MY MILLION DRE4M

MY MILLION DRE4M
Masih Hidup ?



Ya , pria itu adalah Taro .


"Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu ?" tanya ku sedikit shock .


"Lihatlah ini ," ucap Taro sambil memberikan ponselnya . Disana terlihat Hoon Hwan yang sedang melakukan sabotase pada panggung .


"Hoon Hwan oppa ?" ucapku yang kebingungan .


"Jadi kita harus bagaimana ?" tanya ku yang bingung .


"Saatnya memperlihatkan pada publik , apa yang sebenarnya terjadi ," ucap Taro dengan tataoan siap menghabisi .


"Tetapi kenapa dia melakukan hal ini ?" tanya ku yang masih tidak percaya .


"Mungkin dia dendam padamu ," ucap Taro .


"Seriuskah ?" tanya ku .


"Bisa saja ," ucap Taro .


"Baiklah , mari lakukan ini ," ucap ku .


"Baiklah , aku punya rencana ," ucap Taro .


Sesuai dengan rencana Taro , Hoon Hwan akan menunggu di ruang kendali bersama dengan temannya , jadi aku akan bersikao seperti biasa naik ke atas panggung sedangkan Taro akan berjaga di depan pintu ruang kendali . Aku akan berjalan menuju ruang kendali , dan tentu saja itu akan membuat Hoon Hwan panik .


Acara pun akan segera ditutup , dan kami pun mulai melakukan rencani kita . Ruka sudah berpura-pura menjadi staff dan masuk ke dalam ruang kendali .


Aku berjalan ke arah ruang kendali dan tentu saja hal tersebut menarik perhatian para penonton . Saat aku dan Taro membuka pintu di sana terlihat Ruka yang sedang menarik tangan Hoon Hwan , sedangkan Hoon Hwan yang terlihat ingin turun ke dalam sebuah ruangan rahasia .


Aku dengan cepat berteriak dan semua orang menghampiriku dan melihat apa yang kulihat . Semua staff dengan cepat meminta keamanan untuk membawa Hoon Hwan pergi dan menenangkan situasi .


Hoon Hwan dibawa ke kantor polisi untuk diinvestigasi . Sedangkan aku merasa agak bersalah karena sudah menghancurkan acara ini .


Pihak acara tidak menuntutku , hanya saja agak merasa bersalah , dan Taro dan aku menjadi teman baik .


Acarapun selesai , aku dan Ruka pulang ke gedung Lina .


"Sunny-ssi !" panggil para Cloud .


"Oppa !" panggil ku .


"Apakah kamu baik-baik saja ?" tanya para Cloud .


"Lumayan , hanya tanganku yang sakit ," ucap ku .


"Hoon Hwan kali ini dalam masalah besar ," ucap Minjun .


"Ya , maafkan aku ," ucap ku agak merasa bersalah .


"Tidak apa-apa ," ucap Ye Seung .


"Baiklah , hari ini adalah hari yang sibuk , jadi mari kita istirahat dan lanjutkan pembicara besok ," ucap Ye Jun .


"Ya baiklah ," ucap ku .


Aku menghapus make up ku , mandi , dan langsung tidur .


Keesokan paginya...


"Iya sebentar !" seruku kesal sambil membuka pintu .


"Sunny-ssi ! Cepat ! Ada rapat !" ucap Ye Jun .


"Rapat apa ?" tanyaku .


"Rapat DPR ! Ya rapat Cloud , buruan !" ucap Ye Jun .


"Belom mandi oppa ," ucap ku .


"Buruan lima menit ," ucap Ye Jun .


"Iya iya sabar !" ucap ku yang langsung mandi secepat kilat .


"Nih udah , " ucap ku yang setelah selesai mandi dengan mode cepat kilat ala sonic .


"5 menit lewat 5 detik , masih boleh ditoleransi ," ucap Ye Jun .


"Tunggu oppa , aku ingin ambil perban dulu ," ucap ku .


Aku mengambil perban dan menutup pintu kamarku .


Aku dan Ye Jun segera naik lift dan menuju ke ruang rapat kami yang baru .


Disana ada Lina , Minjun , Ye Seung , Ye Jun , aku , Ruka , Vinda , dan Migo .


"Baiklah , semuanya sudah lengkap , mari kita mulai rapatnya ," ucap Lina .


"Oke , " ucap Minjun .


"Point pertama , Minjun-ssi tolong jelaskan !" pinta Lina .


"Baiklah ," ucap Minjun .


"Seperti yang kita tahu , kemarin malam Hoon Hwan ditangkap ke kantor polisi dan diinvestigasi , kemarin malam juga Hoon Hwan mengungkapkan bahwa Rose Engels yang merencanakan semua ini ," ucap Minjun .


Ye Jun dan aku agak terkejut mendengar hal ini .


"Rose Engels ditangkap dan diadili , kurungan penjara 30 tahun , Hoon Hwan kurungan penjara 6 tahun ," ucap Minjun .


"Dari point pertama , ayah dari Rose yang mendengar hal ini menjadi malu dan memberikan 45% dari kekayaan perusahaannya kepada kita sebagai permintaanmaafnya ," ucap Lina .


"Benarkah ? Banyak sekali !" ucap Migo .


"Benar sekali ," ucap Lina .


"Point kedua dan ketiga , Ye Seung !" ucap Lina .


Suasana ini agak terasa di sekolah dan guru meminta murid untuk membaca materi yang tertera di buku .


"Point kedua adalah kekayaan dan popularitas kita semakin meningkat dan juga kita banyak ditawari kerja sama , untuk kedepannya kita harus berhati-hati ," ucap Ye Seung .


"Baiklah ," ucapku .


"Point ketiga adalah aku , Ye Jun , dan Minjun akan ikut wajib militer pada bulan depan ," ucap Ye Seung .


"Tunggu ?! Apa ?! Lalu bagaimana denganku ?" tanyaku yang mulai panik .