My Second Merriage

My Second Merriage
kehilangan 2



Masih dengan posisi yg sama, pria itu menindih tubuh ku.


Dengan pelan memasukan juniornya ke milik "Akhh.." ucapku meringis sakit. namun ternyata belum juga sepenuhnya m***k.


berkali kali dia mencoba namun belum juga m***k.


Bibir atasnya terangkat menyunggingkan senyuman tipis. "Percaya pada saya". lirih nya.


Aku mengangguk.


Tiba tiba dia memeluk ku, membuat ku terkejut dan berteriak kecil, sebuah benda tumpul masuk kedalam milikku yg masih sempit layaknya sebuah pisau m***s kulit kulit ku.


Akhirnya tubuh kami menyatu, malam masih panjang untuk wanita dan lelaki asing.


.....


Suara kicauan burung dan matahari yg menerobos masuk ke sela sela gorden membuatku terbangun dari tidurku. aku mengerjap kan mataku yg terasa masih berat.


Aku terkejut melihat lengan kekar yg memeluk tubuh ku. tiba tiba kejadian semalam muncul kembali di kepalaku, membuat ku tersenyum tipis.


Sungguh aku menikmatinya walaupun awalnya aku menolak, namun pada akhirnya justru aku yg semakin liar..


Aku akui satu hal yg tidak bisa suamiku berikan adalah kehangatan seperti ini, dan malah aku dapatkan dari seorang pria asing.


Aku berdiri hendak masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diriku, baru saja ingin turun dari tempat tidur aku meringis kesakitan.


"Mau kemana?". tanya pria itu yg kini tengah menatapku.


Aku menutup mataku aku malu sangat malu.


"Pee..permisi tuan saya ingin pulang kerumah." lirihku pelan.


" Tu..Tuan... " ucap ku lagi. Namun pria itu menghiraukan ku.


Tiba2 dia mencium b**"r ku dengan lembut...


Aku membelalakkan mataku, benar benar pria ini.


Pria itu menyudahi aksinya, lalu bangkit menunju kamar mandi.


Aku berdiri mengambil pakaian ku yg berserakan di lantai, walaupun badan ku masih terasa sangat sakit namun aku harus segera pergi dari sini sebelum pria itu keluar dari kamar mandi.


....


Aku berjalan gontai sambil mencari Taksi untuk segera pulang kerumah. namun ternyata hujan turun tanpa permisi, aku berjalan menyusuri hujan yg cukup deras itu.


Tiba tiba bayangan kejadian semalam membuat ku menetes kan air mata.


Tapi biarlah aku menangis, mungkin dengan cara seperti itu beban ku akan berkurang.


Aku terus berjalan menyusuri jalan tanpa memperdulikan lagi sekitar ku, tiba2 kaki ku tergelincir dan aku terjatuh, saat itu juga tangisan ku mulai pecah'.


....


Kini aku sudah berada di rumah kami, atau lebih tepatnya rumah Derrel.


Aku berjalan masuk kedalam dengan keadaan yg buruk. rambutku acak acakan, wajah ku pucat dan bajuku basah.


Klek..


Ternyata tidak ada siapapun didalam. langkah demi langkah aku menuju kamar mandi, untuk segera membersihkan tubuh kotorku.


Saat aku melihat diriku di pantulan kaca, mataku terbelalak terkejut, tubuhku dipenuhi bercak merah keunguan. pria itu ternyata ganas sekali.


Perlahan aku menggosok nya, namun tetap saja tidak hilang, Bahkan aku menggosok nya dengan kasar, tapi hasilnya nihil, bukannya hilang malah membuat kulit ku merah dan luka.


....


Aku keluar dari dalam kamar mandi ternyata sudah ada Derrel, dia duduk di atas kasur sambil memainkan ponselnya. perlahan aku melangkah kan kaki ku, namun ternyata dia menyadari kehadiran ku, ia meletakkan ponselnya di atas nakas dan menoleh ke arahku.


"Sayang thankyou, akhirnya


Aku hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Derrel. namun tiba2 handphone Derrel berdering dia segera mengangkat Nya.


dari raut wajah Derrel menampilkan keterkejutan. aku mengangkat sebelah alisku bingung.


" Risha, Jimmy ingin berbicara denganmu" ucap nya dengan wajah yg terlihat marah.


aku bingung untuk apa lagi lelaki itu mencari ku, jelas jelas hubungan itu hanya sebatas persyaratan saja.


" ada apa tuan? tanyaku


" nona, anda melupakan sesuatu" jawabnya


aku bingung, apa yg telah aku lupakan jelas2 semuanya sudah berakhir.


" aku ingin bertemu dengan mu malam ini di cafe xx, datanglah seorang diri" ucapnya.


belum sepat aku menolak tawaran lelaki itu, ternyata sambungan telepon terputus sepihak.


" apa yg Jimmy katakan? tanya Derrel mengambil handphone miliknya.


" malam ini dia ingin bertemu denganku" ucapku dengan wajah datar.


untuk apa lagi Jimmy mencari Risha, aku tidak akan membiarkan nya mengambil Risha dariku. gumam Derrel


"Risha , ada yg ingin aku katakan kepadamu" ucap Derrel.


" apa itu?


Derrel menarikku untuk duduk di atas ranjang kami.


" Risha, apapun yg terjadi jangan pernah tinggal kan aku" ucap Derrel memegang tanganku dengan tersenyum manis.


ada apa lagi ini?, gumam ku merasa bingung


seolah Derrel bisa membaca fikirkan ku dia langsung memeluk ku." tenang Risha aku tidak akan membawa mu kepada pria asing lagi, maaf kan aku malam itu aku terpaksa melakukan nya". ucapnya dengan nada sedih.


seketika membuat hatiku kembali luluh dan aku membalas pelukan suamiku itu.


malam ini aku memasak makanan kesukaan suamiku, aroma wangi dari masakan ku membuat ku semakin bersemangat untuk segera menghidangkan masakan ku.


tak.. tak... suara langkah kaki seseorang menuruni tangga. " harum sekali sayang kamu masak apa"? tanya Derrel memeluk ku dari belakang.


" hm sayang, hari ini aku membuat makanan kesukaan mu" jawab ku diselingi senyuman.


"Hmmm terimakasih istriku" lirih Derrel.


" sama2, ayo duduk di kursi makanan nya sudah selesai " ucapku lalu mematikan kompor.


akuntansi menghidangkan makanan di atas meja makan, lalu menyendok kan nasi dan beberapa lauk kesukaan di piring suamiku.


Derrel tersenyum lalu menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


" enak sekali sayang". pujinya dan aku pun tersenyum manis.


Haiii,,,, semua maafin jika masih banyak typo nya yah soalnya mommy masih pemula.


jadi harap di maklumi.. oiyah kak jangan lupa like dan votenya. thankyou🤗🙏