My Second Merriage

My Second Merriage
gagal pergi



Seminggu kemudian


Derrel tengah menatap layar handphone nya sesekali ia tersenyum tipis. ia bahkan tidak sadar jika saat ini tubuhnya masih tanpa busana.


tok.. tok.. suara ketukan pintu mengalihkan pandangnya.


" siapa?"


" ini saya tuan, tadi nyonya besar menghubungi saya dan ingin menyampaikan pesan untuk anda dan nyonya Risha" ucap asisten rumah tangga kami.


yah.. dia bibi inem asisten panggilan yg biasanya hanya datang saat pagi hari, lalu pulang setelah semua pekerjaan nya selesai.


" terimakasih, sebentar lagi saya akan menghubungi nya".


" baiklah tuan, maaf menganggu anda" bi inem pun kembali ke dapur.


Derrel menyimpan handphone nya ke dalam saku celana nya, ia lalu mendekat ke arah ku.


kepalanya menunduk tepat di telingaku ia menyunggingkan senyum devil, membuatku memundurkan tubuhku.


ia terkekeh kecil" Risha aku bahkan tidak menyangka jika tubuhmu sangat nikmat "


handphone Derrel berdering, ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


setelah berbicara dengan si penelepon, Derrel menoleh ke arahku.


" aku akan melepaskan kan mu, tapi jangan senang dulu. ini hanya sementara Krn mama dan papa akan menginap beberapa hari Disni " ia tersenyum menyeringai.


" akhirnya Tuhan memberikan ku pertolongan, ucapku dalam hati, bibirku menyunggingkan senyuman tipis.


Derrel melepaskan ikatan di kedua kakiku.


" mandi sana, setelah itu masak untuk ku, beberapa hari ini aku merindukan masakan mu"


aku terkejut mendengar ucapan nya, ternyata dia merindukan masakan ku.


aku berlalu meninggalkan nya masuk ke kamar mandi dan merendam tubuh ku di dalam bathtub, menuangkan sedikit sabun aromaterapi.


" hmm, segarnya".


***


aku berjalan keluar menuju dapur, ingin rasanya aku pergi jauh dri sini namun mengingat kebaikan orgtua Derrel membuatku mengurungkan niat.


aku membuka lemari es mencari bahan bahan untuk memasak, Krn hari ini orangtua Derrel akan berkunjung kerumah kami.


walaupun, yah... aku membenci Derrel, mengingat kesalahan yang Sangat fatal ia lakukan padaku.


tapi mau diapain lagi saat ini dia masih menjadi suamiku mau tidak mau aku masih harus menyiapkan makanan untuk nya.


aku mengambil celemek masak dan memulai memotong motong sayuran dan beberapa bahan lainnya.


tiba2 ada tangan yg memeluk ku dari belakang sontak membuat ku terkejut.


aku menoleh ke arahnya.


" lepas" teriakku


" sebentar saja" sahutnya


" aku bilang lepas" aku terus meronta


" kali ini aja Risha"


aku membuang nafasku kasar, ingin rasanya aku menumpahkan minyak panas ke wajahnya.


" Risha, aku ingin kita memperbaiki segalanya, kita mulai dari awal lagi yah"


aku terkejut mendengar ucapan nya.


" maksud kamu apa?"


" aku ingin kita seperti dulu lagi, dan yah.. aku minta maaf, aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi" ucap Derrel, ia membalik tubuhku agar menghadap ke hadapannya ia mengangkat wajah ku, mata kami saling bertemu. aku mencari letak kebohongan disana namun yg aku lihat hanya ketulusan.


" Risha"


ucapnya sambil memegang wajahku, ia terus menatap mataku tanpa mengalihkan pandangannya.


" Ya? " jawabku singkat


" kamu mau kan memaafkan aku"


aku membuang wajahku, sungguh tatapan nya membuat ku terhipnotis, namun di detik kemudian tiba2 kejadian yg Sangat fatal itu muncul di kepalaku, bayangan bayangan wanita dan pria yg sedang memadu kasih, seorang suami yg selama 2 tahun ini telah membohongi ku, seketika dadaku terasa sesak, tak terasa bulir air muncul di ujung mataku.


" sayang, knp kamu menangis ?" tanya nya,


ia mengusap air mata di wajahku.


aku hanya diam, Derrel kembali memegang wajahku agar menatap ke arahnya.


" lihat aku Risha, tatap mataku, oke baiklah, aku bakal lepasin kamu dari sini, asal kamu bahagia" ucapnya dengan bibir bergetar.


aku menatap manik mata lelaki yg sudah 2 tahun selalu menemani hari hariku dan mengisi hatiku. tiba2 kenangan indah yg pernah kami lalui bersama terbayang di kepalaku kenangan indah sangat indah.


tanpa aku sadari bibir atas ku terangkat membentuk sebuah senyuman tipis. terlihat jelas oleh nya Derrel lalu memeluk ku, ntah knp tanpa ragu aku membalas pelukan suamiku itu.


Ting tong..., bel berbunyi dari depan pintu rumah.


" sayang aku buka pintu nya yah, kamu lanjutin masak nya. mungkin mama dan papa sudah ada didepan"


aku mengangguk dan tersenyum.


Derrel membuka pintu rumah, dan alangkah terkejutnya saat melihat siapa yg berada di balik pintu itu, seorang wanita cantik yang selama beberapa tahun ini menjadi kekasihnya.


yah... wanita itu angel kekasih Derrel.


raut wajah Derrel seketika berubah ketakutan, ia takut jika Risha melihat wanita yg pernah ia jumpai sebelum nya.


" mau apa kamu kemari?" tanya Derrel dengan melirik menoleh ke arah belakang.


wanita itu terkekeh " sayangku, aku kemari Krn ingin memberi kabar baik untuk mu" ucap wanita itu.


" tapi kan kamu bisa telfon aku, klo sampai Risha tahu bisa gawat" ucap Derrel


" tapi kan" belum sempat angel melanjutkan bicaranya, Derrel dengan cepat menarik tangan nya keluar. " kamu jangan gila, klo sampai Risha tau dia bakal ninggalin aku, dan kamu tahu mama dan papaku bakal marah besar dan itu artinya aku gak bakal dapat apa2, emang nya kamu mau hidup susah. tidak kan?" jelas Derrel sesekali menoleh ke arah belakang.


angel sedikit berfikir ada benarnya yg dikatakan Derrel, bisa2 hidupnya terancam miskin. tidak.. tidak... aku tidak mau hidup miskin batin angel mengumpat.


" sayang, sekarang pergi lah sebelum Risha keluar. tenang saja malam ini aku bakal nemanin kamu" ucap Derrel membelai lembut pipi angel.


angel tersenyum manis lalu mengecup singkat bibir Derrel. "baiklah aku pamit "


aku berjalan keluar mencari Derrel Krn sedari tadi dia tidak kembali. " kemana Derrel?" batinku.


saat aku berjalan keluar aku sungguh terkejut melihat pemandangan didepan mataku, Derrel bersama wanita yg tidak asing di mataku tengah asyik berpelukan mesrah.


yah... wanita yg pernah melakukan hubungan s**s dengan suamiku beberapa Minggu yg lalu. knp?, knp dia bisa berada disini lagi? apa Derrel membohongi ku lagi?.. akhh... aku sungguh muak dengan semua ini.


dengan langkah cepat aku mendatangi mereka. " ehemmm...". sontak Derrel melepaskan pelukannya dari wanita itu dan wanita itu menoleh ke arah ku.


" Risha " ucap Derrel, terlihat jelas raut wajahnya sangat ketakutan, sedangkan wanita itu terlihat santai tanpa merasa bersalah.


" apa yg kalian lakukan ?" tanyaku. dadaku terasa sakit, wajahku memerah menahan amarah. kejadian itu muncul kembali, kejadian fatal yg mereka perbuat dulu, terlebih lagi wanita yg didepan ku saat ini adalah mantan kekasih suamiku, tapi ntah mantan atau masih menjadi kekasihnya.


wanita itu berjalan ke arahku reflek aku berteriak " berhenti, jangan mendekat".


wanita itu berhenti, ia menarik nafasnya lalu membuang nya pelan. " mbak, saya kemari hanya untuk berpamitan dengan Derrel" ucap wanita itu tersenyum.


aku tidak mengerti dengan ucapan wanita itu, perpisahan maksudnya?.


" mbak tenang aja, saya gak bakal ganggu rumah tangga kalian lagi. Krn saya akan pergi dari sini " lanjutnya lagi.


aku terkejut, seperti nya aku mengerti dengan ucapannya. " maksud nya, kamu akan pergi dari kota ini?"


wanita itu mengangguk " bahkan saya akan pergi keluar negri" ucap wanita itu.


" jadi kamu benar2 sudah tidak memiliki hubungan apa2 lagi dengan suamiku"? tanyaku menyelidik.


wanita itu kembali mengangguk kan kepalanya. " baiklah mbak, saya permisi dulu Krn sebentar lagi pesawat saya akan berangkat". pamit wanita itu.


Derrel tersenyum kearahku, ntah mengapa hatiku sedikit senang melihat wanita itu akan segera pergi dari kehidupan kami. apakah benar aku masih mencintai Derrel? ntah..!


" sayang, ayo kita masuk " ucap nya merangkul pundak ku.