My Sweet Home

My Sweet Home
bab 12



Aca menghentikan tangisannya, menghapus air matanya, menghela nafas panjangnya


"bisa ca bisa" ucapnya menguatkan dirinya


Aca mencoba berekspresi tersenyum, menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya bahwa dia baik-baik saja.


Aca bangkit dan memungut semua bawaannya lalu membuka pintu rumahnya.


Reza yang sedari tadi hanya melihat Aca yang menangis mulai berjalan maju ke depan.


Seperti biasa menatap diantara kedua pintu antara rumahnya dan rumah Aca.


Ada rasa ingin mengetuk pintu rumah Aca, bertanya padanya, ada apa dan kenapa dia sampai menangis begitu sedihnya.


Apa yang membuatnya nangis, kenapa dengan hidupnya. apa ada yang melukainya? ada yang jahat padanya? atau dia sedang kesulitan ekonomi? atau apa....


Semua perkiraan muncul dibenaknya. Ada perasaan iba dan ada perasaan ingin menenangkannya. Mengucapkan padanya bahwa semua baik-baik aja.


Reza menekan kode pintunya namun salah.


Reza terpikirkan ucapan Aca tentang mengganti kode akses dengan tanggal lahir pasangan ataupun aniv.


19061993 tanggal lahir Lieta namun salah


19062014 tanggal aniv Reza dan Lieta


tittttt.... sandinya benar dan pintu dapat terbuka.


"dari mana aca tau tanggal aniv gua sama Lieta" ucapnya heran


Reza membuka pintu


"surprise.......!!!" Lieta menyambut Reza yang baru datang dengan merentangkan kedua tangannya meminta untuk dipeluk


"hei...." Reza memeluk Lieta lalu mencium bibirnya


"kok gak bilang-bilang sih?"


"kan mau kasih surprise, masa bilang dulu"


"makasih ya sayang" Reza memeluk tubuh Lieta kembali lalu berjalan menuju sofa merangkul bahu Lieta


Apa tadi aca nangis karena Lieta ya


"mmmm sayang, tadi ada orang gak yang masak buat makan malam"


"ada.... aca kan?"


Reza yang sedang meletakkan tasnya di sofa terdiam sejenak


"kalian ketemu?"


"iya" Lieta ikut duduk disofa bersama Reza "kalau diperhatiin kayanya bukan orang dari keluarga gak mampu, tapi kok dia nyari kerjanya ngoyo banget yah..."


"maksudnya?" Reza melepaskan dasinya


"iya... hebat dia, sehari kerja di 3 tempat sekaligus?"


"masa sih?" tanya Reza heran


"oh.... jadi kamu belum sedekat itu ya sama aca. Jadi.... tadi dia cerita sama aku kalau pagi kerja bikin sarapan kamu terus kuliah, nah abis kuliah dia kerja jadi badut ancol sorenya bikin makan malam buat kamu dan.... jam 10 malam ini dia mau berangkat kerja lagi"


Reza terdiam "kerja apa berangkat selarut itu"


"gak tau, aku lupa nanya... aku boleh minta sesuatu gak?"


"apa sayang?"


"mmmm kasih waktu untuk aca iatirahat ja, jangan sering-sering suruh aca masak makan malam yah, nanti kamu bisa beli diluar atau kalau aku ada disini biar aku yang siapin makanannya. kasian aca"


Reza tersenyum "kamu tuh gak pernah berubah ya, kenapa sih harus bikin aku terpesona terus sama kebaikanmu"


"issss apaan sih, tadi juga aca bilang gitu... sempet nangis juga loh dia, kayanya dia kurang kasih sayang juga deh"


"anak itu emang belum ngerti percintaan aja kali ta"


"bukan.... bukan itu.... mungkin keluarganya gitu. Dia tinggal sama siapa? orang tuanya masih ada? kakak atau adiknya gitu? kamu udah cari tau tentang latar belakangnya kan sebelum dia kerja sama kamu?"


"aku gak kepikiran sejauh itu sih, aku cuma tau dia gadis yang periang dan butuh pekerjaan untuk biaya kuliahnya. Aku terima dia karena rumahnya ya dekat, info data juga pasti ada di office apart ini. Jadi kalau ada apa-apa gampang"


"kayanya sedikit tau akan lebih baik ja, soalnya orang yang sering tertawa biasanya juga sering menangis"


Reza mengingat kejadian saat melihat Aca yang menangis sedih di depan pintu.


Penampakan yang berbeda dari sosok yang ceria menjadi sosok yang menyedihkan.


"manusia emang mempunyai sisi gelapnya masing-masing, dan kalau orangnya gak butuh bantuan. Sepertinya memilih diam dan gak ikut campur adalah pilihan yang bijak"


"iya juga sih, semoga aca gak sakit karena kecapean karena pekerjaannya yah"


"masak, nanti aku panaskan dulu ya kamu mandi aja dulu"


"oke sayang" Reza mencium bibir Lieta kemudian meninggalkannya.


...****************...


(di rumah Dito)


Dito rekan kerja Reza yang sudah menikah tinggal disebuah rumah mewah, istrinya adalah seorang manajer sebuah cabang perusahaan di ibu kota.


Kini Dito sedang membaca berita di ponselnya, menunggu kedatangan istrinya yang telah selesai meeting di Surabaya, kantor pusat perusahaan Mika.


"selamat malam suamiku tercinta" sapa Mika memeluk Dito dari belakang


"hei....." Dito mencium bibir istrinya


"capek ya?"


"tadi iya... sekarang enggak hehe" ledeknya lalu mencium bibir Dito


"gimana Surabaya?"


"hmmmmm" Mika beralih duduk di samping Dito dan bersandar padanya


"perusahaan semakin rumit mas, semenjak bu Rini jadi CEO perusahaan jadi rumit mas. Aturannya banyak banget, banyak yang dipecat juga hanya karna bu Rini gak suka. Pokoknya salah dikit ya ditendang sama dia. Yang paling nyebelin itu ya pemangkasan pengeluaran anggaran perusahaan, gak tau tuh duit pada kemana sekarang. Penjualan flat banget selama 2tahun ini"


"tapi posisi istriku tercinta aman kan?"


"emmmmm.... iya dong, lumayan lah cabang yang aku pegang kan paling tinggi grafiknya, jadi udah pasti aman mas"


"ikut seneng mas dengernya, cari aman aja kalau lagi kerja. Jangan terlalu memuji atasan dan jangan juga menjelekkan atasan. gimanapun dia tetap bos kamu, kamu masih bisa beli beras karena kamu bekerja disana"


"iya mas... aku paham, kalau mas gimana, kantor aman?"


"aman... seperti biasanya, kita kan BUMN jadi ya gak terlalu mikirin target"


"iya juga sih... anak-anak aman?"


"aman... paling Reza doang, rada ngagetin dia hari ini"


"ohya....? si sad boy kenapa?"


"ternyata diam-diam dia dia balikan lagi sama Lieta"


"ohya...? waaaaw aku kira yang gagal move on cuma Reza aja, ternyata dua-duanya"


"tapi masalahnya dia lagi deket sama tetangganya, jadi kita-kita lagi bikin taruhan gitu tentang endingnya Reza gimana"


"tetangga di apartemen?"


"iya... gadis kuliahan gitu, baru pindah 5hari yang lalu katanya. Namanya Aca"


"aca?"


"iya, mas pegang Reza sama aca, Aris pegang Reza sama Lieta, dan Azis pegang Reza bakal jomblo lagi hahaha parah ya"


"mmmm kalo Reza itu di apartemennya apa ya mas?"


"mmm grand pramuka kalo gak salah"


"tadi siapa nama ceweknya?"


"aca....."


"namanya singkat banget, nama lengkapnya siapa mas?"


"ya mas gak tau dong sayang, mas kalo temen lagi cerita ya mas cuma jadi pendengar yang baik aja, jadi gak pernah nanya-nanya, emang kenapa sih?"


"enggak.... pengen cocokin namanya aja sama Reza di aplikasi jodoh, biar aku tau mereka cocok atau enggak. Jadi aku bisa ikut taruhannya"


"oh.... jadi sebelum nikah kamu masukin nama kita di aplikasi jodoh juga?"


"ah.... kan jadi ketebak"


"kamu tuh ya...." Dito mencium bibir Mika


"laper gak?"


Mika mengangguk cepat "tapi kayanya aku mandi dulu deh, lengket banget nih"


"iya udah, aku siapin makanannya di meja yah"


"oke"


Grand Pramuka... Aca...