
Ting tong.... Ting tong..
Suara bel pintu membangunkan Reza yang sedang tertidur.
"good morning kak eja" sapaan Aca setelah Reza membuka pintu rumahnya
"morning ca" jawab Reza datar
"kode pintunya diganti ya kak, aca gak tau jadi aca pencet bel. sorry yah jadi bangunin kakak"
"iya... diganti sama Lieta kemarin" jawab malas Reza yang menjatuhkan dirinya di sofa lalu melanjutkan tidurnya
Aca tak mengganggu Reza yang sedang tertidur, Aca langsung menuju dapur dan mulai memasak sarapan Reza dan dirinya.
Aca juga tak lupa mengambil pakaian kotor Reza dikamar mandi maupun dikamar pribadinya, rumah pun di sapu dan di pel oleh Aca.
"kak eja....." ucap aca membangunkan Reza
"mmmm"
"bangun kak udah siang, nanti telat lagi kerjanya"
"mmmm"
"kak eja...."
"yaaa"
"bangun"
"iya sayang"
"cieeee panggil aca sayang..."ledek aca
Reza yang langsung bangun, tersadar dengan apa yang ia ucapkan
"astaga.... aca... gua kira Lieta tau gak"
"ah.... suka gitu, aca juga suka kok kalo dipanggil sayang"
"jijik gua ca"
"dih.... yaudah mandi gih udah jam 7 tau"
"oh iya... thank ca" Reza pergi menuju kamar mandi
"kak eja... kak eja... kemarin-kemarin sebelum ada aca apa kabar sama pola bangun tidurnya ya, hmmm"
......................
Reza sudah rapih, dan seperti biasa langsung duduk di meja makan. Reza tersenyum melihat piring yang dihidangkan aca kini ada dua, menandakan bahwa aca juga akan makan dengannya.
"ca... yuk makan"
"yuk" aca yang berada di dapur menyiapkan kotak bekal Reza kini mendekat dan duduk berhadapan sama Reza
"wih... berasa di restoran gua ca, bisa aja lu bikin ginian"
Aca memasak roti sosis daging dengan lelehan keju dengan telur mata sapi sebagai pelengkap, tak lupa aca memberikan potongan kentang goreng dan juga sup daging hangat untuk Reza.
"belajar dari mana masak ginian?"
"google kak"
"dasar...eh iya..... ca, kemarin ketemu Lieta gak?"
"iya kak ketemu, kak Lieta baik banget ya kak orangnya"
"iya lah"
"gak salah sih kakak ngejar-ngejar kak Lieta, kalau aca jadi cowok juga kayanya aca bakal ngejar-ngejar kak Lieta"
"tapi untungnya lu cewe, jadi gua gak usah repot-repot untuk saingan sama elu"
"tapi kan bukan aca aja, aca rasa yang ngejar-ngejar kak Lieta banyak deh, bisa ratusan loh kak gimana tuh?"
"ca... lu pernah liat lomba maraton gak?"
"pernah"
"kira-kira pesertanya berapa?"
"mmmm biasanya sih ribuan"
"oke... terus yang menangnya berapa orang?"
"ya satu lah lah"
"nah itu.... mau ratusan atau bahkan ribuan orang yang ngejar-ngejar Lieta, tapi akhirnya yang bisa menangin hati Lieta ya cuma gua satu-satunya"
"oh.... kakak lagi bikin perumpamaan ya, paham... paham... keren kak eja, kaya Thomas Edison"
"itu penemu lampu bukan si?"
"iya... jadi saat kakak bikin perumpamaan tadi, ini kepala aca tuh kaya ada lampunya gitu. jadi terang deh nafsirin perkataan kakak"
"halah.... bisa aja, hari ini kuliah ca?"
"iya kak, ada 1 kelas doang"
"oh... bentar dong ya, nanti malem gak usah masak ca kak eja mau lembur"
"oh gitu... oke"
"tapi kalau aca mau makan disini ya aca tinggal masak aja"
"gak usah kak, aca ada mie instan di rumah"
"ca.... lu inget gak sih perkataan gua"
"jangan jatuhin harga diri gua hanya karena lu kekurangan gizi saat kerja sama gua"
"hahahaha yang itu... tenang kak, aca aman ko"
"aman apaan, muka lu tuh layu, kantung mata lu juga jadi menghitam gitu. Tadi malem begadang ya?"
"enggak, aca tidur ko"
"berapa jam?"
"mmmmmm" aca berfikir "2 jam"
"tidur apaan 2 jam ca, tidur itu minimal 8 jam sehari"
"nanti siang aca tidur 2 jam, sore 2 jam, malem 2 jam, pagi 2 jam jadi ya totalnya 8 jam dong"
"lu belajar matematika dimana sih ca, pokoknya hari ini pulang dari kampus tidur, gak ada kata enggak nanti yang ada lu sakit gimana"
"ah.... kak eja jadi perhatian gini si sama aca"
"kalo orang tua lagi ngomong didengerin jangan malah diledekin"
"kalau kak eja kaya gini terus nanti aca suka sama kakak loh"
"ya itu sih urusan elu, siapa suruh suka sama gua"
"berarti aca boleh suka sama kakak?"
"aca... makan..!"
"kak eja...."
"makan ca...."
"kak eja sayang..."
"ACAAA...!"
...****************...
Reza kini masuk kedalam mobilnya meletakkan tas dan kotak bekal pemberian aca di jok sebelahnya.
drrrttt...drttt.... handphone Reza bergetar tanda panggilan masuk dari Dito.
-hei to, gimana?
-mmm ... gua hari ini rada telat deh kayanya
-hari ini kan meeting sama klien Kalimantan to
-iya.. telat dikit ko, gua lagi cek up dulu ma bini. gua usahain untuk datang on time, tapi gua gak bisa janjiin
-apalah meeting ini tanpa humas perusahaan to
-iya gua usahain ja, gua udah telpon Aris buat nemenin elu di sana
-suruh Aris langsung ke tkp aja to
-iya... siap
Reza meletakkan ponselnya lalu memasang sabuk pengaman jok mobilnya.
Saat Reza menyalakan mesin mobilnya, Reza melihat seorang gadis yang tak asing baginya berdiri di pinggir jalan dengan pakaian ketat dan rok putih mini.
Gadis itu adalah aca.
Tampilannya saat sarapan bersama Reza sangat berbeda dengan tampilannya saat ini.
Aca yang mulanya memakai celana jeans dan kaos all size, kini berubah menggunakan baju atasan cantik dengan rok mini bewarna putih.
Rambut coklat panjangnya dibiarkan terurai bergelombang di punggungnya.
Riasan Acapun berbeda dari sebelumnya bibirnya lebih merah dibandingkan dengan aca yang baru 20menit yang lalu bersama Reza
Reza meraih ponselnya dan mencoba menelfon seseorang.
Terlihat aca dari kejauhan merogoh isi tasnya dan mengambil sebuah ponselnya.
-halo
-ca... ini kak eja
-oh... hai kak, ini nomor kak eja ya... aca save ya
Reza yang ternyata menelpon aca dengan memperhatikan gerak-gerik aca dari dalam mobil, jauh sekitar 300m dari posisi aca berdiri.
-aca masih di rumah gak? ada barang kakak yang ketinggalan
-oh ya.... tapi aca udah keluar, mau aca balik lagi aja ambil barang kakak?
-mmm kalau aca udah diluar ya gak usah balik lagi ca, gak terlalu penting ko, btw mau kemana? ke kampus?
-enggak ka, aca lagi ada urusan
-apaan? kemana?
-ih kak eja kepo
-gua cuma mastiin lu aman doang ko?
-apaan si kak, dibilang jangan perhatian sama aca, yaudah aca jalan dulu ya kak, kak eja semangat kerjanya untuk hari ini. Sampai jumpa besok kak eja, bye
Ponselnya dimatikan, tampak aca langsung memasukan ponselnya kedalam tas, lalu menyebrang jalan dan mendekati mobil sedan hitam mewah lalu masuk di kemudi depan kabin mobil.
Yang terlihat samar oleh Reza karena terlalu jauh, tapi sangat jelas terlihat bahwa pengemudi mobil sedan mewah tersebut adalah laki-laki berjas hitam.
Aca sama siapa...?