.


"Iya bentar, nanggung aku lagi merapikan rambut aku ini dulu." Balas ku.


" Cepatlah, itu anak-anak udah nungguin kita di gerbang depan." Teriaknya.


"Iya sebentar,"


Aku pun buru-buru untuk menghampiri Ezra. Takutnya dia keburu marah dan membuat kegaduhan di pagi ini.


"Ya ampun, kita itu mau ke kebun kakeknya Rama, buka ke mall." Ucap Ezra setelah aku keluar dari kamar.


"Lah, emang ada yang salah yah, dengan penampilan ku?" Perasaan aku nggak memakai baju atau aksesoris yang mencolok."


"Bukan seperti itu,"


"Aku terganggu dengan sepatu yang kamu kenakan itu,"


"Pakailah sneaker atau enggak sandal saja." Lanjutnya.


"Kau hanya bawa sepatu dua saja, ini sama yang biasa aku gunakan untuk sekolah. Sendal, hanya sendal jepit saja yang aku bawa dari rumah." Balas ku.


"Ya ampun, benar-benar yah kamu."


"Udah pakai saja sepatu ku, kalau tidak salah kita memakai sepatu hanya selisih satu nomor saja."


"Enggak ah, kegedean." Timpal ku.


"Gampang, kamu tinggal pakai kaus kaki saja."


Setelah di paksa, akhirnya aku pun mengalah dan memakai sepatu yang di sarankan oleh Ezra.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di gerbang depan, benar saja Rama dan yang lainnya tengah menunggu kami berdua. Mereka tampak asik tengah menikmati cemilan sambil duduk di pinggir jalan.


" Lah kok sepertinya kalian malah asik di sini," ucap ku.


"Ya lagian nungguin kamu sama Ezra lama banget sih," timpal Ami.


"Nih, Kay yang lama. Dia dandan nggak tahu aku apa saja yang di pakainya." Sambung Ezra.


"Namanya juga cewek," balas ku.


"Udah yuk ah, mending kita langsung berangkat saja sekarang. Nanti gimana kalau keburu ada yang lihat kita,tengah berkumpul di sini." Ucap Ezra.


"Maksud kamu Caca?" Tanya Rama langsung.


"Iya siapa lagi,"


"Udah lah ayok, kita naik mobil ku saja. Kalau pakai mobil kamu nanti di sangkanya aku ada di rumah lagi."


"Ya udah, mau pakai mobil yang mana pun. Aku tidak keberatan," balas Rama.


Kami pun langsung masuk ke dalam mobilnya Ezra,begitu dengan mereka yang langsung memindahkan barang bawaan mereka ke dalam mobilnya Ezra.