
Ya , pria itu adalah Taro .
"Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu ?" tanya ku sedikit shock .
"Lihatlah ini ," ucap Taro sambil memberikan ponselnya . Disana terlihat Hoon Hwan yang sedang melakukan sabotase pada panggung .
"Hoon Hwan oppa ?" ucapku yang kebingungan .
"Jadi kita harus bagaimana ?" tanya ku yang bingung .
"Saatnya memperlihatkan pada publik , apa yang sebenarnya terjadi ," ucap Taro dengan tataoan siap menghabisi .
"Tetapi kenapa dia melakukan hal ini ?" tanya ku yang masih tidak percaya .
"Mungkin dia dendam padamu ," ucap Taro .
"Seriuskah ?" tanya ku .
"Bisa saja ," ucap Taro .
"Baiklah , mari lakukan ini ," ucap ku .
"Baiklah , aku punya rencana ," ucap Taro .
Sesuai dengan rencana Taro , Hoon Hwan akan menunggu di ruang kendali bersama dengan temannya , jadi aku akan bersikao seperti biasa naik ke atas panggung sedangkan Taro akan berjaga di depan pintu ruang kendali . Aku akan berjalan menuju ruang kendali , dan tentu saja itu akan membuat Hoon Hwan panik .
Acara pun akan segera ditutup , dan kami pun mulai melakukan rencani kita . Ruka sudah berpura-pura menjadi staff dan masuk ke dalam ruang kendali .
Aku berjalan ke arah ruang kendali dan tentu saja hal tersebut menarik perhatian para penonton . Saat aku dan Taro membuka pintu di sana terlihat Ruka yang sedang menarik tangan Hoon Hwan , sedangkan Hoon Hwan yang terlihat ingin turun ke dalam sebuah ruangan rahasia .
Aku dengan cepat berteriak dan semua orang menghampiriku dan melihat apa yang kulihat . Semua staff dengan cepat meminta keamanan untuk membawa Hoon Hwan pergi dan menenangkan situasi .
Hoon Hwan dibawa ke kantor polisi untuk diinvestigasi . Sedangkan aku merasa agak bersalah karena sudah menghancurkan acara ini .
Pihak acara tidak menuntutku , hanya saja agak merasa bersalah , dan Taro dan aku menjadi teman baik .
Acarapun selesai , aku dan Ruka pulang ke gedung Lina .
"Sunny-ssi !" panggil para Cloud .
"Oppa !" panggil ku .
"Apakah kamu baik-baik saja ?" tanya para Cloud .
"Lumayan , hanya tanganku yang sakit ," ucap ku .
"Hoon Hwan kali ini dalam masalah besar ," ucap Minjun .
"Ya , maafkan aku ," ucap ku agak merasa bersalah .
"Tidak apa-apa ," ucap Ye Seung .
"Baiklah , hari ini adalah hari yang sibuk , jadi mari kita istirahat dan lanjutkan pembicara besok ," ucap Ye Jun .
"Ya baiklah ," ucap ku .
Aku menghapus make up ku , mandi , dan langsung tidur .
Keesokan paginya...
"Iya sebentar !" seruku kesal sambil membuka pintu .
"Sunny-ssi ! Cepat ! Ada rapat !" ucap Ye Jun .
"Rapat apa ?" tanyaku .
"Rapat DPR ! Ya rapat Cloud , buruan !" ucap Ye Jun .
"Belom mandi oppa ," ucap ku .
"Buruan lima menit ," ucap Ye Jun .
"Iya iya sabar !" ucap ku yang langsung mandi secepat kilat .
"Nih udah , " ucap ku yang setelah selesai mandi dengan mode cepat kilat ala sonic .
"5 menit lewat 5 detik , masih boleh ditoleransi ," ucap Ye Jun .
"Tunggu oppa , aku ingin ambil perban dulu ," ucap ku .
Aku mengambil perban dan menutup pintu kamarku .
Aku dan Ye Jun segera naik lift dan menuju ke ruang rapat kami yang baru .
Disana ada Lina , Minjun , Ye Seung , Ye Jun , aku , Ruka , Vinda , dan Migo .
"Baiklah , semuanya sudah lengkap , mari kita mulai rapatnya ," ucap Lina .
"Oke , " ucap Minjun .
"Point pertama , Minjun-ssi tolong jelaskan !" pinta Lina .
"Baiklah ," ucap Minjun .
"Seperti yang kita tahu , kemarin malam Hoon Hwan ditangkap ke kantor polisi dan diinvestigasi , kemarin malam juga Hoon Hwan mengungkapkan bahwa Rose Engels yang merencanakan semua ini ," ucap Minjun .
Ye Jun dan aku agak terkejut mendengar hal ini .
"Rose Engels ditangkap dan diadili , kurungan penjara 30 tahun , Hoon Hwan kurungan penjara 6 tahun ," ucap Minjun .
"Dari point pertama , ayah dari Rose yang mendengar hal ini menjadi malu dan memberikan 45% dari kekayaan perusahaannya kepada kita sebagai permintaanmaafnya ," ucap Lina .
"Benarkah ? Banyak sekali !" ucap Migo .
"Benar sekali ," ucap Lina .
"Point kedua dan ketiga , Ye Seung !" ucap Lina .
Suasana ini agak terasa di sekolah dan guru meminta murid untuk membaca materi yang tertera di buku .
"Point kedua adalah kekayaan dan popularitas kita semakin meningkat dan juga kita banyak ditawari kerja sama , untuk kedepannya kita harus berhati-hati ," ucap Ye Seung .
"Baiklah ," ucapku .
"Point ketiga adalah aku , Ye Jun , dan Minjun akan ikut wajib militer pada bulan depan ," ucap Ye Seung .
"Tunggu ?! Apa ?! Lalu bagaimana denganku ?" tanyaku yang mulai panik .