
Setelah menemani Jimmy makan malam bersama klien, sedari tadi Mood ku sangat rusak krn ternyata derrel juga hadir disana bersama sekretaris nya.
Yah’dia Fiona sekretaris derrel yg memiliki rupa cantik dan bokong yg sintal, jgn lupakan payudara yg berukuran besar.
Ah sudah lah apa yg sedang aku pikiran, apa aku cemburu. Tidak itu tidak mungkin.
“Kita sudah sampai.” Ucap Jimmy dengan dingin.
Aku menoleh sekilas lalu mengangguk dan turun dari mobil. Berjalan lebih cepat krn rasanya Jimmy tau klo derrel jga akan hadir tadi namun pria itu dengan sengajah nya tidak memberitahuku.
Tak lama akupun segerah bersih bersih dan membaringkan tubuh ku di atas kasur. Rasanya lelah sekali hari ini.
Jimmy berdiri dihadapanku seraya menilik raut wajahku, melihat sisa kekesalan di raut wajahku, Jimmy menduga risha kesal dengannya krn tadi bertemu dengan derrel.
Karena merasa tidak ada hal yg bisa dibicarakan, jimmy pun melangkah mundur lalu berbalik. Dia keluar dari kamar risha.
Risha memperhatikan Jimmy yg sudah berbalik keluar dan menutup kenop pintu. Setelah dirasa Jimmy sudah benar benar menghilang dibalik pintu Risha mengehela napas berat lalu membuangnya kasar.
Ntah lah perasaan apa ini, semenjak bertemu derrel tadi hatinya sedikit sakit, saat ke toilet tdi derrel mengikutinya lalu menciumnya dengar brutal. Hampir saja mereka melakukan hal lebih untung saja seseorang lewat dan kejadian itu pun tidak berlanjut. Berakhir lah risha menangis dalam diam.
Bodoh benar benar bodoh, setelah apa yg derrel lakukan kau masih mencintainya risha… heh buka hati dan matamu laki laki seperti apa yg tegah menukar istrinya hanya demi tahta.
Setelah menangisi pria bajingan itu tanpa sadar akupun tertidur sampai alarm handphone kU membangunkanku.
***
Keesokan harinya. pagi menjelang siang, nampak risha terburu buru bangun untuk menyiapkan sarapan untuknya dan Jimmy. Dia bangun kesiangan saking buru-buru nya dia tidak sadar keluar kamar tanpa memakai pakaian dalam.
“kau sengajah menggodaku, Hm.”
Belum sempat risha kembali melangkah tiba-tiba Jimmy memojokkan nya hingga kini tubuh risha sudah membentur tembok.
“Hmmpppt.” Jimmy sudah ******* habis bibir ranum yg berwarna pink seperti buah cerry itu.
Merasa risha sudah hampir kehabisan oksigen dia pun memukul dada bidang milik Jimmy lalu setelah ciuman itu terlepas risha menghirup banyak-banyak oksigen.
Oh Tuhan ada apa dengan pria ini sepagi ini sudah sangat mesum. Umpat risha
Sekilas, Risha dapat melihat sebuah senyuman dari bibir Jimmy… “Apa barusan dia tersenyum, Omg sangat tampan”. Ucapku membatin masih dengan memandangi ciptaan Tuhan yg benar-benar tampan ini.
“Ayo kita lanjutkan dikamar.” Bisik Jimmy tepat di telingaku. Seketika bulu kuduk ku meremang.
“Hey,, Ap apa kau sudah sarapan?.” Ucapku mengalihkan ucapan Jimmy.
Jangan tanyakan bagaiman keadaan jantung dan wajah ku sekarang, jantung ku hampir melompat keluar dan wajahku,,, yah.. wajahku sudah seperti tomat.
Dengan sedikit langkah lebih cepat aku bergegas meninggalkan Jimmy dengan jantung yg masih berdegup kencang.
Setelah 30 menit bertempur di dapur akhirnya masakan kU jadi juga. Sebenarnya bukan sarapan lagi melainkan makan siang krn sekarang sudah pukul 11:20.
Jimmy sudah keluar dari kamar dengan menggunakan kaos putih dan celana selutut, menambah kesan tampannya.
Risha melirik Jimmy lalu mengambilkan nasi dan meletakkan di atas piring. “Apa segini sudah cukup?.” Tanya risha
“Iya.” Jawab Jimmy. Lalu risha pun mengambilkan beberapa lauk untuk Jimmy dan mereka pun makan bersama dalam keheningan dan yg terdengar hanya dentingan sendok dan garpu yg saling beradu.
***