My Youth Story (Kayla Story)

My Youth Story (Kayla Story)
Episode 23



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Aku belum bisa jawab,"


"Ya meski pun besok aku belum punya rencana apa-apa."


"Takutnya ada keperluan mendadak. Kalau pun aku bisa, paling nanti aku bareng sama Ezra aja." Jelas ku.


"Oh ya udah kalau gitu,"


"Buar nanti aku,Luna sama Rama bareng di mobilnya Rama atau aku."


"Nanti kabar-kabarin aja yah," balas Ami.


"Sip........"


"Kalian lagi merencanakan apa sih?" Tanya Rama yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Oh itu, tadi aku ngajakin Luna sama Kay untuk pergi berwisata ke kebun punya keluarga kamu itu loh."


"Kan besok kita libur sekolah ini," lanjut Ami.


"Oh itu......"


"Ya kalau aku sih hayu aja,"


"Ngomong-ngomong, ini waktu istirahatnya udah usai belum sih? Perasaan lama banget aku tidur, sampai nyenyak gitu." Lanjutnya.


"Eh iya yah, kok kita malah keenakan nyantai di sini. Gimana kalau udah masuk,"


"Tapi perasaan aku nggak dengar bunyi bel masuk, masa iya ke sini bunyinya nggak nyampe. Nggak mungkin kan secara ini tempat pas banget di belakang kelas X dan XI." Jelas Luna.


"Iya juga yah......"


"Aku juga sama nggak dengar bunyi bel nya dari tadi pun." Sambung ku.


"Udah mending kita ke kelas aja sekarang," ajak Rama.


Baru aja kami semua hendak beranjak dari tempat duduk, Ezra malah datang dengan mata yang masih sembab.


Dia pun langsung duduk di samping Rama dan setelah itu malah tidur di atas karton bekas Rama tadi.


"Ya ampun ini anak, kenapa deh?"


"Datang-datang malah langsung tidur lagi aja, bukannya dia habis tidur tadi." Ucap Rama.


"Kayaknya masih belum kenyang dia, makanya pindah ke sini. Tapi tahu dari mana dia, kalau kita ada di sini?" Ucap Luna.


"Ya paling dari anak-anak yang tadi pada nongkrong di depan itu." Timpal Rama.


"Ezra, bangun......."


"Kok kamu malah pindah tidur ke sini sih? Kota udah pada mau balik ke kelas ini." Lanjut Rama berusaha untuk membangunkan Ezra.


"Aduh, jangan dulu deh."


"Soalnya di kelas kita lagi ada si Caca, malas aku bertemu sama dia." Balas Ezra malas.


"Pantas......." Timpal Ami.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah mendengar seruan dari Burhan, anak kelas XI IPA 3. Kami pun langsung berhamburan menuju kelas, karena sebentar lagi bel tanda masuk akan segera berbunyi.


"Ya ampun, untung ada si Burhan lihat kita." Ucap Rama.


"Eh bentar deh," Ezra tiba-tiba saja buat kami semua terhenti.


"Apa?" Tanya kami bersamaan.


"Aku baru ingat, hari ini Bu Olive nggak masuk. Beliau lagi ada rapat ke kantor guru yang di pusat."Jelasnya.


"Kami serius? Nggak lagi mimpikan?" Tanya ku meyakinkan.


"Ya seriuslah, makanya tadi aku ke sini. Aku niat untuk kasih tahu kalian, eh tahunya aku malah lupa karena masih ngantuk." Jelasnya.


"Ya udah, kalau gitu kita masih punya banyak waktu dong buat bersantai di sini." Sambung Ami.


"Ya udah kalian tunggu aja di sini, aku mau ke kantin belakang dulu. Mau beli cemilan buat teman kita nyantai di sini," ucap Rama.


"Emang benar banget, kamu emang paling pengertian banget deh." Ucap Ami.


Rama dan Ezra pun langsung berlalu menuju kantin belakang,sedangkan aku dan Luna kebagian untuk nyari karton tambahan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Wah, kalian beli apa aja ini?" Tanya Ami penasaran.


"Ya banyaklah pokoknya,"


"Biar cukup buat teman ngemil kita. Kalau pun ada sisa kan gampang, tinggal di simpan ke loker aja." Balas Rama.


Ternyata benar saja, mereka berdua banyak membeli beberapa minuman dan cemilan. Tanpa menunggu aba-aba, kami langsung mengambil cemilan yang sesuai dengan ke inginan kami masing-masing.


"Betah juga yah di sini,"


"Aku aman dari jangkauan si Caca." Lanjut Ezra.


"Ya ampun, aku pikir kenapa."


"Ya untuk sementara waktu kamu akan aman, tapi nanti pas jamnya pulang sekolah kamu harus bersiap aja untuk menghadapi dia."Ucap ku.


"Ah tapi kan pas waktu itu, kita udah ngerjain dia. Mana mau dia minta pulang bareng sama Ezra lagi," timpal Rama.


"Tidak menutup kemungkinan kan, meskipun kita udah ngerjain dia waktu itu." Lanjut ku.


"Iya juga sih,"


"Secara dia anaknya keras kepala dan nggak mau kalah."


"Ya udahlah, gimana nanti saja. Yang penting sekarang ini aku aman dari gangguan dia." Ucap Ezra.


"Menurut aku, sepertinya akan sulit untuk kamu lepas dari jeratan Caca."


"Selama kamu masih berada di satu sekolah yang sama dengan dia," lanjut ku.


"Iya benar,"


"Kamu baru bisa lepas dari jeratan Caca, kalau nanti kamu udah keluar dari sekolah ini. Jadi untuk sekarang ini kamu harus kuat aja, untuk menghadapi Caca." Jelas Ami.


"Hem......."


"Aku sudah merasa muak banget, nggak di sekolah nggak di rumah. Yang muncul itu dia terus,kayaknya dunia ini sempit banget." Keluh Ezra.


"Mungkin itu yang di namakan takdir," timpal Luna.


"Terus maksud kamu, si Caca itu takdir aku gitu?"


Mendengar ucapan Ezra barusan, kami semua langsung tertawa. Tapi memang benar juga, bukan hanya di sekolahan saja dia di kerjain Caca. Tapi sampai di rumah dia pun, masih aja harus ketemu dengan Caca.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Pulang sekolah hari ini, Ezra tampak senang. Karena untuk kali pertama Caca tidak ada ke kelas buat nyamperin dia. Dan pas di parkiran sekolah pun, aku dan Ezra tidak mendapati Caca seperti biasanya.


"Tumben banget,"


"Kemana itu anak?" Lanjut Ezra.


"Kenapa? Bukannya kamu harusnya senang yah, karena tidak di ganggunya hari ini."


"Ya emang, hanya saja aku merasa aneh aja."


"Ya udah lah, mungkin dia merasa lelah. Secara tadi pas jam istirahat dia tidak berhasil menemukan kamu."


"Sebaiknya kita pulang aja sekarang, takutnya dia malah tiba-tiba nongol lagi." Lanjut ku.


"Benar juga kata kamu, bisa aja kan dia sekarang ini tengah sembunyi."


Ezra pun buru-buru masuk ke dalam mobilnya. Jujur saja aku ingin tertawa melihat tingkahnya itu.


Namun kebahagian Ezra hanya di rasakannya sesaat saja. Saat kami memasuki kawasan perumahan tempat tinggal Ezra, dari dalam mobil kami bisa lihat Caca tengah menunggu nya di depan rumah Ezra.


"Ya ampun,"


"Baru saja aku merasa senang, udah ada dia lagi." Ucapnya.


"Ya mau gimana lagi," timpal ku.


"Ini jam berapa?" Tanyanya.


"Kenapa? Ini baru aja jam 2, siang." Balas ku.


"Gimana kalau kita pergi dulu, kemana aja. Sampai si Caca pergi dari depan rumah ku itu,"


"Hah, kamu yakin?" Balas ku mayakinkan.