My Second Merriage

My Second Merriage
Membalasnya.



Aku terbangun dari tidurku, mengerjap kan mataku dan di saat itu juga aku baru tersadar jika saat ini aku berada di apartemen milik pria itu.


Aku mengendarkan pandangan ku, mencari pemilik kamar ini.


Sampai akhirnya pandangan ku jatuh tepat ke arah pintu yg terbuka.


kulihat ada nya Jimmy yah Jimmy adalah pemilik apartemen ini, pria yg baru saja masuk ke dalam kehidupan ku.


Pria itu duduk di kursi nya sembari mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celananya. menjepit antara jari tengah dan telunjuk, membawa rokok itu ke bibir dan satu tangannya menghidupkan pematik. seketika asap dari rokok itu mengepul.


Dan menyebar ke seluruh ruangan hingga membuat ku terbatuk-batuk.


"Tuan, saya ingin anda menolong saya? " lirihku pelan.


ia menoleh sekilas ke arah ku, sambil menghisap benda yg mengeluarkan asap itu.


"Apa untungnya untuk saya?". Ia balik bertanya dengan nada suara yg terdengar begitu dingin dan berat.


Ah.. iya aku hampir melupakan sesuatu, Tentu saja pria itu tidak ingin membantu ku tanpa imbalan apapun. dalam dunia bisnis tak ada satupun pengusaha yg ingin dirugikan. Tentu saja!.


"Anda bisa meminta apa saja" sebuah kalimat lolos dari mulut ku mengundang perhatian pria yg berada tak jauh dari hadapan ku itu.


Pria itu menghisap kuat rokok nya sebelum akhirnya mematiam dengan memecek agar bara nya mati. tiba tiba ia beranjak dari duduknya dan melangkah menghampiri ku.


"Saya ingin kamu" ucapnya. sukses membuat ku terkejut dengan susah payah aku menelan Saliva ku.


"Kenapa anda menginginkan saya?" pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku.


Pria itu menghentikan langkahnya,


Terlihat jelas ekspresi wajah nya yg berubah datar.


"Kamu ingin saya membantu mu bukan?"


tanya nya masih dengan menatap lekat mataku. aku hanya mengangguk pelan.


Perlahan kepala pria itu menunduk, dan mencium b**r ku. dapat aku rasakan ciuman nya kali ini lebih lembut dari sebelumnya. membuat ku terhanyut dan membalas nya.


Lama kami saling *******, hingga pria itu menghentikan nya dan beralih ke l**r ku.


membuat ku mengigit bibir bawahku.


"Emph.."


Aku meremas rambut pria itu, membuat kobaran api gairah yg ada pada padanya semakin membara.


Tanpa berlama lama, pria itu segera melepaskan pakaianku dan membuangnya secara asal.


Tiba tiba Jimmy menghentikan aktivitas nya membuat ku sedikit kecewa, ia menatap lekat mataku dan tatapan kami terkunci sejenak.


Pria itu melebarkan paha kuu dan memasukan perlahan m***a namun ternyata masih sedikit kesusahan. padahal kami sudah melakukan nya beberapa kali namun masih saja terasa sempit.


Hingga akhirnya pria meloloskan nya membuat ku berteriak kecil.


Pria itu sudah melakukannya berulang ulang tanpa memberiku Jedah untuk istirahat.


"Saya lelah" lirihku pelan namun Jimmy hanya menatapku sekilas tanpa menghentikan aktivitas nya itu.


"You are delicious."


"Tuan,.. hmph..."


"Just call me Jimmy.."


"Jimmy, hmm."


pria itu menyunggingkan senyumnya, tiba tiba


dia mempercepat gerakan nyaseperti nya dia akan mencapai puncaknya. dan benar saja Jimmy menyemburkan benihnya ke dalam rahimku.


Nafas kami terengah-engah. dan akhirnya Jimmy ambruk disamping tubuhku.


"Tidurlah, besok kita akan membahas nya lebih lanjut" lirihnya pelan.


Aku hanya mengangguk paham, dan beberapa menit kemudian aku pun memejamkan mataku tanpa membersihkan diri terlebih dulu


Aku mengerjap kan mataku enggan untuk bangun Krn aktifitas semalam membuat seluruh tubuh ku pegal pegal.


Bagaimana tidak Jimmy melakukan nya berulang kali tanpa jeda.


Aku menatap Jimmy yg masih terlelap di sisiku dengan satu tangan yg memeluk tubuhku.


Mengingat kejadian semalam membuat ku tersenyum manis. Aku berharap setelah ini Jimmy akan membebaskan ku dari Derrel.


Cukup lama aku menatap wajah pria dihadapan ku saat ini. menatap jelas inci demi inci wajahnya, hidung yg mancung, bibir yg tipis serta brewok tipis yg membuat nya terlihat lebih tampan dan maskulin.


Membunuh waktu yg kurasa terlalu lama berjalan, jemariku lantas terulur untuk berusaha bangkit dengan gerakan selembut mungkin. berharap kegiatanku ini tidak mengusik lelapnya.


Aku mengisi bathtup dengan air hangat lalu menambah kan aroma terapi kedalamnya, dan merendam diriku membuat tubuh ku terasa lebih segar.


.


.


.


Jangan lupa like, komen dan votenya yah, biar author semangat nulis🙏.