
Aku memasuki ruangan Minjun .
Disana terbaring Minjun yang pucat , tidak seperti biasanya .
Aku duduk disebelah kanan ranjang .
"Oppa , maafkan aku ," ucap ku .
Minjun tetap saja tidak membuka mata nya .
Aku memegangi tangan nya .
"Oppa ?" panggil ku .
"Aku memang pembawa sial ," ucap ku .
Aku menangis lagi saat melihat Minjun .
Aku memegangi tangan Minjun yang dingin seperti mayat .
"Oppa , bisakah kamu bangun ?" tanya ku .
Aku tertidur di kaki Minjun .
Saat aku ingin terlelap , tiba-tiba saja ingin kencing .
Aku beranjak ke toilet dan saat aku kembali mata Minjun terbuka dan melihat ku .
"Oppa ?" tanya ku.
"Sunny-ssi ?" panggil nya setengah sadar .
"Bagaimana keadaan mu ? Aku akan memanggil dokter ," ucap ku .
Aku berlari ke arah kantor dokter .
"Dokter ! Dokter ! Minjun oppa sudah bangun ," ucap ku sambil mengetuk pintu .
Dokter keluar dan mengikuti ku menuju ruangan Minjun . Dokter memeriksa badan Minjun.
"Dia belum sepenuhnya pulih , suster akan menyiapkan makanan pada nya di saat yang tepat dan makan obat tepat waktu ," ucap dokter .
"Gamsahamnida dokter ," ucap ku .
Dokter pun keluar ruangan dan melanjutkan istirahat nya .
"Sunny-ssi , kemarilah ," ucap Minjun .
"Ada apa ?" tanya ku sambil menghampiri nya .
Dia langsung memeluk ku .
"Tadi aku bermimpi ," ucap nya .
Aku hanya diam .
"Aku bermimpi kamu meninggalkan ku ," ucap Minjun .
"Oppa , jangan berbicara seperti itu ," ucap ku .
"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku ," ucap Minjun .
"Baiklah aku janji ," ucap ku .
Suster masuk dan terkejut melihat aksi yang kami lakukan .
"Permisi ," ucap suster .
Aku yang terkejut melihat suster masuk pun langsung melepas pelukan Minjun .
"Ini makanan dan obat pasien ," ucap pasien tersebut .
"Gamsahamnida ," ucap ku dan Minjun .
"Kalau begitu aku pamit dulu , maaf menganggu ," ucap pasien .
"Tolong siapkan meja nya untuk ku ," ucap Minjun .
"Nee oppa ," ucap ku .
Aku menyiapkan meja untuk Minjun dan Minjun makan dengan lahap .
"Dimana Ye Jun ?" tanya Minjun .
Aku terdiam dan mata ku mulai berkaca lagi .
"Ada apa ?" tanya Minjun .
"Dia sedang di operasi ," ucap ku .
"Bagaimana bisa ?" tanya Minjun terkejut .
"Ada pengendara yang ingin menabrak ku , tapi Ye Jun oppa mendorongku dan Ye Jun oppa terluka ," ucap ku sambil menangis .
"Apakah parah ?" tanya Minjun .
"Pendarahan hebat , robek di bagian perut dan telinga ," ucap ku .
"Maafkan aku ," ucap ku .
"Itu bukan salah mu , tidak apa-apa ," ucap Minjun .
"Lagipula dia juga pria yang kuat ," ucap Minjun .
"Gomawo ," ucap ku .
"Untuk apa ?" tanya Minjun .
"Karena sudah menghibur ku ," ucap ku .
"Sama sama ," ucap Minjun .
"Sunny !" panggil Ruka .
"Ruka ? Bagaimana dengan operasi nya ?" tanya ku .
"Berjalan baik , sekarang Ye Jun oppa sedang beristirahat ," ucap Ruka .
"Baguslah ," ucap ku lega .
"Ruka , apakah kamu sudah membuat konfirmasi bahwa aku dan Ye Jun sedang dirawat di rumah sakit ?" tanya Minjun .
"Migo sudah mengurus hal itu ," ucap Ruka .
"Sunny , bisakah kamu keluar sebentar , ada yang ingin aku sampaikan pada Minjun ," ucap Ruka .
"Kenapa ?" tanya ku bingung .
"Rahasia ," ucap Ruka .
"Biarkan dia tahu ," ucap Minjun .
"Nee ," ucap Ruka .
Ruka menutup pintu rapat rapat .
"Dalang dibalik kasus ini sudah ditemukan ," ucap Ruka .
"Lalu ?" tanya ku penasaran .
"Kau tahu siapa kan ?" tanya Ruka .
"Rose ?" tanya ku .
"Betul sekali ," ucap Ruka .
"Lalu apakah ada masalah lagi ?" tanya Minjun .
"Rose tidaklah dihukum mati , dia dilindungi ayahnya ," ucap Ruka .
"Bagaimana itu bisa ? Curang sekali !" ucap ku .
"Dengarkan dulu Sunny-ssi ," ucap Minjun santai .
"Tetapi pihak kepolisian sudah mengirimkan peringatan pada Rose , jika masih melukai orang , maka akan dihukum mati ," ucap Ruka .
"Meskipun ini tidak adil ,tapi dia sudah tahu kehebatan kita ," ucap Minjun .
"Baiklah sekian , lanjutkan waktu berdua kalian ," ucap Ruka .
"Hey !" panggil ku salting .
Ruka lalu keluar dari ruangan .
"Sunny-ssi ," ucap Minjun .
"Ya ?" tanya ku .
"Maukah kamu menjadi pacar ku ?" tanya Minjun .
Aku terkejut dan sangat bahagia sekali .
"Aku rasa ini bukan waktu yang tepat oppa ," ucap ku .
"Menurut ku ini waktu yang tepat ," ucap Minjun .
"Belum ," ucap ku .
"Aku tahu kamu mau ," ucap Minjun .
"Aku akan memikirkan nya ," ucap ku .
Minjun tersenyum miring .
"Jangan lama lama ," ucap Minjun lalu mendekatkan wajah nya pada wajah ku .
Aku mendorong badan Minjun .
"Terlalu dekat ," ucap ku .
"Tapi kamu menyukai nya ," ucap Minjun .
Aku keluar dari ruangan tersebut dan meminta Ye Seung mengawasi Minjun .
"Oppa , kamu sangat menggoda ," batin ku .
Aku menelpon Lina .
"Halo ?" sapa ku .
"Ada apa Sunny ?" tanya Lina .
"Minjun mengajak ku berpacaran ," ucap ku .
"Aku akan mendukung apapun keputusan mu ," ucap Lina .
"Apakah aku boleh menerima nya ?" tanya ku .
"Terserah pada mu , terima saja ," ucap Lina .
"Ah nee , akan aku pikirkan , terima kasih Lina ," ucap ku lalu mematikan telepon nya .
"Terima atau tidak ?" batin ku .
To be continued....
Sunny bakal terima atau tidak ya ?
A. Ya
B. Tidak
Hai Dreamers !!!
Apa kabar !!! Jangan lupa like & comment !