MY MILLION DRE4M

MY MILLION DRE4M
Final ?



Beberapa bulan kemudian....


"Emily !" panggil ku .


Emily mencari asal suara .


"Sunny !" panggil Emily .


"Emily ! Semangat !" ucap ku .


"Baiklah ," ucap nya .


Dia agak lemas hari ini .


Hari ini adalah hari eliminasi antara Emily dan Vivian .


Dia terlihat aneh , dan saat dia bernyanyi , tidak seperti biasanya .


Jika begini terus bisa kalah .


Aku semakin frustasi .


"Emily , aku sangat kecewa pada mu ," ucap Lili .


"Maafkan aku ," ucap Emily lemas .


"Ada apa dengan diri mu ?" tanya Lili .


"Tidak ada apa-apa , mungkin aku hanya gugup ," ucap nya .


"Baiklah , silahkan selanjutnya Vivian !" ucap Tom .


Vivian menyanyikan nya lebih baik dari Emily , apakah aku dan Emily akan berpisah ?


Aku menatap Minjun , dan Minjun agak kebingungan.


"Baiklah , mari kita ambil suara ," ucap Lili .


"Oppa , kamu pilih Emily ya !" ucap ku .


"Baiklah ," ucap Minjun .


Aku dan Minjun memilih Emily , tetapi kita kalah jumlah dan akhirnya Vivian menang .


Emily harus meninggalkan panggung .


Emily agak aneh , dan dia langsung membawa koper nya keluar dari asrama .


Seperti dia sudah menyiapkan hal ini dari dulu .


Aku memeluk Emily .


"Emily ! Ada apa ?" tanya ku saat memeluk nya dari belakang .


"Sunny , maafkan aku , ini pilihan terbaik ku , kita akan bertemu lagi nanti ," ucap Emily lalu memberikan sebuah surat .


"Baca ini saat kamu senggang ," ucap nya .


"Emily !" panggil ku .


Emily pergi karena taxi sudah menunggu kita .


Aku membuka surat tersebut dan membaca nya .


Di sana tertulis .


Aku meninggalkan panggung agar kamu bisa fokus .


Jika aku menang , kamu tidak akan rela untuk mengalahkan ku , aku tidak penting di dalam panggung ini , tetapi kamu , panggung ini menyangkut masa depan mu .


Aku harap kamu bisa berhasil nanti nya , jangan bersedih terlalu lama , final sebentar lagi , bersiap lah !


Semangat! Cinta dari Emily .


Aku menangis membaca surat tersebut .


"Fokuslah , Emily sudah mengorbankan posisi ini untuk mu , kamu harus menunjukan pada nya !" ucap Minjun .


"Baiklah ," ucap ku sambil menyeka air mata ku .


"Emily , sesuai keinginan mu !" ucap ku .


Final tinggal satu minggu lagi .


Aku berlatih mati-matian .


Minjun sibuk di dalam kamarnya entah sedang apa .


Satu minggu kemudian .


Aku sedang bersiap-siap , sudah memakai gaun indah , sepatu indah , semua serba indah .


Tiba-tiba saja Vivian menumpahkan kopi ke gaun ku yang berwarna biru muda .


"Ah , Vivian ?!" respon ku .


"Maafkan aku , aku tidak sengaja ," ucap nya dengan nada yang menyebalkan .


"Kamu sangat menyebalkan !" ucap ku .


"Kamu bilang apa ?!" tanya nya tidak senang lalu mengambil kopi lagi dan ingin menumpahkan nya ke baju ku .


Aku dengan cepat menahan nya dan kopi nya tumpah di rok nya .


"Ah , Sunny ! Kamu sangat keterlaluan !" teriak nya seperti monyet di kebun binatang .


Karena dia berteriak , dengan cepat semua orang datang mendengar kerusuhan tersebut .


"Ada apa ini ?" tanya Minjun .


"Oppa , Sunny menumpahkan kopi di rok ku dengan sengaja ," ucap Vivian .


"Aku tidak sengaja , tadi aku hanya reflek ," ucap ku .


"Bagaimana dia menumpahkan kopi ke rok mu ?" tanya Minjun .


"Dia langsung menumpahkan nya ," ucap Vivian .


"Tapi aku ," ucap ku yang terpotong .


"Diam ," ucap Minjun .


"Dimana kopi nya ?" tanya Minjun m


"Di meja , masih ada sedikit ," ucap Vivian dengan senyuman kemenangan .


"Begini kah ?" tanya Minjun sambil menumpahkan kopi ke atasan Vivian .


Aku terkejut melihat hal tersebut .