
Beberapa menit kemudian.
Aku pun keluar dengan pakaian santai yg baru dibeli Jimmy tadi. sebuah mini dress tanpa lengan berwarna peach. seperti nya Jimmy sengaja memilih baju itu supaya kissmart hasil karyanya terlihat jelas.
Jimmy terus menatap ku dari atas sampai bawah.
Lalu Ia bangkit mendekati ku.
Aku pun gelagapan, sungguh aku tak mau berdekatan dengan pria mesum ini.
"Sudah siap?".
"I-Iya..". Ucapku.
Selama di perjalanan kami berdua hanya diam, sepanjang perjalanan aku hanya melihat ke sisi jalan memperhatikan sekeliling jalan yg terlihat ramai oleh kendaraan.
20 menit kemudian, akhirnya kami sampai di gedung yg menjulang sangat tinggi.
Aku mengernyitkan Kening ku bingung, di mana pria ini membawa ku. bukannya tadi hanya ingin makan siang.
"Turun". Titahnya dan aku pun segera membuka pintu mobil dan berjalan keluar.
Aku tersenyum kikuk saat beberapa pasang mata melirik ke arahku, jelas saja aku menjadi bahan pembicaraan sekarang.
Tentu, Krn dengan muda nya aku menempati posisi sekertaris Jimmy. tanpa melakukan seleksi atau apapun itu, siapa yg tak ingin menjadi sekertaris seorang Jimmy, semua orang khususnya wanita pasti mengharapkan jabatan ini.
Selain gajinya yg fantastis, menjadi sekertaris Jimmy sama halnya harus berhubungan langsung dengan pria itu.
Sebenarnya aku sangat malas, belum siap menerima ini semua apalagi status pernikahan ku dengan Derrel belum di tanda tangani olehnya. aku takut Ia akan datang kemari dan melaporkan bahwa aku yg berselingkuh. tapi Jimmy mengatakan apapun yg terjadi Derrel tidak akan berani menyentuh ku. oleh karena itu aku pun menyetujui nya, Toh, dengan seperti ini aku dengan mudahnya lepas dari pria bajingan itu.
"Risha..".
Tiba tiba lamunan ku buyar saat mendengar seseorang berteriak memanggil namaku.
akupun menoleh dan mendapati perempuan yg tidak asing lagi bagiku.
"Apa yg kau lakukan disini?". Tanya seorang wanita dengan mimik wajah yg terlihat serius.
"Hay, Dinda kapan kamu kembali dari Sidney?". Tanyaku pada adik Derrel.
Yah, seorang wanita cantik dan anggun, dengan gaya modis nya siapapun lelaki dibuat bertekuk lutut olehnya. namanya Dinda sodarah kandung suamiku, eh sorry lebih tepatnya sebentar lagi akan menjadi mantan suami.
Namun Dinda tidak menjawab pertanyaan ku, dan malah beralih menatap ke arah Jimmy.
"Kapan kalian berdua saling mengenal?". Tanya Dinda membuat ku mengeryitkan dahi bingung.
Sebenarnya apa hubungan mereka berdua, apa mereka bersahabat atau memiliki hubungan lebih?, entahlah.
Dan saat itu juga Jimmy menarik tangan Dinda dan bergegas meninggalkan ku sendiri yg masih kebingungan.
"Risha, sana pulang suamimu sudah mencari mu dari semalam". Teriak Dinda sembari mengengam tangan jimmy membuat beberapa pasang mata melirik ke arahku dan dapat aku lihat beberapa karyawan wanita seperti berbisik satu sama lain.
Entah mengapa perasaan ku aneh saat melihat Jimmy dan adik iparku itu dekat seperti itu. aku menggeleng cepat dan berjalan menuju pintu keluar perusahaan Jimmy dan saat berada tepat di depan pintu tiba tiba aku mengingat bahwa ponselku tertinggal didalam mobil Jimmy.
"Dasar bodoh". Cemoh ku pada diriku sendiri.
Akhirnya aku memutuskan untuk duduk di ruang tunggu untuk menunggu jikalau saja jimmy keluar ruangan nya.
"Mbak, apanya pak Jimmy?". Tanya seorang pekerja office girl.
Aku mendongak kearah wanita yg seperti nya sudah berusia 30an itu.
Aku hanya tersenyum tipis lalu kembali menatap ke arah depan.
krn tidak ada jawaban dariku pekerja office girl tadi pergi begitu saja.
Setelah menunggu hampir 1 jam lebih akhirnya aku dibangunkan oleh seseorang yg sudah dapat kutebak dari aroma tubuhnya pasti jimmy. akupun mendongak dan benar saja dia jimmy.. huu menyebalkan..
"Apa masih mau berada disini seharian?". tanya jimmy dan baru saja aku akan menjawab nya ia begitu saja beranjak meninggalkan ku.
Huu dasar pria menyebalkan.
dengan cepat aku beranjak dan mengikuti pria menyebalkan namun sayangnya tampan itu haha.
"Maaf membuatmu menunggu". ucapku sembari menatap kearah nya. namun tak ada jawaban dari sang empunya.
Mobilpun melaju dengan kecepatan yg cukup laju membuatku kembali menatap jimmy namun sepertinya terlihat dari raut wajahnya dia sedang cemas. ada apa batinku. apa sesuatu yg telah terjadi? inginku bertanya namun niat itu segerah kuurungkan melihat pasti jimmy tidak meresponku.
Setelah kurang lebih 15menit kami pun sampai di mansion milik jimmy.
"Hari ini aku sibuk jika kau membutuhkan sesuatu cukup memanggil bibi, tidak usah menunggu ku kembali mungkin hari ini aku tidak pulang". ucapnya.
Cih apa2an, apa dia mengira aku akan menunggu nya pulang dan apa2an ini aku seperti mendengar sebuah perintah dari seorang suami. ucapku dalam hati tentunya.
"Hey Cepat turun". titahnya.
"He'em ii yah". ucapku lalu segerah membuka pintu mobil dan menutupnya sedikit kasar.
Akupun segerah memasuki mansion jimmy dan rupanya kepala pelayan sudah menungguku sejak tadi. ia pun menyambutku dengan sebuah nampan yg sudah bisa kutebak pasti berisi segelas jus jeruk.
'Selamat sore nona, silahkan diminum jusnya dan segerahlah mandi". Ucap sang kepala pelayan.
"Terimahkasih bibi". akupun meminum jus itu lalu segerah beranjak naik kelantai 2.
Sesampainya di kamar aku meletakkan tasku dan tidak lupa mencharger hpku yg sedari tadi kurindukan itu.
"Ah, lelahnya sepertinya berendam dibathub menggunakan aroma rose akan membuat tubuh ku nyaman'.
akupun segerah masuk kedalam kamar mandi dan mengambil sabun aroma rose yg membuat siapa sj yg menciumnnya akan jatuh cinta dengan aroma itu.
Baru saja aku merasakan seluruh tubuhku rilex tiba2 saja pintu kamar mandi terbuka dan membuatku terkejut jimmy datang dengan wajah yg merah dan tercium aroma alkohol yg menyengat.
"Hey aaadaa apaaa, keeeluar cepat aku sedang mandi".ucapku sembari menutupi tubuh bagian atasku.
namun sepertinya jimmy tidak menghiraukan ucapanku namun ia semakin mendekat membuat bulu kudukku berdiri.
"Dasar wanita murahan, aku kira selama ini kamu menyanyangiku sayang". ucapnya semakin mendekat ke arahku sontak saja hal itu semakin membuatku takut. bukan krn apa tapi krn syok mendengar kalimat terakhir yg baru saja keluar dari mulutnya.
apa maksudnya sayang? Siapa yg ia panggil sayang? Tanyaku pada diriku sendiri.
Seketika saja jimmy sudah masuk kedalam bathub dan menciumi seluruh tubuhku reflek aku mendorong tubuhnya namun sepertinya kekuatan pria di hadapanku ini sangat besar dan yahh aku pun tidak bisa memberontak lagi. dan ia pun kembali melakukan hal yg seharusanya tidak ia lakukan.
Suara burung berkicau membangun kan ku dari tidur ku, perlahan ku buka mata ini, dan disaat itu juga aku baru tersadar kejadian semalam yg membuatku tersipu malu, yah semalam sejak kejadian panas antara aku dan Jimmy membuatku merasa sedikit terharu pada pria menyebalkan namun sayangnya tampan dan ternyata romantis.
bagaimana tidak semalam Jimmy memperlakukan bak seorang istri seutuhnya yg tidak pernah suamiku sendiri lakukan semenjak kami menikah.
“Dasar wanita gila, sepagi ini sudah senyum2 sendiri”.
Seketika aku langsung tersadar dari lamunan ku.
“Hey, sejak kapan kamu ada disni?, dan apa yg sedang kamu lakukan disini? Dasar pria mesum”.
Ucapku menutupi tubuh kU dengan selimut.
Tak ada jawaban dari sang empu hanya sebuah tatapan sinis dan angkuh yg ia lemparkan untukku.
Dan saat itu juga aku tersadar bahwa kamar ini bukan kamarku dan saat ini aku sedang berhadapan dengan sang pemilik kamar.
“Dasar wanita bodoh, cepat sana bersihkan badan mu yg bau itu lalu segerah turun untuk sarapan pagi, saya tidak suka menunggu”.
Ucap Jimmy sembari meletakkan paperbag berwarna keemasan di atas nakas.
Apa yg baru saja dia katakan, wanita bodoh, badan ku yg bau? Uhhhh dasar pria mesum menyebalkan. Kukutuk kau jadi jelek. Ucapku yg tentunya dalam hati hahahah.