
Selama di jalan aku merilekskan badanku , berharap bahwa nanti tidak ada kejadian yang aneh aneh .
Tidak berapa lama mobilpun sampai di tempat tujuan , tempat kali ini agak berbeda , semua wartawan berada di depan dan memotretku .
Kami disambut dengan baik oleh bodyguard . Aku langsung masuk ke area panggung.
Panggungnya besar sekali , banyak panitia dan artis artis lain yang sedang melakukan gladi resik .
"Sunny Lin !" panggil ketua panitia .
"Halo kak ketua panitia !" ucap ku .
"Baiklah kalau kamu sudah sampai , jadi tanpa basa basi aku akan menjelaskan padamu susunan acaranya ," ucap ketua panitia .
Ketua panitia tersebut memberitahukan semua susunan acara , bagaimana aku akan masuk , dan apa saja yang harus aku lakukan .
"Baiklah , aku mengerti ," ucap ku yakin .
"Baiklah , setelah ini giliranmu untuk melakukan gladi resik ," ucap ketua panitia .
"Nee , gamsahamnida ," ucap ku bahagia .
Giliranku untuk melakukan gladi resik . Aku naik ke atas panggung sesuai dengan arahan . Kembang api menyala dari sisi panggung , ini agak menyeramkan .
Setelah selesai aku istirahat sebentar , tetapi saat aku sedang berjalan menuju ruangan istirahat , aku melihat sosok pria seperti Hoon Hwan yang masuk ke lorong . Aku menjadi takut karena aku berpikir bahwa itu adalah sosok arwah Hoon Hwan , aku mencoba menghampirinya . Tetapi saat aku memasuki lorong juga , sosok itu hilang .
Aku mencoba menenangkan diriku , agar tidak terlalu stres dan shock . Aku mencoba berpikir positif , aku mencari Ruka dan menceritakannya pada Ruka , tetapi Ruka berpikir lain dariku , dia malah berkata bahwa aku kurang istirahat .
Ruka mengantarku ke ruang istirahat . Aku merasakan ada yang tidak beres dengan hal ini . Mungkin aku yang terlalu banyak berpikir .
"Kamu tunggu saja disini ," ucap Ruka .
"Baiklah ," ucap ku yang terduduk di sofa .
Pukul 19:00 KST , Backstage
Aku yang sudah siap dengan pakaian dan atribut pun menunggu bersama dengan artis artis yang lain. Mereka sangat ramah terhadapku .
"Sunny , sebentar lagi giliranmu , bersiaplah ," ucap Ruka .
"Nee ," ucap ku singkat yang masih memiliki firasat kurang baik .
"Ekspresimu terlihat aneh , apakah tidak enak badan ?" tanya Taro , artis solo yang terkenal karena keahlian dancenya dan perhatiannya pada semua orang .
"Aku hanya gugup ," ucap ku yang kebingungan ingin menjawab apa , karena tidak mungkin kan aku menceritakan padanya tentang Hoon Hwan .
"Makanlah ini , ini akan mengurangi kegugupanmu ," ucap Taro sambil menyodorkan permen mint .
"Gamsahamnida ," ucap ku menerima permen mint yang diberikan Taro .
Aku memakan permen tersebut , dan memang rasanya lebih baik dari sebelumnya .
"Sunny ! Kemarilah !" seru Ruka .
"Baiklah ," ucap ku sambil berdiri .
"Sampai jumpa ," ucap ku pada Taro .
"Fighting !" ucap Taro padaku .
Aku berjalan menjauh dan turun menuruni tangga menuju ke bawah panggung , agar nanti aku muncul dibawa dengan panggung yang naik ke atas .
"Berdirilah di tanda X , dan juga nanti ada kembang api , berhati-hatilah , berikan yang terbaik pada Rainy !" ucap Ruka .
"Baiklah , terima kasih ! Aku akan memberika yang terbaik !" ucap ku lalu panggung mulai naik ke arah atas .
Semua ingatan itu membuatku ingin menangis , tetapi aku berusaha bersikap profesional . Aku berjalan ke tengah panggung . Kembang api menyala dari bawah panggung .
Terkejutnya aku saat ada kembang api yang menyala dari bawah dan menyala tepat di posisi tanganku . Rasanya panas sekali sampai aku hampir berteriak . Penonton dan panitia agak histeris . Disaat yang bersamaan panggung yang aku injaki pun hampir roboh .
Sebagai seorang yang profesional , aku harus menyelesaikan lagu ini . Aku menyelesaikan lagu itu ,memberi salam , dan memberikan salam perpisahan . Aku langsung turun dari panggung , dan semuanya agak histeris
"Apa yang terjadi di atas panggung tadi ?" tanya Ruka histeris sambil memegang tanganku yang terkena kembang api .
"Aku juga tidak tahu , bukankah kembang api hanya ada di sisi kanan dan kiri ?" tanya ku .
"Panitia berkata begitu padaku ," ucap Ruka .
"Bagaimana ini bisa terjadi ?" tanya ku yang agak kebingungan .
"Lupakan saja dulu , yang terpenting sekarang adalah mengobatimu ," ucap Ruka .
"Baiklah , bagaimana dengan panggungnya ?" tanya ku dengan perasaan yang agak bersalah .
"Sudah diperbaiki , santai saja , sekarang kamu hanya harus mengobati dirimu ," ucap Ruka .
Ruka membawaku ke tempat istirahat dan mencari kotak P3K . "Duduklah dulu ," ucap Ruka .
"Baiklah ," ucap ku .
"Nah ketemu ," ucap Ruka sambil memegang kotak P3K .
"Tanganmu sangat parah ," ucap Ruka .
"Biasa saja ," ucap ku .
"Bahkan bajumu saja sudah robek ," ucap Ruka sambil mengoleskan obat yang tidak aku ketahui .
"Aw ! Sakit ! Pelan-pelan !" ucap ku menahan rasa sakit .
"Aku sudah pelan-pelan , bertahanlah sedikit !" ucap Ruka .
"Ruka , apakah menurutmu kejadian ini ada hubungannya dengan yang aku lihat tadi siang ?" tanya ku berhati-hati .
"Mana mungkin , dia sudah dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan ," ucap Ruka berusaha menenangkanku .
"Tetapi mayatnya saja tidak ditemukan , bagaimana bisa dinyatakan dengan mudah seperti itu ?" tanya ku .
"Tetapi menurutku , itu adalah hal yang tidak mungkin ," ucap Ruka .
"Jadi kamu sudah mulai curiga dengan Hoon Hwan ya ?" tanya seorang pria di balik pintu .
Aku dan Ruka langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut .
To be continued...
Hai Dreamers !!! Apa kabar ????
Semoga baik baik aja ya !!!
Kalian penasaran nggak ama cowo yang dibalik pintu ???
Coba tebak siapa !!
Jangan lupa like , comment , and follow akun author . Rate bintang 5 πππππ !!! Kalau kalian mau , kalian boleh vote karya author !
Yok ! Bagi yang mau promosi , silahkan ! Saling dukung , tapi author lemot yak !
Bye bai !!