My Sweet Home

My Sweet Home
bab 15



Reza berjalan menuju toilet, Aris dan Dito saling menatap satu sama lain, dan Aris menundukkan pandangannya lalu Dito paham bahwa ada kejadian yang baru saja berlangsung.


"oke pak, jadi ini adalah proyek baru kita" ucap Dito memperlihatkan layar laptop di meja


(di toilet)


Reza mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Lieta.


Tak ada jawaban dari Lieta meski panggilannya sudah lebih dari 5 kali.


"angkat ta angkat" ucap Reza kesal


Reza sangat berharap Lieta menjawab panggilannya dan bertanya mengapa dia bersama dengan pak Andi dan terlihat sangat mesra.


isi kepala Reza sangat kacau.


Reza terus menghubungi Lieta


(di mobil Lieta)


Lieta terus menatap layar ponselnya yang bergetar terus menerus.


Reza ngapain sih telfon gua mulu


"siapa?" tanya Baim di kursi pengemudi


"bukan siapa-siapa"


"angkat lah" perintah Baim


"kan gua udah bilang bukan siapa-siapa jadi ngapain gua angkat"


Lieta menekan tombol power di sisi ponselnya, menon aktifkan ponselnya agar tidak dapat dihubungi oleh siapapun


(di toilet)


"sssiiittt....." Reza memukul wastafel kamar mandi, tampak kesarl Reza meremas tengkuk leher belakangnya dengan kasar. Jelas Reza sangat kacau kali ini, ia lalu melihat ke cermin, menghela nafas panjangnya untuk mengontrol emosinya lalu menegakkan tubuhnya menatap pantulan dirinya di cermin.


"sampai kapan ta... gua harus terus liat Lu kaya gini? bermesraan dengan lawan jenis lu, apalagi sekarang bukan di tv melainkan gua liat pakai mata kepala gua sendiri. sampai kapan ta? sampai kapan?" tanya Reza pada dirinya sendiri di cermin.


Berharap pertanyaan tersebut sampai pada Lieta dan dijawab olehnya.


...****************...


Lama Reza menghabiskan waktunya berada di toilet, kini Reza kembali ke meja lobby hotel untuk menemui rekan kerjanya.


"udah kelar?" tanya Reza


"lu berak apaan si pak, lama banget.. pak Andinya udah caw" ucap Aris


"aman to?" tanya Reza menatap Dito


"aman lah... untung pak Dito dateng tepat waktu, abis dah perusahaan kehilangan investor besar kalau suasana canggung antara pak Reza dan pak Andi berlanjut" ucap kesal Aris


"ya sorry" jawab lemas Reza


"lu gak apa-apa kan?" tanya Dito.


Hal yang terjadi sebelum Dito datang sudah diceritakan lebih dulu oleh Aris saat Reza berada di toilet


"aman gua"


"udah telfon?" tanya Dito


"gak di angkat"


"kalau nanti ketemu Lieta gua pengen lu tenang dan jangan ambil keputusan apapun saat emosi lu masih ada, yakin sama gua... lu pasti bakal nyesel dengan apa yang lu buat"


"iyaaa" Reza tampak terlihat lebih tenang dari pada sebelumnya


Entah kenapa sosok Dito lebih dewasa dibandingkan dengan yang lainnya.


Sosok Dito yang sudah berkeluarga sangat berperan sebagai kepala keluarga di rumah maupun dilingkungan teman-temannya.


Jelas apapun yang disarankan oleh Dito pasti selalu di dengarkan oleh ketiga temannya.


"aca gimana ja?" tanya Dito mengalihkan topik pembicaraan


"hahaha jangan dibahas pak, mending bahas cewek sexy yang dilihat pak Reza pagi ini. Kesel banget tau mukanya pas cerita kalau tuh cewek di jemput cowo pake mobil mewah hahaha" ledek Aris


Dito yang memperhatikan wajah Reza yang masih murung menyadari hal lain.


"aca ya ja?" tanya Dito


Reza mengangguk mengiyakan pertanyaan Dito


"ohhh may god..." ucap Aris tak menyangka


"jadi lu belum dapat konfirmasi dari keduanya?" tanya Dito dan Reza menganggukkan kepalanya kembali


"apes banget lu pak, aca dijemput cowo... Lieta abis nemenin cowo... ini sih kayanya Azis bakal menang taruhan" ucap Aris


"di atas itu kan bukan hanya kamar ja, bisa aja Lieta cuma nemenin pak Andi sarapan di restro atas, atau meeting di aula hotel" Dito menenangkan


"semoga aja gitu" jawab Reza datar


"iya pak... lagian bisa aja emang style aca begitu, kan anak abg dia pak, jadi masih butuh bimbingan. Kali aja dia mau berangkat kuliah, yaaaa kebetulan aja yang jemput temen cowoknya. ya maksud gua lu jangan mikirin perkataan gua yang tadi lah... gak berlaku buat semua cewe pak" jelas Aris yang tak menyangka bahwa wanita sexy yang dibicarakan Reza adalah Aca


"iyaaa" jawab Reza "Azis hari ini gak di klinik kantor ya?"


"ini Rabu pak, Azis praktek di RS lah" jawab Aris


Azis adalah dokter yang bekerja di 2 tempat, klinik perusahan dan Rumah Sakit.


Azis membagi jadwalnya, di hari senin dan jumat dia bekerja di klinik perusahaan dimana terdapat Aris dan Reza.


Sedangkan Selasa rabu dan kamis Azis bekerja di salah satu Rumah sakit swasta ternama di ibu kota.


"lu sakit ja?" tanya Dito


"kayanya mending lu balik deh pak" ucap Aris


"kerjaan gua banyak, udah 2 hari gua gak cek lapangan" jawab Reza


"lapangan biar gua yang handle pak, lu balik on time aja" ucap Aris menawarkan


"oke" Reza mengeluarkan ponselnya. Mengetik sebuah pesan singkat


(ca... ntr malem masak ya, kak eja gak jadi lembur. Jam 5 kak eja otw)


Tak selang beberapa lama pesan Reza dibalas oleh Aca


(ashiappp....!!!! :D)


Reza tersenyum membaca pesan Aca.


(19062014 ca kode pintu baru)


"nah itu.... gitu dong senyum.. kan jadi enak diliatnya" ledek Dito


"siapa nih? Lieta apa Aca pak?" tanya Aris


"kepo lu" jawab Reza


"malam sabtu non futsal dulu yah, kalian harus kerumah gua untuk merayakan kehamilan istri gua" ucap Dito


"wahhhh selamat ya pak"


"keren lu to, selamat ya bro"


"pokoknya untuk kalian bertiga khusus banget diundangnya sama bini gua ya.... bukan sama gua. Jadi wajib banget dateng biar gak ngerusak mood ibu hamil"


"ya jelas lah... mana mungkin seorang pak Dito tiba-tiba ngundang kita kerumahnya" ledek Aris


"jadi lu tadi nganter Mika cek kehamilan?"


"yoi, dinner ya dan gak pake ngaret. kalau mau balik kantor langsung ke rumah gua juga gak apa-apa" ucap Dito


"ogah... bau ketek pak, gak enak nanti bikin bumilnya mual muntah, yang ada nanti gua diusir lagi" ujar Aris


"yaudah terserah deh, tapi yang pasti jam 7 malam kalian udah harus ada di rumah gua" tegas Dito


...****************...


Sore hari telah tiba, jam pulang kantor pun sudah menyadarkan Reza bahwa ia harus segera bergegas untuk pulang dan makan malam bersama dengan Aca sesuai dengan kesepakatannya siang tadi bersama Aca.


Reza melihat layar ponselnya, tidak ada notifikasi apapun dari Lieta meskipun pesan teks Reza yang berisikan untuk meminta Lieta agar menghubunginya jika ia senggang jelas sudah 2 centang biru menandakan sudah di baca oleh Lieta.


Tapi sampai sekarang tidak ada balasan apapun dari Lieta.


Reza ingin menelfon Lieta langsung, tetapi Reza takut jika telfonnya akan mengganggu Lieta dan membuatnya marah, jelas akan berakibat buruk untuk hubungannya dengan Lieta.


Reza memilih untuk menelfon Aca.


berdering.... dan diangkat oleh aca


-halo kak eja...


-halo ca


-kenapa kak? kangen ya?


-apaan sih ca... lu dimana? udah pulang?


-pulang kemana kak?


-rumah kita lah, kan tadi siang kak eja bilang kak eja gak jadi lembur jadi mau makan malam di rumah aja.


-cieeeee sekarang jadi rumah kita nih...


-rumah gua ca rumah gua


-rumah kita juga gak apa-apa kak, enak dengernya


-i****ssshhhh lu dimana?


-aca udah di rumah kita kak


-*A**aca*....


-hehehehe


-mau titip apa? biar sekalian pulang


-so sweeet...... mau pizza kak


-pizza doang?


-mau kakak juga


-yaudah pizza keju kan?


-hahaha iya kak, jangan pedes ya


-lu gak doyan pedes?


-doyan... cuma kalau pedes nanti kak eja gak ikutan makan kan?


-tau aja lu ca, yaudah pizza doang kan?


-bungkusin kak eja juga dih... pake karet 2


-halah..... tunggu gua pulang ya ca


-hehehe oke kak... hati-hati ya