My Sweet Home

My Sweet Home
bab 8



Reza mengoleskan salep pada luka lebam Lieta


"ja"


"yaaaa"


"aku pikir aku masih cinta sama kamu" Lieta membalikkan badannya menghadap Reza


Reza tersenyum dan memegang pipi Lieta lembut


"maafin aku udah pergi dari kamu"


"sssttt...." bibir Lieta di usap lembut oleh jempol Reza


"jangan pernah bahas masa lalu saat kita sedang menata masa depan kita saat ini"


"kita mulai lagi ya ja" ucap Lieta memegang lengan Reza


Reza mengangguk dan tersenyum.


Reza mendekatkan wajahnya dan Lieta pun memejamkan matanya.


Reza mencium bibir Lieta dengan lembut, jelas terdengar suara kecupan dari keduanya.


Baju Lieta yang sudah terbuka sebelumnya kini semakin turun kebawah hingga menampilkan gundukan dada indah milik Lieta.


Ciuman Reza kini turun ke leher Lieta, membuat Lieta mengeluarkan suara indah ******* khas wanita yang terbawa kenikmatan.


Reza melepaskan bajunya dengan cepat dan membuangnya secara kasar, kemudian melanjutkan aktifitasnya untuk memberikan kenikmatan pada Lieta.


Ada rasa kerinduan dalam aktifitas sengit antara keduanya.


Kini mereka berpindah tempat ke ranjang kamar Reza.


pertarungannya semakin sengit dibandingkan saat di sofa tadi.


Suasana yang gelap karena tak sempat menyalakan lampu membuat suasana semakin panas, AC kamar pun belum sempat menyala, hal ini membuat keduanya basah oleh keringat masing-masing.


"ja".... ucap rintih Lieta


"ya sayang"


"ayo jaaa"


"bentar sayang dikit lagi"


plakkk plakkk plakkk suara irama aktifitas panas keduanya.


"jaaaaaa"


"ya ta ah.... yes ta.... ah" Reza menjatuhkan diri dan berbaring disebelah aca, lalu memeluk aca


"makasih ya ta, aku cinta banget sama kamu ta"


"aku juga ja" mereka berciuman kembali


"ja... aku harus pulang nih, soalnya besok pagi harus live ig dan ada syuting juga"


"gak bermalam aja? nanti aku antar meskipun pagi buta"


"aku tau kok kamu bakal bilang gitu, kamu tau kan aku paling gak bisa bangun pagi. Aku lebih baik kesiangan di sana dari pada disini ja. Kalau manajemen aku tau aku gak ada... bisa abis aku"


"yaudah, kita mandi dulu terus kita pulang ya"


"aku naik taxi aja ja"


"ko gitu?"


"aku lebih baik turun dari taxi dari pada turun dari mobil yang gak dikenal ja, kamu paham kan?"


"hmmm yaudah, kamu bisa pakai sweater aku untuk nutupin wajah kamu ya"


"iya ja..."


"yaudah yuk mandi"


"yukkk"


Reza menggendong Lieta menuju kamar mandi, dan dibawah air panas yang keluar dari shower kamar mandi, mereka melanjutkan memadu kasih untuk mencurahkan segala rindu yang selama ini telah terpendam.


................


"aku pulang ya ja" ucap Lieta


"kamu hati-hati yah, kalau ada apa-apa kabarin aku, kalau udah sampai juga kabarin aku, dan aku harap kita ketemu lagi diwaktu yang cepat"


"oke" Reza mencium bibir Lieta dan Lieta membalas ciumannya


"dah ah... bye ja" Lieta melepaskan ciuman Reza kemudian pergi berlalu.


Reza kembali ke kamarnya dan tertidur


...****************...


Lieta kembali ke hotel tempat dimana ia menginap. Tempatnya tak jauh dari syuting tetapi


"abis dari mana lu" Baim mengejutkan Lieta yang baru masuk ke kamar


"astaga... ngagetin aja"


"eh... gua nanya ya" Baim mendekati Lieta "dari mana lu, hah?!" Baim menarik lengan Lieta


"apaan sih, urusan pribadi gua dong apaan si lu lepas gak" Lieta mengancam


"berani lu ma gua?" kini kedua lengan Lieta di cengkram oleh Baim


"im, kita tuh cuma pacaran kontrak. lu gak bisa kaya gini sama gua" Lieta merintih


"mau pacaran kontrak ke, mau gimic ke mau setingan kek... bodo amat, yang penting semua orang di negara ini semua tau kalo lu punya gua. Dan karena lu punya gua ya lu harus nurut sama gua" Baim berteriak


"kalau gitu konsepnya berarti lu juga punya gua, lu juga harus nurut sama gua" ucap Lieta melotot


Brruuuggggg.... Lieta didorong dan tersungkur di lantai


"anjing lu ya ta, berani lu sekarang sama gua hah? di backing siapa lu kali ini?" Baim mencekik Lieta


Lieta mencoba melepaskan tangan Baim, tapi tenaga Baim lebih kuat dibandingkan dengan Lieta


"imm.... aaaa...imm...." ucap Lieta merintih kesakitan tak bisa bernafas sama sekali


"hei hei hei" ucap lelaki yang baru keluar dari kamar mandi, lalu berlari merelai keduanya.


Menarik tubuh Baim hingga ia terjatuh dan tersungkur menjauh dari Lieta


ohokkkl ohookkkkkk..... Lieta mencoba mengambil nafasnya yang terhenti untuk sekian detik yang nyaris meregang nyawanya


Lelaki itu menarik kerah baju Baim


"lu kalau mau hancurin karir bilang dari sekarang anjing, gak usah rusak projek gua. bangsat lu im" ucap Frans Kepala Manajemen Lieta dan Baim


"artis lu tuh, tai..!" ucap Baim melepas tangan Frans kasar dari kerah bajunya


"elu yang tai" ucap Lieta


"gua udah bilang ya im, jangan area wajah.. kalau keliatan netizen gimana hah?" ucap Frans


"Frans...!" ucap Lieta tak terima jika kenyataannya Frans lebih memikirkan netizen dibandingkan kesehatannya


"apa lu?" Frans memelototi Lieta "lu juga jangan banyak tingkah ya, dari mana lu baru balik jam segini? ngapain lu pulang naik mobil lexus? jangan pikir gua gak tau ya ta. brengsek lu ta, gua udah bilang kalo apa-apa lapor ma gua. Bangsat lu semua, artis tai" ucap frans kesal


Lieta dan Baim hanya diam dan mendengarkan perkataan Frans tanpa bisa membantahnya.


"tapi gua punya kehidupan pribadi Frans, lu gak bisa ngebatesin gua" ucap Lieta yang bangkit berdiri sejajar dengan Frans


Frans yang telah selesai menyalakan rokok di bibirnya dengan korek menghembuskan asapnya ke arah wajah Lieta.


"yang mau ngebatasin urusan pribadi lu siapa ta? gua cuma mau Lu...La...Por...sa..ma...gu...a...!!! paham gak lu?!!!"


Lieta tak menjawab, tapi dia langsung mengalihkan pandangannya kemudian pergi meninggalkan Frans dan Baim


"lu besok konten pake sweater, tutupin bekas tangannya Baim di leher lu!!!" ucap Frans berteriak pada Lieta yang sedang berjalan menuju kamar tidurnya


"gua dah pernah bilang sama lu im, jangan area wajah lah... lu paham gak sih maksud gua?"


"iyaa... sorry" jawab Baim malas


"cuma 6 bulan lagi im, lu bebas dah terserah lu mau ngapain. tapi selama 6 bulan ini kalian dibawah kendali gua, ngerti kan lu?"


"iyaaa... paham gua"


"yaudah balik lu sama gua sekarang!" perintah Frans pada Baim


"tapi urusan gua sama Lieta belum kelar"


"mau gua kelarin sekalian sekalian urusan lu ma gua?"


Baim bangkit dengan malas, kemudian mengikuti langkah Frans mengekor dibelakangnya dan meninggalkan kamar hotel mewah yang sedang disewa untuk Lieta beristirahat.