
Beberapa bulan kemudian....
"Emily !" panggil ku .
Emily mencari asal suara .
"Sunny !" panggil Emily .
"Emily ! Semangat !" ucap ku .
"Baiklah ," ucap nya .
Dia agak lemas hari ini .
Hari ini adalah hari eliminasi antara Emily dan Vivian .
Dia terlihat aneh , dan saat dia bernyanyi , tidak seperti biasanya .
Jika begini terus bisa kalah .
Aku semakin frustasi .
"Emily , aku sangat kecewa pada mu ," ucap Lili .
"Maafkan aku ," ucap Emily lemas .
"Ada apa dengan diri mu ?" tanya Lili .
"Tidak ada apa-apa , mungkin aku hanya gugup ," ucap nya .
"Baiklah , silahkan selanjutnya Vivian !" ucap Tom .
Vivian menyanyikan nya lebih baik dari Emily , apakah aku dan Emily akan berpisah ?
Aku menatap Minjun , dan Minjun agak kebingungan.
"Baiklah , mari kita ambil suara ," ucap Lili .
"Oppa , kamu pilih Emily ya !" ucap ku .
"Baiklah ," ucap Minjun .
Aku dan Minjun memilih Emily , tetapi kita kalah jumlah dan akhirnya Vivian menang .
Emily harus meninggalkan panggung .
Emily agak aneh , dan dia langsung membawa koper nya keluar dari asrama .
Seperti dia sudah menyiapkan hal ini dari dulu .
Aku memeluk Emily .
"Emily ! Ada apa ?" tanya ku saat memeluk nya dari belakang .
"Sunny , maafkan aku , ini pilihan terbaik ku , kita akan bertemu lagi nanti ," ucap Emily lalu memberikan sebuah surat .
"Baca ini saat kamu senggang ," ucap nya .
"Emily !" panggil ku .
Emily pergi karena taxi sudah menunggu kita .
Aku membuka surat tersebut dan membaca nya .
Di sana tertulis .
Aku meninggalkan panggung agar kamu bisa fokus .
Jika aku menang , kamu tidak akan rela untuk mengalahkan ku , aku tidak penting di dalam panggung ini , tetapi kamu , panggung ini menyangkut masa depan mu .
Aku harap kamu bisa berhasil nanti nya , jangan bersedih terlalu lama , final sebentar lagi , bersiap lah !
Semangat! Cinta dari Emily .
Aku menangis membaca surat tersebut .
"Fokuslah , Emily sudah mengorbankan posisi ini untuk mu , kamu harus menunjukan pada nya !" ucap Minjun .
"Baiklah ," ucap ku sambil menyeka air mata ku .
"Emily , sesuai keinginan mu !" ucap ku .
Final tinggal satu minggu lagi .
Aku berlatih mati-matian .
Minjun sibuk di dalam kamarnya entah sedang apa .
Satu minggu kemudian .
Aku sedang bersiap-siap , sudah memakai gaun indah , sepatu indah , semua serba indah .
Tiba-tiba saja Vivian menumpahkan kopi ke gaun ku yang berwarna biru muda .
"Ah , Vivian ?!" respon ku .
"Maafkan aku , aku tidak sengaja ," ucap nya dengan nada yang menyebalkan .
"Kamu sangat menyebalkan !" ucap ku .
"Kamu bilang apa ?!" tanya nya tidak senang lalu mengambil kopi lagi dan ingin menumpahkan nya ke baju ku .
Aku dengan cepat menahan nya dan kopi nya tumpah di rok nya .
"Ah , Sunny ! Kamu sangat keterlaluan !" teriak nya seperti monyet di kebun binatang .
Karena dia berteriak , dengan cepat semua orang datang mendengar kerusuhan tersebut .
"Ada apa ini ?" tanya Minjun .
"Oppa , Sunny menumpahkan kopi di rok ku dengan sengaja ," ucap Vivian .
"Aku tidak sengaja , tadi aku hanya reflek ," ucap ku .
"Bagaimana dia menumpahkan kopi ke rok mu ?" tanya Minjun .
"Dia langsung menumpahkan nya ," ucap Vivian .
"Tapi aku ," ucap ku yang terpotong .
"Diam ," ucap Minjun .
"Dimana kopi nya ?" tanya Minjun m
"Di meja , masih ada sedikit ," ucap Vivian dengan senyuman kemenangan .
"Begini kah ?" tanya Minjun sambil menumpahkan kopi ke atasan Vivian .
Aku terkejut melihat hal tersebut .