MY MILLION DRE4M

MY MILLION DRE4M
Karma



"Ada apa gadis kecil ?" tanya ku .


"Ibu ku hilang ," ucap gadis kecil tersebut .


"Ah , i see , baiklah , aku akan menelpon polisi ," ucap ku .


"Nee ," ucap nya .


Tidak lama polisi pun datang .


"Anyyeonghaseo , kami akan membantu mu mencari orang tua mu ," ucap polisi .


"Gamsahamnida Pak !" ucap ku .


Polisi pun membawa anak gadis tersebut pergi .


Aku melanjutkan vlog ku .


"Mana rekaman mu ?" tanya sutradara .


"Ini , PD-nim ," ucap ku sambil menyerahkan kamera ku .


"Baiklah , kamu boleh ke hotel sekarang ," ucap sutradara .


"Nee ," ucap ku lalu bersiap .


Aku menuju ke hotel , dan tempat nya sangat jelek , tetapi masih bisa ditinggali .


Minjun menelpon ku .


"Halo ?" sapa ku .


"Bagaimana hari mu Sunny-ssi ?" tanya Minjun.


"Baik-baik saja oppa !" ucap ku .


"Benarkah ?" tanya Minjun tidak percaya .


"Benar !" ucap ku .


"Jika kamu tidak betah bilang saja , aku akan menjemputmu ," ucap Minjun .


"Itu tidak perlu oppa , lagipula kamu datang kesini juga membutuhkan biaya yang mahal ," ucap ku .


"Tidak apa-apa , keluar uang sedikit tidak apa-apa , asal member selalu bahagia ," ucap Minjun .


"Nee , oppa !" ucap ku .


"Apakah kamu sudah makan ?" tanya Minjun .


"Belum !" ucap ku .


"Jangan lupa makan , dan juga ingat mandi dan tidur lah tepat waktu ," ucap Minjun .


"Baiklah oppa ," ucap ku .


"Sampai jumpa !" ucap Minjun .


"Sampai jumpa !" ucap ku .


Keesokan hari nya...


"Baiklah , hari ini kalian para bintang tamu silahkan beristirahat , sisanya serahkan pada editor ," ucap sutradara .


Aku merasa kasihan pada para editor dan bintang tamu yang lain .


Aku melihat disana ada yang menjual takoyaki di pinggir jalan .


Aku membeli nya untuk semua staff dan bintang tamu .


"PD-nim ," panggil ku .


"Ada apa ?" tanya sutradara .


"Aku membelikan makanan untuk kita semua ," ucap ku .


"Aku sedang sibuk , kamu cari saja orang lain ," ucap sutradara .


"Ah nee ," ucap ku .


"Eonni , oppa , aku membelikan makanan untuk kalian , kalian makan lah !" ucap ku ramah .


"Permisi , apakah kamu membelikan kami sampah untuk dimakan ?" tanya seorang gadis muda yang termasuk bintang tamu juga .


"Ini bukan sampah , ini takoyaki ," ucap ku .


"Astaga , berminyak sekali , kamu membelikan kami sampah untuk dimakan , apakah otak mu bermasalah ?" tanya seorang pria umur 20 tahun yang juga bintang tamu .


Para staff menertawakan ku .


"Adakah yang ingin memakannya ?" tanya ku pada staff .


"Tidak terima kasih , kami tidak akan memakan sampah ," ucap para staff .


"Baiklah ," ucap ku sambil menahan air mata .


Aku duduk di bawah pohon dan memakan takoyaki nya sendiri .


"Nona muda , bisakah aku meminta sedikit makanan mu ?" tanya seorang pengemis wanita .


"Makanlah bersama ku , aku juga tidak habis makan banyak banyak ," ucap ku .


"Terima kasih ," ucap wanita tersebut .


"Bersihkanlah wajah mu ," ucap ku sambil menyodorkan tisu basah .


"Terima kasih ," ucap nya .


"Wajah mu seperti habis menangis , ada apa ?" tanya wanita tersebut .


"Baiklah ," ucap wanita tersebut .


"Siapa namamu ?" tanya wanita tersebut .


"Aku Sunny Lin ," ucap ku .


"Sunny, logat mu seperti bukan logat Korea ," ucap wanita tersebut .


"Aku bukan orang Korea , aku berasal dari Indonesia ," ucap ku .


"Ah ternyata begitu ," ucap wanita tersebut .


"Aku Lina , ingat namaku ," ucap Lina yakni wanita pengemis tadi .


"Baiklah Lina !" ucap ku bersemangat lagi .


Aku lebih suka duduk makan bersama Lina yang orang rendahan daripada para bintang tamu yang tidak menghargai diriku .


"Hey ! Kamu memakan sampah tersebut ! Bersama sampah !" ucap gadis yang menolak takoyaki ku namanya Chelsea .


"Ini bukan sampah , Lina juga bukan sampah !" ucap ku .


"Semuanya ! Cepat lihat ini , Sunny makan sampah dengan sampah !" ucap Chelsea .


Semua staff datang dan langsung memotret ku dengan lampu flash mereka .


Aku tidak tahu kenapa , aku seperti trauma terhadap lampu flash .


"Sudah cukup !" teriak Lina .


"Diamlah sampah !" ucap Chelsea .


Lina geram dan langsung menampar Chelsea .


Semua nya tersentak .


"Astaga ! Wajah ku terkena kotoran !" ucap Chelsea .


"Kalian semua , mulai besok tidak ada yang akan bertahan di dunia hiburan !" ucap Chelsea lalu membantu ku untuk berdiri .


"Siapa kau ? Sampah saja berani menghayal !" ucap Chelsea .


"Aku Lina , pemilik perusahaan KL Entertainment , suami ku adalah Brian Blue ," ucap Lina .


"Bohong !" ucap Chelsea .


"Itu benar !" ucap salah satu staff .


"Tunggu , apa ?!" tanya Chelsea tidak percaya .


"Tidak mungkin ," ucap Chelsea .


"Nyonya , aku minta maaf aku salah !" ucap Chelsea .


"Sudah terlambat !" ucap Lina .


"Nyonya , mobil sudah siap ," ucap bodyguard Lina yang tiba-tiba muncul seperti tuyul .


"Baiklah ," ucap Lina lalu membawa ku yang lemas kedalam mobil .


"Dimanakah kamu tinggal ?" tanya Lina .


"Aku tinggal di kafe ," ucap ku .


"Kafe mana ?" tanya Lina .


"Minjun oppa ," ucap ku .


"Tunggu sebentar , aku akan menelpon dia ," ucap Lina .


"Halo Minjun ! Sunny sedang bersama ku ! Kamu tinggal dimana , aku akan mengantar dia kembali ," ucap Lina .


"Baiklah ," ucap Lina .


"Pak , tolong ganti jalur menuju kafe lama Cloud ," ucap Lina .


"Baik nyonya !" ucap supir tersebut .


Aku hanya bersandar di pundak Lina .


Sedangkan Lina mengelus rambut ku seperti seorang ibu .


Tidak berapa lama , kita sampai .


"Sunny-ssi !" panggil Minjun .


"Oppa !" ucap ku .


Minjun menggendong ku keluar dan membaringkan ku di kasur .


"Minjun , ikutlah dengan ku , ada hal yang harus ku bicarakan dengan mu dan para member lainnya ," ucap Lina .


To be continued...


Hai Dreamers !!!


Apa kabar ?


Have a nice day yak !!!


Jangan lupa like & comment !


Bagi kalian yang ingin author mampir , comment aja , tapi author mampir nya nggak tepat waktu , bisa telat , karena author punya tugas sekolah yang numpuk .


Bye bai !!!