My Second Merriage

My Second Merriage
Hari ini dia berbeda



Setelah sarapan pagi bersama Jimmy, aku pun segerah membersihkan sisa piring kotor kami.


Sembari mencuci piring aku bersenandung ria entah Knp hari ini aku sangat bahagia, bahagia krn mendapat kan perlakukan hangat dan romantis dari pria yg sayangnya bukan siapa siapaku.


“Saya lebih suka mendengar suara burung berkicau dibandingkan mendengar suara mu yg jelek itu”


ucap Jimmy yg tiba2 saja sudah ada disampingku


Aku terkejut dengan kedatangan nya yg tiba2 dan sontak hal itu membuat tangan ku teriris pisau.


“Unchh”.


Ucapku lalu dengan cepat tiba2 Jimmy sudah memasukan jariku ke dalam mulutnya.


Oohhh Tuhan apa apaan dia, apa yg Pria itu lakukan.


Tatapan kami bertemu, kami memandang cukup lama hingga suara air yg memutuskan pandangan kami dan Jimmy melepaskan jari ku.


“Dasar bodoh.”


Wah wah apa yg barusan pria itu katakan, dia bilang aku bodoh?”


Belum sembuh luka di jari ini eh ada lagi luka di hati, omongan pria menyebalkan satu ini memang menusuk. Ingin rasanya ku kutuk jadi batu, (malingkundang kali yeh) hahah.


Dan tanpa aku sadari jariku yg tadi nya luka sudah diperban. Yg aku sendiri tidak menyadari kapan pria itu melakukannya.


Aku mendongak menatap nya, saat akan berterima kasih Jimmy langsung pergi meninggalkan ku.


Uh dasar, percuma ganteng klo sikapnya dingin sedingin balok es yg gak tau kapan cairnya.


Tunggu dulu, Ada apa dengan jantungku, mengapa tiba tiba berdetak kencang seperti habis berlari maraton. Apa seharusnya aku harus kedokter untuk memeriksanya yah. Ucapku sembari memegang dadaku yg masih berdetak tak karuan.


Didalam kamar


Tok tok tok


“Masuk” Titah Jimmy


“Ada apa?” kata bibi tadi kamu memanggil ku?” Tanyaku sembari berjalan menuju sofa lalu mendudukkan bokongku.


“Malam ini saya ada pertemuan bisnis dengan klien dari beberapa negara”. Jawab jimmy


“Terus apa hubungannya dengan ku?” Tanyaku bingung.


Pria itu tidak menjawab melainkan menutup laptop kerjanya lalu bangkit dan berjalan ke arah lemari pakaian.


“Ambil ini”. Ucapnya sembari meletakkan sebuah kotak berwarna hitam kehadapanku.


Kotak apa itu? Tanyaku membatin.


Namun lagi lagi tidak ada jawaban dari sang pria menyebalkan itu.


Next


Sore hari.....


Pukul 17:05 aku bangun dari tidur ku, dengan melihat sekeliling tidak mendapati pria menyebalkan itu. Setelah kurasa cukup untuk merasakan nayawaku kembali utuh, akupun melangkah ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh yg terasa lengket ini.


Berendam di bathub sembari memberikan sedikit aroma Rose yg menyegarkan.


20 menit berendam dan kurasa sudah cukup, akupun memakai bathrobe lalu keluar untuk siap siap. Setelah selesai memoles riasan tipis di wajahku, kupandangi pantulan diriku.


Aku terkesiap melihat betapa cantiknya diriku dengan memakai gaun berwarna merah Maroon yg Tempo hari Jimmy berikan.


Setelh puas melihat pantulan diri ku, akupun segerah mengambil tas tangan namun tiba tiba saja sebuah kotak kecil hitam jatuh di lantai. Dan saat itu juga aku mengingat bahwa kotak ini Jimmy berikan padaku katanya harus dipake saat bertemu dengan client nya nanti.


Akupun membuka kotak tersebut dan betapa terkejut nya saat melihat isi kotak tersebut sebuah kalung dan cincin yg di atasnya ada permata sedang namun terkesan elegan sangat indah, bisa kU pastikan klo harga nya sangat fantastis.


“Ini sangat sangat indah.” Ucapku tersenyum bahagia.


Dengan perasaan yg bahagia aku memasukan cincin Ke jari manis ku, dan bergantian memakaikan gelang di pergelangan tangan kanan ku, satu lagi aku Harus memakai kalung di leherku namun sayang nya agak sedikit kesulitan.


“Hm berikan itu padaku”. Ucap Jimmy yg tiba2 saja sudah berada dibelakang ku.


Apa apaan pria satu ini, dia seperti hantu yg selalu datang tanpa permisi jika seperti ini terus Bisa bisa jantungku copot.


“Hey, bisakah sebelum masuk kamu ketuk ketuk pintu dlu?, kamu selalu mengagetkan ku, uh,,,, menyebalkan”. Ucapku sinis namun bukannya mendapat jawaban Jimmy malah mengambil kalung itu lalu memasangkan ke leherku. Wowww sungguh romantis tiba2 jantungku kembali berdetak tak karuan dan kali ini lebih cepat.


“Gawat sepertinya benar klo aku punya penyakit jantung, mungkin besok pagi aku akan kerumah sakit untuk memeriksanya”. Ucapku membatin sembari memegangi dadaku yg sudah berpacu layaknya habis lari maraton.


“Apa yg sedang kau fikir kan?”. Ucap Jimmy membuyarkan lamunan ku.


“Eh, hmm ti....tidak tidak ada”. Ucapku


“Benarkah?, apa jangan2 kamu membayangkan kita sedang enak enak?” Tuduh Jimmy dengan memicin kan matanya.


Astga,,, sumpah lelaki satu ini benar2 mesum, membuat ku ingin muntah saja.


“Hey jangan sembarangan ngomong, sana pergi aku mau ke kamar mandi dlu”. Titahku dengan sedikit mendorong tubuhnya.


“Wah wah apa sekarang kamu sudah berani mengusir saya?, dan ingat ini rumah milik saya bukan rumah mu”. Ucap nya antagonis.


“10 menit lagi kita akan berangkat, saya tidak suka menunggu”. Titah Jimmy lalu berlalu meninggalkan ku.


Selama diperjalan tak ada satupun di antara kami berdua yg mengeluarkan suara, sesekali ujung mataku melirik pria menyebalkan disampingku yg sayangnya tak bisa kU pungkiri jika dia sangat tampan, berkarismatik...


“Astaga apa yg sedang aku pikirkan”. Ucapku sembari memukul jidatku pelan namun ternyata pergerakan ku disambut hangat oleh pria yg baru saja terlintas di otak ku itu.


Melirik sekilas, memasang ekspresi sok cool, sok ganteng, dan sok keren....


Uhhhh,,. Rasanya aku ini menghilang saat ini jga..


“Malu banget, argggg”. Umpat risha


Setelah 5 menit mengatur suasana hati dan mengatur perlahan napas ku yg sedari tadi tercekat(hahaha). Kini ku kembali fokus pada jalanan didepan yg cukup ramai sembari mendengar music again (Adam Lambert) yg jimmy putar di Adio mobilnya.


want your body, mind, soul, et cetera


And one day you'll see, you should give it to me


And I don't want anyone instead of ya


Oh babe I'm goin crazy, come on and give it to me


And I ain't never met nobody better-er


You're someone else's baby


I'm sick of living for other people


Took meeting you to realize


I don't wanna lose ya, I wanna keep ya


Put your little hand in mine and


Look into my eyes, baby eyes


Oh you make me wanna listen to music again


Yeah you make me wanna listen to music again


There had been many moons before I met ya


And I ain't going nowhere


And now you give me back my raison d'être


And I'm inspired again


And I know in some ways we're kinda evil


Got my roots and you've got ties


But my heart's no stranger to upheaval


Put your little hand in mine and


Look into my eyes, baby eyes


Oh you make me wanna listen to music again


Yeah you make me wanna listen to music again


Ahhh music again


Look in to my eyes, baby eyes


I just wanna listen to music again


Oh yeah oh yeah oh yeah wooh oh hey!


I'm sick of living for other people


Took meeting you to realize


I don't wanna lose ya, I wanna keep ya


Put your little hand in mine and


Look into my eyes baby eyes, whoa


Oh you make me wanna listen to music again, whoa


Yeah you make me wanna listen to music again, whoa


Oh you make me wanna listen to music again, whoa


Yeah you make me wanna listen to music again


Setelah 30 menit perjalanan akhirnya kami sampai di sebuah restaurant megah.