
Setelah selesai berdandan aku baru menyadari apa yg telah aku lakukan, disaat seperti ini knp hanya dia di dalam fikiran ku. jelas2 aku baru bertemu dengannya malam itu.
Mungkin Krn dia lelaki jantan yg bisa memuaskan Ku. aku tersenyum mengingat wajah nya. dengan langkah cepat aku menuruni anak tangga.
Saat aku ingin menutup pintu rumah, tiba tiba wajah Derrel muncul di kepala ku. ah tidak perlu meminta izin lagi kepada nya Krn sebentar lagi aku akan meminta pisah, sudah cukup 2 tahun lamanya aku mengabdi, dan aku juga sudah membantu perusahaan nya kembali normal itu sudah cukup untuk membalas kebaikan yg orgtuanya berikan padaku selama ini.
Aku segera memesan taksi, didalam taksi aku terus gelisah, rasanya aku baru menyesali perbuatan ku. mengapa aku menghubungi pria itu, aihh, apa aku sudah gila.! bagaimana ini?.
Taksi berhenti, ternyata aku sudah sampai di depan apartemen itu. jantung ku kembali berdetak. sebelum keluar aku aku melangkah masuk kedalam apartemen.
Aku mencari alasan untuk tidak jadi menemuinya, terlintas di otakku sebuah ide berpura pura sakit perut. yah... seperti nya Pria itu tidak akan keberatan. dengan tersenyum aku mengambil handphone ku lalu menghubungi nya.
Tak ada jawaban dari seberang sana, akhirnya aku bisa bernapas lega.
Tiba2 sebuah tangan kekar memegang pundak ku. kepalaku menoleh ke samping, dan betapa terkejutnya aku dia.
"Tu..tuan". ucapku gugup.
"Knp tidak masuk?". Tanyanya.
"Eh, i..iya tuan saya baru saja sampai". jawabku masih dengan ekspresi wajah terkejut.
Pria itu menghiraukan ku, dia kembali mengayun kan kakinya sampai berhenti tepat di hadapan lift. dia menoleh sekilas tanpa mengatakan apapun, namun sorotan matanya membuat ku merinding. cepat cepat aku melangkah kan kaki ku menghampiri nya.
Didalam lift tak ada satupun dari kami yg berbicara, aku diam dengan perasaan gelisah ku, sedangkan pria itu sedang asyik dengan ponsel nya. hingga pintu lift terbuka lebar membuat aktifitas kami terhenti dan melangkah keluar.
Saat ini aku sudah berada di depan kamar itu lagi, kamar yg membuat ku kehilangan separuh hidupku.
Pintu kamar terbuka pria itu sudah lebih dulu masuk, sedangkan aku masih diam mematung, mendadak kaki ku kaku.
"Apa harus aku gendong". lirih pria itu, membuat lamunan ku buyar, reflek aku berlari kecil mendahului nya.
Saat kaki ku menginjak karpet merah, tiba tiba kaki ku tergelincir membuat hak tinggi ku patah dan aku kehilangan keseimbangan namun sebuah tangan kekar menahan tubuhku membuat ku jatuh kedalam pelukannya.
posisi kami membuat ku gugup setengah mati, bagaimana tidak wajah kami sangat dekat, aku bisa merasakan hembusan nafasnya, aroma BVLGARI itu selalu membuat ku candu. perlahan pria itu menundukkan kepalanya, bibir atasnya terangkat. reflek aku menutup mataku. aku tahu dia akan menciumku.
"Sampai kapan kamu akan berada di posisi ini?". ucapnya tepat di telinga ku.
Pria itu tersenyum tipis, seperti nya dia mengejek ku. sial, bikin malu saja bisa bisanya aku mengira tadi dia akan mencium ku. Tiba tiba pria itu mengangkat tubuh'ku dan menghempaskan nya pelan di atas ranjang.
Tidak lupa tangannya membuka pengait b**a ku, dan melemparnya ke sembarang arah. memainkan p***g s**u ku. membuat ku mendesah nikmat.
Ciuman Jimmy turun kebawah di bagian. dia meninggalkan bercak merah di bagian leher kemudian dada dan turun lagi di bagian bawah.
Bibirnya terus bermain main di bagian itu, menyesap ******** ku. membuat ku kembali mendesah. " akhh... Jimmy "
Entah apa yg aku lakukan saat ini, mungkin salah. namun aku menikmati nya sangat menikmati nya.
mungkin Krn selama 2 tahun menikah dnegan Derrel, ia tidak pernah menyentuh ku, membuat tubuhku yg baru pertama kali mendapat kan sesuatu seperti ini seakan ingin terus melakukan nya.
Jimmy kembali menundukkan kepalanya. mengendus leherku menghirup aroma rambutku. " kamu wangi skli" ucapnya. seketika membuat wajahku merah merona.
" hmm, tuan aku" belum selesai aku melanjutkan ucapan ku, Jimmy langsung memotong nya. " panggil aku Jimmy" ucapnya pelan tepat ditelinga ku. aku tersenyum tipis.
jimmy kembali mencium b**r ku, kali ini ciumannya lebih lembut,
bahkan aku ikut terhanyut dan terbawa suasana.
Jimmy menarik tubuhku agar berhadapan dengan nya, dia menatapku bibir atasnya terangkat " tidurlah " ucapnya diselingi senyuman.
aku mengangguk kan kepalaku,
bagaimana aku bisa tidur klo kamu terus memandangi wajahku. ucap ku dalam hati
aku menutup mataku berpura-pura seolah aku sudah tidur 5 menit kemudian aku membuka sedikit mataku untuk memastikan, apakah ia sudah tertidur.
dan ternyata benar, Jimmy sudah masuk ke alam mimpi nya hehe.
Aku memandangi wajah nya, melihat lebih dekat ciptaan Tuhan yg sempurna ini, sedang tidur pun wajahnya tetap tampan. akhhh... apa yg aku fikiran.. Risha ingat kamu sudah punya Derrel...
Sialan, dia lelaki jahat ingat itu Risha, dia tidak pernah mencintaimu, dia lelaki pembohong Risha, ingat... aku terus menggelengkan kepalaku berusaha untuk melupakan kenangan ku dengan dia.
Tidak berselang lama rasa kantukku pun datang, sesekali aku menguap dan 5 menit kemudian aku pun masuk kedalam dunia mimpi ku, aku berharap di dalam mimpi ku akan ada seorang pangeran tampan yg menjemput ku hehhe.