MY MILLION DRE4M

MY MILLION DRE4M
Tembak



Aku memasuki ruangan Minjun .


Disana terbaring Minjun yang pucat , tidak seperti biasanya .


Aku duduk disebelah kanan ranjang .


"Oppa , maafkan aku ," ucap ku .


Minjun tetap saja tidak membuka mata nya .


Aku memegangi tangan nya .


"Oppa ?" panggil ku .


"Aku memang pembawa sial ," ucap ku .


Aku menangis lagi saat melihat Minjun .


Aku memegangi tangan Minjun yang dingin seperti mayat .


"Oppa , bisakah kamu bangun ?" tanya ku .


Aku tertidur di kaki Minjun .


Saat aku ingin terlelap , tiba-tiba saja ingin kencing .


Aku beranjak ke toilet dan saat aku kembali mata Minjun terbuka dan melihat ku .


"Oppa ?" tanya ku.


"Sunny-ssi ?" panggil nya setengah sadar .


"Bagaimana keadaan mu ? Aku akan memanggil dokter ," ucap ku .


Aku berlari ke arah kantor dokter .


"Dokter ! Dokter ! Minjun oppa sudah bangun ," ucap ku sambil mengetuk pintu .


Dokter keluar dan mengikuti ku menuju ruangan Minjun . Dokter memeriksa badan Minjun.


"Dia belum sepenuhnya pulih , suster akan menyiapkan makanan pada nya di saat yang tepat dan makan obat tepat waktu ," ucap dokter .


"Gamsahamnida dokter ," ucap ku .


Dokter pun keluar ruangan dan melanjutkan istirahat nya .


"Sunny-ssi , kemarilah ," ucap Minjun .


"Ada apa ?" tanya ku sambil menghampiri nya .


Dia langsung memeluk ku .


"Tadi aku bermimpi ," ucap nya .


Aku hanya diam .


"Aku bermimpi kamu meninggalkan ku ," ucap Minjun .


"Oppa , jangan berbicara seperti itu ," ucap ku .


"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku ," ucap Minjun .


"Baiklah aku janji ," ucap ku .


Suster masuk dan terkejut melihat aksi yang kami lakukan .


"Permisi ," ucap suster .


Aku yang terkejut melihat suster masuk pun langsung melepas pelukan Minjun .


"Ini makanan dan obat pasien ," ucap pasien tersebut .


"Gamsahamnida ," ucap ku dan Minjun .


"Kalau begitu aku pamit dulu , maaf menganggu ," ucap pasien .


"Tolong siapkan meja nya untuk ku ," ucap Minjun .


"Nee oppa ," ucap ku .


Aku menyiapkan meja untuk Minjun dan Minjun makan dengan lahap .


"Dimana Ye Jun ?" tanya Minjun .


Aku terdiam dan mata ku mulai berkaca lagi .


"Ada apa ?" tanya Minjun .


"Dia sedang di operasi ," ucap ku .


"Bagaimana bisa ?" tanya Minjun terkejut .


"Ada pengendara yang ingin menabrak ku , tapi Ye Jun oppa mendorongku dan Ye Jun oppa terluka ," ucap ku sambil menangis .


"Apakah parah ?" tanya Minjun .


"Pendarahan hebat , robek di bagian perut dan telinga ," ucap ku .


"Maafkan aku ," ucap ku .


"Itu bukan salah mu , tidak apa-apa ," ucap Minjun .


"Lagipula dia juga pria yang kuat ," ucap Minjun .


"Gomawo ," ucap ku .


"Untuk apa ?" tanya Minjun .


"Karena sudah menghibur ku ," ucap ku .


"Sama sama ," ucap Minjun .


"Sunny !" panggil Ruka .


"Ruka ? Bagaimana dengan operasi nya ?" tanya ku .


"Berjalan baik , sekarang Ye Jun oppa sedang beristirahat ," ucap Ruka .


"Baguslah ," ucap ku lega .


"Ruka , apakah kamu sudah membuat konfirmasi bahwa aku dan Ye Jun sedang dirawat di rumah sakit ?" tanya Minjun .


"Migo sudah mengurus hal itu ," ucap Ruka .


"Sunny , bisakah kamu keluar sebentar , ada yang ingin aku sampaikan pada Minjun ," ucap Ruka .


"Kenapa ?" tanya ku bingung .


"Rahasia ," ucap Ruka .


"Biarkan dia tahu ," ucap Minjun .


"Nee ," ucap Ruka .


Ruka menutup pintu rapat rapat .


"Dalang dibalik kasus ini sudah ditemukan ," ucap Ruka .


"Lalu ?" tanya ku penasaran .


"Kau tahu siapa kan ?" tanya Ruka .


"Rose ?" tanya ku .


"Betul sekali ," ucap Ruka .


"Lalu apakah ada masalah lagi ?" tanya Minjun .


"Rose tidaklah dihukum mati , dia dilindungi ayahnya ," ucap Ruka .


"Bagaimana itu bisa ? Curang sekali !" ucap ku .


"Dengarkan dulu Sunny-ssi ," ucap Minjun santai .


"Tetapi pihak kepolisian sudah mengirimkan peringatan pada Rose , jika masih melukai orang , maka akan dihukum mati ," ucap Ruka .


"Meskipun ini tidak adil ,tapi dia sudah tahu kehebatan kita ," ucap Minjun .


"Baiklah sekian , lanjutkan waktu berdua kalian ," ucap Ruka .


"Hey !" panggil ku salting .


Ruka lalu keluar dari ruangan .


"Sunny-ssi ," ucap Minjun .


"Ya ?" tanya ku .


"Maukah kamu menjadi pacar ku ?" tanya Minjun .


Aku terkejut dan sangat bahagia sekali .


"Aku rasa ini bukan waktu yang tepat oppa ," ucap ku .


"Menurut ku ini waktu yang tepat ," ucap Minjun .


"Belum ," ucap ku .


"Aku tahu kamu mau ," ucap Minjun .


"Aku akan memikirkan nya ," ucap ku .


Minjun tersenyum miring .


"Jangan lama lama ," ucap Minjun lalu mendekatkan wajah nya pada wajah ku .


Aku mendorong badan Minjun .


"Terlalu dekat ," ucap ku .


"Tapi kamu menyukai nya ," ucap Minjun .


Aku keluar dari ruangan tersebut dan meminta Ye Seung mengawasi Minjun .


"Oppa , kamu sangat menggoda ," batin ku .


Aku menelpon Lina .


"Halo ?" sapa ku .


"Ada apa Sunny ?" tanya Lina .


"Minjun mengajak ku berpacaran ," ucap ku .


"Aku akan mendukung apapun keputusan mu ," ucap Lina .


"Apakah aku boleh menerima nya ?" tanya ku .


"Terserah pada mu , terima saja ," ucap Lina .


"Ah nee , akan aku pikirkan , terima kasih Lina ," ucap ku lalu mematikan telepon nya .


"Terima atau tidak ?" batin ku .


To be continued....


Sunny bakal terima atau tidak ya ?


A. Ya


B. Tidak


Hai Dreamers !!!


Apa kabar !!! Jangan lupa like & comment !