
Aku menatap takjub pemandangan di hadapan ku sungguh luar biasa, desain tembok yg berwarna gold dan sedikit dipadukan dengan warna abu2 menambah kesan nya sempurna.
Sebelum aku membuka pintu Derrel menggenggam tanganku." Risha ini access card milik pria itu, aku mohon lakukan yg terbaik". ujarnya sambil memberikan sebuah card berwarna gold untukku.
Aku memejamkan mataku sembari meredam kembali emosi. lalu dengan amat terpaksa ku anggukan kepalaku krn yah, aku sangat tidak ingin berbicara apapun lagi dengan pria bajingan ini.
kemudian aku turun dari mobil, sebelum benar2 masuk kedalam aku memandangi mobil Derrel yg semakin menjauh. dia melajukan mobilnya lebih cepat, Entahlah akan kembali kerumah atau ketempat lain.
Rasanya dadaku kembali sesak tiba2 saja air mataku kembali luruh mengingat sebentar lagi kesucian ku akan di koyak paksa oleh lelaki tua yg seharusnya kuserahkan untuk suamiku.
Setelah kurasa sudah cukup menangisi nasib ku Akupun smelangkah kan kaki ku masuk kedalam apartemen itu.
Ting..
Aku Segera masuk lalu menekan tombol lantai tempat di mana pria yg sebentar lagi akan mengambil kebahagiaan ku berada.
Ting... pintu lift terbuka lebar, mataku di buat terperangah melihat keindahan yg saat ini dihadapan ku.
tidak sulit mencari kamar lelaki itu, Krn hanya ada dua kamar dalam satu lantai.
Setelah menemukannya aku membuka kamar itu dengan access card yg Derrel berikan tadi.
Klekk...
pintu kamar terbuka didalam gelap sekali, hanya ada cahaya dari luar saat aku membuka pintu. Tanganku meraba-raba ke dinding untuk mencari tombol lampu. namun saat aku ingin menekan tombol itu tiba2 terdengar suara berat seorang pria. " Kemarilah, Jangan nyalah kan lampunya". titah pria itu.
Sontak aku terkejut, aku mengendarkan pandangan ku ke arah pria yg sedang berdiri di ujung sana.
Jantungku berdetak kencang, mendadak kaki ku lemas dan tubuhku bergetar, ingin rasanya aku pergi dari sini tapi sepertinya sudah terlambat..
"Sampai kapan kamu akan berdiri disana". ucapnya.
Aku mengambil nafas lalu membuangnya,
Perlahan-lahan aku melangkah kan kaki ku ke arahnya, sungguh aku belum siap melakukan nya. mengingat ini pertama kalinya untukku.
Apalagi melakukan nya dengan pria yg sama sekali tidak aku kenal. dan, yah.... status ku saat ini adalah seorang wanita yg sudah menikah sungguh tidak pantas.
Tanpa aku sadari kini aku sudah berada tepat di hadapan nya.
"Siapa kamu"?. tanyaku gugup.
Namun tak ada jawaban dari pria itu.
tiba2 pintu tertutup dan sangat gelap tak ada lagi cahaya dari arah luar.
Aku takut, sangat takut. tiba2 lelaki itu menarik tubuhku hingga mengenai tembok.
Detak jantung ku kembali berdegup kencang...
Adegan +17 guys siap siap yah hehhe.
Aroma mint dari tubuh pria itu menyeruak masuk ke hidung ku, wangi sekali, aku menyukainya.
Pria itu meniup telingaku membuat ku merinding.
kemudian dia mencium daun telinga ku dan menggigitnya pelan.
Reflek aku mendorong tubuh nya. "Apa yg kau lakukan?". tanyaku dengan tubuh yg gemetar.
Pria itu menarik tanganku dan menghembuskan nafasnya ditelinga ku membuat ku menggelinjang."Aku sudah memberikan banyak uang untuk suamimu, menurut lah". titahnya sambil mencengkram pipiku.
Aku hanya mengangguk kan kepalaku"Tu..tuan, sakit". lirihku
Pria itu melepaskan cengkraman tangan nya. lalu kembali mencium ku, kali ini dia mencium b***r ku pelan sangat pelan.
lalu dia melepaskan ciumannya"Apa kamu yakin ini yg pertama kali bagimu"? tanya lelaki itu.
Aku hanya mengangguk kan kepalaku.
Tiba tiba pria itu terkekeh kecil.
Aku menautkan kedua alisku bingung, mengapa dia tertawa memangnya ada yg lucu.
"I..Iya.. tuan, selama kami menikah suamiku tidak pernah menyentuh tubuhku". lirihku menundukkan kepalaku.
Pria itu menuang minuman ke dalam gelasnya lalu memberikan nya kepadaku. dari aromanya yg menyengat seperti nya itu wine.
"Maaf tuan aku tidak minum minuman beralkohol." tolak ku.
Pria itu diam, lalu ia meminum wine itu dengan sekali teguk.
B**agaimana mungkin istri Derrel masih p***n, apa wanita ini fikir aku laki laki bodoh hahha. gumam Jimmy.
Pria itu melucuti dress ku, dan tersisa lah pakaian dalam ku. aku sungguh sangat malu, namun demi papa dan mama mertua ku aku rela melakukan nya.
Hmph.... aku merasa sangat geli. namun aku menutup mulutku agar tidak mengeluarkan suara *******.
"Buka mulutmu". pinta nya. aku pun membuka mulutku dan lidahnya masuk kedalam mulutku, ******* habis b***r ku. ia mengehentikan c**a, lalu bibirnya m****t setiap lekuk tubuh ku inci demi inci, mencari area sensitif ku.
"Ahhh...". aku tidak bisa menahan untuk tidak mendesahan.
Pria itu semakin bersemangat ia kembali mencium b***r ku namun kali ini aku membalas ciumannya, dia menggendong ku ala bridal style menuju ranjang tidurnya tanpa sedikitpun melepas p****n kami.
Dengan pelan dia menidurkan ku di atas ranjang king size nya itu. lalu dengan cepat dia melepaskan pakaian Nya.
Tik.. suara lampu yg tiba2 menyala,
Aku terkejut samar samar aku melihat wajah lelaki yg berada di atas tubuhku, aku mengucek mataku berusaha melihat dengan jelas wajah lelaki itu.
Bola mataku sepertinya akan keluar, mendadak aku kesulitan menelan Saliva ku sendiri. Dapat kulihat dengan jelas wajah pria yg sangat tampan melebihi ketampanan suamiku, hidung yg mancung, bibir yg tipis kemerahan dan bulu mata yg lentik.
Awalnya aku mengira lelaki yg akan merampas kesucian ku adalah lelaki yg sudah berumur dan maaf yah wajahnya agak jelek dan bentuk tubuhnya yg kecil serta perut yg membuncit.
Pria itu terus memandangi ku tanpa berkedip.
Zontak aku menutup d*** ku dan memalingkan wajahku.
"Tuan bisakah lampunya di matikan kembali" Ujarku masih memalingkan wajahku.
"No". Ucap nya singkat dengan suaranya yang mulai serak.
Pria itu kembali mencium b**r ku pelan, dan dia mencari pengait b**a ku namun ternyata dia kesulitan untuk membukanya.
cihh... b**a apa yg perempuan ini gunakan, knp mencari pengait nya sangat sulit. gumam lelaki itu.
Aku tertawa kecil melihat pria itu kesulitan mencari pengait b**a ku. dengan telaten aku membantu nya dan slupp.. nampak lah 2 g***n ku yg masih sintal.
yahh... Krn Derrel tidak pernah menyentuh ku tentu saja semua bagian tubuhku masih sintal.
Pria itu menatap buah d**a ku seperti tatapan seseorang bayi yg ingin m***u.
dengan sigap dia langsung menciumi dan m***p buah d**a ku dengan rakus.
Aku meremas rambut lelaki itu dan srupp... sebuah cairan keluar dari dalam milikku, membuat tubuhku bergetar setelah nya.
Aku bahkan sangat lemas sekali, rasanya tenagaku sudah lenyap saat cairan itu keluar.
Pria itu tersenyum. dia kembali m***m bibirku dengan pelan dan satu tangannya m***s d**a ku.
"Ahhh...."
Pria itu sudah tidak tahan lagi ingin m***"n juniornya nya kedalam Milikku.
Dengan cepat dia membuka penutup m** v ku dan dia dibuat kagum dengan keindahan di depan matanya. segera priam*** t nya, dan sesekali l**h nya menari nari di atas milikku. membuat ku menggelinjang hebat merasakan sesuatu yg belum pernah aku rasakan akan keluar dari dalam milikku.
.
.
.
Jangan lupa like, komen dan votenya. thankyou 😊