MY MILLION DRE4M

MY MILLION DRE4M
Sabotase



Selama di jalan aku merilekskan badanku , berharap bahwa nanti tidak ada kejadian yang aneh aneh .


Tidak berapa lama mobilpun sampai di tempat tujuan , tempat kali ini agak berbeda , semua wartawan berada di depan dan memotretku .


Kami disambut dengan baik oleh bodyguard . Aku langsung masuk ke area panggung.


Panggungnya besar sekali , banyak panitia dan artis artis lain yang sedang melakukan gladi resik .


"Sunny Lin !" panggil ketua panitia .


"Halo kak ketua panitia !" ucap ku .


"Baiklah kalau kamu sudah sampai , jadi tanpa basa basi aku akan menjelaskan padamu susunan acaranya ," ucap ketua panitia .


Ketua panitia tersebut memberitahukan semua susunan acara , bagaimana aku akan masuk , dan apa saja yang harus aku lakukan .


"Baiklah , aku mengerti ," ucap ku yakin .


"Baiklah , setelah ini giliranmu untuk melakukan gladi resik ," ucap ketua panitia .


"Nee , gamsahamnida ," ucap ku bahagia .


Giliranku untuk melakukan gladi resik . Aku naik ke atas panggung sesuai dengan arahan . Kembang api menyala dari sisi panggung , ini agak menyeramkan .


Setelah selesai aku istirahat sebentar , tetapi saat aku sedang berjalan menuju ruangan istirahat , aku melihat sosok pria seperti Hoon Hwan yang masuk ke lorong . Aku menjadi takut karena aku berpikir bahwa itu adalah sosok arwah Hoon Hwan , aku mencoba menghampirinya . Tetapi saat aku memasuki lorong juga , sosok itu hilang .


Aku mencoba menenangkan diriku , agar tidak terlalu stres dan shock . Aku mencoba berpikir positif , aku mencari Ruka dan menceritakannya pada Ruka , tetapi Ruka berpikir lain dariku , dia malah berkata bahwa aku kurang istirahat .


Ruka mengantarku ke ruang istirahat . Aku merasakan ada yang tidak beres dengan hal ini . Mungkin aku yang terlalu banyak berpikir .


"Kamu tunggu saja disini ," ucap Ruka .


"Baiklah ," ucap ku yang terduduk di sofa .


Pukul 19:00 KST , Backstage


Aku yang sudah siap dengan pakaian dan atribut pun menunggu bersama dengan artis artis yang lain. Mereka sangat ramah terhadapku .


"Sunny , sebentar lagi giliranmu , bersiaplah ," ucap Ruka .


"Nee ," ucap ku singkat yang masih memiliki firasat kurang baik .


"Ekspresimu terlihat aneh , apakah tidak enak badan ?" tanya Taro , artis solo yang terkenal karena keahlian dancenya dan perhatiannya pada semua orang .


"Aku hanya gugup ," ucap ku yang kebingungan ingin menjawab apa , karena tidak mungkin kan aku menceritakan padanya tentang Hoon Hwan .


"Makanlah ini , ini akan mengurangi kegugupanmu ," ucap Taro sambil menyodorkan permen mint .


"Gamsahamnida ," ucap ku menerima permen mint yang diberikan Taro .


Aku memakan permen tersebut , dan memang rasanya lebih baik dari sebelumnya .


"Sunny ! Kemarilah !" seru Ruka .


"Baiklah ," ucap ku sambil berdiri .


"Sampai jumpa ," ucap ku pada Taro .


"Fighting !" ucap Taro padaku .


Aku berjalan menjauh dan turun menuruni tangga menuju ke bawah panggung , agar nanti aku muncul dibawa dengan panggung yang naik ke atas .


"Berdirilah di tanda X , dan juga nanti ada kembang api , berhati-hatilah , berikan yang terbaik pada Rainy !" ucap Ruka .


"Baiklah , terima kasih ! Aku akan memberika yang terbaik !" ucap ku lalu panggung mulai naik ke arah atas .


Semua ingatan itu membuatku ingin menangis , tetapi aku berusaha bersikap profesional . Aku berjalan ke tengah panggung . Kembang api menyala dari bawah panggung .


Terkejutnya aku saat ada kembang api yang menyala dari bawah dan menyala tepat di posisi tanganku . Rasanya panas sekali sampai aku hampir berteriak . Penonton dan panitia agak histeris . Disaat yang bersamaan panggung yang aku injaki pun hampir roboh .


Sebagai seorang yang profesional , aku harus menyelesaikan lagu ini . Aku menyelesaikan lagu itu ,memberi salam , dan memberikan salam perpisahan . Aku langsung turun dari panggung , dan semuanya agak histeris


"Apa yang terjadi di atas panggung tadi ?" tanya Ruka histeris sambil memegang tanganku yang terkena kembang api .


"Aku juga tidak tahu , bukankah kembang api hanya ada di sisi kanan dan kiri ?" tanya ku .


"Panitia berkata begitu padaku ," ucap Ruka .


"Bagaimana ini bisa terjadi ?" tanya ku yang agak kebingungan .


"Lupakan saja dulu , yang terpenting sekarang adalah mengobatimu ," ucap Ruka .


"Baiklah , bagaimana dengan panggungnya ?" tanya ku dengan perasaan yang agak bersalah .


"Sudah diperbaiki , santai saja , sekarang kamu hanya harus mengobati dirimu ," ucap Ruka .


Ruka membawaku ke tempat istirahat dan mencari kotak P3K . "Duduklah dulu ," ucap Ruka .


"Baiklah ," ucap ku .


"Nah ketemu ," ucap Ruka sambil memegang kotak P3K .


"Tanganmu sangat parah ," ucap Ruka .


"Biasa saja ," ucap ku .


"Bahkan bajumu saja sudah robek ," ucap Ruka sambil mengoleskan obat yang tidak aku ketahui .


"Aw ! Sakit ! Pelan-pelan !" ucap ku menahan rasa sakit .


"Aku sudah pelan-pelan , bertahanlah sedikit !" ucap Ruka .


"Ruka , apakah menurutmu kejadian ini ada hubungannya dengan yang aku lihat tadi siang ?" tanya ku berhati-hati .


"Mana mungkin , dia sudah dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan ," ucap Ruka berusaha menenangkanku .


"Tetapi mayatnya saja tidak ditemukan , bagaimana bisa dinyatakan dengan mudah seperti itu ?" tanya ku .


"Tetapi menurutku , itu adalah hal yang tidak mungkin ," ucap Ruka .


"Jadi kamu sudah mulai curiga dengan Hoon Hwan ya ?" tanya seorang pria di balik pintu .


Aku dan Ruka langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut .


To be continued...


Hai Dreamers !!! Apa kabar ????


Semoga baik baik aja ya !!!


Kalian penasaran nggak ama cowo yang dibalik pintu ???


Coba tebak siapa !!


Jangan lupa like , comment , and follow akun author . Rate bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟 !!! Kalau kalian mau , kalian boleh vote karya author !


Yok ! Bagi yang mau promosi , silahkan ! Saling dukung , tapi author lemot yak !


Bye bai !!