My Second Merriage

My Second Merriage
Wanita bodoh



Clarisa Amanda.



Jangan lupa like dan komen nya. please...


Aku menghentikan langkahku tanpa menoleh ke arah mereka berdua. ingin rasanya aku menghilang dari hadapan Derrel saat ini. aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari mulutnya.


"Brengsek" maki ku pada Derrel lalu aku berlari dengan cepat menuju jalanan raya saat itu pula hujan turun dengan derasnya. semesta kali ini mengerti dengan hatiku yg hancur. untuk sejenak aku berdiam di halte bus mengambil nafas dalam-dalam untuk menyakinkan diriku untuk berpisah darinya.


"Mau kemana kamu?."


Aku memutar badanku saat seseorang mencekal tangan ku, saat aku tahu orang itu ternyata Derrel aku langsung menepis tangannya.


Aku menatap nya dengan air mata yg sudah membasahi wajahku, baru saja kata maaf itu terucap namun ternyata dia kembali berulah. sudah cukup selama 2 tahun ini aku menjadi wanita bodoh.


Derrel menarik tanganku ingin memeluk ku, dengan cepat aku mendorong tubuhnya.


"Kalo emang dari awal kamu sudah punya kekasih, seharusnya dulu kamu menolak perjodohan kita". Teriakku didepan wajahnya.


"Apa kurangnya aku Derrel, selama menjadi istrimu sekalipun aku tidak pernah membantah keinginan mu, aku berusaha menjadi istri yg baik untukmu. bahkan aku rela menukar kehormatan yg seharusnya ku berikan untukmu, demi membantu perusahaan mu kembali normal. dan lagi selama ini ku kira suamiku memiliki kelainan, tapi nyatanya aku malah memergoki nya bersama wanita lain sedang enak enakan."


teriakku kembali, suaraku menyatuh dengan hujan.


Akhirnya aku menumpahkan segalanya yg telah lama aku pendam.


"Apa kamu pernah memikirkan perasaan ku" kataku lagi.


Tiba tiba wanita itu datang menghampiri kami dan memberiku sebuah payung, namun aku langsung mendorong nya.


Derrel yg melihat itu langsung berlari dan menolong wanita itu.


"Apa kamu baik2 saja?". tanyanya pada wanita itu. dan diangguki kepala oleh nya.


Wah.. pemandangan yg sungguh indah, membuat mataku sakit..


"Risha, kamu sudah keterlaluan. bagaimana jika kandungan angel knp knp, apa kamu mau bertanggung jawab". maki Derrel. rahangnya mengeras aku tahu dia marah.


Apa apaan ini, knp Derrel malah memaki ku, dan lebih membelah wanita itu, tunggu apa tadi telinga ku tidak salah mendengar, maksudnya kandungan angel, jadi skrng angel sedang hamil, tapi anak siapa... aku berkutat dengan fikiran ku. sejenak rasa sakit itu hilang.


"Baiklah, sebagai sesama wanita saya tidak tega melihat mu seperti ini, tapi saya juga tidak akan merelakan Derrel untuk mu, sudah cukup beberapa tahun ini saya mengalah". ucap Angel.


Angel melirik ke arah Derrel, tatapannya mengisyaratkan bahwa akan menyampaikan sesuatu.


"Jangan angel". titah Derrel. dia menggeleng terlihat jelas raut wajah nya ketakutan dan gelisah.


Kembali angel mengarah kan pandangan nya ke depan dan menatap ku. wajahnya terlihat serius, aku dapat mendengar hembusan nafasnya.


"Risha, asal kamu tahu selama ini Derrel tidak pernah mencintaimu, Derrel menerima perjodohan kalian hanya demi membuat orang tuanya bahagia, Krn selama ini mereka tidak merestui hubungan kami, maaf jika itu terdengar egois, tapi itulah kenyataannya". jelasnya wanita itu.


Mataku terpejam rapat, bersamaan dengan mengalir nya air mataku yg sudah menyatuh dengan air hujan, aku tidak menyangka selama ini Derrel tidak pernah mencintaiku.


Tapi bagaimana dengan semua perlakuan nya padaku selama ini, sikap nya yg manis, perhatian kecilnya, dan selama kami menikah hari hariku selalu bahagia karenanya. Apa semuanya hanya akting semata...


Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin pribahasa itu sangat cocok untuk ku saat ini.


Aku mengumpulkan tenagaku, dan melangkah menghampiri angel.


Kini aku sudah berada tepat di hadapan kekasih Derrel, saat itu juga aku melepaskan cincin yg melingkar di jari manis ku, cincin yg baru saja semalam Derrel pasang dijari manis ku, sebagai tanda di mulainya kembali pernikahan kami. perlahan aku lepaskan cincin itu dan meraih tangan angel lalu memberikan nya.


"Ini untuk mu, kamu lebih berhak menerima nya. terimakasih sudah membuat ku memantapkan hatiku untuk pergi dari nya. jaga dia baik2, sekalipun dia tidak pernah mencintaiku, tapi aku mencintai nya sebelum akhirnya cinta itu hilang bersama dengan air mataku". lirihku lalu memutar badanku dan meninggalkan mereka berdua.


Aku melangkah kan kakiku lebar-lebar, menyusuri jalan setapak tidak peduli bajuku yg basah, aku hanya ingin melepas rasa sakit hatiku.


Angin yg sedikit kencang membuat tubuh ku kedinginan, aku memeluk tubuh dingin ku dan berlari tanpa tujuan sampai akhirnya sebuah mobil sport berhenti tepat di hadapanku dan menyentuh badanku.


Aku terkejut setengah mati memejamkan mata dan mematung ditempat.


Aku sudah ikhlas jika harus mati saat ini juga.


mungkin dengan begitu aku tidak perlu merasa kan sakit hati lagi dan bisa bertemu dengan papa dan mama disurga.


"Apa yg kamu lakukan disini?"


Suara seorang pria yg tak asing ditelinga ku membuat mataku langsung terbuka.


betapa terkejutnya aku saat melihat siapa yg tengah berada di hadapan ku saat ini, sosok pria tampan yg tempo hari menghabiskan waktu berdua dengan ku, sosok yg sempat membuatku merasakan kenikmatan dunia untuk pertama kalinya.


Tanpa aku sadari kini ia sudah berada dihadapan ku.


Ia terus menatap mataku, membuat jantung ku berdetak kencang.


Tanpa menunggu lama, aku langsung memeluknya tak peduli lagi dengan pakaian ku yg basah. entah dari mana aku bisa memiliki keberanian sebesar ini. namun aku akui saat ini aku memang membutuhkan seseorang untuk bersandar.


"Saya capek" lirihku pelan.


Aku menyadari tangan Jimmy membalas pelukanku, dia mengelus pundak ku memberiku kekuatan. hingga payung yang Jimmy pegang tadi terbang terbawa angin membuat kami basah kuyup.


Jimmy menuntun ku masuk kedalam mobilnya.


....


Perlahan aku membuka mataku, aku baru ingat jika tadi sepanjang perjalanan aku tertidur. Dan sekarang aku sudah berada di sebuah kamar bernuansa mewah dengan corak warna keemasan yg rasanya tak asing bagiku.


pintu kamar mandi terbuka membuat ku reflek menoleh, mulutku sedikit terbuka, mataku tidak berkedip menatap pada Jimmy yg baru selesai mandi dengan bertelanjang dada dan handuk berwarna putih melingkar di lehernya. Rambut basahnya terkesan sexy dan menggoda, apalagi perut dan dadanya terbentuk kotak kotak layaknya roti sobek..


Aku kesulitan menelan Saliva ku. Astaga ! tampannya. batin ku bergumam.


"kamu sudah bangun?" tanyanya.


seketika membuat lamunan ku buyar.


"Eh, iya baru saja" sahutku lalu segera berdiri untuk masuk kedalam kamar mandi, rasanya tubuhku sangat tak nyaman seharian bermandikan air hujan.


setelah mandi aku baru menyadari jika aku tidak memiliki pakaian ganti. gimana ini, gak mungkin kan aku keluar hanya memakai handuk saja. aku bergumam sendiri.


aku memutuskan berdiam diri dalam kamar mandi Krn tidak mungkin aku keluar dengan ke adaan seperti ini.


Tok..tok.. jimmy mengetuk pintu kamar mandinya, namun aku enggan untuk membuka nya. namun pintu kembali diketuk. Krn merasa tidak enak hati akhirnya aku membuka nya. " ada apa?" tanyaku dengan mencondongkan sedikit tubuhku. Jimmy melirik kebawah lalu kembali menatapku. reflek aku menutup d**aku walaupun sudah memakai handuk mandi tapi tetap saja itu tidak sopan.


"Apa yg kamu tutupi?, tanyanya masih dengan posisi matanya menatap ku. aku menggeleng pelan.


"Bahkan aku sudah merasakan nya" dia kembali berucap dengan ekspresi wajah seakan-akan ingin m"***i ku. aku segera menutup pintu kamar mandi namun kaki Jimmy menahannya. sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya agar keluar dari sini. " apa kamu menggoda ku?" lirihnya pelan. " dengan cepat aku menggeleng.


"Ambil ini"


dia memberiku paper bag berwarna putih yg aku rasa isinya sebuah pakaian.


Aku segera mengambil nya lalu menutup pintu kamar mandi.


Jangan lupa komen, biar author semangat nulisnya.