
Kami sudah selesai makan malam, kini Derrel sedang berada di ruang tengah sambil menonton TV. sedangkan aku merapikan dapur dan mencuci peralatan makan yg tadi kami gunakan.
Sementara sibuk dengan beberes beres handphone ku berdering, keningku berkerut saat satu pesan masuk kedalam ponselku dari nomor yg tidak dikenal.
"Saya sudah mentransfer sejumlah uang ke rekening mu, anggap saja sebagai kompensasi untukmu". isi pesan tersebut.
Seperti nya aku tahu siapa pemilik nomor itu, tapi dimana pria itu mengambil nomorku, tunggu dulu, rekening ku juga, dari mana dia dapatkan itu semua.
Aku menghiraukan pesan itu, kembali menyimpan ponselku kedalam saku celana ku. dan mengambil nampan mengisinya dengan beberapa cemilan dan dua gelas susu hangat untuk menemani tontonan TV kami.
Aku menghampiri Derrel yg tengah asyik menonton tv, kuletakkan nampan di atas meja lalu ikut bergabung dengan nya.
"Terimakasih, sayang". ucapnya dan aku mengangguk sambil tersenyum.
Kami menghabiskan waktu berdua dengan nonton Tv, sesekali kami bercanda bersama. kadang Derrel mencium pipiku, dan memeluk ku. tiba tiba ponsel Derrel berdering.
"Mengganggu saja". ketus Derrel lalu mengambil ponselnya.
"Aku angkat dulu". ucapnya lalu mengangkat telfon nya.
"Dari siapa?". tanyaku saat Derrel meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
"Robert, dia memanggil ku ke apartemen nya". jawabnya.
"Apa Robert punya masalah?". tanyaku lagi.
"Yah, dengan istrinya". jawab Derrel
Aku menautkan kedua alisku, seperti nya Robert butuh teman curhat.
"Knp tidak menemani nya?". tanyaku.
"Apa kamu tidak keberatan?". balasnya.
Aku menggeleng.
"Really?".
"Ya, pergilah. Robert lagi butuh teman untuk berbagi cerita".
"Baiklah, aku pergi dulu". pamit Derrel, lekas ia berdiri dari duduknya.
"Hati hati".
"Iya sayang".
Keningku berkerut saat Derrel menghentikan langkahnya.
"Ada apa?". tanyaku.
"Aku melupakan sesuatu". jawabnya.
"Kunci mobil?". tanyaku lagi. dia menggeleng lalu menghampiri ku.
Cup... sebuah kecupan mendarat di keningku
Reflek mataku terpejam, cukup lama Derrel mencium keningku hingga beberapa detik kemudian ia menyudahinya.
....
Pagi sekali aku sudah terbangun.
pemandangan yg ada disamping ku membuat bibirku tersenyum merekah, menatap Derrel yg tertidur sambil menghadap ku dan memeluk ku erat.
Namun mengingat tugas ku sebagai seorang istri, harus melayani suamiku dengan baik. aku menyibak selimut lalu berjalan menuju kamar mandi.
seharian dirumah rasanya bosan, sebaiknya aku berbelanja, sekalian jalan jalan.
Aku memakai atasan tanpa lengan berwarna biru, ku padukan dengan rok berwarna putih selutut dan menjenjeng Sling bag berwarna biru. yg hanya muat untuk menyimpan dompet dan ponsel saja.
Kini aku sudah berada di depan rumah sambil menunggu taksi yg sudah ku pesan tadi.
Sebenarnya jika ingin kemanapun aku tidak perlu mencari taksi, Krn aku memiliki mobil yg Derrel berikan untukku, hadiah saat ulang tahun pernikahan kami yg pertama.
....
Sekarang aku sudah berada di depan pusat perbelanjaan kota xx. tujuan utama ku membeli beberapa buah dan cemilan.
1jam kemudian.
Selesai berbelanja, sebelum kembali kerumah aku memutuskan makan terlebih dahulu, walaupun dirumah tadi aku sudah makan. tapi Krn aroma makanan dari beberapa restoran membuatku kelaparan.
Aku memangil pelayan dan memesan satu makanan berat dan minuman dingin.
Saat aku menoleh ke belakang, pandangan mataku tertuju pada wanita dan pria yg tengah asyik mengobrol sambil bercanda. suara pria itu seperti nya tidak asing ditelinga ku. keningku berkerut, sepertinya aku mengenal suara itu, tapi siapa dan dimana.
lama ku berfikir mencari siapa pemilik suara tersebut.
Tapi, tadi Derrel bilang sedang ada meeting penting dengan klien. sudah lah mungkin hanya suara nya saja yg sama. aku menepis pikiran aneh ku.
"Ini mbak pesanannya". ucap pelayan wanita itu membuat lamunan ku buyar.
"Terimakasih". sahutku, dan pelayan itu tersenyum ramah.
Saat asyik makan, aku tersedak makanan ku.
aku terkejut mendengar seseorang menyebut nama Derrel.
Aku menghentikan aktivitas ku, lalu mengendarkan pandangan ku mencari sumber suara itu, bersamaan dengan wanita yg dibelakang ku tengah menatap mataku, aku mengerutkan keningku, siapa dia?. knp menatapku seperti itu.
"Ada apa?" tanya pria itu namun wanita itu menghiraukan nya, Krn penasaran pria itu pun menoleh kebelakang. betapa terkejutnya pria itu melihat siapa yg saat ini tengah berada di hadapannya..
Tidak jauh berbeda dengan nya, aku membelalakkan mataku terkejut. Pria itu, pria yg awalnya ku kira mirip dengan suara suamiku, ternyata memang benar bahwa pemilik suara itu adalah Derrel, iya suamiku..
Dapat aku lihat perubahan ekspresi wajah Derrel, terlihat jelas dia ketakutan. begitu juga dengan wanita itu, seperti nya mereka sedang kencan, kepalaku sangat panas, mendadak dadaku sesak. cepat cepat aku menghampiri mereka berdua.
"Derrel, apa yg kamu lakukan disini?". tanyaku mengintrogasi nya.
"Sa.. sayang, sedang apa kamu Disni?". Derrel malah bertanya balik.
"Aku sedang bosan dirumah". jawabku sambil menyilang kan kedua tanganku.
"Oiyah, kamu belum menjawab pertanyaan ku, sedang apa kamu disini?". aku kembali bertanya, namun tatapan ku mengarah ke arah wanita itu.
"Perkenalkan Bu, saya Angel klien pak Derrel, kami kesini hanya makan siang, saya mentraktir beliau sebagai kompensasi Krn berkat kerja keras nya perusahaan kami mendapat kan banyak keuntungan." jelas wanita itu sambil menjulurkan tangannya.
Hanya klien tapi mengapa mesra sekali. ucapku tentunya dalam hati.
"Oh iya, saya Risha istrinya derrel". sahutku membalas uluran tangannya.
"Silahkan duduk Bu". ucap wanita itu dan aku pun duduk disamping Derrel.
"Sayang, apa kamu sudah makan?". tanya Derrel sambil tersenyum hangat.
"Baru saja". jawabku singkat.
Aku merasa masih kurang puas dengan jawaban wanita itu, Krn jika mereka memang rekan kerja knp hanya berdua saja. setidaknya Derrel membawa Naomi sekertaris nya itu.
"Sayang, ada apa?". tanya nya lagi.
"Ngga papa kok, oiyah habis ini kamu langsung balik kantor atau pulang kerumah?'.
"Seperti nya harus ke kantor lagi sayang, soalnya masih ada beberapa berkas yg harus ku tanda tangani. tapi aku antar kamu pulang dulu". jawab Derrel.
"Ngga usah, aku naik taksi saja." tolak ku.
"Knp?"
"Nanti kamu kelelahan, perjalan dari sini ke rumah kita cukup jauh. aku naik taksi saja".
Derrel membuang nafasnya. "Ya sudah, kamu tunggu aku dirumah". lirihnya lalu mencium kening ku.
"Iya , klo gtu aku pulang dlu, mbak saya permisi yah". pamit ku menatap sekilas ke arah wanita itu, lalu mencium punggung tangan Derrel.
"Iya Bu, hati hati dijalan". sahut wanita itu.
"Hati hati sayang". ucap Derrel dan aku mengangguk kan kepalaku.
.....
Aku duduk di bawah pepohonan yg rindang, sambil menunggu pesanan taksi ku, selang beberapa waktu mobil taksi itu datang menghampiri ku, aku segera menenteng beberapa tas belanja ku, namun saat satu tangan ku membuka pintu mobil siapa sangka tanganku terhenti saat melihat Derrel membukakan pintu mobil untuk klien nya itu.
Mobil Derrel sudah melaju, cepat cepat aku masuk kedalam taksi.
"Pak tolong ikuti mobil itu". titah ku pada supir taksi.
"Baik Bu."
Didalam mobil aku terus bertanya tanya, mau kemana dia, knp sangat mesra, ada hubungan apa mereka sebenarnya..
Selang beberapa waktu akhirnya taksi yg ku naiki berhenti tepat di depan hotel, bersamaan dengan mobil Derrel.
aku membelalakkan mataku, mau apa mereka kemari. aku turun setelah membayar nya.
Mereka turun dengan bergandengan tangan, betapa mesranya mereka. dapat aku lihat pancaran kebahagiaan di wajah keduanya.
Runtuh sudah hatiku, satu tangan ku membekap mulut ku agar tangis ku tidak pecah. ini sangat menyakitkan untuk ku,
selama ini aku mencintai Derrel sangat tulus.
Air mataku kembali keluar, saat Derrel mencium kening wanita itu.
....
Jangan lupa like dan votenya author semangat nulisnya 😉.