My Second Merriage

My Second Merriage
membencimu



Pagi mulai menyapa. Cahaya matahari perlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar. Tebalnya gorden berwarna keemasan nyatanya tak bisa menghalangi cahaya itu masuk ke dalam ruangan.


rasanya aku enggan untuk bangun dari tidurku, ingin rasanya aku tidur dan melanjutkan mimpi indah ku bersama lelaki itu.


aku mengerjap kan mataku samar samar melihat ke arah jendela merasa bingung di mana aku, jelas2 ini bukan kamar ku.


Perlahan segala kejadian semalam mulai muncul di ingatan. aku menutup wajahku ternyata itu bukan mimpi.


aku menoleh mencari keberadaan lelaki itu, namun ternyata dia sudah lebih dulu bangun.


aku berdiri dan memunguti pakaian ku yg berserakan di atas lantai.


namun saat aku ingin masuk kedalam kamar mandi seseorang memeluk tubuh ku dari belakang.


aku terkejut, detak jantung ku kembali berdetak kencang... akhh.... aku malu, saat ini tubuhku masih polos aku lupa memakai pakaian ku tadi, Krn ku mengira lelaki itu sudah berangkat kekantor.


" tu..tuan " ucapku gugup


jimmy memutar badanku agar berhadapan dengan nya. dengan cepat aku menutupi dadaku.


Jimmy menundukkan kepalanya dan menatap ku dalam dalam lalu mengangkat bibir atasnya dan berkata" apa yg kau tutupi, semuanya sudah aku lihat bahkan aku nikmati".


DEGG... tiba2 tenggorokan ku menjadi kering dan cepat' aku menelan Saliva ku.


wajahku sangat merah menahan malu, dengan cepat aku berlari menuju kamar mandi.


akh.... aku tidak ingin melihat wajahnya lagi itu sangat memalukan... ucapku lalu masuk kedalam bath up dan merendam diriku.


aku sampai tidak menyadari seseorang membuka pintu kamar mandi dan telah berdiri di hadapanku.


" boleh aku mandi bersama mu" suara berat seorang lelaki membuat ku terkejut. dengan cepat aku membuka mataku.


" k.. kamu.. apa yg kamu lakukan disini, dan bagaimana kamu bisa masuk?" tanyaku menutup bagian dadaku.


" ini apartemen ku, terserah aku ingin berada dimana" jawab Jimmy tersenyum mengejek.


astaga benar juga apa yg dia blng, akh.....


" tapi bisakah kamu mengetuk pintu dlu sebelum masuk, kamu tahu kan aku ada didalam" ucapku membuang wajahku ke sembarang arah.


" knp?, dia kembali bertanya. tiba2 di ikut masuk ke dalam bathtub. aku membelalakkan mataku tidak percaya....


aku membuang wajahku dan menutup mataku " aku lelah Jimmy, bisakah jangan melakukan nya lagi"


Jimmy menarik pelan kepalaku agar berhadapan dengan nya.


lagi, dan lagi jantung ku berdegup kencang.


ada apa dengan ku?, mengapa setiap berdekatan dengan nya membuat jantungku berdetak kencang, apa jangan jangan setelah melakukan hubungan badan kinerja jantung ikut bertambah? . ucapku dalam hati sembari berfikir keras.


Jimmy menyunggingkan senyum nya, ia lalu melempar shower puff, tepat di kaki ku" hei nona Kemarilah, jangan bengong dstu"


" ahhh, sakit" teriak ku seketika membuat lamunan ku buyar "


" ayo gosok punggung ku"


syukurlah hanya menggosok punggung nya, aku kira dia akannn...


yg tadinya hanya sekedar mandi bersama kini berganti menjadi adegan +17, laki laki mah gtu ngomong nya ini tapi ternyata, ah sudahlah yah Risha juga menikmati nya hahhaha.


Jimmy terlebih dahulu keluar dari kamar mandi, namun saat ingin membuka pintu ia menoleh ke arahku dan berkata " ternyata mandi bersama membuat tubuhku jauh lebih segar " lalu berjalan keluar.


sialan, kamu yg segar aku nya yg capek. dasar laki laki mesum. ucapku dalam hati


setelah selesai mandi aku berjalan keluar dengan mengendap endap berharap berharap Jimmy sudah berangkat bekerja.


kumohon tuhan kali ini berpihak lah kepadaku , dengan langkah pelan aku melirik kiri dan kananku mencari keberadaan nya ternyata Jimmy sudah tidak ada... fiuhh, syukurlah...


aku memunguti pakaian ku lalu segera memakai nya, dengan cepat membuka pintu untuk segera pulang kerumah.


☘️☘️☘️


aku melangkah masuk kedalam rumah, dengan wajah yg ceria, mengingat kejadian semalam membuat ku senyam senyum sendiri. tanpa ku sadari sepasang mata terus memperhatikan ku.


" dari mana saja kamu ?" tanya seorang lelaki yg berada tidak jauh dari ku.


aku mengangkat kepalaku menoleh ke arahnya dengan tatapan sinis. " knp ?"


Derrel menuruni anak tangga dengan ekspresi wajah yg terlihat sedang menahan amarahnya.


dan saat ini dia sudah berada di hadapan ku, aku memundurkan langkahku berusaha menjauh darinya, namun langkah ku terhenti saat tembok menjadi sandaran ku.


Derrel menatap wajah ku dengan tatapan seolah akan memakan' ku, baru kali ini Derrel menatap ku seperti ini. tiba2 nyali ku menciut, ntahh apa yg ada difikiran Derrel saat ini.


" mau apa kamu?" Tanyaku tanpa menatap matanya.


namun Derrel menghiraukan pertanyaan ku,


" kau lebih menjijikkan dari sampah sekalipun, Risha" ucapnya tertawa kecil.


sontak membuat ku menoleh ke arahnya. ku telan Saliva ku dengan sikap mencoba untuk tegar.


aku terus menatap matanya dengan tatapan tajam.


tatapanku mengesalkan nya, Derrel mencengkram erat pipiku, semakin dalam membuat pipi ku sakit. aku mencoba melepaskan diriku memukul mukul dada Derrel, namun sayang kekuatan nya saat ini berlipat-lipat ganda.


satu tamparan keras melayang di pipi Derrel. ntah keberanian dari mana aku bisa melakukan inisiatif untuk menamparnya.


tubuhku bergetar hebat,,, aku takut apa yg akan Derrel lakukan kepadaku.


dia terkekeh, tangannya terangkat akan menamparku, dan mmm... sebuah sapu tangan yg diberi obat bius langsung membuat ku tak sadarkan diri.


aku mengerjap kan mataku menyesuaikan cahaya yg menerobos masuk dari celah jendela kamarku. yah... saat ini aku sedang berada di dalam kamarku, tepatnya kamar kami berdua, aku dan lelaki bejat itu.


aku memegangi kepalaku yg terasa berat dan sakit. tiba2 pintu terbuka " sudah bangun Risha sayangku?" tanya seorang lelaki yg suaranya tidak asing lagi ditelinga ku..


" knp kamu membiusku Derrel?" tanyaku sedikit berteriak.


namun Derrel menghiraukan pertanyaan ku, dengan langkah pelan dia berjalan menghampiriku. " sayang kamu pasti haus ayo minum dlu" dia memberiku segelas air putih.


aku membuang wajahku tidak ingin meminum air itu, aku takut jika dia menaruh racun atau sejenisnya.


" sangat mengasyikan bukan?" ucapnya lalu memegang kedua pipiku dan memasukkan air itu kedalam mulutku.


sekuat tenaga aku mendorong tubuh Derrel, dia tersungkur di atas lantai. " aku harus keluar dari sini, namun saat aku menarik kaki ku ternyata kaki ku terikat. " sialan". ucapku frustasi


" gila kamu yah, cepat lepaskan aku! ".


Derrel terkekeh, dia bangkit dan menghampiri ku. " Risha setelah menahan selama 2 tahun, ini saat nya aku ikut menikmati mu" ucapnya tersenyum tipis.


" apa maksud mu Derrel?"


Derrel tersenyum, dia segera membekap mulutku dengan bibirnya, sembari tangannya melepas drees ku.


" hentikan Derrel,, aku mohon"


Derrel menghiraukan ku, setelah melepaskan dressku, kembali dia membuka pengait b**a ku. matanya terbelalak... dengan cepat dia m***p p****a ku, sesekali menggigit dan menghisap kuat benda ku.


aku mengigit bibir bawahku.


" hentikan, Derrel aku mohon" ucap ku memohon sekali lagi.


namun Derrel tetap melanjutkan aksinya,


Derrel mencium setiap inci lekuk tubuh ku, dan sampai lah di titik sensitif ku, dengan kasarnya dia merobek dalaman ku.


aku terkejut. " Derrel ku mohon" ucapku sekali lagi.. hiksss


Derrel bangkit lalu segera melepaskan semua pakaiannya, dan kembali menindih tubuh ku.


dengan cepat dia memasukan miliknya ke milikku, namun Derrel kesusahan.. " ada apa ini?, mengapa masih terasa sempit padahal Risha sudah sering melakukan nya dengan banyak pria" gumam Derrel sedikit berfikir


melihat Derrel diam, kesempatan itu aku Gunakan untuk menendang miliknya.


" shittt... apa yg kau lakukan?" ucap Derrel sambil memegangi miliknya yg sakit Krn ulah ku.


" lepaskan aku, dan biarkan aku pergi dari sini" teriakku memberontak.


Derrel mendekati ku dan menarik rambut ku, aku meringis kesakitan...., ujung bibirnya terangkat dan berkata tepat di samping telinga ku" puaskan aku sayang"


aku terkejut..., bahkan air mataku sudah mengalir membasahi pipiku.


air mataku terus mengalir, melawan pun tidak ada gunanya akhirnya aku pasrah membiarkan tubuhku di jamah oleh lelaki b***t itu.


Derrel kembali ******* bibir ku, satu tangannya meremas p***a ku, dan satu nya lagi bergeliya di bawah. ia memasukkan jarinya memaju mundur kan dengan sedikit kasar. hal itu membuat ku sedikit terhanyut.


" akhh.. hmmm "


sebuah desahan lolos dari mulut ku. itu membuat Derrel semakin bersemangat, ia kembali mencium bibir ku, lalu setelah nya mengeluarkan jarinya di milikku.


tangannya kembali meremas p***a ku, m***n dan sesekali m****t nya. membuat tubuhku menggelinjang,


" stopp, Derrel akh... akh... "


Derrel menghiraukan ku, tiba2 tubuhku bergetar, spontan aku meremas rambut nya, hingga akhirnya aku menyerah dan aku pun *******, dengan cepat Derrel menyesap nya.


aku benar benar tidak memiliki kekuatan lagi, tubuhku terasa lemah.


Derrel bangkit dari posisinya, perlahan tapi pasti memasukan miliknya ke milikku.


ia lalu menggerakkan nya maju mundur.


lalu.


tiba2 kepalaku pusing dan aku merasa seluruh tubuhku terasa panas, mungkin Derrel menaruh sesuatu di dalam air yg ia berikan tadi.


aku sungguh b***h bisa2 aku meminum air itu, tapi apa dayaku ia terus memaksa ku.


ia terkekeh kecil melihat ekspresi ku. " sayang, bagaimana jika kita melakukan nya sekarang"


tangannya kembali meremas kasar p***a ku , membuat ku meringis, tiba2 gerakannya menjadi lebih cepat..


" akhh.. " mulutku kembali mendesah laknat.


Derrel menyunggingkan senyum nya. ia ******* b**r ku sedikit kasar...


ia berhenti sejenak, lalu mengubah posisi ku, ia yg semula menindih ku, kini posisi kami d******l kembali ia memaju mundur kan tubuhku. tiba2 Derrel memelukku dan menekankan milikinya agar semua cairan nya memenuhi rahimku.